
Setelah membayar ongkos ojek yang dia pesan.Bayu terlebih dahulu mencoba menghubungi Naya ingin meminta penjelasan dari masalah pakaian nya yang di keluarkan dari kamar mereka.berulang kali dia mencoba namun tetap saja tidak mendapatkan jawaban apapun dari nomer Naya.
" Apa maksud Kamu,Nay? Kenapa Kamu nggak pulang ke rumah kita? Dan kenapa Kamu keluar kan semua baju-baju Aku dari kamar kita?" Setelah selesai mengetik kan pesan yang berisikan semua uneg-uneg nya, Bayu lalu menekan tombol send kepada nomer Naya.
" Jangan macam-macam Kamu! Aku nggak akan tinggal diam dan cepat kembali kan mobil ku yang Kamu curi itu." Bayu kembali mengirim kan pesan kedua untuk Naya,dia sangat berharap sekali Naya mau membalas pesan dari nya dan tidak seperti nasib pesan yang dia kirim tadi malam yang sama sekali tidak di sentuh oleh Naya.
Setelah mengirim kedua pesan itu,Bayu kembali menyimpan ponsel nya ke dalam saku celana tanpa berniat membalas pesan yang di kirim kan oleh wanita simpanan nya.
Di sepanjang perjalanan menuju ruangan kerja nya.banyak pasang mata yang memandang aneh penampilan Bayu hari ini yang jauh berbeda sekali dari hari-hari kemarin.biasa nya Bayu selalu tampil dengan balutan busana yang matching,bersih dan sangat rapi.tetapi hari ini semua terlihat berbeda.
" Kenapa tuh Pak Bayu kayak kurang perhatian aja."
" Iya ya..Tumben amat baju nya kusut dan berantakan seperti itu."
" Kacau banget! Seperti tidak ada gairah hidup nya sama sekali."
" Iya sih,wajah nya lesu kayak nggak punya tenaga,yang biasa nya bersemangat dan menggairahkan tetapi sekarang amburadul tidak menentu."
" Iya bener banget,Pak Bayu kayak nggak terurus lagi sama bini nya."
" Iya tuh!"
Beberapa karyawan wanita atau laki-laki berkerumun menggosipkan tentang keadaan
Bayu yang menurut mereka sangat aneh dan merusak pemandangan mata.
Bayu yang sayup-sayup mendengar gosip tersebut mulai merasa risih dan tidak percaya diri lagi untuk melangkah kan kaki nya ke dalam ruangan nya.namun mengingat jumlah absen nya yang sudah terlanjur menumpuk dan berakibat bisa terkena pecat secara tidak hormat.Bayu memilih memekakkan telinga nya sambil memejam kan mata nya berjalan menuju ruangan nya.
" Pak Bayu! Di panggil Pak Riko keruangan nya."baru saja Bayu hendak mendudukkan bokong ke kursi kerja,Herman pria galak dan sangat kasar, sekretaris dari Bos besar pemilik perusahaan datang memanggil nya.
" Maaf,ada apa ya Pak Herman?" tanya Bayu dengan perasaan deg-degan. tatapan mata mengintimidasi dari Herman membuat saliva Bayu terasa tercekat.Bayu sangat khawatir jika ketidakdisiplinan nya selama ini menjadi boomerang terhadap kelangsungan karir dan juga hidup nya.
" Sebaiknya Anda temui saja Bos besar,karena Saya tidak punya kuasa untuk menjelaskan nya."ucap Herman dengan nada bicara kaku nya,dia lalu bergegas pamit dan meninggalkan ruangan Bayu tanpa menutup kembali pintu ruangan yang lebar ini.
" Ada apa ini?" gumam Bayu mulai merasa tidak enak dan ada sesuatu yang mengganjal di dalam hati nya.
