Rumah Tanggaku Hancur Di Tangan Ibu Mertua

Rumah Tanggaku Hancur Di Tangan Ibu Mertua
Bab 56


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Naya yang sudah merasa baikan sudah bersiap-siap untuk mengunjungi cafe nya.


" Pagi Ma,Pa." sapa Naya begitu turun dari lantai atas dan mendapati kedua orang tua nya sudah duduk manis menunggu kedatangan nya.


" Pagi juga sayang,Kamu mau kemana pagi-pagi udah rapi aja?" tanya Mama Meri sekedar berbasa-basi walaupun sebenarnya dia sudah tahu apa yang akan di lakukan oleh putri nya.


" Biasa Ma,cafe." jawab Naya sambil cengengesan.


" Jangan terlalu di paksa Nak,Papa sama Mama memberi kan Kamu izin untuk membangun sebuah usaha bukan untuk tempat mencari nafkah atau menyita seluruh waktu mu." sahut Pak Ridwan yang belum bisa membiarkan putri nya pergi mengunjungi cafe karena tadi malam dia baru saja mengeluh kan sakit kepala.


" Iya Pa,Naya ngerti kok,tapi Naya benar-benar udah sehat ." ucap Naya agar sang Papa tidak melarang dia untuk bepergian.


" Kamu beneran udah sembuh Nak?Kalau masih belum sembuh total jangan kerja dulu." tutur Mama Meri mengingat kan.


" Beneran udah sembuh kok Ma,Naya cuman mau lihat -lihat doang,bosan kalau tiduran terus." jawab Naya berharap sang Mama mau mengerti.


" Ya sudah,nanti kalau terjadi apa-apa cepat kabari Mama." Mama Meri terpaku mengalah ketika melihat Naya mengeluarkan wajah memelas nya.


" Makasih Ma,Pa! Kalau begitu Naya berangkat duluan ya.Naya males kalau harus terjebak macet." setelah menyelesaikan sarapan nya dan menghabiskan sampai tidak bersisa lagi,Naya lalu pamit dan tidak lupa mencium punggung tangan kedua orang tua nya.


Papa Ridwan hanya bisa menghela nafas panjang nya ketika melihat sikap sang putri yang tidak ubahnya seperti dirinya sendiri.


" Papa juga langsung berangkat ya Ma.ada meeting penting." ucap Pak Ridwan lalu berdiri dari kursi nya keluar menuju depan rumah dengan di temani oleh sang istri.


Di tempat yang terpisah Clara yang biasa nya malas jika di suruh bangun pagi terlihat sedang sibuk berdandan cantik.tidak jarang dia juga sering bolos sekolah karena susah untuk di bangun kan.pagi ini dia bertekad ingin menemui teman sekolah nya yang beberapa bulan yang lalu sempat menawarkan dia sebuah pekerjaan yang sangat menguntungkan kantong nya.


Berhubung ponsel nya sedang di sita untuk melunasi hutang nya,Clara bertekad untuk datang langsung menyambangi apartemen teman nya yang sering dia kunjungi bersama Zoro.


" Semoga saja Santi mengenal kan Aku dengan laki-laki kaya raya dan banyak duit nya,Aku tidak masalah jika dia sudah tua dan sudah beristri,yang penting Aku bisa membeli ganti ponsel.masalah Zoro, bodoh amat! Aku sudah capek terus-menerus jadi wanita yang selalu dia manfaatkan." ucap Clara lalu tersenyum tipis mengingat sebentar lagi dia akan menjadi orang berduit.selama ini Clara sudah sering melihat bagaimana teman-teman sekolah nya mencari uang tambahan untuk sekedar menebal kan saku mereka atau memenuhi gaya hidup yang terlalu mewah.Clara yang selalu di limpahi materi yang cukup dari Naya dan juga Bayu selalu menolak jika di tawarkan pekerjaan oleh teman nya, setelah kepergian Naya dari rumah mereka, Clara mulai merasa bahwa hidup nya sudah tidak bisa baik-baik saja dan dia sudah harus mulai bergerak mencari kesenangan diri nya sendiri.


Setelah meyakini bahwa penampilan nya pagi ini sudah sangat sempurna dan tidak menemukan kekurangan sedikit pun,Clara lalu menambahkan beberapa semprotan parfum di seluruh tubuh nya agar semakin percaya diri ketika bertemu client penting nya.gadis remaja yang masih duduk di bangku SMA ini lalu memakai tas dan keluar dari kamar.


" Aku pamit dulu ya Bu."teriak Clara meskipun tidak melihat keberadaan sang Ibu.


" Kamu mau pergi kemana pagi-pagi begini sudah bangun dan dandan begitu seksi sekali? Semua tubuh mu bisa di lihat oleh laki-laki mata keranjang di luar sana."sahut Ibu Romlah yang baru datang dari dapur dan di buat tercengang saat melihat penampilan putri nya dari ujung kaki hingga ujung kepala.hotpants pendek di padukan dengan crop seperut tanpa lengan dengan rambut ikal yang sudah di bentuk sedemikian rupa.


" Aduh Bu! Jangan banyak tanya deh! Aku bangun pagi salah, bangun siang tambah salah lagi,ibu sebaiknya jangan banyak tanya dan protes,Aku harus segera pergi untuk bertemu teman sekolah ku." ucap Clara lalu melenggang pergi tanpa mencium punggung tangan sang Ibu.


" Ya sudah lah, terserah Kamu saja,Ibu pusing kalau melihat Kamu terus-terusan uring-uringan di dalam rumah ini."Ibu Romlah terlihat lepas tangan dan membiarkan begitu saja putri nya pergi meninggalkan rumah.

__ADS_1


Clara yang melihat ada ojek yang melintas di depan rumah nya lalu berteriak memanggil agar Bapak ojek nya berhenti.


Setelah sampai di depan kawasan apartemen teman nya yang bernama Santi,Clara lalu mengeluarkan uang untuk membayar ongkos ojek nya dan memberikan nya kepada Bapak pengemudi ojek yang sedang menunggu pembayaran nya.


"Ambil saja kembalian nya Pak."ucap Clara begitu angkuh nya lalu berpura-pura memperbaiki penampilan rambut dan juga pakaian yang dia kenakan.


" Ini uang nya sudah pas Neng,tidak ada kembalian sepeserpun." jawab Bapak ojol ketika menatap lembaran 20 ribuan yang di berikan oleh Clara.


Setelah menemukan unit apartemen Santi,Clara lalu memencet bel supaya bisa masuk ke dalam Apartemen mewah ini.


" Repot banget sih nggak punya ponsel." gerutu Clara menyadari kesialan hidup nya.


Santi yang juga sudah berdandan cantik langsung membuka pintu dan sangat kaget melihat kedatangan Clara di pagi hari ini.biasa nya Santi memang selalu bekerja di hari libur dan selepas pulang sekolah.


" Clara! Tumben amat datang kesini? Aku pikir Kamu sedang sibuk menjinakkan si Zoro, mari masuk." ajak Santi dengan senyuman kecil nya.


" Aku butuh pekerjaan San! Aku lagi bokek banget." ucap Clara to the point.dompet yang menipis membuat otak Clara susah untuk berpikir jernih.yang ada di kepala nya saat ini adalah punya uang banyak dan beli ponsel baru.


" Serius? Kamu nggak lagi ngerjain Aku atau mimpi kan?" tanya Santi memastikan karena selama ini Clara memang selalu menolak ikut bergabung bersama dia.


" Ya serius lah San,Kamu nggak lihat apa kalau Aku sudah dandan cantik begini?" jawab Clara memberengut.


" Baiklah,Aku sangat senang sekali melihat perubahan Kamu! Aku jamin Kamu bakal ketagihan setelah mencoba nya." Santi mengedip kan sebelah mata nya lalu menyambar tas yang tergeletak di atas sofa dan mengajak Clara berangkat menemui teman pria yang akan menjadi tamu mereka berdua.


" Ini pesanan meja nomer berapa?" tanya Naya kepada penyaji makanan yang terlihat sedang kerepotan melayani banyak nya tamu yang datang mengunjungi Cafe nya.


"Ini untuk meja nomer 10 Mbak Naya." jawab nya sambil menyiapkan pesanan yang lain nya.


" Biar Saya saja yang mengantar kan nya Mbak!" ucap seorang pramusaji yang baru saja datang dari depan sana hendak membawa makanan yang ada di depan Naya.


" Biar Saya saja,Kamu tolong bantu Marwa saja untuk menyiapkan makanan lain nya." jawab Naya ramah yang tidak tega melihat pegawai nya pontang-panting sendirian melayani ratusan menu makanan.


" Siap Bu." jawab sang pramusaji mengerti.


Melati yang baru saja keluar dari ruangan nya di buat terheran-heran dengan kedatangan Naya yang sudah tancap gas membantu para pegawai nya.


" Nay! Sebaiknya Kamu istirahat dulu,jangan langsung bergerak seperti ini." ucap Melati menahan pergerakan Naya yang masih ingin kembali menjemput pesanan yang lain nya.


" Memang nya ada apa sih Mel? Tamu kita lagi ramai begini,kasihan mereka sampai ngos-ngosan begitu melayani tamu." Naya terus berjalan tanpa memperdulikan sorot mata penuh intimidasi dari sahabat sekaligus partner kerja nya.

__ADS_1


" Kamu masih nanya kenapa? Kamu lupa ingatan atau memang pura-pura lupa sih Nay? Aku nggak mau ya kalau sampai kejadian kemarin terulang kembali." Melati Kembali mencekal tangan Naya sebelum wanita keras kepala ini kembali melanjutkan pekerjaan nya.


" Aku udah nggak papa kali Mel,udah minum obat juga.kemarin itu memang karena Aku yang kurang tidur aja,udah nggak usah khawatir gitu.sana bantu yang lain nya." Naya langsung pergi begitu saja meninggalkan Melati yang masih terdiam membisu memperhatikan dia.


Masih belum hilang keterkejutan dia tentang Naya yang tiba-tiba saja masuk kerja dalam keadaan masih sakit, dari arah pintu masuk sana muncul lah seorang pria yang tinggi tegap dan sangat tampan sekali dengan senyuman manis yang terpancar dari wajah nya.


" Pagi Mel,Naya mana?" tanya Pria yang sudah begitu hapal dengan seluk beluk cafe ini.


" Tuh lagi sibuk melayani pembeli, padahal Aku sudah mencegah dia dari tadi." Melati menunjuk dengan dagu nya.


Tio langsung mengikuti kemana arah dagu Melati dan benar saja Naya sedang tersenyum ramah menyapa pengunjung cafe nya.


" Nay! Kenapa harus repot-repot begini sih?" Tio sengaja menghadang langkah kaki Naya yang baru saja ingin berbalik badan.


" Tio! Kamu ngapain kesini pagi-pagi begini sih?" Naya di buat tidak percaya dengan kehadiran Tio yang selalu tidak tepat waktu.


" Sengaja! Mau ketemu Kamu." jawab Tio santai dengan satu tangan masuk kedalam saku celana nya.


" CK... Memang nya Kamu nggak kerja apa? Nanti perusahaan mu bangkrut loh gara-gara Kamu lebih sering mengunjungi cafe ku."


Hahahaha...


" Aku tidak akan bangkrut kalau hanya karena jarang ke kantor,ada Adnan yang akan menggantikan tugas ku.nanti siang Aku jemput Kamu untuk makan siang bersama ya." ucap Tio menatap penuh harap kepada Naya.


" Makan siang? Berdua?" tanya Naya gagal paham.


Tio mengangguk dengan senyuman hangat nya.


" Kali ini Kamu nggak boleh nolak lagi,Aku akan memaksa Kamu dengan cara apapun itu."


" Aku pamit kerja dulu ya, nanti siang jangan lupa." imbuh nya lalu pergi setelah mencuri sebuah kecupan hangat di kening Naya.


Melati yang tidak sengaja melihat kejadian ini tertawa kecil melihat tingkah kedua manusia itu.


" Cie..Cie..." goda Melati ketika melihat Naya terdiam sambil memegang kening nya.


" Apaan sih Mel,sana antar makanan itu." ucap Naya mengalihkan pembicaraan sang sahabat.


" Nggak pakai malu-malu begitu kali Nay! Kayak ABG baru mengenal cinta aja deh." Melati langsung berjalan cepat menghindari Naya yang hendak memukul nya dengan nampan yang ada di tangan kanan.

__ADS_1


" Awas Kamu,Mel!" seru Naya tersipu malu.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍🥰


__ADS_2