
Setelah membersihkan seluruh badan nya menggunakan sabun dan peralatan mandi yang ada di kamar hotel ini.Clara segera keluar dari dalam kamar yang mereka tempati dengan membawa seluruh hasil jerih payahnya pagi hingga menjelang sore.
" Sebaiknya Aku langsung ke mall saja untuk mencari ponsel dan shopping kebutuhan ku yang lain nya." batin Clara lalu turun dengan tergesa-gesa sambil memakai masker sebagai penutup wajah nya.
" Aku tidak sabar lagi ingin memamerkan hasil kerja keras ku kepada semua orang! Eh....Tapi ngomong -ngomong Santi kemana ya?" Clara yang sedang tidak bisa menghubungi sahabat nya hanya bisa menghela nafas berat ketika mengingat mereka sudah berpisah hotel Sejak pagi hari tadi.
Clara turun dari taksi yang dia tumpangi setelah selesai membayar ongkos nya.
Gadis remaja ini langsung mencari toko ponsel terbesar yang ada di dalam mall.
Setelah mendapatkan ponsel sesuai dengan keinginan nya.Clara lalu mencoba menghubungi nomer yang di titipkan oleh hot Daddy nya tadi di dalam kamar.
" Halo Daddy." sapa Clara begitu centil.
" Hai sayang,apa yang sedang Kamu lakukan? Seperti nya Kamu sedang bahagia sekali?" Butef yang sudah selesai dengan pekerjaan nya bergegas menerima telepon meskipun nomer ini tidak tersimpan di dalam ponsel nya.
" Ini nomer baru Kamu ya sayang?" imbuh nya sambil meluruskan kedua kaki panjang nya di atas meja kerja.
"Iya Daddy,Aku baru saja selesai membeli ponsel baru, sekarang juga masih berada di mall." jawab Clara jujur.kaki nya terus melangkah masuk ke dalam sebuah toko pakaian yang pernah dia datangi dulu bersama sang Ibu.kali ini Clara akan menuntaskan hasrat belanja nya menggunakan uang pemberian Hot Daddy kesayangan nya.
" Baiklah,nanti setelah Kamu selesai berbelanja,jangan lupa kembali datang ke hotel tadi ya,Aku masih begitu menginginkan dirimu sayang! Tubuh seksi mu selalu membuat kepala ku pusing tidak menentu." ucap Butef yang memang sudah terbuai dengan service yang di berikan oleh Clara.
" Mmm...Apa harus malam ini juga Daddy? Tubuh ku masih sakit-sakit semua nya." ujar Clara sedikit memelankan suaranya karena ada banyak orang yang berada di sekitar dirinya.
" Aku mau nya malam ini sayang, datang ya, Pliss! Aku janji akan membayar kamu 2 kali lipat dari uang yang Kamu terima tadi pagi."Butef melakukan negosiasi karena uang segitu tidak berarti apa-apa untuk diri nya yang merupakan pengusaha sukses dan terkenal kaya raya.
Mata Clara hampir saja melompat dari lubang nya ketika mendengar jumlah uang yang akan di berikan oleh Butef kepada nya malam nanti.
" 2 kali lipat? Uang yang tadi saja belum habis,di tambah lagi 2 kali lipat,Aku benar-benar kaya." batin Clara dengan bibir yang melengkung bulat.
" Baiklah Daddy.Aku bersedia." jawab Clara tanpa berpikir panjang.
" Oke sayang,Aku tunggu ya,nanti akan ada sopir yang menjemput mu di sana.kirimkan saja alamat nya ketika Kamu sudah selesai berbelanja." ucap Butef mulai bersiap-siap melanjutkan pekerjaan nya karena harus segera menemui sugar baby yang bisa memberikan dia kenikmatan lebih dari kedua istri nya yang sudah berumur dan tidak lagi memiliki badan sebagus Clara.
__ADS_1
" Terimakasih Daddy,Aku jadi tambah cinta deh sama Daddy."
" Sampai ketemu nanti ya Daddy sayang." Clara lalu mematikan sambungan telepon nya dan segera melanjutkan acara shopping nya yang tertunda.
Bayu mengendarai mobil nya dengan wajah kusut dan lemas.bagaimana tidak.niat hati ingin bermain dan melakukan hubungan terlarang secara tersembunyi ternyata malah ketahuan dan langsung mendapat kan surat putusan cerai dari pengadilan agama.
Selama ini Bayu berpikir bahwa semua nya akan baik-baik saja tanpa merasa curiga sedikitpun dengan sikap Naya dan juga kedua mertua nya yang super kaya raya.tetapi di balik diam nya mereka semua ternyata sudah menyiapkan kejutan besar untuk kehidupan nya.
" Sial! Aku tidak akan pernah menang jika melawan keluarga Hermansyah." batin Bayu sambil memukul setir mobil nya.
