
Vio tertawa terbahak bahak mendengar ucapan dion
"aku gak salah denger nih?" tanya vio masih dengan tertawa
"aku serius, dulu aku memang hanya mempermainkan kamu tapi sekarang aku baru sadar kalo aku sebenarnya memang ada perasaan sayang sama kamu" dion terdengar tulus dengan ucapan nya
"oh ya..? Lalu bagaimana dengan pacar kakak yang dulu itu?"
"aku sudah lama putus dengan nya karna ternyata dia seorang playgirls dan hanya memanfaat kan aku saja"
"bagus dong, bukan kah kalian sangat cocok sama sama suka mempermainkan perasaan orang, harus nya jangan putus! Sayang sekali" vio terlihat tertawa mengejek
"vio... Please... Itu hanya masa lalu, aku gak mau membahasnya lagi"
"sama... Aku juga gak mau membahas masa lalu, jadi sekarang tolong kakak pergi dari sini" vio menunjuk pintu supaya dion keluar
"gak... Aku gak akan keluar sebelum kamu memaafkan aku"
"OK,, aku udah maafin, sekarang keluar dari sini dan jangan pernah mengganggu ku lagi" ucap vio dengan tegas
"kenapa kamu tidak mengerti,,, aku bener-bener sayang sama kamu, aku ingin menjadi pacar kamu yang akan melindungi kamu dan selalu membahagiakan kamu,,, please... Kita balikan ya.. Aku gak mau kehilangan kamu vio,,, aku cinta sama kamu" dion memegang tangan vio
"kak dion yang tidak mengerti,,, berapa kali harus aku bilang kalau aku gak mau punya hubungan apapun lagi sama kak dion, dan aku juga gak mau jadi pacar kak dion,,, jadi kumohon cepat keluar dari sini dan anggap kita tidak pernah punya hubungan apa apa" vio menarik tangan nya dari dion
"dulu kamu sangat mencintai ku dan terus saja menggangguku ,,, jadi lakukan hal itu lagi, jangan berhenti... Aku tidak peduli dengan alasan kamu, kamu harus menerima ku jadi pacar kamu" dion terus memaksakan kehendaknya
"apaan sih,,, kak dion jangan gila ya... Gak usah maksa maksa kayak gini" vio hendak keluar dari ruangan itu tapi dion memeluknya dari belakang
"lepasin.... Kakak jangan macam macam ya.." vio mencoba melepaskan tangan dion dari perutnya
"vio,,, aku sangat sayang sama kamu, kenapa kamu tidak mau menerimaku,,, aku tidak akan melepaskan mu sebelum kamu setuju jadi pacarku" dion mengeratkan pelukan nya
Vio kesal dia dengan cepat menginjak kaki dion dengan sangat keras, dia melepaskan pelukannya karena merasakan sakit di bagian kakinya
Tapi dion tak mau menyerah, dion mencoba memeluk vio lagi tapi vio menendang bagian intim dion lebih dulu,,, dion memegangi junior nya yang terasa ngilu karna ditendang vio
Vio langsung keluar dari sana karna waktu istirahat sudah habis, dia meninggalkan dion yang masih meratapi nasib juniornya.
__ADS_1
Hari ini mata kuliah mereka hanya ada dua, jadi mereka punya waktu luang untuk jalan jalan setelah pulang kampus
"ah.... Udah lama banget kita gak kesini ya La?" vio merentangkan tangannya menghirup udara segar
"iya, kayaknya terakhir kesini pas kak devan mau keluar negeri" sahut yola
"wow,,, hampir 2 tahunan dong?" sherin kaget mendengarnya
"iya,,, lama banget ya!!!" vio menarik nafas dalam
"yaudah gak usah sedih, mulai sekarang kita akan sering dateng kesini, ya,, anggap aja ini tempat nokrong wajib buat kita" seloroh sherin
"boleh juga tuh!!! Menurut lo gimana LA?" tanya vio pada yola yang sedang sibuk membaca menu
"OK..." jawab yola singkat
"siiipp... Ayo kita pesan makan, hari ini aku yang traktir" vio berujar dengan senang.
*****
Beberapa bulan kemudian kampus sedang riuh,kali ini bukan mahasiswa laki laki yang riuh dengan kedatangan vio seperti biasanya
Seperti tahun tahun sebelumnya, para pemain basket dikampus lawan terkenal jago main basket dan juga tampan tampan
Salah satu yang menyita perhatian adalah rafa dan 3kawan nya
Ternyata kampus lawan adalah kampus Rafa dan rio
Mereka terkenal dengan f4 masa kini, karna selain tampan, pintar, mereka juga jago main basket dan beberapa olahraga lain
Yola, Vio dan sherin baru datang dengan menaiki mobil sherin
Mereka penasaran dengan keberisikan pagi ini
Dan vio bertAnya pada salah satu kakak kelas yang sedang berkumpul
"maaf kak, ada apa ya kok teman teman pada berkumpul seperti ini" vio menunjuk pada beberapa orang yang berkumpul dan sedang membahas sesuatu
__ADS_1
"kamu gak tau ya, sore ini kan akan ada pertandingan basket dengan kampus sebelah" jawab sikakak kelas
"oh... Tanding basket,,, tapi mereka heboh banget kayak nya kak?" sherin ikutan nimbrung
"oh benar, kalian kan MABA jadi belum tau tentang pesona pemain basket kampus sebelah!"
"emang semempesona itu ya sampek buat mereka heboh" tukas vio setengah berbisik
"lihat sendiri aja nanti sore, jangan lupa datang setelah kuliah kalian selesai,,,, supaya kalian tidak menyesal tidak menyaksikan mereka tanding" ucap senior tadi dengan tersenyum
"OK kak... Kita akan datang nanti,,, aku jadi penasaran sama mereka" tutur vio lagi
"jangan sampai lupa ya,,, kalian bakal nyesel kalo gak dateng" senior itu mengedipkan sebelah matanya
"siip... Kita pasti dateng kak,,, kita pergi dulu ya,,, makasih info nya" mereka bertiga pergi menuju kelas nya
Setelah dikelas semua orang masih terus membicarakan tentang basket nanti sore
"gila,,, gue makin penasaran sama pemain lawan,,," celetuk vio
"sama, gue juga penasaran banget" sahut sherin dengan mata berbinar
"berisik banget sih kalian dari tadi, gak capek apa ngomong mulu" Sergah yola kesal
"ih... Apaan sih, emang lo gak penasaran gitu sama mereka" ucap vio
"gak" jawab yola singkat dan jelas
"dasar gak normal" ketus vio
"enak aja lo kalo ngomong,,, gue normal ya!!!" jawab yola tak suka
"yaudah kalo emang lo normal berarti nanti lo juga bakal ikut kelapangan basket buat lihat mereka tanding kan?" vio sengaja memancing yola
"apa hubungannya gue normal sama pertandingan basket,,, gak nyambung tau" yola memutar matanya
"ya ada lah... Pokoknya kalo lo ikut berarti gue yakin kalo lo emang normal, tapi klo lo nolak,,,, kayaknya lo harus pergi ke dokter deh La!!! Iya kan rin?" vio menyenggol sherin yang tersenyum dari tadi
__ADS_1
"eh... I.. Ya..." sherin Kelabakan
Mereka berdua mendapat tatapan tajam dari yola,,,, "ok... Gue ikut" jawab yola dengan kesal