Rumah Tanggaku Hancur Di Tangan Ibu Mertua

Rumah Tanggaku Hancur Di Tangan Ibu Mertua
Bab 53


__ADS_3

Clara yang sudah lelah menunggu kedatangan sumber harta karun nya memilih masuk ke dalam kamar nya dan tidak lupa menutup pintu depan dengan sangat keras.sehingga membuat Ibu Romlah terpaksa harus keluar dari kamar nya meskipun kepala nya terasa berat karena kelamaan menangis meratapi nasibnya.


" Clara! Kamu ini apa-apaan sih? Kenapa Kamu banting pintu yang tidak berdosa itu? Kalau rusak bagaimana?" hardik Ibu Romlah penuh emosi.hari ini dia begitu cepat tersulut emosi,salah sedikit saja ingin rasa nya Ibu Romlah melayangkan tangan nya kepada orang yang sudah menguji kesabaran nya.


" Apaan sih Bu! Datang -datang langsung marah begitu? Mana mata nya bengkak lagi." ucap Clara tidak terima di tegur oleh sang ibu.selama ini Clara di perlakukan seperti putri mahkota yang tanpa tersentuh oleh siapapun.semua keinginan Clara selalu menjadi nomer satu dan tidak pernah mendapatkan penolakan.


" Jangan banyak tanya Kamu,kenapa Kamu terlihat kesal seperti itu? Apa pintu itu melukai Kamu?" tanya Ibu Romlah berkacak pinggang.sedangkan kedua mata nya sudah terlanjur menyipit tidak bisa lagi terbuka lebar.


" Aku lagi kesal sama Mas Bayu,Bu! Sudah sejak siang tadi Aku menunggu kedatangan nya ke rumah ini,tapi dia nggak muncul-muncul juga,ponsel Aku sudah hangus di tarik sama pihak restoran itu karena kelamaan membayar tagihan makanan tadi." jawab Clara menjelaskan berharap sang Ibu mau berpihak kepada dia dan menolong dia meminta uang kepada Bayu.


" Maka nya! Lain kali jangan berlagak sok kaya pakai acara makan di restoran segala.Kamu pikir Kamu siapa makan di tempat seperti itu?" sungut Ibu Romlah memaki-maki Clara yang dia anggap sangat tidak bisa menempatkan dirinya.


" Kenapa Ibu jadi nyalahin Aku sih? Aku ini korban nya Bu,Aku butuh uang." ucap Clara sengaja meneteskan air mata agar sang Ibu mau berempati terhadap kesusahan nya.ponsel itu sangat berharga bagi Clara,selain karena jenis terbaru,di dalam ponsel itu juga terdapat nomer sang pacar dan juga beberapa kenalan cowok lain nya.beberapa jam tidak bisa menghubungi lelaki nya membuat Clara seperti orang linglung mondar mandir mencari cara untuk mendapatkan uang.


" Terus Ibu harus nyalahin siapa lagi? Bayu ? Ibu ? Atau tetangga kita? Hah?" urat-urat leher Ibu Romlah terlihat menonjol sebagai pertanda bahwa kali ini dia benar-benar sedang emosi.


" Sudah lah ! Ibu capek kalau harus bertengkar terus dengan Kamu,dan hapus air mata mu itu,mau sampai kapan pun Ibu tidak akan punya uang untuk menebus hutang mu yang nggak jelas itu." imbuh Ibu Romlah lalu berlalu melangkah masuk ke dapur untuk mencari sesuatu yang bisa di makan untuk mengganjal perut nya yang terasa perih,sejak berita penipuan itu keluar di layar televisi nya,Ibu Romlah sudah tidak berniat lagi untuk memasak dan menyentuh peralatan dapur lain nya.tanpa dia sadari ternyata menangis itu cukup menghabiskan banyak tenaga nya.


" CK..." Clara mencak-mencak tidak terima dengan ucapan sang Ibu.


" Ibu ini apa-apaan sih,kalau bukan karena kecerobohan nya yang ikut investasi bodong itu, pasti saat ini Aku bisa mendapatkan uang yang banyak." ucap Clara dalam hati nya lalu masuk ke dalam kamar memilih menelungkup wajah di atas bantal.


Setelah selesai menuntaskan hasrat terlarang yang mereka miliki,Bayu dan Rani lalu turun ke lantai bawah untuk menyantap makanan yang sudah di pesan kan oleh Rani melalui ojek online.


Rani begitu melayani Bayu seperti seorang istri sungguhan.tidak ada sedikit pun kecanggungan di antara mereka berdua setelah berulang kali menghabiskan waktu yang panjang bersama-sama.


Mereka berdua makan dengan begitu lahap sekali, seperti nya tenaga kedua insan ini sudah terkuras habis di dalam kamar tadi.


Di saat kedua nya tengah asyik menyantap makanan yang begitu menggugah selera.ponsel milik Rani tiba-tiba saja berdering tiada henti.Rani yang tidak ingin acara makan nya terganggu memilih menolak panggilan itu untuk beberapa saat.namun semakin dia menolak ponsel nya semakin tidak henti berdering sampai membuat kuping nya terasa panas.


" CK." Rani terlihat kesal lalu meneguk segelas air putih untuk membasahi tenggorokan nya.


