
Pak Dirga yang sedang sibuk mengurus perkara besar yang sedang dia tangani langsung memutuskan untuk berangkat ke rumah sakit saat ini juga. otak dan hati nya sudah tidak bisa tenang lagi ketika mendapat kan pesan singkat tentang kabar gembira dari putra dan juga menantu nya.
" Jo! Kamu urus semua masalah ini,minta Reynan untuk mendampingi pengacara yang kita turun kan.Aku harus segera pulang untuk bertemu menantu ku." ucap Pak Dirga melangkah keluar meninggalkan berkas perkara yang masih terbuka lebar.
Belum sempat Jo bertanya sesuatu tetapi pengacara handal ini sudah lenyap masuk ke dalam lift yang akan mengantarkan dia menuju parkiran mobil.
" Sebenar nya apa sih yang sudah terjadi? Kenapa Tuan Dirga tiba-tiba saja tidak profesional lagi?" batin Jo hanya berani berucap dalam hati.dia tidak akan berani berkata secara langsung kepada pemilik perusahaan tempat dia bekerja mencari nafkah.
Sedang kan Pak Ridwan yang juga tengah meeting dengan client besar nya tidak di sangka melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan oleh besan nya.pria paruh baya ini meminta Asisten nya untuk melanjutkan tugas nya.sementara dia langsung berangkat menuju rumah sakit di mana Naya di rawat saat ini.
Semua anggota keluarga menangis haru mendengar kabar bahagia ini,tapi mereka juga merasa kasihan melihat kondisi Naya yang sangat drop.Naya terpaksa di rawat di rumah sakit karena sejak tadi tidak berhenti muntah-muntah tanpa mengeluarkan apa-apa.
Tio sama sekali tidak boleh bergerak dari ranjang karena Naya yang terlalu betah menghirup aroma tubuh nya.Tio juga tidak di berikan izin untuk mandi.sedangkan di bagian dada sengaja di buka agar Naya lebih mudah menempelkan wajah nya.kedua orang tua nya tidak bisa melakukan apa-apa lagi, meskipun memiliki uang dan kuasa yang lebih.tetapi untuk urusan yang satu ini mereka mengangkat tangan tidak bisa memberikan pertolongan ajaib selain doa.
"Aku sangat yakin anak kita nanti akan mirip seperti Aku,karena Ibu nya selalu ingin menempel sama Ayah nya." tutur Tio menggoda Naya yang masih betah mengendus bau keringat yang bercampur dengan parfum mahal nya.
" Ya nggak papa dong sayang,yang penting jangan sampai mirip dengan tetangga kita.nenek dan kakek nya bisa curiga besar." balas Naya tersenyum manis.meskipun sudah di berikan obat pereda mual tetapi Naya tetap saja muntah jika Tio tidak berada di samping nya.
" Tidur lah,Aku akan menemani Kamu sampai Kamu terlelap." ucap Tio mengelus pucuk kepala Naya sembari membacakan doa.
" Memang nya Kamu mau pergi kemana setelah Aku tertidur nanti?" tanya menengadah kan kepala nya.
" Aku akan duduk di sofa sana, kasihan Kamu yang tidak bisa bebas bergerak jika Aku masih tetap berada di sini." Tio melirik kearah sofa di mana kedua orang tua mereka juga sedang menatap ke arah ranjang yang mereka tempati.
" Ada apa Nak? Apa Naya butuh sesuatu?" tanya Mama Meri berdiri menghampiri mereka dan di ikuti oleh ketiga anggota keluarga lain nya.
"Nggak Ma,Aku hanya sedang menemani Naya supaya bisa tertidur." jawab Tio menjelaskan.
" Tapi Aku nggak mau ya Kamu tinggalin.di sini aja." rengek Naya begitu manja nya.bahkan dia tidak merasa malu atau risih memeluk dan mencium tubuh suami nya di hadapan kedua orang tua nya.
" Sayang! Jangan seperti itu,suami mu butuh waktu untuk istirahat juga dan membersihkan diri nya." Mama Meri memberikan sedikit pengertian agar Naya mau menurunkan sedikit ego nya yang terlalu tinggi.
" Tapi Ma! Naya mual kalau suami Naya nggak ada di samping Naya.mulut Naya terasa sangat pahit sekali saat mengeluarkan nya." Naya berbicara dengan air mata yang sudah membasahi kedua pipi nya.
Pak Ridwan,Pak Dirga,Mama Meri ,Mama Sari dan Tio saling melirik tidak bisa berbuat apa-apa dengan sikap aneh Naya hari ini.
__ADS_1
" Jangan menangis sayang, Aku tidak akan pergi kemana-mana,Aku akan menemani Kamu sampai kapan pun.kalau Kamu bersedih seperti ini nanti anak kita juga ikut merasakan nya.ibu hamil harus happy dan tidak boleh terlalu banyak beban pikiran." Tio mengelap air mata sang istri dan memberikan ciuman sayang nya di pipi dan juga kening Naya.
Sang wanita yang terkulai lemas mengangguk kan kepala nya tanda mengerti.
" Maafkan Naya yang terlalu melow ini Ma,Naya juga nggak tahu kenapa bisa seperti ini." kata Naya dengan wajah sendu nya.
Hormon kehamilan yang pertama ini benar-benar membuat Mood Naya kacau.senggol dikit saja langsung bacok.
Kedua pasangan paruh baya yang sudah memiliki pengalaman tersenyum menanggapi ucapan sang putri kesayangan.mereka sudah tahu dan sama sekali tidak mempermasalahkan hal ini.
