
Naya yang kebetulan sedang terjebak di antrian lampu merah hanya bisa tersenyum tipis saat layar ponsel nya menyala dan tertulis nama Bayu di sana.dia sangat yakin panggilan dari Bayu ini pasti ada hubungan nya dengan mobil yang dia bawa paksa.
" Ini belum seberapa Mas! Setelah ini masih ada kelanjutan dari permainan ini." gumam Naya lalu bergegas menjalankan mesin mobil nya.
Naya sudah bisa menebak bagaimana reaksi wajah Bayu saat ini.Naya sudah tidak ingin lagi memperdulikan suami nya.tekad nya sudah bulat ingin menyudahi kisah rumah tangga yang tidak sempurna ini.
Malam ini Naya sengaja memilih ingin menginap di rumah orang tua nya sekalian juga menyampaikan kabar perceraian nya.
Mobil yang di kemudikan Naya masuk ke dalam pekarangan rumah orang tua nya bertepatan dengan mobil Pak Ridwan yang juga baru sampai dari kantor.
" Papa !" seru Naya begitu melihat Papa nya sedang menatap dalam kepada dia.
Pak Ridwan pun tersenyum membalas sapaan dari putri nya.dada pria paruh baya ini kembali berdenyut nyeri melihat wajah tirus sang putri yang sudah lebih kurus dari biasa nya.
" Apa kabar Nak?" tanya Pak Ridwan sambil mengusap lembut kepala Naya.
" Baik Pa,kabar Papa bagaimana?" tanya Naya lalu memeluk erat tubuh lelaki yang merupakan cinta pertama nya.
" Papa juga baik,Kamu sendirian aja? Suami mu kemana?" tanya Pak Ridwan mencari celah agar Naya mau membuka mulut nya.
" Iya Pa,Mas Bayu lagi di rumah Ibu nya." jawab Naya apa ada nya.
" Oh...Ya sudah mari kita masuk,Mama pasti senang melihat Kamu datang berkunjung."ajak Pak Ridwan memeluk bahu Naya begitu erat nya.
Kedua nya terlihat begitu bahagia bisa menatap dalam jarak yang sedekat ini.di dalam hati Pak Ridwan saat ini rasa nya ingin sekali dia memeluk tubuh putri nya dan menumpahkan tangis nya yang sejak tadi tertahan.tetapi Pak Ridwan berusaha mencegah nya agar Naya tidak merasa curiga.
"Sayang! Kamu kapan datang?" tanya Mama Meri dengan wajah kaget nya.wanita paruh baya ini baru saja keluar dari kamar nya setelah membersihkan badan dan berganti pakaian baru.
" Baru saja Ma, barengan dengan Papa yang juga baru sampai." jawab Naya lalu mencium punggung tangan sang Mama.
" Kamu sendiri lagi?" tanya Mama Meri berusaha mencari menantu nya.
" Iya Ma." jawab Naya tersenyum hambar.
" Ya sudah ayok masuk,kita tunggu Papa mandi dulu ya baru kita makan malam." ucap Mama Meri ikut memeluk sang putri.
" Naya juga mau mandi Ma,badan Naya juga sudah lengket -lengket,tadi pulang dari cafe langsung kesini." jawab Naya santai.
Mama Meri membulat kan mulut nya.sedetik kemudian dia langsung mengangguk kan kepala nya sambil tersenyum setelah mendapatkan kode anggukan kepala dari suami nya.
__ADS_1
" Ya ampun sayang, pantesan saja ada bau asem dari tadi." seloroh Mama Meri agar putri nya merasa nyaman berada di rumah mereka.
" Aaaa Mama." rengek Naya bergelayut manja di leher sang Mama.
" Hahahaha...." Mama Meri langsung tertawa bahagia meskipun dalam benak nya terdapat banyak pertanyaan yang ingin dia ucapkan.
" Ya sudah sana mandi dulu sayang,apa perlu Mama mandikan sekalian?" goda Mama Meri melirik dengan ujung mata nya kepada sang putri yang masih bergelayut di leher nya.
" Naya sudah besar Ma,Naya bisa mandi sendiri,lebih baik Mama bantuin Papa aja sekalian cari pahala." bisik Naya pelan lalu berlari menaiki anak tangga menuju kamar nya.
Pak Ridwan pun langsung ikut menjauh bergegas masuk ke kamar nya agar sang putri tidak terlalu lama menunggu nya,makan malam bersama ini sudah sangat lama dia rindukan.
" Papa harap,malam ini Kamu mau berterus terang Nak." gumam Pak Ridwan membatin lalu bergegas masuk ke kamar mandi.
Setelah semua nya berkumpul di meja makan.keluarga Cemara ini langsung melahap makan malam yang sudah terhidang di atas meja makan.sebelum turun ke lantai bawah tadi Naya sudah terlebih dahulu mengirim pesan kepada Mbok Jum agar tidak mengkhawatirkan dia yang sedang menginap di rumah orang tua nya.
