
saat makan malam tiba semua keluarga berkumpul di meja makan untuk makan bersama, hanya saja Viola masih belum keluar dari kamarnya
devan pergi ke kamar Viola untuk memanggilnya tapi Viola sudah keluar terlebih dahulu
mereka makan seperti biasanya,,, selesai makan Viola langsung masuk ke kamarnya,,, Fiona mengikuti Viola masuk ke dalam kamarnya untuk berbicara dengan Viola
Tok tok tok
Vio mengetuk pintu kamar viola sebelum masuk...
Terlihat viola di atas meja belajar dan sedang membaca buku,,,
"yola,, gue mau nanya sesuatu sama lo" Vio duduk dikasur yola
Yola diam saja...
" saat dibar tadi kenapa lo marah-marah sama Dion dan Gladys?" tanya Vio pelan
Yola menutup bukunya dan menatap vio
"mending lo putus sama tuh cowok, dia tuh cowok nggak bener kak" ucap yola dengan kesal
" gue tadi nggak ingat apa-apa setelah tertidur, tapi kalau boleh tahu kenapa lu bisa bilang Kalau kak Dion bukan cowok baik-baik"
"lo tau apa yang mereka lakukan sama lo tadi? Lo itu hampir nggak pakek baju dan mereka tertawa terbahak bahak lihat lo dalam keadaan seperti itu"
Yola menjadi emosi
"apa?" Vio terhenyak...
"sudahlah... Nggak usah dibahas,,, gue nggak mau mama khawatir jika tau masalah ini" yola melanjutkan membaca bukunya
Dan viona keluar dari kamar viola dengan masih terus memikirkan ucapan viola tadi.
"ah masak sih... Apa benar Kak Dion seperti itu? Tapi mana mungkin Yola juga berbohong padaku"
Fiona keluar kamar dan akan pergi kekamar Viola untuk bertanya lebih lanjut tentang masalah di bar tadi
saat masuk ke kamar Viola ternyata Viola tidak ada di kamar,,, Viona melihat headphone kesayangan Viola berada di atas meja,,, Viona selalu penasaran kenapa Viola sangat suka memakai benda itu
dia masuk tanpa permisi dan mengambil handphone itu serta memakainya,,, dia mendengarkan musik dari hp-nya menggunakan headphone pemilik Viola sembari berjalan ke kamarnya sendiri
Fiona sangat menikmati mendengarkan lagu menggunakan benda itu,,, dia sakit perut dan ingin buang air kecil tapi dia enggan melepaskan headphone itu dari telinganya
Viona membawa headphone itu ke kamar mandi, saat selesai buang air kecil dia ingin mencuci muka tapi dia tetap tidak melepas headphone itu, tiba-tiba saat menunduk handphone itu jatuh ke wastafel yang airnya tengah hidup
"hah... Mati gue" Fiona mengambil headphone yang basah itu dan mengibas-ngibaskan supaya kering
__ADS_1
dia takut jika Viola mengetahui bahwa dia memakai barangnya diam-diam,,, setelah mengeringkan headphone itu dengan hair dryer Dia segera mengembalikan benda itu ke kamar Viola seolah tak terjadi apa-apa
Fiona segera keluar setelah meletakkan barang itu di tempat semula dan dia menuju ruang tengah untuk berkumpul dengan papa dan mamanya yang sedang berbincang santai di sana
beberapa saat kemudian, Viola keluar dengan membawa handphone itu, Dia terlihat sangat marah
" Kak… lu pakai barang gue ya?" yola menunjukkan headphone ditangan nya
"iya... gue tadi Pinjem sebentar,,," jawab Viona pelan
" lu keterlaluan banget sih Kak, kenapa Lo pakai barang gue tanpa bilang dulu sama gue,,, sekarang handphone gue menjadi rusak kayak gini,,, Lu apain hah??"
" gue tadi enggak sengaja jatuhin handphone lu ke wastafel tapi udah gue keringin pakek hair dryer pasti sekarang sudah tidak apa-apa kan"
" nggak papa Gimana??? handphone gue udah rusak tahu"
" ya gue minta maaf!!! gue kan udah bilang kalo gue nggak sengaja" jawab vio santai
"ish... lu ngeselin banget sih,. udah ngerusak barang orang tapi nggak mau tanggung jawab"
"kan gue udah minta maaf... Yaudah kalau rusak tinggal beli aja sih repot banget lo"
" gampang banget lu yang ngomong kayak gitu"
melihat kedua anaknya bertengkar Mama mereka menengahi dan menyuruh mereka untuk tenang
" kan gue udah minta maaf yola... beli aja yang baru kenapa jadi berdebat sih"
Yola benar-benar marah, dia terduduk di sofa sambil meratapi nasib handphone kesayangan nya itu
Devan keluar dari kamar karena mendengar suara adiknya sedang ribut
melihat Devan keluar dari kamar Fiona langsung menghampiri dan mulai mengadu
Viona masih saja berdebat dengan Viola dan terus menyuruh Viola untuk membeli barang baru
tapi Viola tidak mau karena dia membeli headset itu dari hasil dia menabung selama 6 bulan kan, dan dengan entengnya Fiona menyuruh untuk membeli lagi yang baru tanpa memikirkan perjuangan Viola untuk mendapatkan handphone kesayangannya itu dulu
Viola sangat marah kepada Fiona Lalu dia pergi ke kamar dan membanting pintu saat menutupnya,,,
Keesokan harinya...
