
Pagi ini Clara merasa sangat senang sekali karena pertemuan pertama nya dengan pria tua itu berjalan sangat lancar dan menghasilkan banyak uang dalam sekejap mata.tidak di pungkiri lagi dompet dan ATM Clara akan bertambah tebal.walaupun harus mengorbankan harta yang paling berharga dalam hidup nya,malam tadi Clara kembali melayani Daddy Kesayangan nya sampai larut pagi.seperti biasa di saat Clara baru terbangun dari tidur nya yang sangat nyenyak, Butef sudah pergi meninggalkan dia dengan meninggalkan sebuah cek yang memiliki nominal yang cukup menggiurkan.
" Nggak sia-sia kerja keras Aku satu hari ini,lebih baik Aku tidak usah masuk sekolah lagi, bosan kalau harus belajar dan belajar setiap hari nya.Aku bisa kaya tanpa harus sekolah." ucap Clara sambil menyandarkan tubuh yang masih polos di sandaran ranjang.
Clara tersenyum puas mengingat uang yang dia miliki saat ini tidak terhitung lagi jumlah nya.apalagi lelaki yang menjadi teman tidur nya itu juga menunjukkan rasa ketertarikan yang teramat besar kepada diri nya.
" Bulan besok Aku bakal di ajak ke eropa sama Daddy tua itu! Rasa nya Aku sudah tidak sabar lagi menunggu hari itu datang." gumam Clara masih mengingat jelas ucapan Butef yang mengajak Clara menemani dia melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri.
" Akan Aku singkirkan istri sah nya meskipun dengan resiko yang sangat besar." imbuh nya lalu berdiri secara perlahan karena bagian bawah nya masih terasa sangat perih sekali.
Butef sengaja pergi meninggalkan Clara di saat hari masih pagi,pria tua bangka itu tidak ingin ketahuan oleh keluarga istri nya yang suka mengikuti kemana pun dia pergi.
" Joe! Langsung ke apartemen Saya aja." perintah Butef di saat mereka berada di pertengahan jalan.
" Baik Bos." jawab Joe yang merupakan sopir sekaligus bodyguard untuk nya.
Butef tidak berhenti melukis kan senyuman di wajah keriput nya ketika mengingat baru kali ini dia mendapat kan wanita sewaan yang masih tersegel rapi dan dia adalah orang pertama yang merenggut mahkota itu.
" Tubuh nya selalu membuat Aku kepanasan.celana ku bahkan sampai basah hanya karena mengingat goyangan nya yang begitu erotis." batin Butef tersenyum devil.
Di saat Butef tengah membayangkan gaya yang baru di praktekkan nya tadi malam.ponsel yang berada di saku jas nya tiba-tiba saja berdering.
" Terimakasih ya Daddy sayang atas uang nya.Aku sungguh sangat menyukai Daddy yang begitu tampan dan juga baik hati.Aku akan selalu merindukan Daddy." pesan ini ternyata di kirim oleh Clara dengan emoticon love nya.
" Tidak perlu berterima kasih seperti itu Sayang,Aku dengan senang hati memberi kan semua nya untuk Kamu yang cantik.nanti malam kita ketemu lagi ya sayang." Butef nampak sangat bersemangat membalas pesan dari Clara yang lebih cocok menjadi anak nya.
Clara keluar dari kamar hotel nya dengan menenteng sendiri sejumlah tas belanjaan yang dia beli dari hasil menggadaikan keperawanan nya.
Clara pulang ke rumah nya dengan menumpangi taksi online.Clara menenteng semua barang belanjaannya dengan bersenandung ria.suasana hati nya pagi ini benar -benar sangat baik sekali.dia membuka pintu dan mendapati sang ibu sedang menatap layar ponsel yang masih menyala.
" Cih...Ibu ini kalau sudah melihat gosip di grup rempong nya pasti serius sekali.sampai-sampai tidak menyadari kalau ada orang yang masuk ke dalam rumah." ucap Clara meletakkan asal semua barang belanjaannya lalu sengaja menaikkan kedua kaki nya yang terasa sangat pegal sekali ke atas meja.deretan paper bag belanjaan Clara membuat mata Ibu Romlah mendadak berubah menjadi warna hijau.
__ADS_1
Niat awal nya Ibu Romlah ingin marah dan mengomeli sang putri yang tidak pulang semalaman, langsung berubah haluan ketika Clara memberikan uang satu gepok kepada sang Ibu.
" Wooww.Kamu dapat duit sebanyak ini dari mana Clara...Dan ini semua belanjaan punya Kamu?" Ibu Romlah langsung berdiri dan melirik satu persatu isi dari paper bag yang berada di atas lantai.
" Ya kerja lah Bu! Aku sudah capek hidup miskin terus,mana ponsel ku hilang lagi,ya dari pada Aku hidup susah dan selalu menderita akhirnya Aku memutuskan untuk bekerja saja." jawab Clara tanpa merasa takut sama sekali.bahkan dia tidak perduli lagi jika ibu nya marah karena mengetahui tentang mahkota nya yang sudah hilang.
" Bekerja? Memang Kamu kerja apa sehingga menghasilkan uang sebanyak ini? Jangan bilang kalau Kamu...." tebak Ibu Romlah yang sengaja menggantungkan ucapan nya.
" Yap... Benar sekali,Aku semalam kencan dengan laki-laki kaya raya.dan Ibu tahu! Dia itu pengusaha kaya raya dan tidak segan-segan memberikan Aku uang dalam jumlah yang banyak." jawab Clara lalu membuka tas dan juga dompet nya.cek dan uang pemberian pria tua itu dia pamerkan di depan mata Ibu nya.
