
"wow men... Ternyata dibalik sikap dingin lo yang suka menolak cewek ini ternyata lo udah punya pacar,,, gue pikir lo gak normal bro karna tidak pernah dekat dengan perempuan" kekeh salah satu teman rafa
"enak aja lo,,, gue 100% normal tau!!!" balas Rafa dengan tertawa
"ya habisnya lo gak pernah ngenalin cewek lo ke kita kita ya kan guys" adit menambahkan
"ya gue lagi nunggu kesempatan aja dan gue pikir sekarang saatnya kalian tau tentang pacar gue, yola" Rafa menatap yola yang masih terkejut dengan tatapan lembutnya
"hai yola...." sapa semua teman Rafa
Suara keras teman Rafa membuyarkan keterkejutan yola "ha....i" jawab yola terbata
"kalo boleh tau kenapa yola pakek masker sih? Kamu lagi gak enak badan?" tanya denis yang berdiri disamping rafa
"dia sengaja menutupi kecantikannya dan hanya gue saja yang boleh melihatnya" ucap Rafa percaya diri
"ya elah bro bucin banget lo,,,,, pasti dia cinta pertama lo ya?" timpal teman Rafa yang lain
"iya gue juga gak pernah liat sikap lo yang selembut ini sama cewek,,, btw yola udah pacaran berapa lama sama Rafa?" tanya adit dengan memandang kearah yola yang sedikit menunduk karna dia sedang bingung dengan apa yang terjadi sekarang
"kalian apaan sih nanya hal pribadi kayak gitu, jangan membuat yola malu, lihat lah wajah nya sudah memerah" Rafa membantu yola berbicara
"tau dari mana lo kalo wajahnya merah, orang dianya pakek masker juga!" sahut denis
"ah kalian ini..." belum sempat Rafa menyelesaikan omongannya dia sudah berhenti karena Viona dan Viola dipanggil oleh seseorang
"vio dan yola dicari pak ibnu diruangan nya" ucap teman sekelas mereka
"OK kita kesana sekarang" yola memiliki kesempatan untuk kabur dari segerombolan orang yang sedang sibuk membicarakan nya
"ayo kak, rin!!!" yola menarik tangan vio dan sherin tapi tiba tiba Rafa memegangi pundak nya
"tunggu dulu!!!" ujar Rafa
"ada apa kak?" yola menoleh kerafa dengan heran
__ADS_1
Rafa mengambil hp ditangan yola lalu dia mengetik nomornya sendiri lalu menelfon nya
"ini..." Rafa mengembalikan HP Yola dengan tersenyum "nanti kita telfonan ya" Rafa mengelus rambut panjang yola dengan lembut
Teman teman Rafa menjadi riuh seketika karna melihat interaksi Rafa pada yola
Yola hanya mengangguk dan langsung pergi begitu saja dengan menggandeng Sherin dan Viona
"cie ....yang udah punya pacar" ledek vio
"apaan sih kak" kesal yola
"hmmm... Sejak kapan lo jadian sama kak Rafa? Sebagai sahabat yang selalu bersama lo setiap waktu kok gue bisa gak tau sih?" sherin tak terima
" apaan sih kalian berisik banget deh!!!" seru yola yang melepaskan gandengan tangan nya dari sherin dan vio
"cie.... Ngaku gak lo... Gue aduin kemama lo ya" vio terkekeh
"terserah... Gue gak peduli... Yang pasti gue bakal ngomong sama kalian supaya kalian mengerti,,,, gue nggak pernah jadian sama Kak Rafa!! ketemu aja baru sekarang gimana caranya gue pacaran sama dia? "
"gue gak bohong,,, kalian berdua kan selalu sama-sama dengan gue jadi Pasti kalian tahu kan apa yang gue lakuin tiap harinya! emang gue pernah gitu ketemuan sama Kak Rafa, nggak kan?"
"iya juga sih... Tapi tadi..."
"udahlah jangan dibahas lagi, ayo cepetan keruangan pak ibnu,,, ngomong mulu dari tadi" yola memotong omongan vio yang masih menggantung.
Sementara Rafa dan kawan kawan hendak keluar dari lapangan basket karna pelatih sudah menunggu untuk mentraktir mereka makan
"kak... Tunggu" teriak Gladys pada Rafa dan kawan kawan
"ada apa ya?" ucap Rafa santai
"nanti malam aku ulang tahun, kalian bisa gak dateng keacara ku? " Gladys memberikan undangan pada mereka semua
"wah... Asyik nih kayak nya" ujar Denis tertawa kecil
__ADS_1
"tentu saja kita pasti datang, iya kan guys" timpal teman lainnya
"iya kita akan datang, makasih undangan nya" sahut adit dan rio
"kalo kak Rafa gimana? Bisa dateng gak?" Gladys bertanya karna dari tadi Rafa hanya diam saja padanya
"tenang aja dia pasti datang juga kok,,, tapi sekarang kita harus pergi dulu karna pelatih sudah menunggu kita disana" adit menunjuk orang yang mereka sebut sebagai pelatih yang sedang berdiri dipintu keluar lapangan basket
"oh iya, maaf sudah mengganggu waktu kalian!!" ucap Gladys malu malu
"gak papa kok cantik... Kita permisi dulu ya" ucap Denis yang langsung merangkul pundak Rafa untuk pergi dari sana
Mereka pergi ke sebuah restoran untuk makan bersama
"lo nanti dateng gak?" tanya Rio Pada denis
"ya pasti dateng lah,,, kapan lagi bisa ketemu sama cewek cewek cantik yang sedang berkumpul,,, iya kan?" Denis menyenggol lengan Rafa yang tak berbicara sama sekali
"iya... Sekali kali lah cuci mata sama gadis yang berbeda dengan dikampus kita" celetuk yang lainnya
"gue gak dateng kayak nya" ucap Rafa tiba tiba
"kenapa? Lo gak mau nemenin cewek lo kesana" ujar rio
"emang dia diundang?" tanya Rafa lagi
"ya pastilah, mereka kan teman dari dulu pasti diundang kan?" Rio meyakinkan rafa
"OK... Gue dateng" Rafa mengangkat gelas dan bersorak atas kemenangan mereka hari ini
Semua teman pun juga mengikuti yang dilakukan Rafa...
**
"dys... Lo yakin bakal ngundang trio itu?" tanya salah satu teman gladys
__ADS_1
"ya pastilah.... Gue gak bakal buang kesempatan untuk mempermalukan vio dan juga yola... Kita akan melihat pertunjukan yang bagus malam ini" Gladys tertawa sinis