Rumah Tanggaku Hancur Di Tangan Ibu Mertua

Rumah Tanggaku Hancur Di Tangan Ibu Mertua
Bab 37


__ADS_3

Darah Naya mendidih seketika.rasa nya ingin sekali dia melabrak suami nya yang tidak tahu malu itu,emosi bergulung-gulung di dalam hati nya saat melihat Bayu begitu istimewa memperlakukan wanita yang ada di samping nya.rasa nya dia sudah tidak sabar lagi memberikan pelajaran menyakitkan kepada mereka yang telah menyakiti dan juga mengkhianati nya.


" Jangan cemberut begitu? Kamu cemburu?" goda Melati ketika melihat raut wajah Naya.


" Aku sudah nggak sabar lagi membalas perbuatan nya.rasa nya mau Aku bunuh saja lelaki brengsek itu." jawab Naya sambil nyengir.


" Kenapa nggak dari tadi saja sih Nay,Aku akan menolong Kamu." sahut Melati ikut tertawa kecil.


" St...Jangan kuat-kuat ketawa nya,nanti mereka bisa tahu keberadaan kita." bisik Naya pelan.


" Oke.." jawab Melati lirih.


Raut wajah kecewa tidak bisa lagi Naya sembunyikan dari sahabat nya Melati.tak ada air mata yang keluar,yang ada hanya sesal dan pilu ketika menyadari kalau dia sudah salah dalam melangkah.


"Lihat Nay,mereka kembali berpegangan tangan,tuh suami mu ganjen banget sih,main sosor aja."jari telunjuk Melati tertuju kepada sepasang kekasih yang sedang asyik cium mencium tanpa tahu malu sedikit pun.


Tangan Bayu dengan enteng nya menyuapi wanita nya makanan dan juga minuman yang ada di depan nya.


" Atur nafas mu Nay,tenangkan hati dan juga kepala mu ,mana ponsel mu,sini biar Aku rekam mereka berdua." bisik Melati tepat di samping telinga Naya.


" Nih." jawab Naya santai karena sangat sadar bahwa lelaki seperti Bayu tidak layak lagi mendapatkan rasa cinta dan juga rasa cemburunya.


Setelah mendapatkan semua bukti untuk yang kedua kali nya,Naya dan Melati segera pergi dari restoran ini dan tidak lupa membayar terlebih dahulu semua pesanan mereka.kedua wanita ini pergi dengan tatapan lurus ke arah luar sebelum Bayu menyadari keberadaan Naya.


Huft...Naya menghela nafas panjang nya setelah berhasil pergi tanpa ketahuan oleh Bayu dan juga wanita yang ada di samping nya.


"Kenapa dia begitu percaya diri sekali sih Nay,jalan di tempat umum seperti ini?Dia bahkan sama sekali tidak takut ketahuan oleh bokap sama nyokap Kamu Nay." tutur Melati merasa sangat aneh dengan sikap Bayu.


" Nggak tahu Mel,mungkin dia pikir kami ini orang bodoh yang gampang dia bohongi begitu saja." ujar Naya yang juga merasa tidak paham dengan apa yang ada di pikiran suami nya.


" Sudahlah biarkan saja di bersenang-senang dengan pacar baru nya,sebaik nya kita lanjutkan saja tujuan kita datang ke sini.lumayan untuk menghibur diri dan juga otak yang sudah terlanjur beku." ucap Naya mencoba melupakan apa yang sudah dia lihat tadi.


" Kamu benaran nggak papa Nay,kalau mau pulang juga nggak papa kok." tawar Melati yang cukup mengerti bagaimana suasana hati Naya saat ini.


" Ya nggak papa Mel,emangnya Aku kenapa? Jangan sampai gara-gara lelaki gila itu semua rencana kita hancur karena memergoki dia.tak segampang itu menghancurkan suasana hati ku yang terlanjur tahan banting ini.lanjut aja Mel,sayang kalau buang-buang waktu lagi." ujar Naya yang terlihat biasa saja tanpa terbebani dengan apa yang di lakukan oleh suami nya.

