
#inget... Lo harus menuruti semua ucapan gue, kalo Lo nggak mau foto Lo tersebar di internet!!!"# isi pesan dari dion
Vio menunjukkan nya pada yola yang sedang menyisir rambut
" gila nih cowok, berani-beraninya dia jadiin foto Lo buat ngancem" kesal viola
"gue harus gimana la? Gue takut dia beneran nyebarin foto itu" vio mulai berkaca-kaca
"ok,, untuk sementara lu turuti aja apa maunya dia, Gue bakal mikirin cara untuk bisa menghapus foto itu dari hp-nya"
mereka berdua keluar untuk makan malam bersama keluarganya.
Fiona terlihat sedikit ada rasa khawatir di wajahnya, Tidak seperti biasanya yang ceria Fiona lebih pendiam malam ini,
tapi se pendiam pendiam nya Fiona dia masih sering tersenyum, tetapi Yola memang jarang tersenyum bahkan hampir tidak pernah tersenyum bila di depan orang
selesai makan Viona dan Viola masuk ke kamar masing-masing untuk belajar,,, meskipun hari ini mereka sama sama tidak fokus saat belajar
Diana memasuki kamar Viola, dia ingin mengobrol dengan Putri pendiam nya itu
"sayang... Kenapa kamu melamun? kamu punya masalah ya? kalau punya masalah jangan dipendam sendiri sayang Ceritakan sama mama kamu punya masalah apa, Siapa tahu mama bisa bantu" diana mengelus rambut panjang Viola
"ma... tidak... yola tidak punya masalah apa-apa, Yola hanya Sedang berpikir tentang ujian 2minggu lagi "
Viola tersenyum
"sayang... Mama mau mengatakan sesuatu sama kamu?" Diana sedikit ragu untuk mengatakannya
"ada apa ma???" Yola menatap mata mamanya Sendu
"sayang... Mama tahu kamu masih belum bisa menerima Om Zafran sebagai Ayah kamu dan juga Devan bagai kakak kamu, Mama tidak masalah jika kamu masih membutuhkan waktu untuk menerima semua ini, tapi sayang …setidaknya kamu harus bersikap ramah pada Om zafran karena dia selalu menjaga dan melindungi kita semua selama 2 tahun terakhir ini, mama tidak memaksa kamu untuk menerima Defan sebagai kakak kamu tapi setidaknya bersikap Baiklah pada Om zafran karena dia benar-benar menyayangi kamu dan Viona seperti anaknya sendiri"
Viola tidak menjawab Dia hanya menunduk mendengarkan ucapan mamanya
" kalau gitu Mama keluar dulu ya,,, kamu istirahat karena besok masih harus sekolah" Diana mencium kepala putrinya lalu keluar dan meninggalkan Viola berpikir sendiri...
Wekend telah tiba,,, karena mereka sekolah hanya dari hari Senin sampai Jumat, Jadi mereka memiliki waktu weekend dua hari Sabtu dan Minggu
seperti biasa setiap weekend Viola dan viona selalu melakukan rutinitas lari pagi sendiri sendiri
mereka tidak pernah bersama melakukan olahraga itu,,,
pagi-pagi sekali Viola sudah berlari mengitari kompleks Perumahan mewah itu itu sebanyak 4 kali putaran
dia biasanya akan melakukan sampai 5 kali putaran lalu kembali ke rumahnya untuk beristirahat
"pagi pa..." sapa Yola tanpa berhenti saat melihat Papa tirinya yang juga sedang berolahraga di sekitaran kompleks
"pagi sayang.." jawab zafran pada Yola yang sudah jauh
Zafran merasa lelah dia akan kembali ke rumahnya untuk istirahat
"kok sudah balik pa?" tanya Devan yang juga sedang berolahraga di depan rumahnya
"papa capek, tadi lari cukup jauh" jawabnya pada devan
"pagi pa,,, pagi kak!!!" sapa Viona yang baru keluar dari dalam rumah dengan memakai baju tidur
"cewek jam segini baru bangun... Mau jadi apa kamu?" ledek devan
__ADS_1
"ih kakak... mumpung libur sekolah jadi aku nikmatin untuk rebahan aja, Emang gak boleh?"
"viona baru bangun?" tanya zafran kaget
"iya... Kenapa pa?"
"Jadi tadi yang menyapa papa dijalan adalah...."
belum sempat Zafran menyelesaikan perkataannya,
Viola datang dan masuk ke dalam rumah tanpa menyapa mereka bertiga
Zafran tersenyum senang
"kenapa pa, kayak nya seneng banget yang baru disapa sama putri juteknya " ledek devan pada ayahnya
Zafran memukul lengan devan dengan keras
"aduh... Sakit pa!!!" pekik devan memegangi lengan nya yang terasa panas akibat pukulan papanya
"berani kamu ya meledek papa!!" zafran masuk ke dalam rumah dengan tersenyum
Devan dan Viona geleng-geleng kepala melihat kelakuan Papanya Itu
"ma... Yola mau pergi nonton sama sherin boleh nggak?" ucap Yola saat mereka selesai sarapan bersama
"boleh sayang" jawab zafran dengan tersenyum
semua orang menatap pada Zafran yang tengah tersenyum,,,
"pa... Yola nanya nya sama mama loh... Kenapa papa yang jawab?" Sahut devan
Yola masih menatap Mamanya Meminta persetujuan
"iya... Boleh sayang,,, hati hati.."
