
Suara nya sedikit samar karna saat itu band sedang menyanyikan sebuah lagu
Tapi firasat yola tidak enak karna sejak tadi teman teman gladys seolah mengalihkan perhatian nya dari viona
Yola menoleh ketempat vio tadi dan ternyata vio sudah berada di kolam renang
Dia hampir tenggelam karna dia tidak bisa berenang
"kakak....!!!" teriak yola dengan kencang
Yola melepas tas dan jaket nya lalu dia melompat ke kolam
Semua orang menoleh keasal suara yola karna saat itu band telah selesai memainkan lagu
Rafa dan teman temannya yang mendengar teriakan yola langsung berlari ke tepi kolam
Sesaat kemudian yola berhasil membawa vio keatas, vio batuk batuk karna hampir kehabisan nafas
Yola mengambil jaketnya lalu memakaikan nya pada vio karna baju vio transparan
Vio masih batuk batuk dan mengatur nafasnya
"kakak gak papa?" yola menepuk pundak vio untuk meredakan batuknya
"vio sorry... Gue gak sengaja tadi" gladys mendekat dan berjongkok pada vio dan akan memegang pundak nya tapi yola langsung memegangi tangan gladys dengan kuat dan menatap nya tajam
"dari awal gue udah curiga sama lo, lo gak akan berhenti untuk mengganggu kakak gue dengan mudah, dan ternyata lo sengaja ngedorong kak vio kekolam renang padahal jelas jelas lo tau dia gak bisa berenang"
"maksud lo apa? Gue kan udah bilang kalo gue gak sengaja, kenapa lo nuduh gue?" gladys memasang wajah sedih
Yola tertawa geli melihat gladys bertingkah tak bersalah "kalo lo gak sengaja lalu kenapa teman lo ngevideoin semua kejadian saat kak vio jatuh sampai sekarang?"
Yola menarik tangan gladys untuk bangun dan menghampiri teman gladys yang langsung berpura pura menelfon
__ADS_1
"sini lo.." yola menarik tangan teman gladys dan mengambil hp nya
"apa apaan sih lo?" pekik teman gladys yang tak terima yola mengambil hp nya
"diem.... Kalo gak gue bakal lempar hp lo ke kolam" ancam yola
Dia langsung diam karna takut, yola membuka HP nya dan menemukan video vio yang jelas didorong oleh gladys
"ini apa? Ini jelas terlihat kalo lo sengaja dorong kakak gue" yola menunjukkan video nya ke semua orang
"tunggu tunggu mungkin ada kesalah pahaman disini" dion datang dan mencoba menengahi
Yola semakin kesal karna masih ada orang yang membela gladys padahal jelas jelas dia memang salah
Yola tanpa sadar membuka masker yang sudah basah diwajahnya
Semua orang terkejut menatap wajah yola
"udah jelas jelas ini ada buktinya kalo dia memang salah, jadi lo gak usah membela dia" yola sedikit membentak dion
Yola menghampiri vio dan sherin dan mengajak nya untuk keluar dari sana
Rafa dengan cepat membuka jas nya dan memakaikan nya pada yola yang sudah kedinginan
Mereka keluar bersama sama keparkiran mobil.
Semua teman basket Rafa pun ikut meninggalkan tempat itu
Sementara ditempat gladys semua orang masih terkejut dengan apa yang terjadi, apa lagi setelah Mereka tahu wajah asli Yola yang selama ini terkenal dengan sebutan sijelek karna selalu memakai masker dikampus ternyata dia adalah kembaran primadona kampus yang selama ini dipuja puji mereka semua
"aku antar kamu pulang ya!" pinta Rafa dengan lembut
"gak usah kak kita bareng sherin aja" yola menolak halus permintaan rafa
__ADS_1
Sherin sedang mengambil mobil nya, sedangkan yola menunggu diluar gerbang rumah gladys dengan memeluk vio yang kedinginan
Sesaat kemudian sherin keluar dengan mobil nya, Rio membuka kan pintu untuk yola dan vio
"kita pulang dulu ya..(yola tersenyum pada Rafa disamping nya )Mari kakak kakak semua kita duluan" yola melambaikan tangan pada mereka semua setelah memastikan vio masuk dan memakai sabuk pengamannya
"nanti aku telfon" ucap Rafa lagi dan yola hanya mengangguk
Sherin melajukan mobilnya dengan cepat karna kedua sahabatnya sudah kedinginan
Sementara Rafa masih berdiri diluar gerbang dengan teman teman nya
"wah bro... Cewek lo emang sesuatu" adit memberikan dua jempol kearah rafa
"gak nyangka gue ternyata mereka kembar identik,,, cantik banget ternyata cewek lo" imbuh Denis
"pantesan lo nyuruh dia pakek masker terus ternyata dia benar benar cantik" timpal yang lain
Rafa hanya tertawa dengan komentar teman teman nya
"sebenarnya gue gak pernah nyuruh dia untuk menutupi kecantikan nya tapi dia sendiri yang berinisiatif jadi gue ngedukung aja, toh itu lebih baik menurut gue" kekeh rafa
"halah bilang aja lo takut dia banyak yang suka kan?" sahut adit dengan tertawa
"ya pastilah... Punya pacar secantik itu, gue pun bakal gandeng dia kemana mana dan gak akan gue biarin dia pergi sendirian" timpal Denis lagi
Mereka semua tertawa dengar ucapan denis
"yaudah ayo cabut, gue duluan ya!!" Rafa berpamitan pada teman teman nya dan dia pulang mengendarai mobil sendirian
"hebat banget ya pacar nya Rafa, kelihatan banget kalo dia tuh sesayang dan se protek itu sama kakaknya" mereka masih saja membahas yola bahkan setelah Rafa pulang
"iya, salut gue sama persaudaraan mereka,,, seandainya gue punya adik kayak gitu,,, ah... jangan jangan... Jangan adik lah, seandainya gue punya pacar seperti itu" timpal yang lain
__ADS_1
"heh... Jangan mimpi woi... Dia pacar nya ketua tim,,, cari aja yang lain masih banyak cewek yang jomblo dan cantik diluar sana" seloroh adit
"gue kan cuma berhayal dit,,, ya kali gue mau ambil pacar Nya Rafa, ya gak mungkin lah" jawab teman yang tadi sedang membayangkan punya pacar seperti yola