" Tidak apa-apa sayang,wanita hamil itu sangat sensitif sekali.bukan hanya Kamu saja, tetapi Mama dan Mama Sari juga pernah mengalami nya.jalani saja dan Mama yakin Kamu kuat menghadapi nya sampai waktu nya nanti." tutur Mama Meri dengan sangat lembut,dia sangat takut akan kembali membuat sang putri tersinggung dan berakhir dengan pertumbuhan air mata.
" Iya sayang,kalau Kamu butuh apa-apa dan ingin makan sesuatu jangan sungkan untuk meminta nya kepada kami,kami akan mengabulkan semua permintaan ibu hamil yang sangat cantik ini." Mama Sari mengecup pipi Naya karena merasa sangat bahagia sekali.keluarga Dirgantara sebentar lagi akan di karunia pewaris hebat tentunya dari putra tunggal nya.
4 tahun telah berlalu.....
Sepasang anak kembar yang berumur 2 tahun sedang bermain dengan anak kecil yang masih belajar berjalan.di samping mereka bertiga ada tiga orang baby sitter yang ikut menjaga dan mengawasi pergerakan mereka.
Tio dan Naya sengaja mempekerjakan 3 Baby sitter untuk membantu dia menjaga ketiga buah hati nya yang sedang aktif dan sangat pintar sekali.
Sedangkan untuk si kecil di beri nama Noah Prasetio Dirgantara.karena sesuai kesepakatan jika anak mereka berjenis kelamin perempuan maka akan memakai nama Hermansyah,dan jika terlahir dengan jenis kelamin lelaki maka akan memakai nama Dirgantara di belakang nya.
Saat ini Naya kebetulan sedang hamil anak ke empat.kandungan Naya yang sedang memasuki trimester kedua membuat Tio selalu was-was dan sangat menjaga istri nya dengan sangat keras.
Mereka berdua sengaja memilih mempunyai banyak anak karena tidak ingin kesepian di hari tua.apalagi kehidupan sehari-hari mereka membuat mereka sadar bahwa menjadi anak tunggal sangat lah tidak mengasyikkan.
" Semua anak-anak kita sangat mirip sekali dengan Kamu sayang,Aku hanya di izinkan sebagai pencetak saja." tutur Tio merasa iri saat semua wajah anak nya lebih condong ke arah Naya.Tio mengelus lembut perut Naya yang sudah mulai nampak berharap si bayi mungil ini kelak akan mewarisi ketampanan wajah nya.
" Hahahaha... Seperti nya dulu Kamu sangat mencintai Aku,maka nya semua anak-anak kita wajah nya sangat mirip dengan Aku." jawab Naya duduk santai di sebuah kursi yang ada di taman belakang rumah.
Tio tersenyum membenarkan ucapan istri nya.
" Bukan hanya dulu sayang, sampai sekarang pun rasa cinta ku tidak pernah berubah sedikit pun untuk mu.Aku sangat mencintai Kamu dulu, sekarang dan selamanya." Tio merangkul mesra bahu Naya dan tidak lupa mengecup kening wanita yang sudah rela berjuang melahirkan buah cinta yang begitu menggemaskan.
Naya menangis terharu merasa sangat bahagia sekali.
__ADS_1
Keyla , Keynan dan Noah berlari menghampiri mereka karena ingin ikut berpelukan layak nya film anak-anak yang pernah mereka tonton kemarin lusa.
" Mama.... Papa....Kita Juda au itut..." celetuk Keyla sambil memegang tangan Noah yang belum terlalu lancar dalam berjalan.
" Boleh,kemari lah nak.kita berpelukan bersama." Tio merentangkan kedua tangan nya menyambut kedatangan putra dan putri nya.
" Kalian adalah harta yang paling berharga yang Papa miliki.berjanji lah akan selalu seperti ini jika kalian sudah dewasa dan sudah mengenal kata cinta." ucap Tio saat melihat anak nya terlalu cepat besar.padahal baru kemarin pagi rasa nya dia menggendong dan mengadzani mereka saat mereka lahir kedunia.tetapi saat ini mereka sudah bisa berjalan dan berlari ke sana kemari sesuka hati mereka.
" Janji..." jawab mereka meskipun belum memahami apa yang sedang di bahas oleh kedua orang tua nya...
Hahahaha...
Tio dan Naya tertawa lepas melihat kelucuan mereka bertiga.
" Kelak kalau sudah dewasa jangan menolak ya jika Mama minta peluk dan ingin mencium kalian.Mama rasa nya tidak rela jika kalian cepat tumbuh besar dan mengenal dunia luar." kali ini Naya yang mengungkapkan kegundahan hati nya.entah kenapa dia lebih suka melihat anak-anak nya tetap sebesar ini dan selalu memanggil dia dengan suara cadel.
Naya dan Tio memeluk ketiga anak nya yang begitu berharga.rasa nya waktu begitu cepat berlalu sampai mereka tidak menyadari bahwa sebentar lagi keluarga mereka akan kembali kedatangan anggota keluarga baru.
Walaupun sudah memiliki tiga anak tetapi tubuh Naya masih sama seperti anak SMA.dan sama sekali tidak mengalami perubahan signifikan.
" De..Dek..." ucap Keynan menempel kan telinga di Perut Naya sama persis seperti yang di lakukan oleh Papa nya.
" Iya sayang,di perut Mama ada Dedek.Abang harus menjaga adek- adek nya kalau sudah besar nanti ya.Abang harus jadi pemimpin untuk mereka saat Mama sama Papa sedang tidak bersama dengan kalian." ujar Naya menjelaskan.
" Oke." balas Keynan mengacungkan jempol nya.
Hahahaha....
Gelak dan tawa memenuhi suasana pagi yang begitu cerah ini.
TAMAT
Mampir di novel saya yang baru ya."YOLANDA"
sebuah kisah tentang anak kuliah yang terjebak pernikahan.
__ADS_1