RONA CINTA

RONA CINTA
EPISODE 1


__ADS_3

Flashback


Kita berjalan dalam bayang – bayang


siap memanjang,


ditatap sunset kegelisahan ....


Keinginan serta gairah selepas petang


Dalam bisikan angin,


Aku tak pernah bersuara


hanya membisu, membatin ....


Sabtu menjadi hari tersepi bagi Edward. Ia tidak akan kemana-mana, apalagi ke suatu tujuan khusus seperti nge-date. 


“Ah ... semua telah terkubur dalam lukisan ini” dengusnya. Di tatapnya lukisan gadis bermata coklat itu. Sudah dua bulan berada di kamarnya, menemaninya setiap malam, yang menggelanyut sepi seperti hatinya. 

__ADS_1


"Aku ingin mencipta impianku” bergumam Edward pada lukisannya. Seorang tambatan hati masih memandangnya dengan penuh goda. Edward tertegun. Ia tidak kuasa menahan kerinduan yang meletup-letup di dadanya.


“Kapan aku dapat mewujudkanmu ke dunia nyata?” Sosok itu memandang Edward. Sesaat ia melamunkan sebuah senyum wajah lain. Lamunannya terburai ketika berdering kata-kata sakit, dari bayangan wajah lain itu, Kavana ....


“Ed ... maafkan aku, lebih baik kita putus!” Lama Edward diam. Lama sekali. Perasaannya terlalu sensitif untuk mendengar kalimat Kavana, kekasihnya. Di tengah tersekatnya kerongkongannya, Edward melirih ....


Edward tak pernah menginginkan semua ini terjadi. Dan tak pernah memimpikannya. Walau Kavana menggantungkan cintanya, membenamkan perasaannya dalam hatinya. Ia akan tetap menanti kehadirannya kembali.


“Aku masih mencintaimu Kav, walau sempat kecewa ...” diucapkannya kalimat ini dalam hati.


“Kamu sudah mengambil keputusan yang tepat, Ed ...” batinnya.


Ditatapnya kembali lukisan itu, “Wajahmu menggairahkan, Manis ... Menggoda hatiku” Sepasang alis tebal, mata jernih coklat bulat, hidung menggaris dan menguncup di bagian ujungnya, bibir tipis merekah, dagu meruncing ... sungguh pesona yang tanpa sengaja tercipta dari tangannya. Sejenak pemuda itu terpejam, me-review pertemuan dengan sosok yang ia lukis itu di dalam mimpinya. Mimpi yang kelak akan menuntunnya. Mempertemukannya dengan cinta sejatinya.


“Aku harus menemuimu ... Aku harus!!!!”


“Oh, dimana kamu, siapa namamu?”


“Sssttt ... jangan paksa pikiranmu ... relaks saja, suatu saat momen itu pasti terulang kembali, kamu pasti bertemu”

__ADS_1


“Ya, tapi kapan? Sampai aku hancur di makan cintanya?”


“Yang kau butuhkan hanya waktu, Ed ... hanya waktu ...”


 Mata Edward terbuka, kata – kata itu memang membuatnya bertahan.


“ Ya, aku cuma butuh waktu, ...” Ia berpaling ke lukisannya.


 “ Selamat malam, cantik!”


-----------


Masa SMA


Tampan dan misterius melekat pada sosok Edward Alden Gamaliel. Kehidupan pribadinya tertutup rapat. Tidak ada satupun medsos atas namanya, membuat banyak cewek frustasi karena tidak bisa menemukan cara mendekatinya. 


Namun, mendadak pagi itu suasana SMA Merdeka menjadi heboh, karena seorang cewek terlihat menempati jok belakang motor Edward yang biasanya kosong, ia menempel ketat dengan tangan melingkar di pinggang Edward erat. Tidak ada jeda diantara mereka. Dan hari itu, nama Kavana Dyas, menjadi trending topik! 


Cantik dan populer itulah Kavana Dyas. Sudah banyak cowok keren dan tajir berhasil dipacarinya. Cewek yang jadi fantasi para cowok jomblo ini, memiliki wajah dan tubuh sempurna. Magnet kuat untuk menarik para kumbang jantan kelaparan. Menyihir setiap mata yang memandangnya. Dan gadis itu berhasil meluluhkan hati seorang Edward Alden Gamaliel. Hari itu juga, dinobatkan menjadi hari patah hati SMA Merdeka.

__ADS_1


__ADS_2