
Setelah selesai makan, mereka berbincang dengan semua orang
Rendi sok baik, dia mulai mendekati Viola yang duduk dikursi dekat jendela
"hai yola" sapa Rendi sembari duduk disamping yola
Dia hanya menoleh sekilas lalu kembali menatap keluar jendela "ada apa?"
"nggak papa cuma pengen nyapa, pengen tau kabar lo gimana?".
"baik" yola tetap cuek
"lo nggak pengen tau juga kabar gue gimana?" Rendi mulai sksd
"enggak" jawab yola jutek
"hm... Perubahan lo banyak banget ya, nggak nyangka lo bakal secantik ini" Rendi. MAsih mencoba untuk membuat yola luluh seperti dulu padanya
Yola diam saja, dia malah sibuk mengirim pesan pada vio yang sedang asyik bercanda dengan teman teman yang lain, untuk mengajaknya pulang tapi vio tak mendengar hpnya berbunyi
"gue boleh minta nomer lo nggak?" Rendi mengeluarkan hp nya dan menggoyang_nggoyangkan nya didepan yola
"nomer gue masih sama kayak dulu"
"oh ya..? Tapi gue dulu juga nggak punya nomer lo, jadi sekarang gue mau minta nomer lo supaya kita bisa terus berhubungan"
Yola menoleh pada Rendi "dulu lo nggak suka banget tuh waktu gue nelfon lo, kenapa sekarang tiba tiba minta nomer gue"
"ya kan waktu itu gue udah punya cewek yang gue suka, jadi gue sedikit terganggu saat lo nelfon gue terus, tapi sekarang gue jomblo jadi boleh dong kalau kita tukeran nomer hp"
"sorry nomer gue hanya untuk orang-orang terdekat gue aja, gue nggak suka kasih nomer gue ke orang luar,,, dan satu hal lagi,, gue udah punya cowok yang gue suka, jadi gue harap lo jangan sok deket sama gue lagi karna itu sedikit mengganggu" yola mengatakan nya dengan tertawa kecil
"ayolah, jangan jadi pendendam seperti itu,, yang lalu biarlah berlalu, kita bisa memulai lagi hubungan yang sempat renggang itu" Rendi terus saja menimpali ucapan yola
__ADS_1
"Rendi, gue minta baik baik sama lo tolong jangan ngganggu gue lagi, gue nggak suka ngobrol sama orang asing" yola pun terus berusaha menolak Rendi
"ya ampun yola, lo makin terlihat sangat cantik ketika marah seperti itu" Rendi mencubit pipi yola gemas
"apaan sih lo" yola menepis tangan Rendi kasar
Rendi hanya tertawa, "ok, kalo lo emang udah punya pacar, gue mau bukti nya, dengan begitu gue nggak akan ngganggu lo lagi"
"gue nggak perlu repot repot untuk buktiin itu, terserah lo mau percaya apa gak, gue nggak peduli" yola menatap tak suka pada rendi
"kenapa? Lo gak bisa buktiin kan, itu berarti lo hanya pura pura punya pacar doang padahal sebenarnya lo masih belum bisa move on dari gue"
"wah... Sumpah.. Pd banget lo ya.." yola geleng geleng kepala tak percaya dengan yang dia dengar
"emang bener kan kalo lo dulu suka banget sama gue? Gimana kalo sekarang gue wujud in, lo bisa jadi pacar gue" ucap Rendi dengan pd nya
"ya sih... Memang,, gue dulu suka sama lo saat gue masih cupu dan saat itu lo nolak gue mentah mentah dan bahkan mempermalukan gue didepan kelas,,, dan sekarang gue udah berubah dan lo mau deketin gue??? Sorry selera gue udah bukan lo lagi dan gue udah punya pacar yang lebih dari lo" yola mengatakan nya dengan tegas
*mampus gue, siapa yang mau ditelfon coba, gue kan nggak punya pacar* batin yola bingung
"kenapa? Nggak berani kan?udah ngaku aja kalo lo nggak punya pacar" Rendi merangkul pundak yola
Yola dengan cepat menepis tangan Rendi dengan kesal
"ok, gue buktiin sama lo" yola mengambil hp nya dan mulai melihat isi kontaknya
Saat dia sedang bingung mau nelfon siapa, tanpa sengaja dia melihat Rafa berjalan masuk kedalam kafe dengan Rio sahabat nya
Yola tiba tiba dapat ide, "gue nggak perlu telfon, dia udah disini" yola menghampiri Rafa dan Rio yang baru masuk kafe..
"sayang..." panggil yola pada Rafa dengan tersenyum manis
Rafa dan Rio kebingungan...
__ADS_1
Yola menggandeng tangan Rafa dan membawanya menemui Rendi
"ren kenalin ini kak Rafa pacar gue" yola menekankan kata pacar dengan sangat jelas
Rafa tersenyum senang mendengar yola memperkenalkan nya sebagai pacar, sedangkan Rendi terlihat kesal dengan datangnya rafa
"hai.. Gue Rafa" dia mengulurkan tangannya pada Rendi
Rendi langsung pergi tanpa mengucapkan apapun...
"wah....siapa siganteng ini? Yola lo nggak mau kenalin sama kita semua" chika dan Rena mendekati yola
"tentu... Kenalin, Ini kak Rafa dan kak rio" ucap yola
"hai... Gue Rafa pacarnya Viola" Rafa mengulurkan tangan nya pada rena dan chika
Sontak semua teman teman terkejut dan menatap kearah Rafa yang mengaku sebagai pacar viola
Viona, tiara dan sherin hanya tersenyum dan saling menatap menyaksikan kebohongan viola dan Rafa yang terlihat sangat sempurna
"wow... Pinter juga lo ya cari cowok,,," celetuk rena
Yola hanya tersenyum sinis
"eh lo tau nggak, kalau pacar lo itu dulu tergila gila sama Rendi" chika menunjuk Rendi yang duduk dengan teman yang lain nya
"gue tau, itu hanya masa lalu yang nggak penting, jadi tidak perlu dibicarakan lagi,,, yang penting yola sekarang adalah pacar gue dan gue nggak mau ada orang yang mengganggunya "
"yaudah, karna ini udah sore jadi kita mau pulang dulu,,, ayo vio, sherin, tiara kalian juga harus pulang kan?" timpal yola
"oh ya bener kita juga harus pulang,,, kalo gitu kita pulang dulu ya temen temen, lain kali kita reunian lagi" ucap vio sembari berdiri dan berpamitan kepada semua teman teman nya
"sayang, kamu tunggu disini sebentar ya, kakak mau ambil mobil diparkiran dulu" Rafa mengelus lembut rambut viola dan mengajak Rio ikut pergi keparkiran
__ADS_1