
"aaa..... Nggak mungkin..." teriak vio dengan mengacak rambutnya sendiri "nilai nya cuma beda 5 poin aja, jadi kita seri dan hadiahnya harus dibagi dua"
"aturan dari mana itu? Nggak ada ya.. Meskipun mau selisih 1 poin pun tetep gue yang menang"
"a... Nggak mau.. Pokoknya bagi dua hadiahnya" vio tidak mau mengalah
"ih mana ada seperti itu, kalah kalah aja deh, jangan ngotot" balas Yola
Devan menengahi perdebatan sikembar
"sudah sudah... Kenapa jadi berantem sih.."
"Habisnya Yola nggak mau ngalah kak, kan cuma beda 5 poin doang harusnya hadiahnya bagi dua dong" protes vio
"nggak bisa gitu dong,,, aturan awalnya gimana, nilai siapa yang paling tinggi dia yang menang, jadi gue lah yang menang" bantah Yola tak mau kalah
"sudah donk... Kalian jangan begini terus,,, kan udah pada besar kok nggak ada yang mau ngalah sih!!" devan menengah.
"karna nilai Yola lebih tinggi, jadi Yola yang menang dan ini hadiah untuk Yola" devan memberikan Black card pada viola
Sikembar dan leon pun syok, diluar dugaan ternyata hadiahnya sebuah kartu kredit tanpa batas limit
"ok... Karna gue yang menang, jadi hadiah ini punya gue" Yola mengedipkan sebelah matanya pada vio
"terimakasih" ucap Yola pada devan sembari mengambil kartu itu dan beranjak pergi
"aaa..."viona menangis karna gagal mendapatkan hadiah nya
" sudah sudah,,, jangan nangis, nggak papa lain kali kamu pasti bakalan menang kok... Sudah ya.. " devan menepuk pundak adik nya itu sambil menahan tertawa
Sesaat kemudian Yola kembali lagi, viona langsung berhenti menangis saat Yola masuk karena dia berfikir Yola berubah pikiran dan akan membagi hadiahnya kepada Fiona juga,
ternyata dugaan Fiona salah
"lo pasti berubah pikiran kan makanya lo balik lagi?"
"em... Sorry kak gue kembali karna rapot gue ketinggalan" Yola mengambil rapot nya dan melambaikan tangan dengan tertawa pada viona, dia membuka pintu untuk keluar
Viona melanjutkan acara menangis nya, tiba tiba Yola masuk lagi "eh kak... Lo pulang bareng gue apa nggak? Kalo nggak gue pulang duluan sama pak budi" ucap Yola dibalik pintu yang dia buka setengah
Vio semakin kesal karna Yola terus menggodanya
__ADS_1
"pergi nggak lo... Gue timpuk nih" vio melepaskan sepatu nya dan melempar nya pada Yola
Yola segera menghindar dan sepatu viona terlempar keluar,,, "ih... Ngambekan... Ntar cepet tua lo"
"Viola... Sumpah lo ya bener bener..." vio melepaskan sepatu satunya lagi dan melemparnya ke viola
Yola menghindar lagi "wah.. Ni anak,,, mau nyeker lo pulangnya,,, ok.. Gue bawa pulang sepatu lo ya?"
Yola memunguti sepatu viona, viona berlari mengejar Yola yang sedang mengambil sepatu nya
"Yola kembalikan sepatu gue" teriak viona sambil mengejar yola
Yola benar-benar iseng, dia membawa lari sepatu viona berputar putar didepan ruangan devan, setelah itu dia masuk keruangan dan mereka kejar kejaran didalam
Devan hanya geleng kepala melihat kelakuan sikembar, sedangkan leon terus tersenyum melihat Yola
"udah udah.. Gue capek" Yola duduk dikursi sebelah leon dengan nafas ngos ngosan..."nih ambil sepatu lo" Yola melempar sepatu nya disebelah kaki vio
"habisnya lo kurang kerjaan banget ngerjain gue!" vio pun duduk disamping devan
Mereka sama sama duduk dengan masih mengatur nafas... "haus gue,,, gue mau cabut dulu, mau beli es boba,,, gue kan kaya sekarang" Yola mengeluarkan kartu pemberian devan tadi dan memamerkannya pada vio
"sumpah rese banget lo ya" ucap vio terbata bata
Vio masih tetap duduk karna kelelahan ,
"ini minum dulu" devan memberikan air putih pada vio
"makasih kak" vio meminum habis air itu
"udah kamu pulang dulu sana, pasti mama sudah menunggu untuk melihat hasilnya" ucap devan pelan
"jam berapa sekarang?" tanya vio
"setengah dua" jawab devan setelah melihat jam tangan nya
"ntar lagi kak, vio capek banget habis kejar kejaran"
"makanya kalau wekend tuh kamu olahraga , baru kejar kejaran sebentar doang udah capek aja"
Ujar devan
__ADS_1
Tak lama kemudian Yola kembali lagi dengan membawa es boba 3 ditangan kirinya dan 1 yang dia minumnya
"kak... Nih gue beliin es boba.. Haus kan lo habis ngejar gue tadi" Yola meletakkan es nya diatas meja
"ha...dengan hadiah Black card dan lo hanya beliin gue es boba doang?" vio bangun dan berkacak pinggang
"dasar nggak tau berterima kasih lo.. Yaudah kalau nggak mau gue ambil lagi nih!!" Ancam Yola pura-pura
"iya iya mau.. Awas bintitan ntar lo ya,, udah dikasih tapi mau diambil lagi,, dasar emang" vio mengambil es nya dan membaginya kedevan dan leon juga
"gue cabut dulu deh.. Lo pulang nggak?"
"ogah gue bareng orang pelit kayak lo.. Mending gue bareng kak devan aja atau bareng papa"
"yaudah... Padahal gue rencananya mau ngajakin lo ke mall buat nraktir lo, tapi karna lo udah ngatain gue pelit, ya... Nggak jadi deh..."
"ha... Mau traktir? Mau mau... Ayo dong ke mall" rengek vio
"Sorry ya gue udah bad mood.,,bye.." Yola menutup pintu dan tidak kembali lagi
Sedangkan viona merutuki ucapannya sendiri,,,
Gara gara kata pelit dia tidak jadi ditraktir oleh viola
"sudah .. Kamu pulang dulu sama papa sana,, kakak masih banyak pekerjaan" devan kembali kekursi kebesarannya..
"yaudah deh, vio mau ngajak papa pulang, lagian perusahaan ini kan punya papa jadi nggak papa dong kalo pemiliknya pulang duluan" vio membenarkan make UP nya yang luntur karna habis menangis
"vio, kamu kesekolah bawa bedak kayak gitu ya?" tanya devan
"iya.. Kenapa kak?" vio masih sibuk membenarkan bedaknya
"kamu mau sekolah apa mau kontes kecantikan sih?"
"yaampun kakak... Cewek itu udah biasa kemana mana pasti bakal bawa bedak kayak gini"
"perasaan Yola nggak kayak gitu deh!!"
"ah.. Yola sih cewek aneh,,, mana mungkin dia bawa bedak, kayaknya dikamarnya juga nggak ada tuh alat make UP,,, udah ya, vio mau ajak papa pulang dulu" vio pun keluar menuju kantor papanya
"luar biasa" leon bertepuk tangan
__ADS_1
"kenapa lo?" tanya devan keheranan
"adik lo cantik banget, sumpah,, eh..lo bilang lo suka sama adik lo? Yang mana?"