
Setelah mematikan mesin mobil nya,Bayu bergegas turun dari mobil dengan sedikit penasaran melihat sang Ibu yang sudah berkacak pinggang menunggu kedatangan nya.
" Ada apa sih,Bu? Seperti nya seri...." ucapan Bayu menggantung di udara ketika Ibu Romlah melempar sebuah surat begitu saja di depan mata nya.
Bayu meraih surat itu dengan sedikit kesusahan.angin yang berhembus kencang membuat surat putih itu terbang agak jauh dari jangkauan tangan nya.
" Apa ini Bu?" tanya Bayu meraih surat yang tercecer di atas teras rumah.
" Kamu baca saja,Ibu yakin mata mu masih berfungsi dengan baik." Ucap Ibu Romlah tersenyum kecut.
Bayu perlahan membalikkan surat bagian depan dan sukses membuat mata nya melotot melihat sebuah tulisan dan logo yang terpampang nyata.
" Pengadilan agama? Bayu ....?" nafas Bayu terasa sesak dan membuat Bayu terkejut sekali setengah mati.kaki nya terasa berat dan lemas untuk melangkah.
Bayu langsung membuka surat tersebut.pria ini makin ternganga lebar ketika melihat ternyata isi amplop nya adalah putusan cerai dari pengadilan agama untuk diri nya dengan nama penggugat Kanaya Putri Hermansyah.
" Naya! Nggak mungkin dia berani melakukan ini kepada Aku! Pasti ada seseorang yang sedang menghasut nya."ucap Bayu tidak percaya dengan meraup kasar dagu nya dengan satu tangan yang berada di pinggang nya.
" Mobil siapa yang Kamu pakai itu? Kemana mobil mu yang kemarin? Apa benar Naya yang sudah berani mengambil nya secara diam-diam." hardik Ibu Romlah di tengah rasa tidak percaya Bayu.
" Bayu!" seru Ibu Romlah menunggu jawaban.
" Diam dulu Bu ! Aku lagi pusing nih." balas Bayu dengan wajah yang sudah memucat.pandangan mata nya terlihat kosong menatap selembar kertas putih dengan banyak kata-kata yang terbuka di tangan nya.
" Ini nggak boleh terjadi? Aku nggak boleh kehilangan dia begitu saja.Aku harus menemui nya sekarang juga." ucap Bayu kesal lalu meremas kasar kertas putih itu sehingga menjadi sebuah bola kecil.
Rencana awal yang ingin melarikan diri dari masalah yang menimpa Rani,malah membuat Bayu mendapatkan kabar mengejutkan sekaligus membuat syok jantung nya.Bayu harus mengurungkan niatnya untuk bersantai-santai dan memilih pergi untuk menemui Naya meskipun harus berhadapan dengan kedua orang tua nya.
Dengan cepat Bayu membalikkan badan nya meninggalkan sang Ibu yang menatap horor atas kepergian nya.
Bayu lalu merogoh kunci mobil dan kembali menghidupkan mesin nya menemui Naya di rumah mewah orang tua nya.
Bumm...Bummm..
" Bayu! Mau kemana Kamu?" teriak Ibu Romlah begitu kencang.
Bayu yang sudah seperti orang yang sedang kerasukan mengabaikan saja suara teriakan Ibu nya ,lalu melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.
Bayu mengacak rambut nya dengan kedua tangan.lalu memukul kuat setir mobil yang sedang berhenti ketika berhadapan dengan lampu merah.nampak sekali frustasi tengah mendera nya saat ini.
__ADS_1
" Astaga Ya Tuhan! Apa kah ini hanya mimpi?" batin Bayu mengusap kasar seluruh wajah nya.
" Aku harus telpon Naya sekarang juga!" gumam Bayu dengan suara lirih nya seraya mengambil ponsel yang berada di dalam saku celana nya.
Tut...Tut..Tut..
Panggilan ini masuk tetapi Naya tidak kunjung menerima panggilan telepon yang dia lakukan.Bayu mencoba menghubungi nya sekali lagi dengan memperlambat laju mobil agar mempermudah dia mendengar suara Naya.
Tut..Tut..Tut..
Lagi dan lagi panggilan nya masih tidak mendapatkan jawaban dari Naya.Bayu semakin meradang di buat nya.
" Sial! Naya seperti nya sengaja tidak mau menerima telepon dari ku, seperti nya menemui dia adalah jalan satu-satunya." batin Bayu menambah kecepatan mobil nya berharap bisa segera bertemu dengan Naya.
" Semoga saja Papa nya Naya tidak ada di dalam rumah." batin Bayu yang masih belum berani menampakkan wajah nya di depan Pak Ridwan selaku mantan papa mertua nya.
Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam lama nya,Bayu akhirnya sampai juga di depan rumah mantan Ibu mertua nya.
Dengan wajah kusut nya Bayu keluar dari mobil lalu menemui Pak security yang menjaga pintu gerbang rumah mewah ini.
" Apa Naya ada di dalam rumah sekarang Pak?" tanya Bayu to the point.
" Pergi kemana Pak? Jangan berbohong, Saya butuh bertemu Naya sekarang juga." ucap Bayu mulai terbawa emosi.