Viola bangkit untuk mencuci piring nya, setelah itu dia pergi ke kamar untuk mengambil tas lalu berpamitan pada mamanya
"viola jalan dulu ma" Yola mencium punggung tangan mamanya
lalu dengan reflek Zafran juga mengulurkan tangan kepada Viola
Dia sedikit ragu untuk melakukannya, tapi akhirnya dia pun juga mencium punggung tangan Papa tirinya itu
"eh... Lo nggak nyium tangan gue juga,,, gue kan kakak lo!!" kata vio sambil mengulurkan tangannya juga.
tapi Viola menepis tangan Fiona " ogah" Ketus Viola langsung pergi meninggalkan rumahnya
"eh... Dasar lo.. Ya.." teriak vio pada Yola yang sudah keluar rumah
"vio... Kamu nggak pergi juga sama teman-teman kamu?" tanya Devan sambil terus melanjutkan makannya
" Males Kak, pengen rebahan aja di kamar"jawabnya
" tumben" ucap mereka bertiga bersamaan
"ih... Kompak banget,, udah kayak paduan suara aja"
Celetuk viona
__ADS_1
"kenapa,,, Biasanya juga tiap libur sekolah nggak pernah ada dirumah?" tambah devan
"lagi males aja" vio terlihat cemberut
"uangnya habis?" tanya devan lagi
"masih Ada sedikit"
"kurang? Makanya nggak mau pergi?"
"nggak kak... Kalau aku butuh pasti aku akan minta uang sama kakak,,, tapi sekarang aku benar benar males keluar,,, vio masuk dulu kekamar,,, ngantuk"
"eh... Anak ini,,, baru juga makan,,, jangan langsung tidur dong,,, nggak baik buat lambung" Sergah mamanya
"iya ma.. Vio mau lihat tv aja kalo gitu" vio melangkah ke ruang tengah untuk menonton TV
sedangkan Viola sudah sampai di bioskop dan menonton film kesukaan bersama Sherin
puas menonton mereka berdua pergi ke kafe yang berada di mal itu
tapi Viola menjadi kesal karena saat di mall itu mereka tidak berbicara sama sekali karena Sherin sangat sibuk bermain HP entah dia chat sama siapa
" kalau lu terus main HP ,,,,gue cabut nih!!!" ancam viola yang mulai kesal karna diabaikan oleh sherin
"iya... Iya... Gue taruh... Jutek banget sih" gerutu sherin
" Ya habisnya Lu ngajakin gue nongkrong tapi lu nya sibuk sendiri" kesal yola
Tiba tiba Yola mendapat telpon dari mamanya, dan mengatakan jika Juju kucing kesayangannya telah hilang
Viola segera pulang ke rumahnya" Bagaimana juju bisa hilang mah?"
" Yola,,, tadi gue bawa Juju jalan-jalan ke taman dekat kompleks,, abis itu saat gue mengikat tali sepatu tiba-tiba juju sudah hilang dan gue nggak tahu dia di mana sekarang?" vio menunduk takut
" lo ngapain bawa-bawa juju Keluar Hah?" teriak Yola yang kesal.
" Iya gue Kasihan aja sama juju karena dia tidak pernah dibawa keluar, gue pikir dia Bosan jadi gue mau ngajak dia jalan-jalan,, niat gue sebenarnya baik Gue hanya ingin bantu lu buat bawa kucing kesayangan lo untuk jalan-jalan"
" gue nggak butuh bantuan lo ya?? gue kan udah bilang jangan pernah sentuh barang-barang gue kenapa lu nggak pernah dengerin perkataan gue hah?"
Teriak yola
"gue udah bilang kan, gue hanya..."
"vio cukup ya.. Lo udah ngerusakin headphone kesayangan gue dan sekarang Lo ngilangin kucing kesayangan gue,,, mau lo tuh apa sih" Mata Yola berkaca-kaca
"hentikan" teriak diana menengahi perdebatan putri nya itu
"kenapa kalian terus berdebat? Kalian sudah sama sama besar kenapa tidak menyelesaikan masalah dengan baik baik"
Sikembar menunduk,,, baru kali ini diana membentak mereka
"kenapa kalian seperti ini???"
"tapi vio kan nggak sengaja ma!!!" ucap viona lirih
Diana langsung melotot Pada viona
"apa yang harus mama lakukan pada kalian, supaya kalian bisa saling menghargai satu sama lain dan tidak lagi bertengkar seperti anak kecil"
__ADS_1