" Wah...Ini sangat banyak sekali,Kamu ternyata pintar juga mencari uang,tidak salah ibu membesar dan merawat tubuh dan kecantikan mu selama ini.Ibu sangat bangga sekali kepada Kamu." puji Ibu Romlah tanpa perduli lagi dengan harga diri putri nya.uang ternyata membuat ibu dan anak ini gelap mata dan menghalalkan segala cara.
" Iya dong Bu! Siapa dulu...Clara gitu loh." balas Clara percaya diri.
" Aku mau tidur dulu ya,jangan ganggu Aku sampai sore nanti." imbuh nya lalu masuk ke dalam demi mengistirahatkan tubuh nya yang terasa sangat lelah dan mengantuk sekali.
" Baiklah,bawa semua barang belanjaan mu ini,Ibu mau keluar membeli perhiasan." jawab Ibu Romlah lalu masuk ke dalam kamar demi menuntaskan rasa penasaran nya terhadap berlian yang di pamerkan oleh teman arisan nya di grup rempong.
Sepulang nya dari mengantar kan uang ganti rugi yang di minta oleh pihak korban,Rani yang hanya menyetir seorang diri tanpa di dampingi oleh Kekasihnya atau lelaki pujaan hati nya.meskipun ada rasa kecewa atas sikap Bayu yang cuek dan tidak perduli lagi dengan kondisi nya saat ini, tetapi Rani masih berusaha tegar dan menguatkan diri nya secara mandiri.beruntungnya Rani memiliki dua mobil sehingga dia tidak perlu lagi menunggu kepulangan Bayu untuk bepergian kemana pun yang dia mau.
Kening Rani semakin mengerut kala melihat suasana di dalam rumah ini sangat sepi sekali.dulu ada ratusan karyawan yang bekerja kepada dia dan juga mantan suami nya.tetapi akhir -akhir ini roti yang mereka produksi sudah tidak laku lagi di pasaran.
Rani mengedarkan pandangan nya dan melihat hanya ada dua orang yang sedang berdiri di samping mesin.dia adalah Ibu Suri dan juga suami nya.
" Kenapa sangat sepi sekali Bu?" tanya Rani dengan wajah pucat karena kurang tidur.
" Ya begitu lah Bu! Mereka semua memilih pergi mencari pekerjaan lain ketimbang menunggu yang tidak pasti." jawab Bu Suri apa ada nya.
" Apa hari ini ada pesanan yang masuk?" tanya Rani ragu-ragu.
Bu Suri dan suami nya dengan cepat menggeleng kan kepala.
__ADS_1
" Roti yang kita titip kan kemarin saja tidak ada yang laku satu pun Bu! Apalagi bahan - bahan sudah pada habis semua dan terbuang tanpa menghasilkan uang." Bu Suri menunjukkan jari nya ke rak yang berada di ujung yang berdiri dalam keadaan kosong.
Huft...
Rani menghela nafas berat nya.
" Sebaiknya Ibu sama Bapak pulang saja,usaha ini akan Saya tutup secara permanen,ini ada uang sebagai gaji kalian berdua." ucap Rani begitu berat mengambil keputusan pahit ini.
" Baiklah, terimakasih Bu." Bu Suri dan suami nya lalu pergi meninggalkan Rani yang sedang tertunduk lesu dengan rasa bersalah nya.
Karena merasa pusing dengan semua usaha nya yang sudah gulung tikar,Rani memutuskan untuk pulang kerumahnya agar bisa mengistirahatkan tubuh nya yang sudah lelah sekali.
Sedang kan di dalam gedung pencakar langit sana,Pak Ridwan sedang tertawa mendengar laporan yang di berikan oleh anak buah nya.
" Apa kalian sudah memastikan bahwa semua nya rapi tanpa meninggalkan jejak?" tanya Pak Ridwan merasa sangat puas.
" Sudah bos,Kami juga punya kabar terbaru dan sangat terbaik untuk Bos." Komo lalu menunjuk kan video Clara yang sedang berjalan terburu-buru masuk ke dalam kamar hotel.
" Bagus! Aku harus memastikan keluarga mereka hancur tanpa ada yang tersisa." jawab Pak Ridwan lalu mengeluarkan sebuah amplop sebagai upah dari kerja keras anak buah nya.
" Terimakasih Bos!"
" Iya, pasti kan masalah tanah yang kemarin itu segera masuk ke dalam ranah hukum.Aku tidak akan membiarkan bajingan itu hidup tenang bersama wanita simpanan nya." hardik Pak Ridwan yang bertekad menghancurkan hidup Bayu sampai kepada orang terdekat nya.
" Baik Bos, pemilik sah nya sudah kami interogasi dan bersedia bekerja sama dengan kita.mereka sangat berharap tanah itu bisa kembali lagi ke tangan mereka sebagai pemilik sah nya."
" Kerja yang bagus! Segera di eksekusi." titah Pak Ridwan tersenyum miring.
" Baik Bos,Saya pamit dulu."
Kini tinggal lah Pak Ridwan seorang diri berada di dalam ruangan kerja nya yang begitu luas.bayangan Naya menangis karena tersakiti oleh mantan suami nya begitu membekas sehingga menimbulkan dendam yang begitu kental pada diri Pak Ridwan.
__ADS_1
" Aku tidak akan pernah membiarkan kalian hidup tenang setelah menyakiti putri kesayangan ku.akan ada balasan setimpal yang harus kalian terima." ucap Pak Ridwan dalam hati nya.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