
Hari ini Bayu terpaksa bolos kerja karena bangun kesiangan.selain itu dia juga tidak punya simpanan baju kantor di rumah Rani.kedua manusia ini terus bermain kuda-kudaan sampai pagi menjelang.
" Sayang! Bangun." ucap Bayu saat menyadari jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi.
" Ada apa Mas?" tanya Rani dengan suara serak nya.
"Aku kesiangan sayang,nggak bisa berangkat lagi." tutur nya menjelaskan.jika hanya terlambat dalam hitungan menit saja Bayu masih berani menampakkan batang hidung nya namun ini sudah lebih dari 2 jam lama nya.sudah bisa di pastikan bahwa dia akan di usir dengan sangat tidak hormat dari perusahaan itu.
" Ya bagus dong sayang! Kamu mending nggak usah kerja lagi.cukup di rumah saja dan temani Aku,maka hidup mu akan aman sentosa." jawab Rani masih enggan membuka kedua mata nya.
Bayu tersenyum puas mendengar jawaban yang keluar dari mulut Rani, wanita seperti ini lah yang sedang dia cari-cari selama ini.wanita yang mampu menopang kehidupan dia dan juga keluarga nya.
" Kamu baik banget sih sayang." ujar Bayu sengaja menggigit benda kecil yang ada di puncak gunung kembar Rani yang sedang terpampang nyata di depan mata nya.
Rani yang mendapat kan perlakuan nakal itu langsung menggelinjang hebat saat lidah Bayu menyentuh benda kecil nya.
" Lanjut ya sayang." pinta Bayu tanpa mengenal rasa lelah.
" Boleh " Rani mengangguk kan kepala nya lalu mulai membalas permainan lincah Bayu.
Kedua insan ini bermain hingga satu jam lebih lama nya.
Bayu pun mengecup kening Rani setelah selesai menuntas kan hasrat nya.kedua nya sama-sama terlentang menikmati deruan nafas yang masih belum beraturan.
" Sayang! Aku kan nggak punya baju ganti di rumah mu? Gimana kalau kita belanja dulu? Sekalian jalan berdua." pinta Bayu sangat pandai sekali merayu Rani supaya menuntas kan hasrat belanja nya yang sudah sangat lama tidak pernah tersalurkan.
" Oke." balas Rani menyetujui permintaan Bayu.
__ADS_1
" Terimakasih sayang." ucap Bayu lalu bangkit dari ranjang menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh badannya.karena terlalu bersemangat untuk pergi ke mall.Bayu bahkan sampai lupa mengajak Rani untuk ikut mandi bersama dia.
lelaki ini memilih mempersingkat acara mandi nya sebelum Rani kembali berubah pikiran.
" Sayang! Mandi dulu." ujar Bayu selembut kapas ketika mendapati Rani masih betah bergelung manja di bawah selimut rumbai-rumbai nya.
" Gendong Mas." pinta Rani manja.
Bayu yang sedang merasa senang pun menerima dengan lapang dada permintaan dari wanita nya.
" Dengan senang hati sayang." jawab Bayu lalu menggendong tubuh Rani masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah kedua nya berpenampilan rapi dan bersih.Bayu dan Rani bergegas menuju ke sebuah mall ternama yang letak nya sangat jauh dari kompleks perumahan mereka.
Bayu merasa mall ini sangat aman untuk mereka berdua.dia sangat yakin kalau Naya tidak akan mungkin keluar dari rumah tanpa berpamitan kepada dia.
" Kamu mau?" tanya Rani memastikan.
" Iya sayang, teman-teman kantor ku banyak yang memakai jam seperti ini." jawab Bayu dengan mengiba.tetapi dalam hati nya sangat berharap lebih agar Rani mau menuruti semua keinginan nya.
" Pilih saja yang Kamu suka Mas,nanti Aku yang akan membayar nya." jawab Rani patuh,bagaikan sudah terkena ilmu pelet Bayu,Rani begitu mudah menuruti semua yang keluar dari mulut Bayu,dia sama sekali tidak merasa keberatan dengan jumlah nominal yang harus dia keluar kan nanti.
" Terimakasih sayang,Aku tambah cinta deh sama Kamu." ucap lelaki itu sangat meyakinkan, tanpa di sadari saat ini di samping kanan nya ada seorang wanita muda yang sedang merekam segala sesuatu yang dia lakukan.rekaman ini nanti nya akan di jadikan bumerang tajam untuk hidup dia kedepannya.
Sedang kan di tempat yang sama juga terdapat anak buah dari Tio dan juga anak buah dari Pak Rizal.kelancangan Bayu hari ini membuat mereka semua puas bisa menemukan dengan mudah bukti kelicikan Bayu.
" Mau Kamu apakan video ini Nay?" tanya Melati saat mereka sudah sampai di sebuah restoran enak.
__ADS_1
" Yang jelas untuk mempermudah proses perceraian." jawab Naya santai.
" Jelasin Nay? Aku masih penasaran kenapa Kamu bisa sesantai ini? Padahal di dalam sana itu suami Kamu loh?" pinta Melati sudah tidak sanggup lagi menahan rasa kepo nya.
" Begini Mel, Sebenar nya rumah tangga ku sudah lama hancur dan tidak pernah harmonis lagi.bahkan dua hari terakhir ini dia tidak pernah lagi pulang ke rumah dengan alasan lembur dan sibuk kerja.Aku nggak pernah mempermasalahkan hal itu,karena Aku merasa hati ku sudah sangat baik-baik saja tanpa kehadiran dia di dalam rumah.dulu...." Naya pun mulai menceritakan awal terjadi nya keretakan rumah tangga nya.tidak ada satu pun air mata yang jatuh saat cerita itu dia keluar kan.malah Naya merasa lebih lega dan lebih plong lagi setelah mengeluarkan semua isi hati nya.
" Entah kenapa Aku saja ragu melihat mata ku ini yang enggan menangis melihat dia berselingkuh di belakang ku.justru Aku merasa bahagia dia sudah menemukan pengganti ku."tutur Naya menjelaskan.
Melati hanya diam mendengar cerita hidup Naya yang ternyata hampir mirip dengan kisah hidup nya.beda nya Naya adalah wanita yang kuat mampu menghadapi kisah nya tanpa berurai air mata.
" Kisah kita ternyata hampir mirip ya Nay,tapi beda nya Aku terlalu cengeng sehingga membuat mereka semakin menekan hidup ku." sahut melati menimpali.
" Untuk apa lagi kita menangisi nya Mel? Toh tangisan itu tidak akan mampu menyelamatkan diri kita.bahkan tangisan itu yang membuat kita semakin jatuh lebih sakit lagi. Aku sudah pasrah bahkan sangat pasrah sekali.tapi Aku masih bingung bagaimana cara menyampaikan nya kepada kedua orang tua ku."
" Jadi bokap sama nyokap Kamu belum tahu tentang masalah ini?" tanya Melati tidak percaya bahwa Naya mampu menutupi masalah besar ini dari kedua orang tua nya.
" Belum! Atau Papa sudah tahu,mungkin." jawab Naya mengedikkan bahu nya.wanita ini sudah terlanjur pasrah dan tidak ingin lagi menutupi semua nya.jika sudah waktunya terbongkar maka dia hanya bisa menyaksikan.tanpa berniat menyembunyikan nya lagi.Naya sudah tidak ingin lagi menghiraukan Bayu dan juga keluarga nya.yang dia ingin kan saat ini adalah kebebasan dan ketenangan batin nya.
" Seharusnya Aku dulu juga seperti ini menghadapi mereka yang sudah jahat kepada Aku,tapi sayang nya Aku terlalu lemah Nay."
" Kamu tidak lemah Mel,hanya saja terlalu bucin sama tuh laki." seloroh Naya yang langsung mendapatkan timpukan ganas dari tas yang di pakai oleh Melati.
" Aww....Sakit Mel." keluh Naya sambil mengelus kepala nya .
Melati yang tengah asyik menatap ke arah depan mengabaikan saja rintihan dari mulut Naya.
" Nay! Suami Kamu." bisik Melati memberi tahu saat kedua orang itu masuk ke dalam restoran yang sama dengan mereka berdua.Naya pun reflek menyembunyikan wajah nya dengan menggunakan tas Melati yang masih dia pegang.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍😍