
Ruangan putih yang sekarang dilihatnya, menyadarkan Edward bahwa dirinya masih hidup. Tiba - tiba, bulir jernih di ujung matanya mengalir tanpa bisa ditahan. Memorinya membawanya kepada peristiwa yang entah berapa lama sudah dilaluinya. Harusnya bukan ini tempatnya. Harusnya sekarang Edward sudah berkawan dengan belatung dan cacing tanah.
Tapi sekarang disinilah dirinya berada. Terbaring dengan hampir sebagian tubuhnya dibalut dengan perban. Selang infus membantunya bernafas. Tuhan masih memberi kesempatan untuknya.
"Sudah sepuluh hari kak, kakak terbaring seperti ini" isak Edna saat itu.
"Aku berdoa terus supaya kakak bangun, kalau kakak tidak bangun, bagaimana dengan aku?" perkataan itu membuat hati Edward teriris.
Hatinya sangat sakit, perih dan ngilu mendengar perkataan Edna, adik perempuannya itu. Sebuah penyesalan kini melandanya, mengapa ia tidak memikirkan Edna kala Dayona memancing kemarahannya. Dan berakhir seperti ini.
Dayona? bagaimana dengan keparat itu. Keparat? ternyata hatinya masih terlalu dini untuk melupakan apa yang sudah terjadi.
Tapi tidak ada yang bisa dilakukannya hari itu, terlalu lemah, lelah dan sakit. Dan sebuah suntikan dari seorang perawat menidurkannya kembali.
---------
"Kamu, mencari ini?" suara itu berasal dari seorang cewek yang sedang melambaikan sebuah kunci motor di tangannya. Cantik. Ooops, sejak kapan kata cantik terlintas di benak Edward.
"Ya ... Kok bisa ada di kamu?" tanya Edward menyelidik.
"Kamu pasti lupa, waktu aku lewat, kunci ini masih tergantung di motor kamu, tahu!" Nih ..." ulurnya,
"Thanks" diraihnya kunci itu tanpa melihat lagi kepada lawan bicaranya. Dan segera dinyalakan motornya dan berlalu dari parkiran.
__ADS_1
Tanpa Edward tahu ekspresi sebal cewek itu.
Seminggu setelah kejadian kunci motor, Edward baru tahu kalau cewek yang sudah menemukan kunci motornya adalah Kavana. Anak kelas 2C, itu kata Dayona, sahabatnya.
"Wuiiih body-nya, Ed ... bikin on ... hahahaha, 11-12 lah sama Fleta!" celetuk Dayona suatu hari. Dan Fleta adalah pacarnya sejak kelas 1 SMA.
Edward hanya tersenyum kecut. "Memang cantik" batinnya. Diseruputnya kopinya pelan, sambil terus di dengarnya Dayona bercerita tentang cewek-cewek yang pernah dipacarinya. Dan mulai membual bahwa Fleta-lah yang terbaik baginya.
"Asli Ed, Fleta tu ngertiin aku banget, nggak ribet, terus yang pasti bisa muasin aku" bisiknya di telinga Edward.
"Sampah!" gerutu Edward sambil menonyor kepalanya. "Otak mesum!" Edward jengah dengan omongan Dayona itu.
Menjaga wanita adalah harga mati yang sudah ditanamkan sejak dia kecil. Baginya wasiat mamanya tidak boleh dilanggar.
Mama ... hatinya teriris rindu.
"Wee bengong aja, brad ... mikir jorok, ya?" sentilan Dayona di dahinya membuatnya mengaduh.
Enggan menanggapi pertanyaan sahabatnya itu. Toh, kalau ditanggapi semakin ngawur omongannya.
Edward pura-pura menyibukkan diri dengan ponselnya, tanpa berharap ada yang menghubunginya, kalau pun ada paling Edna atau Bi Edah. Papa? Tidak mungkin. Dia terlalu sibuk untuk menghubungi anak-nya.
"Ting"
__ADS_1
Bunyi notifikasi di ponselnya. Dibukanya pesan yang masuk. Bukan Edna atau Bi Edah.
Pesan:
"Hai, ini nomer Edward, kan? Aku dapat nomer kamu dari Obed" dahi Edward mengernyit.
Masih berpikir siapa yang menghubunginya. Brengsek juga Obed, kasih nomer ponselnya ke orang lain tanpa sepengetahuannya. Tapi akhirnya dia memutuskan untuk membalas pesan itu.
"Y ..." ketik Edward.
Di seberang sana sang pemberi pesan histeris saking senangnya dan sekaligus sebal demi melihat kalimat panjangnya hanya dibalas dengan 1 huruf.
"Dasar kulkas!" gerutunya. "Sudah dengan usaha maksimalis untuk dapatkan nomor ini, eh responnya minimalis, huft!"
Kembali diketiknya pesan, sementara mata Edward tak lepas dari layar ponselnya, menanti balasan karena si pemberi pesan sedang typing ...
"Ya, apa? Aku Kavana, yang waktu itu simpenin kunci motor kamu, inget?" Deg. Ada yang berdesir di hatinya.
"Ka ... va ... na", ejanya.
--------------------
Selamat membaca semua!
Maaf masih amatiran, karena baru tahap belajar ... Semoga suka ya ...
__ADS_1
Jangan lupa like, rate 5 dan vote! 💜💜💜