__ADS_1


" Baiklah,nanti akan Aku traktir Kamu dengan jajanan yang paling enak, melihat mu semangat begini,Aku jadi tambah bersemangat." balas Melati berusaha membuat suasana hati Naya membaik.


" Alah..Gaya mu Nyonya." balas Naya bergurau.


Melati tersenyum mendengar ucapan sahabat nya itu,Naya benar-benar anak ajaib.


Tanpa sepengetahuan Naya ,Ibu Romlah sengaja kembali datang kerumah nya dengan tujuan tertentu.wanita bahkan rela menerobos panas nya matahari demi bisa mendapatkan keinginan nya.


" Naya! Naya,buka pintu nya." teriak Ibu Romlah dari gerbang depan yang sedang terkunci rapat.


" Naya! Jangan sembunyi Kamu." panggil nya lagi tanpa merasa malu menjadi bahan tontonan tetangga Naya yang kebetulan sedang lewat di depan rumah Naya.


Mbok Jum yang sedang berada di kamar paling belakang, bergegas keluar dan meninggalkan begitu saja setrikaan nya yang masih menumpuk.


Mbok Jum yang sudah mengenali siapa pemilik suara itu sebenarnya malas untuk membukakan pintu rumah, tetapi mendengar wanita itu terus menjerit memanggil nama Naya membuat Mbok Jum pasrah menghadapi manusia seperti dia.


" Maaf ,cari siapa ya Buk?" tanya Mbok Jum berpura-pura tidak mengenali wajah wanita paruh baya ini.


" Jangan banyak tanya, cepetan buka pintunya, sebelum Aku tendang dengan kaki ku ini." ujar nya tanpa berbasa-basi sama sekali.


Mbok Jum langsung mengelus dada nya ketika mendengar ucapan kasar yang keluar dari wanita itu.


" Buka kan pintu nya dulu, Kamu mau Saya pecat? Hah?" jawab Ibu Romlah dengan tatapan mata tajam nya.


" Maaf Bu! Tunggu sebentar." Mbok Jum langsung bergegas masuk ke kamar untuk mengambil kunci gerbang itu.tidak ingin membuat sebuah kegaduhan besar,Mbok Jum memilih mengikuti apa permintaan wanita yang merupakan mertua Naya.


" Cepetan!" teriak Ibu Romlah tidak sabaran.


Mbok Jum bertindak dengan cepat lalu mempersilahkan wanita paruh baya itu untuk masuk ke dalam rumah yang sedang sepi ini.


" Kemana pergi nya wanita mandul itu? " tanya Bu Romlah langsung menghempaskan tubuhnya ke atas sofa besar.


" Saya tidak tahu Bu,tadi Non Naya hanya bilang mau ada urusan saja." jawab Mbok Jum singkat,Mbok Jum tidak ingin membuka suara lebih banyak lagi kepada wanita ini.dia sudah tahu betul bagaimana sifat asli wanita yang ada di hadapan nya saat ini.


" Dasar wanita nggak ada guna nya! Cepetan buatkan Aku jus segar.gara-gara Kamu yang lelet ini,Aku sampai harus berjemur di panas nya matahari." titah nya sambil mengibas kan tangan nya.

__ADS_1


" Baik Bu!" hanya itu lah yang bisa di ucapkan oleh Mbok Jum yang tidak ingin membuat amarah wanita ini keluar dan menyerang diri nya yang hanya seorang asisten rumah tangga.


Selang beberapa menit kemudian,mobil Naya nampak memasuki pekarangan rumah nya,dan langsung di sambut tatapan mata elang dari Ibu Romlah.


" Assalamualaikum." ucap Naya santai.


" Dari mana saja Kamu Naya! Suami sedang sibuk bekerja di luar sana, Kamu malah sibuk menggatal tidak tahu diri." serang Ibu Romlah tanpa ada belas kasihan.


