Romansa Rumit

Romansa Rumit
Demam


__ADS_3

Sesampainya di hotel mereka Langsung istirahat di kamarnya, sebelum Devan pergi meninggalkan mereka berdua untuk istirahat, Viola meminta pada Devan untuk tidak memberitahu orangtuanya supaya mereka tidak khawatir


"vio, Bagaimana bisa kamu sampai ke tempat sejauh itu?" devan menatap vio meminta penjelasan


" Sebenarnya tadi itu aku mau kembali ke mall yang tadi kita kunjungi untuk membeli beberapa barang yang aku lupa, tapi tidak tahu kenapa supir taksi itu malah membawaku berputar-putar dan semakin melajukan taksinya dengan sangat cepat dan sampai akhirnya dia membawaku ke belakang Gedung Kosong dan memaksaku untuk turun dari taksi, Awalnya aku memberontak dan mencoba melarikan diri tapi ternyata di sana tiba-tiba temannya muncul dan mereka berempat membawaku beramai-ramai ke dalam gedung itu" vio menjelaskan kronologis nya dengan sedikit gemetar


"tapi lo gak papa kan kak? Sebelum gue dateng lo gak disakitin kan sama mereka?" yola sedikit khawatir


"gue gak papa, Mereka cuma ngambil semua barang-barang gue aja, dan Setelah itu mereka mulai mendekat dan untung lo datang tepat waktu jadi mereka nggak ngapa-ngapain gue"


Vio menatap sendu pada adiknya yang terluka


"vio, lain kali kalo mau kemana mana itu bilang dulu jangan pergi sendirian lagi, apalagi ini diluar negri,,, lihat hasil kecerobohan kamu" devan menunjuk luka yola


Vio terlihat semakin merasa bersalah


"maaf...." vio menunduk


"udah gak papa, yang penting kita semua sudah baik baik saja" yola mengelus pundak vio


"dan kamu yola..." devan menghentikan ucapannya saat Yola tiba-tiba menatap mata nya


Devan mengalihkan pandangan nya kesegala arah " seharusnya kamu tidak pergi begitu saja, apalagi kamu tau kalo tempat itu rawan kejahatan, sekalipun kamu jago bela diri tapi kamu pasti tidak akan mampu mengalahkan 4 preman sekaligus, kakak gak bisa ngebayangin apa yang akan terjadi pada kalian berdua jika kakak tidak datang tepat waktu tadi" devan mengusap kasar wajah nya


Yola hanya diam saja tak membantah perkataan devan.

__ADS_1


Devan sebenarnya sangat geram dengan para penjahat yang sudah melukai adik-adiknya, Tapi semua masalah sudah diatasi oleh pihak Kepolisian dan kini Devan tinggal menunggu kabar tentang penjahat itu


" sebaiknya kalian berdua istirahat, nanti malam saat makan malam dengan mama papa, bertindaklah seperti tidak terjadi apa-apa kalau kalian memang tidak ingin mereka tahu" devan langsung keluar dari kamar sikembar


"yola gue minta maaf,,, karena berusaha nyelamatin gue, lo jadi terluka Parah Kayak gini" vio benar-benar menyesal


"udah gak papa, gue mau tidur dulu ya, Badan gue sakit semua" yola langsung berbaring setelah membuka sepatunya


Vio menatap punggung yola yang tidur membelakanginya, tiba tiba vio meneteskan air mata saat mengingat perjuangan yola yang menyelamatkan nya tadi


Yola benar-benar sangat marah saat melihat kembaran nya disentuh oleh penjahat, dan dia tanpa memikirkan keselamatan nya sendiri langsung menghajar penjahat tadi tanpa rasa takut


Padahal selama ini vio selalu saja mengganggunya dan tidak pernah akur dengan nya, padahal dibalik wajah jutek, cuek dan pendiamnya Viola, dia sangat menyayangi mama dan kakak nya itu dan tidak akan Pernah membiarkan mereka terluka sedikit pun


Vio buru buru menghapus air matanya dan pergi kekamar mandi,,,


Makan malam tiba, devan menjemput sikembar dikamarnya karna orang tua mereka sudah menunggu direstoran yang sudah dipesan sebelum nya


Yola sudah siap dan sedang menunggu vio yang sedang berdandan


Yola menunggu sambil rebahan dikasur karna dia merasa kurang enak badan


Saat devan mengetuk pintu, vio langsung membukanya dan meminta devan untuk masuk dan menunggu sebentar lagi


Vio melanjutkan make up nya, devan duduk dikursi disamping tempat tidur

__ADS_1


"vio cepetan, mama dan papa sudah menunggu" ucap devan, mata devan melirik kearah yola yang tetap rebahan meskipun tidak tidur


"OK,,, udah selesai, ayo jalan" vio mengambil tas kecil dan menaruh nya dipundaknya


Yola langsung bangun saat vio sudah selesai, begitupun devan


Mereka bertiga keluar bersama menuju restoran


Devan terus saja memperhatikan gerak gerik yola yang terus diam, sebenarnya dia memang tidak pernah banyak bicara bila tidak perlu, tapi devan Merasa sedikit aneh pada sikap yola


"yola, kamu baik baik saja?" devan bertanya sebelum mereka turun dari lift, karna melihat yola yang bersandar ditembok didalam lift itu


Yola hanya mengangguk dengan menutup matanya


Devan mendekat pada yola dan memegang kepala nya "yaampun yola kamu demam!!!" pekik devan setelah merasakan dahi yola panas


"demam? Kita kembali kekamar saja ya!!" vio ikutan panik


"gak usah, mama dan papa sudah menunggu direstoran, apa yang akan mereka pikirkan nanti jika kita tidak datang" yola menolak karna tidak ingin orang tua nya mengetahui kejadian yang menimpanya tadi siang


"tapi kamu demam yola, ini panas banget lo,,, kita kembali saja ya" bujuk devan


Tiba tiba lift nya terbuka dan mereka sudah sampai direstoran yang mereka tuju karna restoran itu berada satu gedung dengan hotel itu


"kita sudah sampai, dan Mama juga sudah melihat kita" yola tersenyum pada mamanya yang terlihat melambaikan tangan nya

__ADS_1


"kita hanya akan makan sebentar, lalu aku akan kembali kekamar ku untuk istirahat" tambah yola sambil berjalan diikuti oleh devan dan vio yang Khawatir dibelakang nya


__ADS_2