
Bayu sengaja memilih langsung pulang ke rumah Rani ketimbang pulang ke rumah ibu nya.sudah pasti sang Ibu pasti akan mengomeli diri nya tiada henti jika mengetahui apa yang sudah menimpa dirinya hari ini.
" Sayang! Aku mandi dulu ya." ucap Bayu setelah memasukkan semua pakaian nya ke dalam kamar Rani.
" Iya sayang.jangan lama-lama ya.kalau tidak ingat kalau Kamu sedang lapar saat ini,sudah sejak tadi Aku mengajak Kamu mandi bareng." jawab Rani mengedipkan sebelah matanya sengaja membusungkan dada nya ke depan lalu dengan rakusnya menyambar bibir Bayu yang tersenyum tipis.
Bayu yang juga sudah tidak tahan lagi melihat keganasan wanita yang ada di depan nya langsung membalas dan sengaja menahan tengkuk Rani agar ciuman mereka semakin dalam dan semakin memabukkan.
Bayu yang sudah tidak memakai sehelai benang pun menarik tubuh Rani lalu menjatuhkan nya dengan kasar ke atas ranjang tempat tidur.
" Tubuh Kamu kelihatan semakin seksi sekali sayang! Apalagi dua benda kenyal ini." ucap Bayu yang langsung memainkan dan menyesap secara brutal benda berwarna coklat yang sudah nampak mengeras.
Rani yang mendapat permainan seperti ini hanya bisa memejamkan mata nya sambil menggigit bibir bawah menahan rasa nikmat yang tiada tara.
" Kamu pintar sekali me- mainkan nya Mas! Aku rasa nya sudah tidak tahan lagi." jawab Rani yang semakin menggelinjang hebat.
Bayu membuka satu persatu kain yang menjadi penggalang yang menganggu aktivitas nya.
Kedua insan ini bahkan tidak perduli jika hari masih sangat sore dan udara di luar juga sedang panas sekali.
Bayu terus menciumi leher Rani yang terlihat memiliki warna berbeda dengan wajah nya.tangan Bayu terus memainkan benda kenyal yang memiliki ukuran besar itu.
" Ngghh.. Sayang geli." rintih Rani dengan mulut terbuka.
Namun Bayu seakan tidak memperdulikan nya.pria ini terus melanjutkan aktivitas yang sangat dia sukai dan mampu membuat dia terangsang.erangan Rani kembali keluar nyaring ketika Bayu dengan sengaja meremas kedua benda kenyal.hal itu semakin membuat pusaka Bayu mengeras dan menegang hebat mengeluarkan urat-urat kesaktian nya.
Erangan demi erangan terdengar memenuhi seluruh sudut kamar ini.Bayu yang memang sudah tidak pernah lagi mendapatkan service nikmat dari Naya sangat menikmati semua ini.
Mereka berdua bahkan tidak perduli lagi dengan cahaya matahari yang berhasil masuk ke dalam kamar mereka dengan silau nya.penyatuan kedua insan tanpa status ini terus berlanjut hingga hampir 3 jam lama nya.
kedua nya yang merupakan pemain handal terus merasa kurang dan selalu ingin mengulangi nya lagi.setelah berhasil mencapai puncak kenikmatan untuk yang kesekian kali nya secara bersamaan.Bayu langsung merebahkan tubuh nya di samping Rani yang sudah bermandikan keringat.dia memeluk sebentar tubuh polos Rani yang masih belum tertutup kain apapun lalu berdiri masuk ke dalam kamar mandi.
Rani yang masih merasa belum puas dengan apa yang baru saja mereka mainkan.memilih menyusul Bayu masuk ke dalam kamar mandi.
Bayu yang sedang berdiri di bawah guyuran air shower menoleh kan kepala nya saat merasakan ada tangan yang melingkar di pinggang nya.
" Mas! Lagi ya." pinta Rani begitu gamblang nya.wanita ini sungguh punya tenaga lebih untuk melakukan nya lagi.
" Maksud nya?" tanya Bayu heran,lalu mematikan shower dan membalikkan tubuhnya agar bisa melihat wajah Rani.
