Romansa Rumit

Romansa Rumit
firs kiss yang gagal


__ADS_3

mobil rafa sudah berada di spbu dan yola pun sudah mengisi bbm nya


"aduh....mampus gue...kak rafa kelihatan marah itu"


yola terlihat sedikit gugup melihat raut wajah rafa dkk yang memang terlihat sedang marah


kali ini sherin yang sudah mengemudikan mobilnya dengan pelan kearah mobil rafa terparkir


dengan sedikit takut,mereka bertiga turun dari mobil


rio pun terlihat marah,dia langsung menghampiri sherin yang baru turun dari mobil


"apa apaan sih kamu....kenapa nyetir ngebut seperti itu,,,,itu berbahaya sherin,,,kalo sampai kalian kenapa napa bagaimana?" rio sedikit membentak sherin karna dia memang khawatir


"kak rio maaf...jangan marahin sherin,,,tadi yola yang nyetir" ucap yola dengan menunduk


.mereka semua kaget dengan ucapan yola,karna selama ini mereka tidak tahu jika yola bisa mengemudi


rafa menghampiri yola dan memegang pundaknya


"sayang...(rafa menarik nafas berat)kamu tau kan kalo tadi itu sangat berbahaya" rafa masih mencoba menahan supaya tidak marah


"iya aku minta maaf...tadi sebenarnya aku hanya ingin memberi pelajaran buat pengemudi yang ugal ugalan itu makanya tadi tanpa sadar sedikit mengebut"


"sedikit mengebut?"rafa seolah tak percaya dengan apa yang dia dengar..."kamu sadar gak sih kalo tadi itu kamu terlalu cepat bahkan aku pun gak bisa ngejar kamu,,,dan kamu bilang hanya sedikit mengebut?itu sangat berbahaya kamu tau gak sih?" suara rafa mulai meninggi


yola menunduk lagi,baru kali ini rafa membentaknya


banyak mata tertuju pada mereka


"ya udah raf....kita lanjut jalan aja,gak enak dilihatin orang"rio merangkul pundak rafa dan mengajaknya ke mobil nya


rafa pun menurut,dia juga menarik tangan yola untuk masuk ke mobilnya


formasi kembali seperti awal lagi,rio yang mengemudi dan sherin disampingnya


rafa dan yola berada dibelakang,sepanjang perjalanan sampai ke vila pun mereka berdua tidak ada yang berbicara


sampai di vila mereka masuk ke kamar yang sudah disediakan


"gue kok takut sih saat ngelihat kak rafa marah tadi!!!" vio mencoba membuka obrolan


"iya,,gue juga sama,selama ini dia terlihat kalem banget dan gak pernah marah" sherin pun ikut menimpali

__ADS_1


"wajar lah kalo dia marah,gue juga sadar kalo gue emang salah,,,jangan kan dia, ortu kita pun kalo tau pasti akan marah juga,,,sebenarnya mereka hanya khawatir sama kita makanya mereka seperti itu"


yola dengan cepat menyadari kesalahannya


"elo gak marah la habis dibentak sama kak rafa tadi?" vio mencoba menggoda yola


"mulai deh kompornya....Elo gak bisa lihat orang bahagia,damai dan tenang gitu ya?"ejek sherin pada vio dan mereka pun tertawa dengan pembicaraan mereka sendiri


"udah udah...gue mau mandi dulu,gerah nih" yola masuk ke kamar mandi meninggalkan sherin dan vio yang masih tidur tidur an


tiba waktu makan siang,mereka berkumpul dihalaman depan villa,mereka menikmati semua aneka macam makanan yang sudah disediakan oleh penjaga villa


selesai makan,rafa mengajak yola untuk menjauh dari teman teman yang lain


mereka berdua duduk di ayunan yang berada di bagian samping villa tersebut


"kakak minta maaf karna tadi tanpa sadar udah membentak kamu" rafa memegang kedua tangan yola dan menatapnya sayu


