
Yola sudah selesai melaksanakan 10 putaran, dia menunggu Fiona di pinggir lapangan
Viona baru menyelesaikan 11 putaran dan dia sudah berhenti karna tidak kuat lagi
Yola membawa Fiona berteduh, dan dia langsung pergi menghadap Stevie dan zuan untuk melaporkan bahwa dia yang akan menggantikan Fiona
mereka tidak mengizinkan karena yang melakukan kesalahan bukan Viola tapi Fiona
"kak... Saya mohon, Biarkan saya yang menggantikan hukumannya, kakak saya sedang tidak sehat jadi 4 putaran selanjutnya saya yang akan menjalankannya" ucap yola sedikit memohon
"dia kakak kamu?" tanya zuan seolah tak percaya
"iya,,, jadi tolong Izinkan saya yang menyelesaikan hukumannya" yola benar benar memohon
akhirnya mereka setuju dan Yola langsung berlari 4 putaran lagi untuk menggantikan hukuman Fiona
setelah selesai Viona dan Viola kembali ke aula tapi mereka berdua tidak diizinkan untuk bergabung dengan mahasiswa baru lainnya
"ini minum dulu" stefy memberikan air mineral pada yola
"punya saya mana kak?" protes vio
Yola langsung memberikan air nya pada vio, sementara yola mendapatkan air dari sherin yang sekarang sama sama MABA
"thanks" ucap yola Setelah mengambil handuk kecil dan air dari sherin
"kalian pergilah ganti baju ini, karna semua MABA udah menggunakan nya" zuan memberikan 2 kaos berwarna putih pada vio yang sedang minum air sambil berdiri
Yola bangun dan mengambil kaos itu dari tangan zuan karna vio tetap fokus pada minuman nya
"makasih kak" yola mengajak vio ke toilet untuk ganti baju
"yola,kita kasih waktu 15 menit untuk kalian bersih bersih, lalu cepat kembali kesini" ucap stevy
"ya gak cukup lah kalo cuma 15 menit" lagi lagi vio protes
Stefy sudah benar benar dibuat kesal oleh nya
"iya kak,,, kita akan kembali 15 menit lagi" yola menarik paksa vio yang tengah protes
**
12 menit kemudian Mereka sudah selesai
__ADS_1
Kali ini vio hanya memakai bedak tipis saja karna waktunya hampir habis, dia tidak mau mendapatkan hukuman lagi setelah mandi
"aduh... Masker ku jatuh" pekik yola, masker Nya jatuh ke wastafel yang airnya sedang dia gunakan
"yaudah sih, ngapain juga lo pakek masker segala, gak pengap apa dari tadi pakek masker mulu" gerutu vio
"berisik lo,,, udah ayo kembali ke aula" yola berjalan lebih dulu dan diikuti oleh viona
Yola mengambil masker lagi didalam tas nya dan memakainya, dia juga mengikat rambut nya sedikit tinggi supaya dia tidak gerah
Sedangkan vio tetap menggerai rambut hitam nya yang membuat nya terlihat sangat cantik
Meraka memasuki aula dan bergabung dengan MABA yang lainnya
Mahasiswa laki laki riuh seketika saat melihat vio datang
Meskipun hanya memakai riasan tipis dia tetap terlihat cantik.
Waktu pulang tiba, sikembar dan sherin sedang menunggu jemputan masing masing, mereka Berada dihalaman kampus
Banyak mahasiswa yang menawarkan diri untuk mengantar vio, tapi vio tidak mau karna mereka memang sedang menunggu pak budi
Pak budi menelfon jika ban mobilnya terkena paku saat dijalan dan tidak ada ban serep jadi pak budi tidak bisa menjemput mereka tepat wajtu, akhirnya mereka ikut mobil sherin dan menunggu dirumahnya
"iya ih... Yola, pengap tau" sahut sherin
"gue hanya ngasih kesempatan buat lo menikmati kepopuleran lo saat ini" yola melirik ke vio yang berada disebelahnya
"o... Bagus deh, terus aja lo pakek masker biar mereka tidak tau wajah lo yang asli" sahut vio dengan tertawa
"iya lah.. Kalo gue buka masker, lo bakal kalah populer dari gue" ucap yola dengan pd nya
"iih... Pede banget lo" rutuk vio yang tak terima
Sherin dan yola hanya tertawa terbahak bahak
"tapi iya juga sih vio, kalo yola buka masker lo pasti kalah populer nya ma dia" sherin ikutan menggoda vio yang sudah kesal
"tau ah... (kesal vio) tapi kan lo gak bisa makan ditempat umum kalo pakek masker, gimana tuh? Masak lo mau puasa tiap hari?"
"tenang aja,,, kita punya tempat untuk makan yang gak akan ada orang masuk selain kita bertiga" ucap sherin
"wow... Hebat banget lo (vio bertepuk tangan) gimana caranya? Makan diatap?"
__ADS_1
"papa sherin dan Papa kita adalah donatur terbesar dikampus, jadi mereka menyediakan tempat khusus untuk kita beristirahat tanpa gangguan siapa pun?" terang yola
"really??? Omg... Gue beneran beruntung punya papa sultan" vio tertawa senang
"tapi kayanya lo punya masalah lain deh kak?" ucap yola lagi
"masalah apa?" vio tidak mengerti
"mantan pacar lo kuliah disana juga" tadi yola tidak sengaja melihat dion saat hendak pulang
"apa??? Wah ini bener bener gila" vio terlihat khawatir
"gak cuma mantan lo doang, tapi musuh lo juga kuliah disana juga" imbuh sherin
"musuh gue? Siapa?" vio mengeryitkan dahinya
"musuh lo waktu Sma siapa?" sahut yola
"Gladys? Beneran ada Gladys?" vio masih tak percaya
"yups..." jawab yola dan sherin kompak
"ya tuhan... Kenapa dunia ini sempit sekali? Kenapa hidup gue hanya berputar disekitaran mereka saja" vio membuka maskernya dengan kesal
"yaudah sih... Apa yang lo takutin,,, ada yola juga kan!!!" sherin menenangkan vio
"lo bener, buat apa gue takut, kalo mereka macem macem ada adik gue yang cantik ini yang akan menghajar mereka" vio tertawa senang
"gue bukan preman ya!!! Enak aja main hajar hajar,,," yola tak terima seolah dia terlihat bar bar
"eh la, tapi lo gak iri lihat kepopuleran vio?" ledek sherin
"yang ada gue geli lihat nya,,, mereka melihat vio seolah melihat makanan yang ingin mereka makan aja,,, ih... Risih gue" yola begidik ngeri membayangkan jika dirinya seperti vio juga
"dasar aneh, jadi pusat perhatian tuh harusnya seneng dan bangga,,, lihat gue,,, gue berasa cewek paling cantik dikampus kita" sombong vio
Tiba tiba pak budi menelfon dan bilang jika dia sudah berada didepan rumah sherin
Mereka akhirnya pulang kerumah masing masing
***
Keesokan harinya saat istirahat mereka bertiga pergi kekantin untuk membeli makanan yang akan dibawa ke ruangan mereka
__ADS_1
Tiba tiba dion mendekat dan duduk dikursi yang mereka tempati