" Aku masih belum puas Mas,kita lanjut di sini aja ya." ucap Rani sengaja mengelus pusaka Bayu yang sedang tertidur akibat terkena siraman air dingin.
" Dengan senang hati sayang." jawab Bayu saat merasakan Pusaka nya kembali bereaksi akibat di sentuh oleh Rani.
__ADS_1
Wanita ini langsung mendorong tubuh Bayu masuk ke dalam bathtub dan mengambil alih permainan untuk yang kedua kali nya.
Kedua insan yang sedang di mabuk asmara ini kembali melanjutkan permainan sengit mereka di senja ini.setelah cukup lama bergoyang dan bermain hebat. dan akhirnya mereka kembali mendapat kenikmatan untuk yang kesekian kali nya secara bersamaan.
Rani yang sudah merasa puas dan sangat capek sekali langsung menyalakan air membasahi tubuh nya yang sudah sangat bau sekali.sedangkan Bayu masih menenangkan deru nafas nya sambil berendam di dalam bathtub.
Naya yang baru pulang dari cafe nya dengan keadaan pucat langsung di sambut khawatir oleh Mama Meri.
" Kamu kenapa sayang?" tanya Mama Meri sangat cemas.
" Kepala Naya pusing sekali Ma.tolong anterin Naya ke kamar Ma." ucap Naya yang benar-benar sudah tidak sanggup lagi untuk mengayun kan kaki nya.
" Baiklah,tapi bagaimana cara nya Kamu bisa sampai di rumah?" tanya Mama Meri penuh selidik. kedua tangan nya langsung menuntun tubuh sang putri menaiki satu persatu anak tangga agar bisa sampai di kamar Naya.
" Tadi Naya di antar sama Security cafe." jawab Naya singkat.
Begitu sampai di dalam kamar putri nya,Mama Meri lalu membantu membenarkan bantal dan juga selimut agar Naya bisa istirahat dengan tenang.
" Mama ambil kan obat dulu ya sayang." ucap Mama Meri lalu berlari turun mencari obat yang bisa menyembuhkan rasa sakit di kepala putri nya.
Pak Ridwan yang baru pulang dari kantor nya memicingkan mata nya melihat sang istri berlari tanpa menyapa dia yang berdiri di depan mata nya.
" Ada apa Ma?" tanya Pak Ridwan penuh selidik.
"Sakit? Obat? Memang nya Mama tahu Naya butuh obat apa?" tanya Pak Ridwan.
" Mmm Belum sih.tapi yang jelas katanya tadi dia sedang sakit kepala." sahut Mama Meri menggeleng kan kepala nya lalu mengacak-acak kotak obat mencari apa yang bisa dia gunakan untuk menyembuhkan rasa sakit di kepala putri nya.
" Biar Papa telpon Dokter Hana saja Ma.siapa tahu sakit Naya itu sangat serius dan memerlukan pengobatan terbaik." ujar Pak Ridwan memberikan solusi lalu tanpa menunggu persetujuan dari istri nya,Pak Ridwan mengeluarkan ponsel nya mengirim pesan kepada Dokter keluarga mereka agar datang secepatnya ke rumah mereka.
" Sudah! Kita tunggu sebentar lagi.sekarang ayo kita ke kamar Naya Ma." ajak Pak Ridwan menggandeng mesra tangan istrinya.
Mama Meri pun mengangguk kan kepala nya mengikuti langkah kaki suami nya.
Ceklek
Pak Ridwan membuka pintu kamar putri nya lalu menerobos masuk dan melihat sang putri sedang berbaring sambil memejamkan kedua mata nya.
" Bagaimana keadaan Kamu ,Nak?" tanya Pak Ridwan lalu duduk di tepi ranjang Naya.
" Ke-pala Naya sakit sekali Pa." jawab Naya tanpa membuka kedua mata nya.
" Tunggu sebentar ya Nak, sebentar lagi Dokter Hana akan datang ke sini untuk memeriksa Kamu." ucap Pak Ridwan menatap penuh iba kepada sang putri.
