
Siang harinya mereka sudah bersiap siap untuk pergi kekafe tempat semua alumni berkumpul
"males banget gue harus ketemu sama geng nya Rena" yola menyandarkan tubuhnya dikursi belakang mobil mini Cooper berwarna putih itu
"sama, gue juga males ketemu mereka bertiga yang selalu membuly kita saat smp dulu, mentang mentang mereka cantik dan kita cupu, dulu mereka sering nindas kita hampir tiap hari,,, tapi sekarang kita berdua udah cantik dan tajir jadi mereka nggak akan bisa mengganggu kita lagi" vio terlihat percaya diri dengan penampilannya
"ntar jangan lama-lama disana, gue males ngumpul ngumpul nggak jelas sama mereka"
Tambah yola menatap datar pada vio yang sedang memperbaiki riasanya
"OK...." vio menunjukkan ibu jarinya
***
Sedangkan dikafe, semua alumni sudah datang termasuk tiara dan sherin
"eh mana nih sikembar cupu kok nggak dateng dateng,,, jangan jangan mereka nggak berani dateng kesini" ucap rena sembari tertawa
"mereka nggak mungkin datang lah ren,,, pasti mereka takut ketemu kita apalagi disini juga ada rendi, cowok yang disukai yola dulu" timpal chika sahabat rena dengan tertawa mengejek
Rendi yang mereka sebut barusan hanya tertawa sok tampan sambil mengelus dagunya
"eh sherin, tiara, kalian berdua kan sahabat sikembar dari dulu, coba kalian telfon mereka suruh datang kesini biar ngumpul sama kita kita" rena menghampiri kursi sherin
"kalian tenang aja mereka udah otw kok" sherin menjawab dengan nada judes
"oh ya.. Emang mereka beneran berani datang??" chika menimpali
"lo tunggu aja mereka pasti datang" tiara tersenyum licik
"OK, gue udah nggak sabar pengen lihat wajah culun mereka" rena dan chika tos tangan dengan tertawa keras
Karna sikembar tidak juga datang, Rena mendesak sherin dan tiara untuk menelfon mereka berdua
Ternyata saat hendak menelfon pintu kafe terbuka dari luar dan masuklah 2 sosok gadis cantik berambut panjang, vio memakai dress selutut berwarna peach, dia menggunakan heels yang tak terlalu tinggi dan juga tas kecil berwarna senada dipundak nya, sementara yola memakai jeans hitam panjang dan hoody berwarna putih juga tas punggung kecil
__ADS_1
Mereka masuk dengan percaya diri, semua mata tertuju pada mereka berdua
"wah... Siapa mereka? Cantik banget" rendi tanpa sadar berdecak kagum melihat kedua ciptaan tuhan yang indah itu
Vio dan yola menghampiri sherin dan tiara,
Rendi langsung ikut menghampiri sherin dan tiara karna melihat si cantik duduk disebelah mereka
"ra, lo nggak mau kenalin teman teman cantik lo ini sama kita semua?" ucap rendi pada tiara
"buat apa dikenalin, kalian kan sudah pada kenal sama mereka berdua" sahut tiara sinis
"hai teman teman semuanya, lama nggak ketemu" timpal viona sambil berdiri dan menyapa teman teman nya dengan tersenyum
Semua orang masih belum sadar jika mereka adalah sikembar culun yang suka pakai kacamata minus dan berpenampilan sedikit kucel karna dulu mereka belum mengenal skincare
"gue viona dan ini Viola, kalian nggak lupa kan sama kita berdua?" vio memperkenalkan dirinya dan yola dengan bangga
Semua orang terkejut, apalagi rendi,, dulu dia pernah menolak yola mentah mentah dan mempermalukannya didepan kelas
"kenapa kalian semua bengong, ayo kita pesan makanan karna gue udah laper banget" vio memanggil pelayan untuk memesan makanan begitu pun yang lain
Saat sedang menunggu makanan datang, rena dkk menghampiri meja vio
"kalian beneran dikembar? Waw nggak nyangka banget ya kalian bisa terlihat seperti ini, berapa hutang yang kalian pinjam untuk mempercantik diri kalian ini?" rena sengaja mengejek
"iya ren, kasian mereka itu, hanya karna ingin terlihat cantik didepan kita semua, mereka sampek bela belain hutang segala,,," timpal chika
"tau darimana kalian kalo mereka dapet uang hasil hutang?" sherin sedikit tersulut emosi karna sahabat nya ditindas
Vio diam saja, dia memang penakut dan tidak berani membalas perkataan rena dan chika
Sementara yola tersenyum sinis, dia hanya mendengarkan ocehan mantan rival nya itu tanpa membalas
"ya pastilah mereka dapet ngutang, dapet mana lagi coba? Mereka kan orang miskin dan mereka juga nggak punya ayah dari dulu, jadi pastilah mamanya bela belain hutang supaya anaknya tidak malu" rena dan chika tertawa puas setelah mengatakannya
__ADS_1
"sudah sudah kenapa kalian jadi berdebat, kita reuni itu untuk ngumpul bareng sama semua teman lama, jangan bikin suasana jadi nggak enak" rendi mencoba bersikap sok dewasa dengan melerai perdebatan mereka
Makanan datang kemeja masing-masing, tapi rena dan chika masih belum puas dengan aksinya.
Dia menghina sikembar lagi karna memesan makanan yang cukup mahal
"eh vio emang lo sanggup bayar makanan yang lo pesen itu, sok sok an pesen makanan mahal, mendingan lo pesen bakso aja berdua, lumayan tuh harga nya sangat terjangkau" ucap rena dengan sengaja
"iya, daripada pesen makanan mahal tapi nggak sanggup bayar mending pesen yang murah aja deh kalian, ntar bisa bisa kalian suruh bersihkan seluruh isi kafe untuk membayar makanan yang kalian makan sekarang" chika menimpali dengan tertawa mengejek
Yola yang diam saja dari tadi, sudah mulai terganggu dengan keberisikan rena dan chika
Yola memukul meja dengan keras #braak#
Semua menoleh kearah yola
"ish... Berisik banget sih kalian" yola menatap rena dan chika bergantian
"kenapa? Emang kenyataan nya begitu kan?" sebenarnya rena terlihat sedikit takut dengan tatapan tajam yola padanya
"iya ih.. Kalo emang nggak sanggup bayar nggak usah pura pura marah deh... Geli banget dengernya " timpal chika yang terus saja memancing kemarahan yola
"mbak..." yola memanggil pelayan yang sedang menyajikan makanan
"iya... Ada yang bisa dibantu?" ucap pelayan ramah
"semua makanan teman teman saya, saya yang bayar" yola mengeluarkan Black card pemberian devan dan memberikannya pada pelayan itu
Semua teman terkejut melihat yola mengeluarkan kartu tanpa batas limit itu dan membayar semua makanan mereka
Vio tersenyum puas saat melihat adik kembarnya itu berhasil membungkam mulut orang yang merendahkan mereka
Sementara yola melanjutkan makan yang sudah dipesankan oleh viona
Mereka semua tidak ada yang membuka suara lagi dan tetap makan dengan tenang sambil sesekali melirik kearah yola yang menjadi luar biasa setelah lulus smp
__ADS_1