Naya yang sudah sangat capek sekali memilih melewati begitu saja wanita paruh baya itu,lalu meletakkan plastik belanjaan nya ke meja makan.


" Hei!Jangan kurang ajar Kamu! Aku ini lagi bicara sama Kamu,kenapa Kamu malah diam saja." sergah Ibu Romlah menahan pergelangan tangan Naya yang hendak masuk ke dalam kamar nya.


" Ada apa lagi sih Bu? Untuk apa lagi Ibu datang ke rumah ku ini?" tanya Naya kesal.saat ini dia sudah tidak punya mood lagi untuk mengahadapi mulut ganas Ibu mertua nya,Naya ingin cepat-cepat masuk ke dalam kamar lalu menidurkan tubuh lelah nya dengan sangat nyaman.


" Ini juga rumah anak ku,jangan asal bicara Kamu ya,Aku juga bisa mengusir Kamu keluar dari sini,sudah pengangguran tetapi kerjaan nya keluyuran terus.mau jadi apa Kamu ini?" hina Ibu tanpa berpikir panjang.


" Kalau Aku pengangguran, memang nya Ibu mau apa? Bukan kah karena wanita pengangguran ini hidup kalian sekeluarga bisa terjamin dengan sangat mewah nya.jangan lupa diri.Aku lah yang sudah membayar semua kebutuhan Ibu dan kedua anak ibu itu.dan satu lagi,jangan pernah lagi datang ke rumah ini karena rumah ini murni milik Aku sendiri tanpa campur tangan anak Ibu yang tidak tahu diri itu. " balas Naya yang sudah cukup sabar menahan amarahnya tetapi masih saja di pancing oleh ibu mertua nya.


Wajah Ibu Romlah langsung pias menahan malu ketika kesadaran nya mulai muncul,namun kepala nya terlalu keras untuk mengakui semua ini.


" Kalian sudah menikah,punya mu berarti punya anak ku juga.sekarang bagi Aku uang 2 juta,karena besok Clara harus melunasi uang ujian nya." ujar Ibu Romlah menengadah kan telapak tangan nya kepada Naya.


" Sekalian sama untuk kebutuhan dapur kami juga " imbuh nya tanpa merasa sungkan atau pun segan.


Naya langsung merubah posisi berdiri nya menjadi melipat kedua tangan nya di dada.mata nya menatap lurus ke arah wajah Ibu mertua nya.


Dulu mungkin Naya akan senang memberikan semua permintaan wanita ini, tetapi tidak untuk sekarang.


" Sebaiknya nya Ibu pulang saja,Aku tidak berniat memberikan sedikit pun uang ku kepada Ibu,kenapa Ibu nggak meminta langsung kepada anak Ibu yang kerja kantoran itu,ini lebih memilih mengemis kepada wanita pengangguran seperti Aku? Mikir nggak sih Bu." hardik Naya yang sukses membuat Ibu Romlah terdiam tak berani menatap wajah Naya lagi.


" Pulang lah,Aku mau istirahat, besok-besok jangan pernah lagi datang ke rumah ini,jika hanya ingin menguras uang ku saja.Aku bukan orang bodoh yang bisa kalian tipu seenak jidat kalian saja." imbuh nya lalu masuk ke dalam kamar nya meninggalkan begitu saja Ibu Romlah yang terpaku di tempat nya.


Bugh...Naya membanting keras pintu kamar nya tanpa perduli lagi dengan ibu mertua nya.


" Kurang ajar! Aku pasti kan Bayu akan segera meninggalkan Kamu."

__ADS_1


" Bagaimana ini?" batin nya merasa gelisah karena uang tunggakan sekolah Clara sudah melebihi batas waktu yang di berikan.sedangkan uang sepuluh juta yang di berikan oleh Rani kemarin sore sudah di masukkan Ibu Romlah ke dalam investasi saham bersama teman arisan nya.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍🥰


__ADS_2