
Viona dan Viola masih menunduk...
Tiba tiba devan datang dengan membawa juju bersamanya
Mendengar suara juju mengeong, Yola mengangkat wajahnya...
"juju...." teriak Yola senang, dia menghampiri devan yang sedang menggendong juju
"juju... kamu nggak papa sayang? Mommy sangat khawatir pada mu" Yola mengambil juju dari devan
"dih... Aneh... Kucing kok diajak ngomong?" omel vio
"eh... Suka suka gue ya... Kenapa lo sewot?" balas yola
"siapa juga yang sewot... Gue tuh cuma ngingetin aja jangan sering bicara sama hewan, ntar disangka gila sama orang"
"ih... Sumpah resek banget lo ya ngatain gue gila"
"berhenti" mama diana memelototi sikembar bergantian
Seketika mereka langsung duduk disofa
"mulai senin besok,kalian harus bertukar sekolah untuk merasakan bagaimana menjadi orang yang selalu kalian rendahkan satu sama lain"
"ma... Vio nggak mau.. Pasti sekolah Yola membosankan karna dia sangat jutek sama orang, dan pasti dia nggak punya teman disana" Viona memegangi tangan mamanya.,,
"enak aja lo... Pasti sekolah lo tuh yang membosankan karna lo tuh terlalu berisik dan kekanak kanakan " Yola tak mau kalah dengan viona
"diam...." bentak diana
"mama sudah memutuskan, mulai senin depan sampai setelah ujian dua minggu lagi, kalian harus bertukar identitas dan merasakan bagaimana menjadi kembaran kalian"
"tapi ma???" ucap sikembar bersamaan
"tidak ada tapi tapian!!! Kalian harus menyembunyikan identitas asli kalian dan kalian harus menunjukkan sikap yang sama seperti yang kembaran kalian lakukan biasanya supaya tidak menimbulkan kecurigaan di sekolah tersebut," imbuh diana
"ok... Siapa takut,,, kalau vio sih nggak masalah karna vio gampang membaur dan ramah sama orang, jadi vio yakin bisa melakukan nya dengan mudah,,,, nggak tau kalo Yola... Apa dia bisa jadi vio tanpa menimbulkan masalah,,, dia kan jutek banget soalnya pasti dia nggak bakal bisa lebih baik dari vio"
Sindir vio sambil melirik yola
"lo jangan ngeremehin gue ya... Ok... Kita buktikan selama satu bulan kedepan kita akan bertukar identitas, dan kita akan lihat siapa yang lebih baik dari siapa?"jawab Yola dengan ketusnya
" ok. "tukas viona,,,, mereka berdua bertatapan seolah akan bertarung,, lalu sama sama memalingkan wajahnya kesamping
" bagus.... Kalian sudah bisa mulai hari senin depan,,, tapi ingat,,, jangan sampai kalian ketahuan oleh siapapun kalo kalian bertukar identitas,,, dan kalian juga harus buktiin saat ujian nanti, nilai siapa yang paling bagus diantara kalian berdua, itu bisa membuktikan jika kalian berhasil melaksanakan tantangan mama dengan baik tanpa menimbulkan masalah"
"ok" Sahut sikembar
"dan satu hal lagi... Siapa yang hasil ujian nya lebih tinggi, kakak akan kasih hadiah nanti" devan ikut menambahkan
"setuju!!!" ucap vio senang. "tapi apa hadiah nya?"
__ADS_1
"apapun yang kalian minta" devan bangkit dan berjalan kekamarnya dengan tersenyum
"wah.... Vio harus menang kalau begitu" vio seperti sudah membayangkan barang apa saja yang akan dia minta saat menang nanti
"kita lihat saja nanti.. Gue atau lo yang bakal menang" Yola pun meninggalkan mama dan vio diruang tamu sambil membawa juju
*********
Senin pagi....
"lo harus jalan dari sini!!!" ucap Yola menghentikan mobil yang mereka naiki bersama
"ogah ah... Ngapain?" vio tidak mau turun
"gue tiap hari jalan dari sini ya... Jadi lo juga harus turun. Sekarang" Yola membuka pintu mobil
"ih... Resek banget sih!!!" kesal vio yang langsung turun
Sementara pak budi melanjutkan mobilnya untuk mengantarkan Yola kesekolah viona
"pagi viola..." sapa rafa saat melihat vio memasuki gerbang sekolah
Vio menoleh keasal suara. #omg... Ganteng bingit # batin vio mengerjapkan matanya beberapa kali
"pagi...." jawabnya dengan tersenyum manis
Rafa kaget, karna Yola biasanya tidak pernah menghiraukan jika ada yang menyapa nya
"Yola... Aku mau nanya sama kamu... Ya.. Meskipun aku tau kamu tidak akan mau tapi aku tetap mau menanyakan nya"
"Ada apa?" tanya vio ramah
"hari ini akan ada lomba persahabatan antar sekolah, kamu mau nggak ikut serta kesana dan mendukung kita yang akan tanding basket" mereka berjalan bersama kedalam sekolah yang sangat besar itu
"tentu saja mau" vio terus saja tersenyum pada rafa
"hah... Serius?" rafa seperti tak percaya dengan apa yg didengar nya
"iya... Kenapa tidak? Bukan kah itu bagus sekalian jalan jalan"
"ok... Kalau gitu saat jam istirahat kita akan berangkat pakai mobil sekolah,,, sampai ketemu nanti ya" rafa melambaikan tangan dengan tersenyum saat dia sudah sampai dikelasnya
Vio membalas lambaian tangan rafa
"viona..." sherin memanggil viona pelan tepat ditelinganya
"eh lo ngagetin gue aja sih" vio memegangi dadanya
"lo ngapain sih ngelamun disini?" tanya sherin sambil menggandeng lengan viona
"bentar deh... Lo kok tau sih kalo gue bukan Yola?"
__ADS_1
"Yola udah nelpon gue tadi malem, dan dia nyuruh gue buat ngawasin lo" jelas sherin
Sebenarnya viola viona sherin dan tiara adalah sahabat sejak dari smp dulu... Dulu vio dan Yola masih miskin dan tiara serta sherin anak orang kaya
Tapi persahabatan mereka masih tetap terjaga sampai sekarang
"ih... Ngapain Yola nyuruh lo Ngawasin gue coba? Kurang kerjaan banget dia itu" kesal vio
"ya udah sih... Lo tau sendirikan gimana watak adik lo itu,,, jadi sebagai sahabat yang baik gue harus jaga sekaligus ngawasin lo selama kalian bertukar tempat,,, gue baik kan???" sherin mengedipkan sebelah matanya
"ish... Lo tu sama aja sama dia,,, nyebelin!!!"
Sherin Hanya tertawa...
"eh... Ntar siang kita Ada tanding basket ya,,?" vio duduk dikursi sebelah sherin
"kok lo tau?" heran sherin
"tadi ada cowok ganteng banget ngajakin gue buat ikut nyemangatin mereka yang akan tanding nanti siang"
"cowok ganteng,,, siapa?"
"gue juga gak tau namanya,,,"
"terus lo jawab apa tadi?"
"ya gue mau lah... Sumpah ganteng banget tuh cowok,,, coba disekolah gue ada yang seganteng itu,,, pasti akan sangat menyenangkan pergi kesekolah" vio memBayangkan wajah tampan rafa
"hah... Lo terima??? Wah parah lo vi!!!"
"kenapa sih?" tanya vio keheranan
"Yola tuh nggak pernah ikutan hal hal kayak gitu,,, aduh... Gimana sih lo"
"benar benar membosankan kehidupan sekolah Yola..." vio menggelengkan kepala nya... "yaudah sih rin... Cuma nyemangatin sekolah kita apa salahnya?"
"masalah nya... Yola nggak pernah lakuin itu vio"
"udah ah... Biarin aja"
"dan apa lo tau kita tanding basket sama sekolah mana?"
"nggak.... Sekolah mana emangnya?"
"disekolah lo... Sekolah harapan bangsa..."
Vio kaget... "mampus gue... Gimana dong?"
"lo sih nggak Nanya dulu langsung setuju aja tadi... Gue mau nelfon Yola dulu deh" sherin mengeluarkan hp dari tasnya
"tunggu dulu... Lo bakal ngomong apa sama dia?"
__ADS_1