
"oh..." ucap Yola datar
"oh?.. kamu gak penasaran Lita itu siapa?" tanya Rafa heran
"enggak...itu privasi kakak,aku gak mau ikut campur urusan pribadi kakak" imbuh Yola sok tenang,padahal sebenarnya hatinya sedikit sakit mendengar nama wanita keluar dari mulut pacarnya
"Yola....sekarang aku pacar kamu,kamu berhak tau semua tentang aku dan kamu juga berhak menanyakan apapun sama aku dan begitupun sebaliknya,jadi please jangan terlalu cuek ya..." pinta Rafa dengan lembut
Yola hanya diam saja dan hanya menunduk,dia bingung harus bicara apa lagi karena ini adalah pengalaman pertama nya punya pacar
"Yola...." panggil Rafa pelan
Yola mendongak kan kepalanya dan menatap Rafa
"i love you" Rafa mengatakan dengan tersenyum
Yola tidak menjawab dan hanya tersenyum
aneh rasanya buat Yola tapi dia berusaha tersenyum
"kamu mungkin masih sedikit ragu dengan perasaan kamu,tapi lambat laun kamu akan tau bahwa aku benar-benar tulus sayang sama kamu,,,i love you viola....i love you so much....aku yakin kamu nantinya juga akan mencintai ku" Rafa menggenggam tangan Yola yang tetap menunduk
"aku janji sama kamu aku tidak akan pernah menyakiti kamu" imbuh Rafa
"tolong beri aku waktu kak" ucap Yola pelan
"aku tau kamu butuh waktu, tapi aku mohon jangan terlalu lama ya..."
"aku akan mencoba nya,tapi...." Yola menggantung ucapannya
"tapi apa yola???kenapa kamu berhenti?" Rafa terlihat serius dengan pertanyaan nya
"jika suatu saat nanti di antara kita ada yang tidak setia, maka saat itulah hubungan kita benar-benar akan berakhir" Yola menatap Rafa dengan tajam
Rafa terlihat sedikit berpikir lalu dia tersenyum dan mengatakan jika ia tidak akan pernah menyakiti dan tidak akan pernah menduakan viola
akhirnya Rafa menceritakan semua tentang keluarga nya, kenyataan bahwa Lita adalah adik kandung rafa membuat Yola tersenyum malu karena sudah menyangka yang tidak-tidak
###
hari berhari,bulan berbulan hubungan mereka semakin baik
__ADS_1
bahkan Yola sudah mulai melunak dan menanggapi perasaan Rafa dengan tulus
seiring berjalannya waktu, Rafa semakin overprotektif kepada viola
dia akan cemburu jika ada seorang pria yang mengajak viola berbicara meskipun itu hanya berbicara tentang masalah pelajaran di kampusnya
viola merasa Rafa terlalu mengekangnya dan terlalu membatasi kebebasannya
padahal dari awal memulai hubungan,Yola sudah mengatakan kepada Rafa jika dia tidak suka jika dirinya terlalu dikekang
hal itu membuat viola merasa tidak nyaman menjalani hubungan nya
***
sudah satu bulan ini viola ke kampus dengan menaiki sepeda motor karena dia malas akan kemacetan saat akan pergi kuliah
sedangkan Fiona tetap menggunakan mobil karena dia tidak suka berpanas-panasan seperti viola
hari ini saat hendak pulang dari kampus, viola yang saat itu sedang membonceng Sherin tidak sengaja bertemu dengan dokter Leon sahabat dari Devan
mereka berpapasan saat sama sama sedang menunggu lampu merah
dokter Leon membuka kaca mobilnya saat melihat adik dari sahabatnya itu tepat berada di samping mobilnya
sadar namanya disebut oleh orang di samping, Yola dan Sherin pun menoleh sambil membuka kaca helmnya
"halo kak...."balas Yola tak kalah Ramah
"baru pulang kuliah ya?" tanya dr Leon
"iya kak,ini baru pulang,,,kakak sendiri mau kemana?"
"saya mau ke rumah sakit,biasa....cari tambahan modal untuk halal lin anak orang" ucap Leon dengan tertawa
"oh....gitu..,"timpal viola sambil tertawa
"oh ya....kenalin ini sahabat aku, Sherin"
mereka pun bersalaman dan menyebutkan nama masing-masing
tanpa mereka sadari dari belakang Rafa dengan teman-temannya juga sedang menunggu lampu merah
__ADS_1
Rafa terlihat marah saat melihat Yola sedang tertawa dan berbicara dengan seorang laki-laki yang tidak pernah Rafa tahu
awalnya Rafa tidak mengetahui jika itu adalah Yola karena dia saat itu posisinya sedang menyetir dan sedang fokus melihat lampu merah
Denis lah yang mengetahui dan memberitahu kepada Rafa jika Yola sedang berada di depan mobil mereka
Rafa menyuruh Denis untuk pindah posisi agar Denis yang membawa mobilnya sedangkan Rafa turun menghampiri Yola
belum sempat turun, lampu sudah berubah menjadi hijau jadi Rafa mengurungkan niatnya untuk turun karena Yola pun sudah melaju beriringan dengan mobil leon
Rafa semakin kesal karena Yola melaju perlahan dan masih tetap berbincang dengan Leon dari dalam mobilnya
Rafa dengan cepat mengejar Yola dan berkali-kali membunyikan klakson supaya Yola berhenti
merasa terganggu dengan bunyi klakson berkali-kali Yola pun meminggirkan sepeda motornya diikuti oleh Leon yang juga berhenti
Rafa turun dari mobil untuk menghampiri Yola yang sudah membuka helmnya
Rafa semakin marah karena Leon juga turun dan menghampiri Yola
"Yola, kamu pulang ikut mobilku, biarkan sherin yang membawa sepeda motornya" Rafa memegang tangan Yola dan akan membawanya pergi tapi Leon juga menarik tangan Yola yang satunya
meskipun Rafa selalu mengekang dan overprotektif kepada Yola tapi dia tidak pernah kasar sedikitpun
"apa-apaan sih lo!!!! lepasin tangan lu dari cewek gue" Rafa menepis dengan kasar tangan Leon yang juga sedang menarik tangan Yola
"wow....tenang bro...jangan emosi" Leon menanggapinya dengan santai
"kakak apa apaan sih? jangan kasar gitu dong!!" Yola mencoba menengahi karena dia tidak enak hati setelah melihat Rafa menepis tangan Leon
"sayang....kamu masuk mobil ya" ucap Rafa dengan tersenyum kepada Yola
"enggak...aku mau pulang sama Sherin,dia kan gak bisa bawa sepeda motor" Yola menolak permintaan Rafa
"ok.... kalau gitu biar Denis yang bawa sepeda motornya, kamu dan Sherin ikut mobil biar aku yang antar pulang ke kosan" Rafa meminta Denis untuk membawa sepeda motor milik Yola ke kosannya
"ini udah deket loh kak, nggak usah diantar ya..." tolaknya lagi
Rafa terlihat menahan marah tapi dia tetap tersenyum jika sedang berbicara kepada Yola
"eh bro....gue kasih tahu ya sama lo, cewek itu jangan terlalu dikekang, ntar dia kabur baru tahu rasa lu" ledek Leon yang semakin membuat Rafa terpancing emosi
__ADS_1
Rafa sudah hampir memukul leon jika Denis dan Rio yang berada di dalam mobil tidak turun dan menengahi mereka berdua
dengan santainya Leon mengatakan kepada Yola untuk memikirkan kembali jika mencari seorang pacar, sambil tersenyum dia lalu meninggalkan mereka semua dan masuk ke dalam mobilnya