" Angkat saja sayang,siapa tahu penting." ucap Bayu mengingat kan.

__ADS_1


" Memang nya siapa yang menelpon Kamu malam- malam begini?" imbuh nya merasa curiga melihat nama yang tertera di layar ponsel Rani adalah nama laki-laki.


" Itu...Julio! Asisten sekaligus orang kepercayaan yang Aku minta untuk mengurus semua bisnis yang Aku punya Mas." jawab Rani lalu segera mengelap tangan nya yang masih basah.


" Ya ada apa Julio? " tanya Rani lalu mengambil posisi duduk di sebelah Bayu.


" Apa?" ponsel yang berada di genggaman tangan Rani langsung terjatuh ke atas lantai.jantung nya terasa berdenyut nyeri mendengar kabar yang di berikan oleh asisten nya.rumah makan yang selama ini menjadi tempat dia mencari nafkah semenjak ditinggal pergi oleh suami nya terbakar tidak bersisa lagi.semua nya sudah habis dan hanya menyisakan pondasi nya saja.


" Tidak mungkin.." teriak Rani tidak terima dengan apa yang dia dengar dari Julio.


Bayu yang merasa penasaran pun lalu meraih ponsel Rani yang tergeletak dan masih menyala seperti semula.


" Halo! Apa yang sudah terjadi?" tanya Bayu ingin tahu.


Setelah mendengar semua penjelasan yang di berikan oleh Julio,Bayu lalu mengalihkan pandangan mata nya kepada wanita yang sedang tertunduk lesu dengan berlinang air mata.


" Mas! Temani Aku kesana." ucap Rani karena dia pasti tidak akan sanggup pergi sendirian melihat kekacauan yang sudah terjadi.


" Iya sayang." jawab Bayu tidak tega.hati nya ikut tersentuh melihat wajah sembab Rani yang tidak enak di pandang oleh mata.


Rani yang sedang memakai baju terlewat seksi memilih ikut ke kamar juga untuk mengganti pakaian nya terlebih dahulu.


Setelah semua selesai,Bayu menggenggam tangan Rani turun menuju lantai bawah.


Sedang kan di dalam rumah Pak Ridwan,malam ini suasana rumah ini terlihat ramai sekali karena kedatangan tamu yang tidak pernah mereka duga sebelumnya.


" Silahkan masuk semua." ajak Mama Meri ketika melihat siapa yang datang berkunjung ke rumah mereka malam-malam begini.


" Terimakasih Meri." jawab Mama Tio yang merupakan sahabat dari Mama Meri.


Pak Ridwan yang baru saja keluar dari kamar nya tersenyum tipis melihat kedatangan sahabat nya bersama dengan keluarga lengkap nya.


" Ada apa Kamu datang-datang malam begini Dirga? Bukan kah tadi kita baru saja bertemu?" hardik Pak Ridwan yang memang selalu suka menggoda sahabat nya.

__ADS_1


" Jangan salah paham dulu Wan,Aku hanya ingin menjenguk calon menantu ku,bukan untuk melihat wajah kusut mu itu." balas Pak Dirga yang tampak tidak ingin kalah.


Hahahaha...


Pak Ridwan tertawa lalu berjabat tangan dengan Tio dan juga Mama nya.


" Dari mana Kamu mendapatkan kabar tentang anak ku?" tanya Pak Ridwan to the point.


" Dari Tio." jawab Pak Dirga singkat.


" Tio? " beo Pak Ridwan lalu menatap ke arah Tio yang sedang menatap ke arah tangga berharap Naya turun untuk menemui nya.


" Kamu tahu dari mana kalau Naya sedang sakit Tio?" tanya Pak Ridwan penuh selidik.


" Eh..Mmm..Itu Om,tadi Tio mampir ke cafe Naya,tapi pas sampai di sana Tio hanya bertemu dengan Melati sahabat Naya dan dia juga mengatakan kalau Naya sudah pulang karena sakit dan wajah nya juga pucat." jawab Tio jujur.


Pak Ridwan dan semua orang yang mendengar nya mengangguk mengerti.


" Seperti nya Naya sedang tidur karena baru saja siap minum obat." ujar Mama Meri memberi tahu.


" Memang nya dia sakit apa Tante?" tanya Tio antusias.


" Dia hanya sakit kepala dan kurang beristirahat.tensi nya juga sangat rendah sekali." jawab Mama Meri.


" Kalau Kamu mau melihat nya silahkan naik ke atas." sahut Pak Ridwan menimpali.


Tio yang merasa sungkan takut di anggap terlalu lancang dengan cepat menggeleng kan kepala nya.


" Tidak perlu Om,Tio takut menganggu waktu istirahat Naya." jawab Tio pelan.


" Tidak apa-apa Nak,pergi lah, dari pada Kamu tidak bisa tidur nyenyak malam ini karena tidak bisa melihat wajah Naya." ujar Pak Dirga yang sebenarnya mengerti bagaimana suasana hati putra nya.


Tio yang malu karena di ejek oleh sang Papa langsung menatap tajam kepada Pak Dirga.pipi nya bahkan sudah terasa panas karena di skak mati oleh ayah kandung nya sendiri.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰


__ADS_2