"seharusnya yola yang minta maaf,kak rafa gak salah kok, aku sadar tadi aku memang terlalu ngebut dan itu memang berbahaya"yola tersenyum getir mengingat kelakuan nya tadi


"yang penting jangan diulangi lagi ya" rafa mengelus pipi yola dengan lembut


dan yola hanya mengangguk


yola menoleh dan menatap rafa,lalu tangan rafa memegang kedua pipi yola dan menatapnya dengan dalam


jantung yola tiba tiba berdebar saat rafa mengelus pipinya dengan tersenyum


#ya ampun...apa kak rafa mau mencium ku? apa ini akan menjadi first kiss ku?...apa yang harus aku lakukan?# batin yola bermonolog


rafa mendekat kan wajah nya,yola hanya mengerjapkan matanya beberapa kali karna dia bingung harus bereaksi seperti apa


semakin dekat jarak wajah kedua nya,yola reflek menutup mata dan tiba tiba.....


"yola hp lo bunyi?" teriak vio dari depan villa


karna kaget dengan teriakan vio,mereka tak jadi cium*an


yola menunduk karna merasa malu dan dia langsung berlari menuju depan villa untuk mengangkat telfon nya


sementara rafa tertawa kecil dengan menggeleng-gelengkan kepalanya saat mengingat kejadian yang baru saja terjadi


**

__ADS_1


pukul 6 mereka semua akhirnya pulang,kini vio pun semobil dengan yola,rafa,sherin,dan rio atas permintaan yola


karna yola tau kalo vio merasa tidak nyaman jika harus semobil lagi bersama adit dan denis


yola tertidur didalam mobil dan ditengah perjalanan tiba tiba dia terbangun dan meneriakkan nama viona dengan keras


dia bangun dengan nafas yang tersengal...


semua yang ada didalam mobil pun kaget


"kenapa sayang?...kamu mimpi buruk ya?" tanya rafa dengan panik


yola menoleh kebelakang untuk melihat kembaran nya


"lo gak papa kan la??? lo mimpi apa sih sampai keringetan begini?" vio mengelap keringat di dahi yola dengan lembut


yola kembali duduk dengan tenang dan memejamkan matanya


"kamu gak papa kan sayang?" rafa masih terlihat khawatir


yola menggeleng pelan "hah....harus nya aku gak tidur saat maghrib begini,,,jadinya mimpi yang gak bener kayak gini" kekeh yola


***


keesokan harinya,,,,,,


zafran mengajak istri dan kedua putri kembarnya untuk makan malam diluar rumah untuk merayakan ulang tahun sang mama disebuah restoran bintang 5


tak seperti biasanya,,,biasanya mama akan menolak dan lebih senang merayakan ulang tahun di rumah dengan keluarga kecilnya


entah kenapa hari ini malah mama yang lebih bersemangat dibanding anggota keluarga yang lain


acara makan dan bersenang senang selesai pukul 9 malam,mereka berempat akhirnya pulang dengan menggunakan mobil sang papa, tiba tiba hujan turun sangat deras hingga zafran pun kesulitan melihat jalan


"pa,menepi dulu pa, hujan nya deres banget ini!!" viona dan yola yang berada di kursi belakang mencondongkan tubuhnya ke depan karna dia pun tidak begitu jelas melihat jalan didepan nya


"iya sayang,kita menepi dibawah pohon besar itu dulu ya!" zafran pun melajukan mobilnya dengan sangat pelan


"jangan dibawah pohon pa,,takut pohon nya tumbang kena hujan se deres ini" diana mengutarakan pendapatnya


zafran melajukan kembali mobilnya dengan pelan,karna terlalu derasnya hujan malam itu jadi pandangan zafran benar benar kabur


dan tiba tiba ada mobil truk yang membawa muatan dari arah berlawanan mengalami rem blong

__ADS_1


__ADS_2