" Kami tidak berbohong Den, saat ini kondisi rumah sedang kosong tidak berpenghuni.Tuan dan Nyonya juga sedang keluar." Jawab Bapak security itu apa ada nya.
Bayu menatap tajam ke arah pintu masuk rumah Naya.setelah merasa tidak punya pilihan selain pergi dari sini sebelum kedua orang tua Naya datang.
" Baiklah! Tolong sampaikan kepada Naya kalau Saya datang ke sini untuk menemui nya." pamit Bayu yang sudah bersiap-siap hendak masuk ke dalam mobil nya, tetapi mata Bayu kembali berbinar saat melihat ada sebuah mobil yang sangat dia kenali sedang berhenti menunggu pintu gerbang di buka.
Bayu bergegas turun dari mobil nya menghampiri mobil yang berwarna putih itu.
" Nay! Naya!" teriak Bayu sambil menggedor-gedor kaca mobil Naya.
Awal nya Naya ingin pulang sebentar untuk berganti pakaian karena harus menemani Tio makan siang.ternyata kepulangan nya siang ini sangat tidak tepat waktu.
" Mau apa lagi sih,buaya keparat ini?" ucap Naya lirih lalu terpaksa membuka pintu mobil untuk menemui mantan suami nya.
Bruk...
__ADS_1
Naya menutup kasar pintu mobil mewah nya dengan hati yang dongkol.
" Ada apa?" tanya Naya ketus.
" Apa maksud semua ini Nay? Kenapa surat cerai ini sudah ada di depan rumah ibu ku? Apa ini sudah Kamu rencana jauh-jauh hari?" tebak Bayu yang mulai mengerti kenapa Naya mengambil mobil dan semua barang berharga nya.
" Jangan pegang -pegang begini,kita bukan pasangan suami istri lagi, surat perceraian itu memang harus sampai ke rumah ibu mu karena itu tempat tinggal kalian bukan?" balas Naya santai tanpa mau menatap wajah Bayu dalam waktu yang lama.
" Bukan itu maksud ku! Untuk apa Kamu mengurus perceraian kita,Aku sama sekali tidak menghendaki perceraian ini.bagaimana bisa perceraian ini terjadi dan sudah di nyatakan sah tanpa ada persetujuan dari ku?" tanya Bayu dengan menggebu-gebu.
" Ini sangat gampang terjadi,Kamu tentu masih ingat siapa kedua orang tua ku,yang jelas saat ini kita sudah resmi bercerai dan tidak ada hubungan apa-apa lagi di antara kita berdua."
" Sebaiknya Kamu segera pergi dari sini, karena Aku sudah terlanjur muak melihat tingkah laku mu yang di luar nalar ku sebagai manusia,Aku sengaja memberikan Kamu jalan untuk mempermudah hubungan mu dengan selingkuhan gatal mu itu." imbuh Naya lalu masuk ke dalam rumah dan meninggalkan begitu saja mobil nya yang masih terparkir di depan gerbang.
" Tunggu dulu Nay! Aku belum selesai bicara sama Kamu." Bayu berusaha mengejar Naya namun mendapatkan penghadangan sengit dari ketiga security yang berjaga di rumah ini.
" Maaf Den,anda di larang masuk ke rumah ini." cegah mereka dengan menahan badan Bayu.
" Lepas kan! Aku harus bicara dengan Naya,ini rumah mertua ku." Bayu berusaha melepas kan cekalan tangan security.tetapi dia kalah banyak dari mereka yang sedang menghadang nya.
Pintu gerbang ini kembali di tutup dan kunci rapat setelah Bayu di keluarkan secara paksa.
" Naya! Aku tidak akan membiarkan perceraian ini sah di mata negara,Aku akan melakukan banding." teriak Bayu meskipun tidak melihat wajah Naya.
" Dari mana Naya mengetahui perselingkuhan ku." imbuh nya dengan rasa kecewa.
Sedang kan di tempat berbeda, setelah di gempur secara habis-habisan oleh Butef dan pergi meninggalkan dia begitu saja dengan uang yang sengaja di letakkan di atas meja samping tempat tidur nya.
" Aduh ! Sakit banget lagi." ringis Clara dengan suara lirih nya ketika tidak sengaja membuka kedua kaki nya.
Clara yang sudah mengetahui jika Butef sudah pergi meninggalkan dia karena harus segera menyelesaikan pekerjaan nya terlihat begitu santai karena tidak harus kembali melayani Lelaki tua itu.
Clara tersenyum puas saat membaca sepucuk surat yang di selipkan di antara tumpukan uang ratusan ribu ini.
" Hubungi Aku ke nomer ini setelah Kamu membeli ponsel baru,Aku sangat puas dan merasa ketagihan dengan tubuh mu sayang."
" Ya iya lah, secara Aku ini masih original belum tersentuh oleh siapapun itu,di tambah lagi body ku juga sangat bagus sekali, lelaki mana yang mampu menolak pesona ku ini." ucap Clara begitu bangga nya sambil berputar-putar di depan kaca tanpa memakai sehelai benang pun.
" Hahahaha....Aku sudah menjadi orang kaya." imbuh nya lalu memegang salah satu tanda merah yang di lukis oleh Daddy kesayangan nya.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