
" Mel! Hari ini Aku ngga datang ke cafe ya." ucap Naya memberitahu.
" Iya Nay,apa Kamu lagi sakit?" tanya Melati yang sudah bersiap-siap untuk berangkat bekerja.
" Tidak Mel,Aku ada keperluan dengan Tio." jawab Naya singkat.
" Apa ada sesuatu yang sedang Kamu rahasia kan dari Aku, Nay?" tebak Melati yang sudah mengenal luar dalam diri Naya.
" Iiihh! Kamu ini, selalu saja berhasil menebak,apa Kamu punya kekuatan besar sehingga bisa menebak isi pikiran ku?" tanya Naya sedikit kesal karena selalu gagal menyimpan rahasia nya dari Melati.
" Kamu tidak akan pernah bisa membohongi ku Nay,dari nada suara mu saja Aku sudah bisa menebak.Aku tunggu penjelasan mu nanti."Melati tersenyum puas bisa mengerjai sahabat nya.
" Baiklah,nanti akan Aku jelaskan.hati-hati bawa mobil nya,nitip cafe ya." ucap Naya sebelum memutuskan sambungan telepon.
" Siap,semoga semua nya berjalan lancar ya Nay.Aku pamit dulu.Pak Edo tadi minta Aku berangkat pagi." pamit Melati setelah mendapatkan deheman setuju dari Naya.
Setelah menyiapkan semua keperluan dan memasukkan dompet beserta ponsel nya kedalam tas selempang.Naya bergegas keluar dari kamar dan turun menuju lantai bawah.
" Ma, Terimakasih ya!" Naya tiba-tiba saja datang memeluk tubuh sang Mama dengan mata yang berembun.sedangkan Pak Ridwan sudah tidak terlihat lagi.mungkin saja sudah berangkat ke kantor sebelum Naya turun.
" Mama selalu saja mensupport apapun yang Naya lakukan, meskipun sering gagal dan mengecewakan Mama sama Papa." ucap Naya menggenggam erat tangan sang Mama.
"Naya sangat merasa beruntung lahir dari keluarga yang begitu hangat ini."imbuh nya begitu dalam.
" Kamu bicara apa sih sayang? Kamu segala nya untuk Mama sama Papa,tidak perlu mengucapkan terima kasih,ini sudah menjadi tugas Mama sebagai seorang ibu." jawab Mama Meri membantu mengelap air mata Naya.
" Kamu putri kami satu-satunya.Kamu adalah permata hati di dalam rumah ini,kalau Kamu terluka otomatis Mama sama Papa juga ikut terluka.kebahagiaan Kamu prioritas utama kami sayang." imbuh Mama Meri mengeratkan genggaman tangan nya.
" Mama...." ucap Naya lirih dengan nada manja nya.wanita ini menghambur ke dalam pelukan sang Mama yang bahkan sampai terhuyung ke belakang karena tidak siap menahan bobot tubuh sang putri yang sudah lebih tinggi dari nya.
" Iya sayang, hati-hati! Kalau kita berdua terjatuh bagaimana?" goda Mama Meri yang tidak ingin membuat mata Naya bengkak karena terlalu banyak mengeluarkan air mata.tetapi kedua tangan Mama Meri tetap membalas pelukan Naya.
" Nanti jika Naya sudah resmi menikah dan harus tinggal di rumah suami Naya,Naya masih boleh bermanja-manja seperti ini dan memakan masakan Mama kan?" tanya Naya di sela sesenggukan nya,Naya cukup sadar sudah melakukan kesalahan-kesalahan di pernikahan yang terdahulu.dia tidak ingin lagi mengulangi kesalahan yang sama,fokus dengan suami dan mengabaikan kedua orang tua nya.intimidasi dari Bayu sang mantan suami membuat Naya rela mengorbankan kedua orang tua nya.
" Iya tentu masih boleh dong sayang, pintu rumah ini selalu terbuka lebar menanti kedatangan Kamu.justru Mama akan sangat bahagia sekali kalau Kamu sering-sering mengunjungi Mama.kapan pun Kamu datang,Mama akan selalu menyiapkan makanan lezat untuk Kamu." jawab Mama Meri menyadari kegundahan hati sang putri.
" Makasih Ma." Naya mendongak kan kepala tersenyum menatap wajah sang Mama yang selalu awet muda dengan perawatan termahal nya.
" Kamu harus lebih dewasa lagi ya sayang, berjanji lah untuk menceritakan semua kejadian yang Kamu alami nanti nya.jangan lagi menyimpan rahasia di antara kita.Mama akan terluka jika mengetahui nya dari mulut orang lain." Mama Meri mengelus kepala Naya yang masih bersandar di dada nya.
" Iya Ma." jawab Naya patuh.