" Mau tambah sayang?" tanya Mama Meri merasa bahagia bisa mengulang kembali masa-masa saat Naya masih gadis dulu.
" Nggak Ma,Naya udah kenyang! Habis ini mau makan puding coklat itu." jawab Naya yang sengaja memakan sedikit nasi karena tertarik untuk menyantap puding yang ada di depan mata nya.
" Baiklah." jawab Mama Meri.
" Hkkk." Naya menutup mulut dengan cepat saat merasakan kekenyangan.
" Maaf Ma,Pa." ucap nya merasa malu karena sudah bertindak tidak sopan.
" Nggak papa Nak,masih mau makan lagi?" jawab Pak Ridwan yang juga ikut melahap puding buatan istri nya.
" Udah Pa,Naya sudah kenyang banget." keluh Naya sambil mengusap perut nya yang sudah buncit oleh nasi dan juga puding.
Hahahaha...
Pak Ridwan tertawa melihat tingkah lucu Naya.
Kini mereka bertiga sudah pindah duduk di sofa ruang keluarga.dengan televisi yang menyala menemani malam yang langka ini.
" Kamu nginep di sini kan sayang?" tanya Mama Meri memastikan.
" Iya Ma, sekalian ada yang ingin Naya sampai kan kepada Mama dan juga Papa." jawab Naya yakin.waktu nya sudah tidak banyak lagi,malam ini semua nya harus sampai ke telinga kedua orang tua nya agar dia bisa terbebas secepat mungkin dari lelaki brengsek seperti Bayu.
__ADS_1
Pak Ridwan hanya diam menunggu apa yang akan di sampaikan oleh Putri nya, apakah itu berhubungan dengan rumah tangga nya?
" Apa Kamu sudah meminta izin kepada Suami mu?" tanya Mama Meri dengan tatapan mata teduh nya yang selalu mampu menenangkan hati dan jiwa Naya.
Naya pun menggeleng kan kepala nya.
" Naya sudah tidak perlu lagi meminta izin kepada lelaki itu Ma,Naya ingin berpisah saja dari dia Ma,Pa." ucap Naya menatap bergantian kedua orang tua nya yang memiliki ekspresi berbeda.Mama Meri lebih menampakkan wajah kaget sedangkan Pak Ridwan terlihat tenang dan begitu santai.
" Apa ini yang ingin Kamu sampai kan Nak?" tanya Pak Ridwan tenang.
" Iya Pa,Naya sudah tidak sudi lagi bertahan dengan hubungan yang tidak sehat ini." jawab Naya mantap.
" Apa Kamu yakin sayang?" tanya Mama Meri masih dengan reaksi kaget nya.
" Naya sangat yakin Ma, untuk apalagi bertahan jika tidak ada kebahagiaan di dalam nya." jawab Naya kembali menatap bergantian kedua orang tua nya.
Naya menghela nafas panjang nya.
" Naya merasa seperti orang bodoh jika tetap bertahan dengan hubungan ini Ma, dulu mungkin alasan Naya adalah berharap Mas Bayu bisa berubah dan melawan Ibu nya yang kejam itu, tetapi ternyata Naya salah Ma,Pa,mereka semakin bertindak sesuka hati mereka saja. ini juga yang menjadi alasan kenapa Naya memilih tinggal di rumah pemberian Mama sama Papa.Naya merasa tertekan Ma ,pa!" ucap Naya menjelaskan berharap kedua orang tua nya bisa mengerti apa yang dia rasakan saat ini.
" Apa masih ada lagi yang belum Kamu sampaikan Nak?" tanya Pak Ridwan dengan tatapan mata penuh selidik.
Naya tersenyum sambil mengangguk kan kepala nya,dia yakin Papa nya pasti sudah mengetahui masalah ini jauh sebelum dia memutuskan untuk menceritakan nya.
Naya menggigit bibir bawah nya,karena merasa malu telah membela mati-matian lelaki yang sudah menjadi suami nya.
" Mas Bayu berselingkuh dengan wanita lain Ma,Pa." ucap Naya terlihat tenang tanpa ada tangisan.
" Astaga sayang!Ini beneran?" tanya Mama Meri memegang kepala nya yang terasa pusing ketika mendengar kabar buruk ini.
Berbeda dengan Pak Ridwan yang terlihat tenang tetapi di dalam kepalanya sudah tersusun banyak rencana untuk membalas perlakuan Bayu kepada Naya.
" Dari mana Kamu mengetahui dia berselingkuh sayang?" tanya Mama Meri.
" Naya melihat sendiri dengan mata dan juga kepala Nya Ma,bahkan perselingkuhan ini di dukung sepenuh nya oleh Ibu nya yang mata duitan itu."
Hembusan nafas kasar keluar dari mulut Mama Meri.
Wanita ini tidak menyangka ternyata firasat buruk nya selama ini ternyata benar-benar terjadi kepada putri nya.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰😍