Rumah Tanggaku Hancur Di Tangan Ibu Mertua

Rumah Tanggaku Hancur Di Tangan Ibu Mertua
Bab 51


__ADS_3

Usaha cafe yang di bangun oleh Naya bersama Melati kini semakin berkembang pesat.setiap hari Naya selalu menghabiskan waktu nya di cafe untuk mengecek keuangan dan bahan baku lain nya.sedangkan Melati bertugas mengatur segala management dan gagasan baru yang bisa memajukan usaha Cafe yang sedang ramai pengunjung.


" Mel! Aku izin pulang duluan ya,rasa nya kepala ku sangat berat sekali." ucap Naya ketika Melati sudah masuk ke dalam ruangan nya.


" Kamu lagi sakit ya Nay?" tanya Melati sambil menempelkan punggung tangan nya di kening Naya.


" Nggak tahu,tapi rasa nya kepala ku terasa mau pecah dan sangat sakit sekali." jawab Naya sambil memijat kening nya menggunakan tangan nya sendiri.


" Apa Kamu mau Aku antar kan berobat ke dokter?" tanya Melati.


" Tidak perlu Mel,Aku hanya perlu istirahat sebentar, karena malam tadi Aku bergadang sampai dini hari akibat keasyikan menonton drama Korea terbaru." ucap Naya tanpa merasa berdosa.


Melati menggeleng kepala nya dengan keadaan mulut yang menganga lebar.bisa- bisa nya wanita yang berada di hadapan nya ini menikmati drama Korea di tengah pelik nya kisah rumah tangga yang di alami nya saat ini.


" Aku titip Cafe ya,kalau ada apa-apa segera hubungi Aku." ujar Naya lalu berdiri sambil berpegangan di meja kerja nya.


" Awas Nay!" seru Melati ketika tubuh Naya hendak terjatuh menyentuh lantai.


" Aku antar saja ya.nggak baik menyetir mobil dalam keadaan tidak sehat begini." imbuh nya yang merasa tidak tenang kalau harus melepaskan Naya pulang dengan keadaan seperti ini.


" Jangan Mel! Nanti siapa yang akan mengawasi Cafe ini,apalagi keadaan sedang ramai begini." tolak Naya masih memejam kan mata nya dengan mengatur nafas yang terasa tercekat.


" Terus Kamu pulang nya bagaimana?" tanya Melati heran.


" Nanti Aku minta tolong Pak Asep saja untuk mengantar Aku, nanti dia pulang ke sini nya naik taksi ." jawab Naya yang baru teringat jika satpam cafe nya bisa mengemudikan mobil.


" Oh..Ya sudah,biar Aku antar Kamu depan ya.Aku sangat takut terjadi apa-apa sama Kamu, apalagi kalau sampai jatuh di meja pengunjung,bisa gawat darurat." celetuk Melati yang mendapat kan lirikan maut dari Naya.


" Aku belum separah itu Mel,jangan mengada-ada." sergah Naya yang tidak terima dengan lelucon yang di sampai kan oleh sahabatnya.


Melati berjalan sambil merangkul erat pinggang Naya menuju ke parkiran mobil.Melati lalu membantu membukakan pintu mobil untuk Naya dan membiarkan Naya masuk terlebih dahulu lalu menutup kembali pintu mobil nya dan berlari menuju pos penjagaan untuk memanggil Pak Asep yang kebetulan sedang berjaga bersama satu rekan kerja nya.


" Pak Asep!" seru Melati ketika sudah sampai di depan gerbang masuk.


" Ya ada apa Non Melati." jawab Pak Asep menoleh kan kepalanya lalu bergegas berdiri dari kursi.

__ADS_1


" Tolong antarkan Naya pulang ya Pak,dia lagi sakit dan nggak bisa menyetir sendiri." titah Melati.


" Baik Non." jawab Pak Agus patuh, karena selama ini dia juga sudah sering di minta tolong oleh Naya atau pun melati menggunakan mobil mewah milik Naya.


" Titip Cafe dulu ya Man,Aku pamit ngantar Non Naya sebentar." ujar Pak Agus kepada teman nya yang bernama Manto.


" Siap Sep,sana buruan! Kasihan Non Naya kalau menunggu terlalu lama." sahut teman nya menyetujui.


Pak Asep lalu berlari menuju tempat parkir mobil Naya,Pria paruh baya ini tentu sudah hapal betul bagaimana bentuk mobil Naya yang selalu di gunakan ketika berangkat ke Cafe.


" Hati-hati bawa mobil nya ya Pak!" seru Melati masih berdiri menunggu Pak Asep menjalankan mobil nya.


" Siap Non." jawab Pak Asep lalu menutup kembali kaca mobil dan mulai menginjak pedal gas meninggalkan parkiran cafe milik Naya.


Sedang kan di kursi penumpang belakang Naya sedang tertidur sambil menyandarkan kepalanya di sandaran jok mobil.


" Kita langsung pulang atau mau mampir di rumah sakit dulu Non?" tanya Pak Asep ketika belum mengetahui tempat tujuan nya.


" Langsung pulang aja Pak,ke rumah Mama ya." jawab Naya lirih.


Rani melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena sudah tidak sabar lagi ingin bertemu kekasih pujaan hati nya.


" Sayang!" seru Rani menggunakan suara cempreng nya ketika baru saja turun dari mobil.


Bayu tersenyum simpul kala mendapati wanita nya yang terlalu agresif.


" Kangen." Rani kembali merengek dengan manja tanpa segan atau pun malu langsung mengecup bibir Bayu yang sedang kering kerontang.


" Aku juga kangen sayang." jawab Bayu setelah ciuman mereka terlepas.


Tanpa kedua insan ini sadari,dari dalam kaca mobil yang terparkir di ujung jalan sana ada sepasang mata yang sedang menatap tajam kepada mereka berdua.tangan pria yang berada di dalam mobil itu lalu dengan cepat menyalakan kamera ponsel nya dan merekam semua aktivitas yang dilakukan oleh mereka berdua.


" Kamu beneran sudah menceraikan istri mu itu?" tanya Rani masih bergelayut manja di di leher Bayu.


" Sebenar nya sih belum, tetapi Aku memilih keluar dari rumah ini karena sudah tidak sanggup lagi hidup bersama dia." jawab Bayu berbohong,dia merasa tidak nyaman kalau harus mengatakan bahwa dirinya telah di usir karena bisa menjatuhkan harga diri nya di depan Rani.

__ADS_1


Para tetangga yang baru pulang dari pengajian menatap gemas kepada kedua insan yang asyik berpelukan di tepi jalan komplek.


" Mas! kalau mau selingkuh jangan di dekat sini,sana pindah ke hotel saja." ucap salah satu Ibu-ibu yang tidak suka melihat keberadaan mereka berdua.


" Pantesan saja di usir dari rumah Pak Rizal,kalau kelakuan nya bejat seperti ini." ucap Ibu yang memakai baju berwarna putih.


" Iya ya...Semoga saja pelakor ini mendapatkan balasan yang setimpal karena sudah menyakiti perasaan Mbak Naya."


Rani memasang raut wajah tidak bersahabat kepada Ibu-ibu yang sedang menghakimi nya.dia sangat berharap kalau mereka akan langsung pergi dan tidak lagi mencampuri urusan pribadi nya.


" Kalian pasti punya hubungan spesial kan? Maka nya Pak Rizal marah besar dan menendang Mas nya dari rumah ini." sahut Ibu yang lain nya dan membuat Rani semakin merasa geram.


" Eh.. Ibu-ibu yang maha tahu segala nya dan paling benar di muka bumi ini.kalau kalian tidak ada kepentingan lebih baik pergi saja deh dari sini.jangan pernah campuri urusan kami,sana pulang kerumahnya masing-masing masak untuk suami dan juga anak kalian yang sedang kelaparan itu."ucap Rani sangat emosi.urat-urat leher nya bahkan sudah menonjol keluar dari tempat nya.


" Tidak usah Kamu mengajari kami! Sebelum Kamu bilang pun kami sudah memasak untuk para suami kami agar tidak tergoda oleh pelakor jahanam seperti Kamu ini."ucap Ibu-ibu yang lain nya dan berjalan semakin dekat menghampiri mereka berdua.


Melihat situasi yang semakin tidak kondusif lagi dan tidak bisa lagi di kontrol.Bayu langsung mengangkat semua barang-barang nya dan menyusun nya di bagian jok belakang.


" Sudah sayang! Ayo kita pulang." ajak Bayu lalu duduk di belakang kemudi dan mulai menghidupkan mesin mobil nya.


" Sana pergi jauh-jauh dari sini, bikin malu penghuni kompleks ini saja kalian berdua.berzina kok nggak lihat-lihat tempat sih."


" Eh ...Dengar ya ibu-ibu yang sudah pada pikun. Aku ini bukan pelakor atau pun apa lah itu,kami melakukan ini semua atas dasar suka sama suka."ucap Rani masih menahan kaki nya untuk masuk ke dalam mobil.


" Sudah sayang! Cepetan naik." sahut Bayu yang tidak ingin mengundang atensi semua warga komplek.


" Sana bawa pergi selingkuhan jelek nya Mas,kok mau ya milih wanita seperti ini ketimbang istri nya yang begitu cantik dan juga baik."teriak para ibu-ibu tidak ada habisnya.


Bayu sebenar nya merasa geram tetapi berusaha menahan diri nya.dia langsung melaju kan mobil nya ketika melihat Rani sudah duduk dengan sempurna di kursi yang berada samping nya.kepergian mereka berdua di iringi dengan sorakan para Ibu-ibu kompleks.


" Ihhh!! Dasar kampungan! Berani nya di kandang doang,main keroyokan lagi." umpat Rani tidak terima di perlakukan seperti tadi.


Bayu yang sedang sibuk dengan setir mobil nya memilih diam dan tidak memberikan tanggapan sepatah kata pun.dia masih tidak percaya meninggalkan rumah itu dan lebih parahnya lagi dalam keadaan sangat memalukan seperti tadi.dia akan tetap memaksa Naya untuk tetap bertahan di samping nya meskipun mendapatkan ancaman dari kedua orang tua Naya.


Sedangkan Rani akan tetap menjadi wanita simpanan nya yang bisa dia peras kapan pun itu.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰


__ADS_2