__ADS_1
Beberapa menit telah berlalu, Dokter Hana yang sudah di tunggu-tunggu pun akhirnya menampakkan batang hidungnya.
" Selamat siang Pak,Buk." sapa Dokter Hana ketika masuk ke dalam kamar.
" Siang juga Dok.tolong periksa Naya.katanya kepala nya sakit sekali."sahut Mama Meri yang sudah tidak sabar lagi menunggu kesembuhan putri nya.
" Baik Bu." jawab Dokter Hana lalu mengeluarkan satu persatu alat tempur nya dan mulai memeriksa detak jantung Naya.
Pak Ridwan yang tidak ingin menyulitkan pergerakan Dokter Hana memilih menggeser tubuh nya ke arah belakang.
" Selamat siang Mbak Naya." sapa Dokter Hana yang kini mulai mengukur tensi Naya.
" Siang Dok." jawab Naya.
" Tensi Mbak Naya sangat rendah sekali, sehingga mengakibat kan rasa pusing di kepala nya." ucap Dokter Hana menjelaskan setelah menemukan titik terang nya.
" Jangan biasa kan diri untuk bergadang,selain karena tensi Mbak Naya yang rendah, sakit di kepala Mbak Naya bisa di akibatkan oleh kurang nya jam tidur dan juga kurang nya waktu untuk beristirahat.saran Saya jangan terlalu banyak beban pikiran dan lepaskan semua yang di rasakan tanpa harus menyimpan nya di kepala." imbuh nya lalu mengeluarkan beberapa obat-obatan yang kebetulan sedang ada di dalam tas kerja nya.
" Baik Dok." jawab Naya santai.
" Ini obat-obatan nya,jangan lupa makan terlebih dahulu baru di minum obat nya." ucap Dokter Hana lalu merapikan semua perkakas nya setelah tidak lagi mendapatkan pertanyaan dari keluarga ini.
" Mari Saya antar Dok." ucap Mama Meri ketika melihat Dokter Hana yang ingin keluar dari kamar Naya.
" Terimakasih Bu, sebenar nya tidak perlu repot-repot begini, karena Saya sudah hapal di mana jalan keluar nya." jawab Dokter Hana tersenyum manis.
" Jangan di pikir kan lagi proses perceraian Kamu nak,semua nya sudah selesai dan Om Dirga sudah berhasil mendapatkan putusan cerai Kamu dengan Bayu." ucap Pak Ridwan yang tidak ingin melihat putri nya semakin kepikiran tentang nasib pernikahan nya.
" Naya tidak lagi memikirkan masalah itu Pa.semalam Naya tidak sengaja bergadang karena keasyikan nonton drama Korea." jawab Naya.
Pak Ridwan geleng-geleng kepala sambil tersenyum simpul mendengar kejujuran putri nya.
" Tapi kenapa bisa secepat ini Pa?" tanya Naya tidak percaya.
" Papa sengaja meminta nya supaya di percepat Nak, karena Papa sudah tidak ingin lagi Kamu berhubungan dengan lelaki brengsek itu." jawab Pak Ridwan yang memang sudah mendengar kabar baik itu tadi pagi dari sahabat nya,maka nya siang ini dia memutuskan untuk pulang lebih awal agar bisa mengabarkan kepada sang putri dan juga istri nya.
Bukan hal yang sulit lagi bagi Pak Ridwan untuk mendapatkan segala sesuatu yang dia inginkan,tanpa meminta identitas secara langsung kepada Bayu saja,Pak Ridwan sudah berhasil mendapatkan nya dalam sekejap mata.
" Syukur lah Pa,Naya juga senang mendengar nya." sahut Naya merasa senang.
"Terimakasih ya Pa." imbuh Naya merasa beruntung selalu mendapat kan pertolongan dari kedua orang tua nya.
" Sama-sama Nak, sekarang Kamu istirahat dulu ya,jangan lagi mengulangi drama menonton Korea sampai larut." ucap Pak Ridwan lalu meminta sang istri untuk mengambil kan makanan agar Naya bisa segera meminum obat nya.
__ADS_1
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