"hasil ulangan bahasa Inggris dan matematika kemarin yang mendapatkan nilai tertinggi adalah Gladys,,, seperti biasa gladys selalu mendapatkan tempat pertama dan tempat kedua selalu ditempati oleh Viona" ucap wali kelas mereka, semua teman sekelas memberi tepuk tangan
Gladys tersenyum bangga karna selalu mendapat peringkat pertama, tapi vio tertawa sinis karna vio tau yang mengerjakan ulangan itu bukan murni jawaban gladys sendiri tapi dari hasil menjiplak semua jawaban fiona
Fiona menjadi sedikit pendiam hari ini karena dia terus memikirkan perkataan Viola tentang Gladys dan Dion
__ADS_1
seperti biasa Gladys saat istirahat selalu mengajak Viona pergi ke kantin, dia dengan tanpa merasa bersalah bertindak seolah tidak pernah terjadi apa-apa kemarin
"dys... Coba tanya Kak Dion apa setelah pulang sekolah dia bisa bertemu dengan gue sebentar?"
Vio mengaduk aduk makanan nya dari tadi
"ok... gua telepon dulu kak dion nya?" Gladys Beranjak Pergi ke luar kantin untuk menelpon Dion diikuti oleh dua dayang nya
"vio... Lo nggak papa? Kenapa sepertinya hari ini lo sedikit pendiam? lu nggak sakit kan?" tiara menyentuh dahi vio dengan telapak tangan nya
Vio hanya tersenyum... "gue mau mutusin Kak Dion Ra!!!"
. "bagus itu..." jawab Tiara dengan tersenyum senang
" kenapa lo seneng banget kayaknya kalau gue putus sama Kak Dion?"
" iyalah gua jelas seneng dia itu bukan cowok baik-baik buat Lo,,, gue kan sudah bilang dari dulu kalau dia itu cuma manfaatin lo doang Lu nya aja yang gak percaya"
" oke OK.. Gue udah mutusin pokoknya hari ini gue harus putus sama Kak Dion gue udah enggak mau lagi diperalat lagi sama mereka" Fiona menjadi semangat
" gitu dong …Itu baru temen gue" tiara merangkul pundak vio
Saat pulang sekolah, Dion sudah menunggu Fiona di dalam mobil di parkiran sekolah
karena Pak Budi belum menjemput Fiona jadi dia akan menyelesaikan masalahnya terlebih dahulu sebelum pulang
"kak... Kita putus aja" ucap Viona saat baru duduk di kursi mobil di samping Dion
"hah... Apa apaan kamu.. kenapa tiba-tiba minta putus"
" Sepertinya kita memang tidak cocok menjadi pasangan,, kita putus aja Kak,,, kita lebih baik berteman saja" setelah mengatakannya Viona hendak keluar dari dalam mobil tapi dion menahan nya
"tunggu... lu nggak bisa mutusin gue seenaknya,,, kita tidak akan pernah putus,,, gue nggak peduli Lo suka atau tidak suka lo harus tetap jadi pacar gue,,, kalau tidak Lo bakal merasakan akibatnya"
dia memperlihatkan foto- foto Fiona yang bertelanjang dada dan hanya memakai bra saja
Vio gemetar,,, dia tak bisa berkata apa-apa,
" kalau lo masih bersikeras untuk mutusin gue, Gue bakal nyebarin foto-foto lu ini di internet" Dion tersenyum Devil
Viona dengan cepat keluar dari mobil dan berlari ke mobilnya saat melihat mobil Pak Budi sudah datang menjemput
dengan tubuh bergetar dia masuk ke dalam mobil.,, Viola yang sedari tadi sudah melihat gerak-gerik Fiona menjadi penasaran kenapa Viona keluar dari mobil Dion dengan gemetar seperti ini
Fiona menceritakan semuanya kepada violet sambil menangis,,, mendengar cerita Viona ,,,Viola menjadi sangat marah.
mereka segera pulang dan akan memikirkan cara untuk menghapus foto-foto itu dari dalam HP Dion
__ADS_1
Sesampainya dirumah... setelah mandi Viona pergi kekamar Viola,, dia tidak mau keluar kamar