Setelah selesai menyiapkan sarapan untuk kedua anak nya.Bu Romlah bergegas mengetuk pintu kamar Clara dan terdengar suara Clara yang meminta dia untuk masuk ke dalam kamar nya.Bu Romlah lalu masuk ke dalam kamar dan mendapati sang putri sudah berdandan cantik dengan baju ketat yang melekat di tubuh seksi nya.
" Kamu mau pergi kemana pagi-pagi begini Clara?Ini masih sangat pagi, tetapi Kamu sudah berdandan rapi seperti ini." tanya Bu Romlah mengernyit kan dahi.
" Aku rencananya mau menemani Lelaki kesayangan ku sarapan di hotel mewah Bu!Hari ini dia sudah janji untuk membeli kan Aku mobil keluaran terbaru. jadi Aku harus bisa mengambil hati nya dan membuat dia senang." jawab Clara cepat dan tangan nya sibuk memoleskan make up di seluruh wajah nya.
" Ya ampun,Clara! Kalau tahu begini Ibu tidak perlu repot-repot masak yang banyak.sedangkan Mas mu masih betah tidur di kamar nya." Bu Romlah merutuki banyak makanan enak yang sudah dia siap kan di atas meja makan.walaupun Bayu pengangguran tetapi kehidupan keluarga Bu Romlah tetap terjamin makmur dan mewah dengan makanan enak setiap hari nya akibat sogokan dana panas dari hasil kerja keras Clara.
Bayu tidak merasa curiga sama sekali karena Bu Romlah begitu pandai memberikan alasan yang cukup masuk di kepala nya.
" Nanti makanan nya juga habis sama Mas Bayu ,Bu! Jangan khawatir begitu." sergah Clara yang lebih tertarik bertemu Daddy kesayangan nya dari pada menghabiskan waktu dengan keluarga nya.
" Bagaimana penampilan ku pagi ini Bu? Sudah cantik belum?" tanya Clara mematut diri di depan cermin.
__ADS_1
" Anak Ibu selalu cantik,tidak ada yang bisa menandingi kecantikan yang Kamu miliki, semoga berhasil dan jangan lupa bawa mobil mewah pulang ke rumah kita." Bu Romlah bukan nya mencegah tetapi malah membuat sang putri bersemangat menjalankan rencana terselubung nya.
" Bikin pria kaya itu takluk dan mengemis cinta mu.suruh dia meninggal kan istri nya dan segera minta dia untuk meresmikan hubungan kalian." imbuh Bu Romlah di telinga Clara yang sudah bersiap-siap untuk pergi.
" Baik Bu! Serah kan saja semua nya kepada Aku.sebentar lagi kita akan pindah dari rumah buruk ini dan tinggal di rumah yang lebih mewah." jawab Clara angkuh.
Clara sudah bisa menebak alasan di balik Butef mengajak dia untuk sarapan di hotel, setelah menghabiskan sarapannya pasti Butef akan langsung mengajak dia cek- in di kamar mewah dengan sewa yang sangat mahal.
Setelah mobil jemputan nya datang,Clara bergegas masuk ke dalam mobil mewah ini dan duduk dengan nyaman menikmati suasana nyaman ini.
Bu Romlah yang mengintip dari balik jendela berdecak kagum melihat Kilauan mobil yang berhenti tepat di depan rumah nya.
" Sebentar lagi Aku akan menjadi orang kaya,tidak ada satu pun orang di kampung ini yang bisa menandingi kekayaan yang kami miliki." ucap Bu Romlah tersenyum licik.
Mobil mewah yang di kendarai oleh anak buah Butef melaju dengan pesat.dalam waktu 10 menit mereka sudah sampai di depan hotel yang menjulang tinggi.
" *Ternyata si Daddy kesayangan ku ini selalu bisa mencari hotel mewah sebagai tempat bermain,pokok nya Aku harus menagih Janji nya kemarin*." batin Clara merapikan penampilan nya sebelum turun dari mobil.
Saat tiba di lobby hotel.Clara lalu di tuntun masuk ke dalam sebuah kamar yang sudah di pesan oleh Butef.sedangkan pria tua itu sudah menunggu di dalam kamar bersandar di sandaran ranjang dalam keadaan naked.
Ceklek
Clara masuk ke dalam kamar ini dengan di bantu kartu akses milik anak buah Butef.
Pria tua ini menyambut Clara dengan tersenyum sumringah.Clara bisa melihat sendiri ada banyak makanan yang sudah di siapkan di ujung kamar ini.
" Kamu tidak keberatan kan kita main dulu sayang, tubuh ku sudah begitu merindukan semau nya.sejak tadi malam Aku tidak bisa tidur karena wajah dan tubuh seksi mu selalu saja menghantui tidur nyenyak ku." ucap Butef langsung menyesap buas bibir dan bukit kenyal yang sudah kendor milik Clara.
" Daddy...Aaa." Clara mengerang saat tangan Butef dengan sengaja memelintir benda kecil yang sudah menegang.
Melihat Butef yang semakin terbakar gairah,Clara lalu mengeluarkan service terbaik nya agar bisa membujuk setelah percintaan terlarang ini.
Butef yang sudah tidak tahan lagi akhirnya mengangkat tubuh mungil Clara ke atas pangkuan nya dan membuka secara paksa pakaian seksi yang masih dia pakai.
Clara tersenyum menggoda dan membiarkan Butef melakukan apapun yang dia inginkan,Clara dengan sengaja memainkan tangan nya di dada Butef yang di tumbuhi bulu halus sehingga membuat lelaki tua ini merem melek menahan hasrat nya.
" Kamu nakal sekali sayang." bisik Butef kembali menyesap habis bibir Clara dan meninggalkan banyak jejak di sekujur tubuh putih nya.
Di saat kedua nya sama-sama dalam keadaan melayang dan ingin meminta lebih, kedua insan ini di kejutkan oleh kedatangan petugas hotel beserta 10 orang pria berbadan kekar,Butef yang sudah tidak bisa lagi mengontrol diri nya memilih menuntaskan permainan tanpa memperdulikan kedatangan tamu tidak di undang ini.
" Mas!Aaaa...Ada orang yang datang." ucap Clara di sela erangan panjang nya.
" Biarkan saja sayang,mereka anak buah ku." acuh Butef kembali melahap habis benda favorit yang juga ikut bergoyang.
" Tapi Mas...Aaaa....Aaaa..." Dua orang wanita yang sudah berumur merasa jijik mendengar suara laknat itu.mereka berdua menerobos masuk setelah berusaha bersabar menghadapi kelakuan suami yang sangat mata keranjang.
" Butef!" teriak kedua wanita ini.
Butef yang hampir saja mencapai klimaksnya terpaksa menghentikan aksi nya ketika mendengar suara yang begitu sangat di kenal.
Semua pria berbadan kekar ini sudah berhasil melumpuhkan 3 orang anak buah Butef yang berjaga di pintu depan.
Butef dan Clara bergegas menarik selimut untuk menutupi tubuh polos yang sempat mereka lihat tadi.
" Ada apa ini? Kenapa kalian berdua ada di sini?" tanya Butef dengan wajah kesal.kepala nya mendadak pusing karena tidak bisa melampiaskan nafsunya.
__ADS_1
" Kamu masih nanya kenapa kami ada di sini? Kurang ajar Kamu Mas! Kamu rela berkorban untuk wanita ini sampai meninggal kan pesta ulang tahun anak mu sendiri.dasar bajingan serakah." umpat Nita yang merupakan istri kedua dari Butef, sedang kan di samping Nita ada Mayang yang melipat tangan menatap tajam wajah sang suami dan calon madu ketiga nya secara bergantian.
" Benar-benar murahan! Aku akan menuntut kalian dengan pasal perselingkuhan dan perzinahan.bukti ini akan memberatkan kalian berdua.Aku yakin perusahaan mu akan langsung collabs dan kalian berdua akan membusuk di dalam penjara." ancam Mayang menunjuk ponsel yang berisi rekaman percintaan singkat mereka berdua.selama ini Mayang dan Nita sudah cukup sabar dan menunggu kata janji berubah dari Butef,namun nyata nya pria tua ini sama sekali tidak tahu diri dan selalu mengulang kesalahan yang sama .
" Aku akan meminta Papa menarik semua saham nya dari perusahaan mu itu." sahut Mayang lagi yang benar-benar merasa kecewa.
Wajah Butef mendadak pucat pasi mendengar ancaman dari istri pertama nya dan tanpa sengaja mendorong kasar tubuh Clara sampai ke ujung ranjang dan membuat tubuh polos nya terpampang nyata.perusahaan Butef bisa bertahan dan berkembang pesat akibat bantuan dari ayah mertua nya.meskipun Butef sudah sering menyakiti sang istri tetapi kedua mertua nya masih saja berbuat baik karena memang Mayang tidak pernah mengadu yang macam-macam kepada kedua orang tua nya.Mayang yang mandul memilih pasrah melihat Butef menikah dengan Nita.wanita paruh baya ini tidak bisa mencegahnya karena cukup sadar atas kekurangan dirinya.tapi kali ini Mayang tidak bisa lagi tinggal diam atas perbuatan suami nya.rahang Mayang mengeras mengingat wajah Butef yang merem melek menikmati penyatuan tubuh dengan selingkuhannya.
" Ja-ngan sayang.Aku mohon maafkan Aku." Butef berdiri lalu memakai asal celana pendek tanpa merasa malu atau sungkan sedikit pun.Clara yang menahan rasa kesal sekaligus malu menyambar cepat selimut yang di tinggalkan oleh Butef dan melilit kan di tubuh penuh stempel cinta.
" Siapa mereka Daddy?" tanya Clara tanpa basa-basi.
" Diam Kamu!" bentak Butef kacau.Clara yang kaget mendapatkan bentakan keras itu mendadak tremor dan semakin mengeratkan genggaman tangan nya di selimut tebal.
" Mampus Aku! Apa kedua wanita ini istri dari pria tua itu?" batin Clara mulai meraba-raba mencari pakaian dalam dan pakaian lain nya yang sudah di buang asal oleh Butef.
" Siaalll! Dimana pakaian ku semua nya,kenapa susah sekali mencari nya." Imbuh Clara dengan mata memicing mencari tanda-tanda keberadaan pakaian seksi nya.
" Sini biar Aku yang jawab pertanyaan Kamu tadi,kami berdua adalah istri dari pria yang sudah berkencan dengan Kamu.dia sudah memiliki dua istri kenapa Kamu masih mau melayani nya,berapa bayaran yang sudah Kamu terima dari service gila mu ini." Nita maju lalu menarik kencang rambut hitam Clara sehingga membuat Clara mengaduh kesakitan hebat.dia tidak bisa lagi melawan karena kedua tangan nya sudah di tahan oleh pria bertubuh besar.
" Awww.... Daddy! Tolong Aku!" pinta Clara namun di cuekin saja oleh Butef yang tengah sibuk melobi istri pertama nya.
" Lelaki buaya darat itu tidak akan berani membela Kamu! Karena satu langkah saja dia maju ke depan,semua harta nya jatuh ke tangan kami berdua.asal Kamu tahu saja! Semua aset berharga milik dia atas nama kami berdua.dan Kamu tidak akan bisa lagi menggerogoti nya, termasuk mobil mewah impian mu itu." hardik Nita yang memang sudah mengetahui tentang rencana suami nya membeli kan ****** ini mobil.
" Gawat! Bagaimana dia bisa tahu?" ucap Clara dalam hati.namun setetes air mata menetes Karena tidak kuat lagi menahan rasa sakit di sekujur kepalanya.
" Lepaskan tangan mu wanita aneh! Aku bisa melaporkan kalian tentang penganiayaan ini." sahut Clara mulai menemukan ide.
" Silahkan laporkan saja, tetapi laporan kami lah yang akan di proses terlebih dahulu,dan akan Aku pasti kan Ibu dan kakak brengsek mu itu akan di usir dari rumah jelek kalian detik ini juga." jawab Nita tersenyum puas setelah berhasil melampiaskan rasa sakit hati nya.
" Cepat pakai pakaian mu Mas,kita bicarakan semua nya di rumah.Nita ayo kita pulang,biarkan ****** itu di urus sama mereka." ajak Mayang yang sudah lelah melihat drama berkepanjangan ini dan segera mengajak madu nya keluar meninggalkan kamar yang penuh dengan bau keringat sang suami dengan selingkuhannya.Nita mengangguk dan sebelum itu dia menghadiahi dua buah tamparan keras di pipi Mulus Clara dan terakhir menarik kencang rambut yang sudah acak-acakan.
Plakk....
Plakk...
" Awww.." Clara kembali meringis namun tidak ada satu pun yang mau menolong dia.
" Awas Kamu! Akan Aku balas semua ini." Batin Clara masih belum merasa jera atas apa yang menimpa nya malam ini.
Sedang kan Butef, bagaikan kerbau yang di colok hidung nya.Pria tua ini langsung membalikkan badannya dan memakai kembali baju yang berserakan di atas lantai kamar hotel.
" Beri dia pelajaran sampai dia tidak bisa lagi melupakan nya seumur hidup." ucap Nita
kepada anak buah yang sudah standby di samping Clara.
" A...Pa maksud kalian? Aku mau pulang saja." tolak Clara masih berani melawan padahal tubuh nya tidak bisa berkata-kata lagi.
Nita tersenyum sinis dan kembali mendekat ke arah Clara.
" Jangan khawatir! Mereka semua akan mengajari Kamu bagaimana cara nya menjadi ****** yang sesungguhnya ." bisik Nita yang mampu membuat bulu kuduk Clara berdiri.
" Bawa kadal buntung ini." titah Mayang kepada salah satu anak buah nya.
Mayang dan Nita keluar dengan kembali memakai masker yang ada di tangan mereka, sedang kan Butef berjalan terlebih dahulu menundukkan kepala dengan di dampingi salah satu bodyguard.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰😍