Romansa Rumit

Romansa Rumit
Rafanda


__ADS_3

Seperti biasa, mereka sekolah diantar sopir, tapi viola selalu minta diturunkan sebelum sampai digerbang sekolah


Dia berjalan kaki sekitar 50 meter, supaya teman teman nya tidak tau jika dia anak orang kaya


Viola terkenal pendiam dan jutek, jadi teman teman nya lebih memilih tak menyapa viola karna viola selalu saja merenggut dan tak pernah tersenyum


Jangankan wanita, teman-teman laki-laki nya pun banyak yang berpikir dua kali untuk mengganggunya ,


PAdahal viola tidak pernah berantem dan tidak pernah membuat masalah disekolahnya, Viola senang dengan keadaannya sekarang, karna dengan begitu dia tidak usah repot repot untuk meladeni teman teman nya


Sekolah viola lebih dekat dari pada sekolah viona, jadi setelah menurunkan viola, pak budi(supir) langsung mengantar viona kesekolahnya sampai depan sekolahan, jadi semua orang tau jika viona kaya dan banyak yang memanfaatkannya


"pagi tuan putri!!!" ledek tiara saat melihat vio baru turun dari mobil mewahnya


Mereka berdua berjalan memasuki kawasan sekolah


"apa an sih lo..." vio menoyor lengan tiara dengan tertawa


Suara bel masuk berbunyi,,,


Vio dan tiara berlari lari kecil karna takut terlambat masuk kelas


Didepan kelas dia bertemu gladys dan dua temannya yang sengaja menunggu vio


"vio... Ntar pulang sekolah nonton yuk... Ada film bagus loh..."


Gladys menggandeng lengan vio yang sebelumnya digandeng tiara


"enggak ah males.. Panas tau!!!" vio berlalu menuju bangku nya


Gladys masih berusaha membujuk viona


"tapi kak dion juga ikut tau... Kalau lo gk mau yaudah"


Gladys sengaja menyebut dion untuk membujuk nya


Viona tersenyum "kak dion ikut? Beneran? Ok ok gw juga ikut deh" viona mengangguk senang


#gue yakin pasti nih bocah ada maunya# batin tiara


"ok... Kita ketemuan dikafe dalam mall ya?"


"siip..." vio menunjukkan ibu jarinya


#dasar b**** mau aja dikibulin# gumam gladys, dia kembali kekursinya bersama kedua temannya

__ADS_1


"dys lo beneran mau ngajak kak dion?" bisik stevy


"nggak lah... Mana mungkin kak dion mau,,, gue bohong supaya dia mau ikut kita nonton,,, kalau dia gk ikut siapa yang bakal traktir kita ntar?" jawab gladys


Mereka tertawa karna rencana belanja hari ini bakal terjadi tanpa mereka mengeluarkan uang


"vi... Lo yakin bakal ikut Mereka nonton? gue sih nggak yakin ya kalau Kak Dion bakalan ikut, secara Kak Dion itu kan seorang mahasiswa jadi dia pasti sibuk kan?" ujar tiara yang mencoba menghentikan viona supaya tidak ikut pergi bersama dengan gengnya Gladys karena Tiara yakin pasti mereka hanya ingin memanfaatkan uang Viona saja


" Masa sih Gladys bohong sama gue? Nggak mungkin lah dia kan adiknya Kak Dion pasti dia tahu jadwal Kak Dion dengan baik" bantah viona tak percaya


"ok... kalau lo nggak percaya lu buktiin aja ntar!!! kalau beneran Kak Dion ikut nonton sama mereka berarti gue yang salah dan gue bakal minta maaf sama gladis, tapi jika ntar sore Kak Dion nggak ikut nonton sama mereka berarti mereka benar-benar hanya ingin memanfaatkan lo doang" tegas tiara yang mulai kesal karna vio tak pernah sadar jika selama ini gladys dan kakak nya hanya memanfaatkannya saja


Viona terdiam, dia terkadang juga punya pikiran seperti itu, tapi semua itu tidak dipedulikannya karna dia benar benar menyukai dion


Jam pelajaran pun dimulai...


