Romansa Rumit

Romansa Rumit
Unboxing


__ADS_3

"buset... Ampuh juga ternyata terapi lo tadi malam, selama hampir dua tahun ini pertama kali nya dia masuk kamar dan ngomong duluan sama gue" ucap devan senang.


"iya dong, semua terapi gue tuh pasti kebanyakan sukses" ujar leon membanggakan dirinya


"sombong banget lo..." devan kembali melempar bantal kewajah leon


"emang kenyataan nya begitu kan?" leon tertawa senang


"terserah lo deh,,, yaudah ayo makan" devan beranjak dari duduknya


"enggak deh bro, gue pulang aja,,, ada janji sama temen soalnya" tolak leon


"janji sama siapa sih?" devan mulai penasaran


"ada,,,, lo gak bakal kenal juga meskipun gue kasih tau"


"oh gue tau pasti cewek kan?"


Leon hanya tertawa dan langsung keluar dari kamar devan


Devan pun ikut keluar menuju meja makan karena seluruh keluarga sudah berada di sana untuk makan malam


setelah selesai makan mereka semua berkumpul di ruang tamu untuk membuka kado yang Viona dan Viola dapatkan dari teman-teman nya dan juga dari teman-teman orang tuanya


setelah memilah kado miliknya dan milik Viola dia pun segera membuka satu persatu untuk mengetahui apa isi dari kado tersebut


Viona sangat antusias saat membukanya berbeda dengan Viola yang dengan santai membuka satu-persatu kado miliknya


"wah... Ini sneaker yang gue pengen banget... dari siapa ya? kok nggak ada nama pemberinya sih!!" vio membolak-balikkan tempat kadonya untuk menemukan siapa yang memberinya sneaker itu tapi dia tidak menemukan apapun


"itu dari gue" celetuk Yola dengan santai nya


Papa mama devan dan vio pun langsung menoleh kepada yola yang sedang membuka kado nya


"serius ini dari lo!!" vio meminta kejelasan


"iya, kenapa emang? Lo gak suka modelnya? Lo tuker aja bisa kok, gue udah janjian sama ownernya" yola tetap membuka kadonya pelan tanpa menoleh pada vio yang terkejut

__ADS_1


"oh my God yola,,, lo manis banget sih!!" vio memeluk yola karna senang


"ih.. Lo apaan sih.." yola memberontak saat vio memeluknya erat


"thank you... Tapi gue gak nyiapin apa apa buat lo!!!" sesal vio


"gak perlu, gue gak butuh apa apa" sahut yola


"OK kalo gitu,,, sekali lagi makasih ya.. Gue paling suka hadiah dari lo" vio memeluk yola lagi sebentar


"hem.." yola terus membuka kado nya dan ternyata ada hadiah headphone yang persis seperti punya yola yang dirusakin vio, dari warna motif semua sama hanya saja disitu tidak tertulis dari siapa


"ini dari lo kak?" yola menunjukkan headphone nya pada vio


"bukan,,, gue kan udah bilang kalo gue gak nyiapin apa apa buat lo, emang gak ada namanya" vio mengambil bungkusan kado itu


"gak ada,,," yola sedikit bingung, siapa yang memberinya kado itu tanpa mencantumkan namanya, tapi yola juga senang karna bisa memiliki headphone persis seperti kepunyaan nya dulu


Dia langsung menggantungnya dileher


"berarti orang itu gak mau kasih tau siapa dirinya,,, jangan jangan orang ini adalah pengagum rahasia kamu yola" canda sang papa sambil tertawa


Vio terlihat tegang dengan ucapan mamanya, sedangkan yola menatap vio dengan bibir mengejek


"apa kalian denger ucapan mama?" tanya mama tegas


"iya MA... Yola gak akan pacaran sampe lulus sma,,, yola janji" yola tersenyum dan meyakinkan mamanya


Vio hanya tersenyum dan mengangguk kemamanya


"kak dev... Mana hadiah buat kita!!" vio mencoba mengalihkan pembicaraan


"kamu mau apa?" devan menatap vio


"ya terserah kakak mau ngasih apa,,, kalo mama udah ngasih tas branded yang sama dengan yola, terus papa udah beliin semua yang aku pengen beberapa hari yang lalu,,, sekarang giliran kakak,,, mana kado nya" vio menengadahkan tangan nya ke depan devan


Devan mengeluarkan sesuatu dari sakunya dan memberikan nya pada vio

__ADS_1


"oh God.... Tiket liburan,,, I like it..." vio menciumi tiket ditangan nya


"liburan? Kemana?" tanya papa mereka


"deket deket aja pa,,, Singapur,,, lagian kita juga gak bisa lama lama ninggalin perusahaan kan.."


"maksudnya kita semua pergi?" tanya papa lagi


Devan mengangguk....


"thank you kakak... Akhirnya kita bisa liburan bareng bareng,,,," vio memeluk kakaknya


"iya sama sama..." devan tersenyum


"ini adalah hadiah yang paling gue suka" vio berbinar binar


"halah... Tadi aja bilang nya hadiah dari gue yang paling lo suka... Plin plan banget sih jadi orang" Sergah yola


"he he... Iya deh.. Hadiah dari lo yang gue suka,,, tapi diurutan kedua ya" vio tertawa kecil


Yola menatapnya dengan Malas,,,"MA PA... Yola kekamar duluan" yola beranjak dengan Membawa semua hadiah ditangan nya,, tapi tangan yola tidak bisa membawa semuanya


"biar kakak bantu" devan berjalan ke yola dan membawakan kado yang tidak bisa dibawa yola


Entah kenapa yola menurut saja saat devan membantunya,,, bahkan tadi dia juga berpamitan pada papa tirinya saat hendak pergi kekamarnya


Yola masuk lebih dulu kekamarnya dan devan mengikuti dari belakangnya


Setelah selesai meletakkan semua kado ditempat tidur, devan hendak keluar


"terimakasih" yola menatap devan dengan tersenyum


Devan berhenti dan menoleh pada yola yang sedang tersenyum padanya "sama sama" ucap devan membalas senyuman yola


Devan cepat keluar dari kamar yola dan pergi kekamarnya sendiri


"ya tuhan... Senyuman nya" devan tersenyum membayangkan yola yang baru saja tersenyum manis padanya,,, dia bersandar dipintu dan memejamkan mata

__ADS_1


"bagaimana aku tak jatuh cinta padanya,,, ya tuhan... Apa yang harus aku lakukan"


__ADS_2