" Uang dari mana lagi untuk membayar pengacara dan menyogok aparat hukum itu, bisa-bisa Aku yang mereka jebloskan ke penjara karena tuduhan yang mereka buat-buat." imbuh nya lalu menepikan mobil setelah sampai di depan rumah sang Ibu.
" Rani?" gumam Bayu ketika melihat ada panggilan masuk yang datang dari nomer wanita simpanan nya.
Bayu memilih membiarkan saja ponsel nya berdering tanpa berniat untuk menjawab nya.saat ini kepala nya benar-benar sedang pusing dan tidak bisa di ajak kompromi lagi.
" Ada apa dengan wajah mu itu Bayu?" tanya Ibu Romlah berkacak pinggang.
" Surat perceraian?" teriak Ibu Romlah dengan mata yang membulat.
" Akhirnya Aku akan menjadi orang kaya! Harta gono-gini yang Bayu dapat kan pasti sangat banyak sekali." batin Ibu Romlah lalu berjalan cepat mengejar langkah kaki putra kebanggaan nya.
" Apa saja yang Kamu dapat kan dari perceraian ini Bayu?" tanya Ibu Romlah to the point dan tidak perduli lagi dengan wajah kusut Bayu.
" Apa maksud ucapan Ibu tadi?Aku sungguh tidak paham." jawab Bayu ketus.
" Jangan pura-pura bodoh Kamu itu! Harta gono-gini apa saja yang Kamu dapat kan dari wanita mandul itu?" Ibu Romlah terus menatap wajah Bayu menunggu jawaban yang akan memuaskan hati nya yang sedang kehilangan banyak uang.
" Tidak ada harta gono-gini Bu! Karena surat perceraian sudah keluar tanpa ada campur tangan Aku di dalam nya.lagian semua aset yang Naya miliki selama ini sudah atas nama dia semua nya." jawab Bayu lirih.
" Termasuk mobil dan juga rumah itu?" hardik Ibu Romlah mulai lemas dan melorot kan tubuh nya di atas lantai.lagi dan lagi dia menemukan kegagalan untuk menjadi orang kaya.padahal angan nya sudah terbang jauh meninggalkan dunia susah yang selalu menyelimuti hidup mereka sekeluarga.
" Hm." Bayu mengangguk kan kepala nya lalu membaringkan tubuh lelah nya di atas ranjang tempat tidur.
__ADS_1
" Keluar lah Bu! Aku mau istirahat sebentar." usir Bayu yang memang sudah merasa perih di kedua mata nya.
Ibu Romlah berdiri dari duduknya lalu keluar dengan mencak-mencak karena tidak terima dengan kenyataan yang ada di depan mata nya.
Sebelum melanjutkan tidur lelap nya,Bayu terlebih dahulu mematikan ponsel dan mengabaikan begitu saja perut nya yang sudah terasa perih.
" Makin bertingkah saja ya Kamu ya, Naya! Dasar perempuan mandul! Perempuan nggak berguna! Perempuan bodoh!" umpat Ibu Romlah penuh kekesalan kepada wanita yang sudah menjadi mantan menantu nya.
Sedang kan di dalam sebuah restoran ternama,Tio dan Naya sedang makan siang bersama dengan suasana ruangan yang begitu romantis.
" Bagaimana Nay? Suka nggak sama suasana seperti ini?" tanya Tio tersenyum hangat.
" Ini Kamu yang nyiapin semua nya?" tanya Naya menelisik setiap dekorasi yang ada di setiap sudut.
" Hm.." Tio mengangguk kan kepala nya dengan cepat.
" Khusus Aku siapkan untuk Kamu, wanita yang paling spesial dalam hidup ku." sambung Tio lalu perlahan menggenggam tangan Naya yang ada di atas meja.
Naya yang merasa kan sentuhan itu kembali berdebar dan tidak bisa lagi fokus dengan apa yang terjadi. wajah Naya sudah memerah menahan rasa malu sekaligus salah tingkah.
" Jangan bercanda Tio!" Ucap Naya menundukkan kepala nya.
" Hei!" Tio sengaja mengangkat dagu Naya agar bisa melihat wajah tampan yang dia miliki.
" Aku tidak sedang bercanda atau berdusta Nay,bukan kah kita sudah sepakat untuk saling membuka hati? Aku mau kita mulai serius detik ini juga." Tio menatap wajah ayu Naya dengan perasaan yang masih sama seperti dulu.
" Tapi..." sebenar nya ada sebuah keraguan di hati Naya ketika mengingat status nya yang begitu menohok.
" Aku tidak pernah memandang status atau masa lalu mu,Nay! Aku mencintaimu tanpa terkecuali." ucap Tio begitu lantang.
Naya menutup mulut tidak percaya dengan ucapan Tio,rasa nya masih terlalu sulit untuk meyakini kalau ada cinta sejati yang sedang menunggu nya.tetapi Naya tetap berusaha bangkit dan melangkah maju dari masa lalu yang begitu menyakitkan hati dan juga perasaan nya.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰
__ADS_1