Mereka semua mengikuti pelajaran dengan tenang karna hari ini adalah pelajaran matematika dan gurunya sangat galak, jadi mereka sangat tenang mengikutinya


****


Dikelas viola sedang ada jam kosong, semua anak Anak bermain didalam kelas, ada yang main hp, main kartu dan lain lain


Viola yang tidak suka dengan keramaian lebih memilih mendengarkan musik memakai headphone


Dengan memejamkan mata dan bersandar dikursi serta melipat tangan didadanya, dia menikmati setiap alunan lagu kesukaan nya


Tok tok tok (suara ketukan meja) rafa mengetuk meja viola tapi dia masih tidak mendengar


"viola..." panggil rafa, Viola masih tak mendengar


Semua teman sekelas yola sedikit berisik karna kedatangan rafa yang katanya dia adalah salah satu murid tertampan dikelas 12


Sherin menyenggol lengan yola untuk membuatnya membuka mata


Yola membuka mata dan menoleh pada Sherin sahabatnya "kenapa?" tanya yola datar


Sherin memajukan dagunya kearah depan, yola menoleh kedepan nya dan ternyata ada kakak kelasnya


Yola membuka headphone dikepala dan menggantungnya dileher


Dia menatap rafa tanpa bicara apapun


"bisa bicara sebentar viola?" ucapnya


"ada apa kak?" jawab nya jutek

__ADS_1


"kita bicara setelah pulang sekolah ya,,, bisakan?"


"katakan saja sekarang!!" ucap yola tanpa memandang rafa


"disini terlalu banyak orang, nanti saja pulang sekolah"


"terserah" viola menundukkan kepalanya dimeja dan memejamkan mata


Rafa tertawa kecil melihat yola yang cuek,,, dia bangun dan kembali kekelasnya diikuti Rio sahabat nya


"raf... Gue heran, apa yang lo sukai dari cewek itu, dia itu udah gk pernah nyapa orang, nggak pernah tersenyum, dan sepertinya dia juga nggak punya airmata deh"


Cerocos rio, yang hanya ditanggapi dengan senyuman oleh rafa


"lo tau nggak... Cewek cool itu damage nya luar biasa tau" rafa senyum senyum membayangkan wajah jutek viola


"serah lo dah,,, nggak habis pikir gue ama lo" Rio hanya geleng kepala dengan tingkah sahabatnya itu


Saat pulang sekolah,,, mereka pulang jam 3 sore karna mereka hanya sekolah senin-jumat saja


Rafa sudah menunggu yola didepan kelasnya,,, saat melihat yola keluar dia langsung menghampiri nya


" hai..." sapa nya


Yola hanya menatapnya datar " mau ngomong apa kak?" tanya yola terus terang


"kita bicara dikafe depan yuk!!" ajak rafa


Tapi yola menolak karna dia harus pulang karna takut pak udin sudah menunggunya ...


"maaf kak, kita bicara sambil jalan saja karna yola harus pulang cepat" yola berjalan diikuti rafa disampingnya


"yola... Sebenarnya aku mau mengatakan sesuatu sama kamu!!!"


"ada apa kak?" jawab yola datar


"aku.... Aku suka sama kamu!!!"


Viola berhenti berjalan dan menatap rafa


"maaf...." jawab viola langsung


"tolong jangan langsung menolak, beri aku kesempatan, setidaknya pikirkan dulu beberapa hari untuk memberiku jawaban" pinta rafa tulus


"kak... Aku benar-benar minta maaf" viola pergi tapi rafa mengejarnya

__ADS_1


"yola... Aku mohon... Tolong pertimbangin lagi, aku tau kamu butuh waktu untuk berfikir, aku akan menunggunya sampai kamu siap... Tolong pikirin baik-baik" rafa segera pergi karna takut yola akan menolaknya lagi


__ADS_2