Rumah Tanggaku Hancur Di Tangan Ibu Mertua

Rumah Tanggaku Hancur Di Tangan Ibu Mertua
Bab 64


__ADS_3

Naya terpaksa ikut bersama Tio menuju ke rumah nya, tepat jam 11 tadi Tio mengabari bahwa akan menjemput nya setengah jam lagi.Naya di buat kalang kabut karena ponsel Tio tidak bisa di hubungi lagi setelah terakhir kali menghubungi dirinya.


Naya duduk di samping Tio yang sedang mengemudi kan mobil nya, sedang kan tangan kiri Tio sengaja menggenggam jemari mulus Naya yang merasa resah.


" Melati pasti kerepotan mengurus cafe sendirian, apalagi di jam-jam rawan seperti ini." batin Naya dalam hati nya.


Tanpa terasa mobil yang di kemudi kan oleh Tio masuk ke dalam pekarangan rumah yang begitu luas.Naya yang sudah cukup familiar dengan bangunan mewah ini hanya menghela nafas pelan nya begitu mendengar suara mesin mobil telah berhenti.


" Ayo turun Nay." ajak Tio membantu membukakan pintu mobil.


" Hm.. Terimakasih." jawab Naya canggung.


Tio menggandeng tangan Naya masuk ke dalam rumah dan mengabaikan begitu saja suara Art yang menyapa diri nya.


" Maaf ya sayang! Tadi Tante yang menyuruh Tio membawa Kamu untuk ikut makan siang di sini." ucap Sari ketika melihat Naya sudah hadir di rumah nya.


" Iya Tante,nggak apa-apa kok." jawab Naya tersenyum manis.namun dalam hati nya ada rasa bersalah yang cukup besar karena tega meninggalkan Melati yang harus kerja keras membantu pegawai cafe.


" Ya sudah,mari kita mulai makan siang nya, anak nakal ini kata nya sebentar lagi ada meeting, padahal Tante sengaja masak dalam jumlah yang banyak untuk mempersatukan hubungan kalian." Sari berbicara dengan tersenyum tipis menatap bergantian wajah Naya dan Tio yang nampak biasa saja.


Tio hanya mengedikkan bahu nya lalu menyantap hidangan yang sudah tersaji di depan mata nya.


" Makan sayang." Sari tersenyum lalu mengulurkan piring kosong kehadapan Naya.


" Terimakasih Tante." Naya lalu mengambil nasi untuk diri nya sebelum Sari kembali melayani nya seperti anak kesayangan.


Mereka bertiga makan dengan suasana yang begitu ramai oleh celotehan Sari yang tiada habisnya.wanita paruh baya ini terus membuka tabir kesedihan sang putra ketika di tinggal menikah oleh Naya.namun gurat kesedihan itu sudah sirna ketika Naya kembali hadir di dalam kehidupan nya. saat ini hampir setiap menit wajah Tio selalu melukis senyum yang begitu manis.


" Tante,maaf Naya harus segera kembali ke Cafe,ada pekerjaan yang harus Naya selesai kan." pamit Naya setelah satu jam lebih mengobrol dengan Sari, sedang kan Tio nampak sibuk dengan ponsel yang berada di tangan nya, seperti nya lelaki itu sedang sibuk mengurus pekerjaan nya melalui ponsel.


" Tio! Juga harus segera berangkat Ma,20 menit lagi Tio ada meeting dengan rekan bisnis Tio." sahut Tio tanpa mengalihkan pandangan mata nya dari ponsel yang sedang menyala.


" Baiklah,lain kali kita harus mengulang kembali momen bahagia ini,Mama nggak mau tahu tentang kesibukan kalian berdua." Sari akhir nya mengalah ketika menyadari Naya dan Tio sama-sama sedang sibuk dengan urusan pekerjaan.


Naya lalu mencium punggung tangan Sari dan di ikuti oleh Tio yang berjalan di belakang nya setelah menyimpan ponsel ke dalam saku celana kantor yang dia pakai.


" Jangan ngebut bawa mobil nya,antarkan calon menantu Mama dengan selamat." titah Sari kepada putra semata wayangnya.

__ADS_1


" Tanpa Mama minta pun Aku akan menjaga Naya sekuat tenaga ku,dan satu lagi! Mama tidak perlu lagi bersusah payah mempersatukan kami, karena tanpa bantuan dari Mama pun kami sudah dekat dan sudah sah menjadi pasangan kekasih." Tio lalu menggandeng tangan Naya lalu membuka pintu mobil secara khusus dan memastikan wanita nya masuk dan duduk dengan nyaman.


" Baiklah,Mama tunggu kabar baik secepatnya." teriak Sari mengompori.


Tio hanya menjawab dengan acungan jempol lalu masuk ke dalam mobil dan mulai menghidupkan mesin meninggalkan pekarangan rumah nya.


" Tio!" seseorang yang baru saja keluar Cafe milik Naya terdengar memanggil nama Tio yang sedang membantu Naya membukakan pintu.


Tio memalingkan wajah nya lalu membalas sapaan itu dengan wajah datar tanpa ekspresi.


Naya yang sama sekali tidak mengenali wajah pria itu hanya diam tanpa berani berkata apa-apa.


" Wah! Jadi ini pacar nya." ledek pria yang seumuran dengan Tio.


" Iya, lebih tepatnya calon istri, karena sebentar lagi kami akan menikah." jawab Tio lalu menggenggam tangan Naya seolah menjelaskan bahwa wanita yang berada di samping nya saat ini adalah milik dia seutuhnya.


Naya mendongak kan kepala nya menatap wajah serius Tio yang lebih tinggi 20 centi dari diri nya.


" Cantik! Pantesan aja Kamu selalu nolak Nia dan wanita lain nya yang berusaha mendekati mu selama ini." ucap pria itu yang tidak lain adalah teman Tio yang baru dekat beberapa tahun terakhir ini.


" Hati ku sudah sepenuhnya untuk dia.dan Aku harap jaga mata mu itu,jangan terlalu lama menatap calon istri ku,jika ingin tetap hidup normal." ancam Tio lalu meminta Naya masuk dan tidak lupa mengecup kening Naya.


Naya hanya mengangguk lalu berjalan masuk tanpa menoleh ke arah belakang lagi.


" Kamu ngapain di sini?" tanya Tio penuh selidik.


" Baru siap meeting sama client, sekarang mau kembali ke kantor lagi." jawab Pram lugas yang sudah mengetahui bagaimana sifat Tio sebenarnya.


" Baguslah! Ayo kita cabut, sebentar lagi Aku juga ada meeting ." Tio bisa bernafas lega karena Pram pun akan segera pergi dari Cafe milik Naya,Tio tidak akan membiarkan buaya darat ini mencoba mendekati Naya yang notabene adalah milik dirinya.


" Memang nya siapa nama kekasih mu tadi bro? Seperti nya Aku sering melihat dia di dalam cafe ini?" tanya Pram merasa penasaran,wajah ayu milik Naya cukup membuat Pram terhipnotis dan sangat penasaran ingin mendekati Naya.


" Jangan banyak tanya,dia calon istri ku,awas saja kalau sampai berani mendekati dan menggoda dia,Aku pasti kan hari itu juga perusahaan mu akan langsung bangkrut tanpa tersisa lagi." ancam Tio terdengar begitu serius.


" Santai bro! Aku hanya ingin tahu nama nya saja,jika tidak boleh pun tidak masalah,Aku bukan tipe pebinor." jawab Pram gemetaran mendengar ancaman Tio yang selalu serius dan tidak pernah main-main dengan ucapan nya.


" Sana Pulang." usir Tio lalu menyala kan mesin mobil dan meninggalkan Pram yang baru akan masuk ke dalam mobil nya.

__ADS_1


" Dia tidak pernah berubah, selalu saja galak! Tapi kekasih Tio sangat cantik sekali." Pram yang tidak ingin terlibat masalah dengan sahabat nya memutuskan segera pergi dan melajukan mobil nya ke arah perusahaan milik keluarga nya.


Karena pusing dengan kondisi usaha nya yang sangat memburuk ,Rani lalu pulang menuju ke rumah nya dengan kepala yang terasa ingin pecah.


Sesampai nya di rumah, Rani tersenyum tipis saat melihat mobil yang di pakai oleh Bayu sudah terparkir rapi di depan rumah nya.


" Mas Bayu sudah pulang?"


Turun dari mobil Rani lalu masuk ke dalam rumah mencari keberadaan Bayu.


" Kamu dari mana saja Mas? Kenapa baru pulang sekarang, semalaman Aku nggak bisa tidur karena nggak ada Kamu yang menemani ku." tanya Rani lalu mendekat ke arah sofa yang di tempati oleh Bayu.


Lelaki yang merasa nama nya di panggil lalu menoleh kan kepala nya dengan mulut yang sedang mengunyah seperti orang kelaparan saja.


" Dari rumah Ibu lah, memang nya dari mana lagi?" jawab Bayu dengan mulut penuh, kata-kata nya tidak terlalu jelas tetapi Rani cukup bisa memahami nya.


Rani yang tadi kebetulan lewat di depan rumah Ibu Romlah ikut mengangguk kan kepala membenarkan ucapan Bayu.


" Aku boleh minta tolong nggak sama Kamu?" tanya Bayu cukup tenang.


" Apa Mas?" tanya Rani menyandarkan tubuh nya di dada Bayu.seolah ingin memuluskan rencana terselubung nya,Bayu sengaja membelai lembut kepala Rani dan mencium bibirnya hanya sekilas saja.


" Aku rencana nya mau bikin usaha showroom mobil atau usaha lain yang bisa menghasilkan uang,tapi Aku ada kendala sama modal nya.Kamu bisa tidak memberikan Aku modal untuk memulai usaha,nanti setelah usaha nya berhasil semua keuntungan nya kan untuk kita berdua juga." bujuk Bayu dengan penuh perasaan.


" Tapi Mas..." Bayu langsung memotong ucapan Rani.


" Aku mohon Ran,Aku rasanya sudah tidak betah lagi menjadi pengangguran tanpa penghasilan.apalagi ada Ibu dan Clara yang masih membutuhkan bantuan ku." Bayu terus mengiba agar Rani semakin merasa iba dan juga kasihan kepada diri nya.


" Aku sebenarnya sangat ingin sekali membantu Kamu,Mas! Tapi semua uang simpanan ku sudah habis membayar ganti rugi kepada pihak korban." jawab Rani menunduk kan kepala nya.rasa nya kali ini dia begitu tidak berharga karena tidak bisa menolong kekasih hati nya yang sedang di timpa masalah.


" Semua nya? Bukan kah Kamu masih punya banyak tabungan dan juga tanah?" Bayu terus memainkan sandiwara nya agar Rani berbesar hati menyerah kan uang kepada dia.


" Semua tabungan ku sudah habis Mas, hutang ku di bank juga sudah menumpuk sekali,Aku hanya memiliki tanah dan Rumah kontrakan saja .jika Kamu memang perlu dengan uang,Aku akan menjual salah satu di antaranya." putus Rani karena merasa tidak enak menolak permintaan Bayu.


" Benaran? Aku sangat merasa senang sekali sayang, terimakasih! Aku janji akan segera mengembalikan uang itu setelah usaha yang Aku rintis berhasil." Bayu yang sedang merasa bahagia tanpa segan mencium lahap bibir Rani lalu menggendong nya menuju ke kamar.


Sore yang panas pun kembali terjadi di dalam kamar Rani.kedua insan manusia ini sudah bermandikan keringat dengan deru nafas yang tidak beraturan lagi.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰


__ADS_2