
"coba lo tebak gue suka sama yang mana?" ujar devan dengan tertawa
"ya mana gue tau isi hati lo?" jawab leon
"kalo menurut lo?" tanya devan lagi
"gue nggak pernah lihat lo bawa cewe, jadi gue nggak tau selera lo yang manja atau yang jutek!! Jadi gue nggak mau menebak nebak, mending lo kasih tau secara langsung yang mana orangnya?" leon menghampiri devan yang sedang membaca dokumen
Devan tidak menjawab, dia hanya tersenyum
" udah sana lo balik aja, emang lo nggak ada pasien dirumah sakit? "
" ya ada sih, tapi gue masih penasaran,, lo jawab dulu yang mana, baru gue bakal balik ke rumah sakit" leon masih bersikukuh
"emang kenapa sih kok lo antusias banget kayaknya?" devan menutup domumen yang dibacanya lalu menatap sahabat nya heran
"ya biar gue tau aja, sepertinya gue juga suka sama salah satu dari mereka" leon tertawa kecil
"heh.. Jangan macem macem lo ya" devan menunjukkan kepalan tangannya
Leon hanya tertawa "yaudah gue cabut deh klo gitu.."
Devan mengangguk dan meneruskan kembali pekerjaannya
***
Sementara viona mengadu kepada Papanya Jika dia kalah dari Viola hanya dengan selisih 5 angka saja
Viona tak terima Jika dia kalah seperti itu
tapi sang Papa tiri memang benar-benar sudah menguasai hati Viona dengan mudahnya sang Papa membujuk Putri tirinya itu agar tidak bersedih dan marah lagi karena telah kalah dalam ujiannya
__ADS_1
sang Papa rela meninggalkan pekerjaannya untuk menyenangkan Putri nya itu
Mereka pergi ke mall untuk belanja keinginan Viona sebelum mereka pulang bersama-sama
sesampainya di rumah, Fiona juga mengadu kepada mamanya, tapi sang Mama tidak membela malah tetap mendukung keputusan Viola yang tidak membagi rata hasil hadiah yang dia dapatkan.
sang mama malah memarahi Viona karena dia telah kalah tapi meminta hadiah kepada Papanya, malahan Viola yang menang tidak meminta apapun kepada papa dan Mamanya
**
saat makan malam mereka berkumpul untuk makan bersama di meja makan, Papa dan Mama Viola bertanya apa hadiah yang diinginkan oleh viola karena sudah memenangkan kompetisi, tapi yola tidak mau apa apa,dia hanya ingin kembali kekehidupan sekolah nya seperti biasa
"Sebentar lagi kan kalian ulang tahun ke 17, kita rayain ya? Kalian boleh mengundang siapapun yang kalian mau!!" ucap papa
"oh ya.. Vio hampir lupa, berarti kita boleh mengundang siapapun teman kita pa?" Vio terlihat senang
"iya sayang, terserah kalian mau ngundang siapa saja, Papa sama mama sudah menyiapkan undangan nya" tambah sang papa
"ogah... Gue nggak mau ngundang siapa siapa?" jawab yola ketus
"ih... Dasar... Ini kan sweet seventeen kita yola, jadi kita harus merayakan nya kan?"
"emang harus? Kayak anak anak aja sih?" sergah yola
"yaudah kalo lo nggak mau, gue aja yang ngundang mereka?"
"mereka siapa?" yola menatap Vio tajam
"semua teman teman gue dikelas, dan juga beberapa teman dari sekolah lo"
"jadi lo mau mereka semua tau kalo kita ini kembar? Dan asal lo tau aja, semua teman teman gue nggak ada yang tau rumah gue dimana, dan lo berencana membongkar itu semua?"
__ADS_1
"hah... Iya juga ya? Tapi yaudah sih biarkan mereka tau kalo kita kembar, emang nya kenapa?"
"lo mikir nggak sih kak kalo mereka tau kita kembar, pasti mereka juga bakal tau kalo selama sebulan kemarin kita udah bertukar identitas saat sekolah, dan gue yakin mereka yang nggak suka sama lo bakalan ngelaporin ini kekepala sekolah, dan lo tau apa yang akan terjadi? Kita bakal dikeluarkan dari sekolah,, lo mau itu? "
" hah... Seserius itu? Yaudah deh gue nggak jadi ngundang mereka, gue cuma mau ngundang tiara dan lo undang sherin aja"
"dan jika Gladys tau, dia bakal ngganggu hidup lo lagi" bisik Viola pelan
Vio kaget,,, "iya bener.."
"kalian bisik bisik apa sih? Jangan aneh aneh ya,, kalian itu masih kecil" devan tiba tiba menimpali
Vio menatap devan dengan tertawa "enggak dong kak,, kita nggak aneh aneh,,, ya kan yola"
Vio merangkul pundak yola lagi
Yola tak menyahut nya, dia hanya menepis tangan Vio dan beranjak kedapur untuk mencuci piringnya sendiri
"jadi Vio mau ngundang siapa aja?" tanya mama
"masih belum tau ma, nanti vio omongin lagi sama yola ya!! Oh ya Ma.. Besok ada reuni sama teman-teman smp, kita boleh dateng kan?"
"boleh dong,,, tapi pulangnya nggak boleh malam malam ya,, jam 8 max sudah harus dirumah" sahut papa dengan santai
"iya, dengar kata papa,, jam 8 sudah harus pulang" tambah mama
"iya pa, ma.. Kita nggak akan malam malam kok, apalagi kalo bareng yola, pasti kita baru nyampek udah ngajakin pulang aja" vio sangat tau karakter kembaranya itu yang tidak suka keramaian.
Mereka sudah selesai makan malam, vio masuk kekamar yola untuk membicarakan tentang reuni
awalnya Viola tidak ingin datang karena Dia sangat malas jika harus bertemu dengan teman-teman yang yang suka mengganggu nya dan viona waktu SMP
__ADS_1
tapi karena Viona memaksa untuk menemaninya datang Jadi dia terpaksa akan datang walaupun hanya sebentar saja.