
Keesokan harinya yola terlihat sudah mendingan meskipun masih sedikit pusing dan luka dilengan nya terasa ngilu
Devan yang baru tertidur menjelang pagi tidak tau saat dokter berkunjung kekamar yola
Dokter memberi tahu yola bahwa dia sudah bisa pulang hari ini tapi dia harus menjaga luka nya tetap kering dan dua hari sekali harus diganti perban nya
Devan terbangun karena mendengar suara hp-nya berdering
Vio yang menelfon dan bertanya bagaimana keadaan yola
Devan menoleh keranjang yola dan ternyata yola sedang duduk sambil bermain ponsel
Devan menghampiri yola dan memberikan hp nya
"vio mau ngomong" ucap devan
Yola mengambil hpnya "halo, apa kak?"
"gimana keadaan lo?" tanya vio diseberang
"udah enakan, dokter mengizinkan untuk pulang sekarang" jawab yola
"oh yaudah, baju lo juga udah gue packing semua, lo cepet balik kehotel karna takut mama akan datang kesini untuk mengajak sarapan"
"hem..." yola mengembalikan hp nya pada devan
"yaudah vio, kakak tutup dulu, kita mau siap-siap untuk pulang" devan mematikan telfon nya
20 menit kemudian mereka sudah sampai dihotel
Mereka pergi ke kamar masing masing untuk mandi lalu setelah itu mereka berkumpul direstoran untuk sarapan bersama orang tuanya sebelum mereka menaiki pesawat untuk kembali ke Indonesia
1 jam 50 menit perjalanan yang mereka tempuh, sesampainya di bandara mereka sudah dijemput oleh para asisten
Devan dan sikembar menaiki mobil devan dan Mama papa mereka menaiki mobil papanya
__ADS_1
Setengah jam perjalanan dari bandara kerumah mereka, sesampainya dirumah devan langsung kekantor begitupun ayah nya karna sudah banyak pekerjaan yang membutuhkan persetujuan mereka berdua
Sementara yola masuk kekamarnya untuk tidur karna dia masih sedikit pusing karna penerbangan
Vio dan Mama sedang membongkar barang masing-masing
Sore hari yola berencana pergi kerumah sherin untuk mengantar oleh oleh dari Singapura tapi devan melarang nya dan menyuruh yola untuk menelfon sherin dan menyuruh nya datang kerumah mereka
Yola menurut saja karna dia tidak suka berdebat, yola kembali kekamar nya dan menelfon sherin untuk datang kerumahnya.
Sherin datang bersama tiara, mereka sangat terkejut mendengar cerita vio dan luka dilengan yola, mereka tidak habis pikir Jika yola senekat itu melawan preman sendirian
Mereka pulang setelah makan malam bersama.
Keesokan harinya devan membawa yola untuk ketempat leon, dia beralasan akan membawa yola untuk terapi padahal dia juga sekalian pergi untuk mengganti perban luka yola
Vio pun ikut menemaninya
Ditempat leon, devan menceritakan kejadian yang menimpa kedua adiknya itu saat disingapura
Devan menyuruh yola untuk membuka jaketnya pelan pelan, dia sengaja memakai jaket untuk menutupi lukanya dari mama papa nya
Yola duduk dikursi pasien dengan devan duduk disamping nya, sementara vio berdiri disamping yola
Leon meminta yola untuk tiduran diranjang khusus pasien
Leon terlihat khawatir karna melihat bekas jahitan di luka yola yang sangat panjang setelah membuka perban nya
"astaga.. Ini pasti sakit sekali!!" leon terlihat akan menyentuh lengan yola tapi devan menahan tangan nya
"lo kerja yang profesional! jangan berpikiran macem macem meskipun lo menyukai adik gue" bisik devan penuh penekanan
Devan tidak suka saat leon menatap tubuh mulus yola yang memakai kaos lengan pendek
Karna selama ini yola memang tidak pernah memakai pakaian yang terbuka
__ADS_1
Leon hanya tertawa "kalo gue gak sentuh dia, gimana caranya gue ngobatin luka nya?"
Devan melepaskan tangan leon dan membiarkan nya mengobati yola
Setelah selesai mengganti perbannya , Leon melakukan tugas utamanya yaitu men trapi Yola untuk menghilangkan semua Trauma di masa lalunya
Setengah jam berlalu, terapi yola sudah selesai
Tiba tiba leon mendapat telfon dari suster diluar ruangan nya bahwa dia kedatangan tamu yang bernama cleo
Devan hendak pergi tapi leon menahan nya dan menyuruh suster memberi tahu cleo untuk msuk keruangan nya
"lo ngapain sih nyuruh dia masuk Saat ada gue?" devan terlihat tidak suka dengan tindakan sahabat nya itu
"dia itu kesini buat nyari lo, tadi dia nelfon gue dan bertanya tentang lo, jadi gue suruh aja dia datang kesini" ucap leon santai
Tiba tiba cleo masuk "hai devan, Leon" dia melambaikan tangan dan tersenyum manis
"hai..." jawab leon dan menyuruh cleo duduk disamping devan
"aku gak ngganggu kerjaan kmu kan?" cleo melontar kan pertanyaan setelah melihat ada sikembar disana
"enggak kok mereka udah selesai" jawab leon sambil melirik devan yang terlihat dongkol
"hai... Aku cleo teman kakak kalian" cleo mendekati sikembar dan mengulurkan tangan nya
Vio menatap cleo tidak suka,,, sementara yola menyambut uluran tangan cleo supaya dia tidak malu karna vio menolak jabatan tangannya
"kak, kita mau pulang dulu deh kalo gitu, lagian kita juga udah selesai urusan nya disini" vio menggandeng tangan yola dan membawanya keluar
"vio pelan pelan, jangan asal menarik tangan yola seperti itu" devan dengan cepat menghentikan langkah vio
"oh sorry sorry... Aku lupa" Vio melepaskan gandengan tangan yola
"" yaudah ayo pulang" gantian yola yang menarik tangan vio dan membawanya keluar
__ADS_1
Sementara devan menjadi serba salah, dia akan ikut sikembar pulang tapi tidak enak pada cleo yang sengaja datang untuknya
"lo harus belajar untuk dekat dengan dia, supaya lo bisa ngelupain yola" leon berbisik ditelinga devan