" Apa dia hanya ingin mengundang Aku dan Naya untuk makan malam?"imbuh nya sambil merapikan rambut dan pakaian nya yang sudah terlanjur kusut dan memang sudah tidak bisa lagi untuk di perbaiki.
__ADS_1
Sekuat tenaga pria ini mencoba mengumpulkan nyali gentleman nya,dia berusaha menghalau rasa gugup yang tiba-tiba saja melanda dirinya, walaupun mereka sudah pernah bertemu dan sering bertatap muka secara langsung, tetapi tetap saja membuat Bayu tidak bisa tenang.berbagai macam sugesti positif dia coba untuk membisikkan pada diri nya sendiri.
" Santai aja Bayu! Mas Riko pasti hanya ingin mengajak Kamu mengobral santai dan bermaksud untuk mengajak kalian makan malam di rumah nya."
" Atau mungkin! Dia ingin memberi kan Aku bonus atas pencapaian ku yang luar biasa ini."
Seperti itulah sugesti positif yang Bayu semat kan di dalam kepalanya,kini dia melangkah dengan begitu percaya diri dan penuh senyum manis.
Tok...
Tok...
Tok..
Bayu mengetuk pintu ruangan Bos besar yang sekaligus kakak sepupu dari Naya istri nya.
" Silahkan masuk." Herman tiba-tiba saja membuka kan dia pintu seolah-olah Bayu adalah tamu kehormatan yang paling di segani di perusahaan ini.tanpa mengucapkan kata terima kasih,Bayu melangkah dengan begitu angkuh nya dan membiarkan saja pintu ruangan itu terbuka lebar.
Herman seketika langsung menggeleng kan kepala nya menyaksikan ketidaksopanan Bayu kepada dia dan juga Bos besar.
Riko yang ikut melirik menggunakan ekor mata nya juga ikut merasa kesal dengan pria yang ada di hadapan nya.
Tangan Bayu yang hendak bersalaman mengambang begitu saja di atas udara.
" Surat?" beo Bayu dengan segala bentuk kegelisahan nya.
" Silahkan di baca Pak Bayu." ujar Herman mengulur kan sepucuk surat yang masih tersegel rapi di dalam amplop .sedang Riko seolah tidak perduli lagi dengan apa yang terjadi di sekitar nya.
Bayu membuka perlahan segel amplop putih itu,wajah nya mendadak pias setelah membaca seluruh isi surat itu,tangan nya nampak bergetar hebat dengan masih memegang surat .jantung nya bahkan terasa berhenti beberapa detik menerima kekagetan ini.mengingat banyak sekali tanggungan yang berada di pundak nya membuat kepala nya mendadak pusing tidak tertahan kan lagi.
" Saya di pecat?" tanya Bayu memastikan dengan menunjuk dirinya sendiri dan tatapan mata nya meminta penjelasan kepada Riko dan juga Herman.
" Benar sekali Pak Bayu, sesuai dengan apa yang sudah anda baca di dalam surat pemecatan itu,mulai detik ini juga anda bukan lagi karyawan perusahaan ini, silahkan angkat kaki dan bereskan semua barang-barang anda, tetapi jangan pernah sekalipun berani membawa barang yang bukan milik anda." jawab Herman mewakili Riko.apa yang dia sampaikan sudah merupakan kehendak dari Bos besar nya,Riko yang memang sudah tidak berniat lagi berbicara dengan Bayu menyerah kan sepenuhnya kepada Herman.
" Tapi kenapa? Padahal Saya selalu memberikan laporan yang benar dan tidak pernah salah." bela Bayu dan berharap Riko mau mendengar dan mempertimbangkan surat pemecatan yang masih dia genggam.
" Anda masih bertanya kenapa?" bentak Herman sambil berkacak pinggang, kesabaran setipis tissue yang di miliki oleh Herman benar-benar sudah habis menghadapi pria tidak tahu diri seperti lelaki yang berada di hadapan nya saat ini.
__ADS_1
" Satu bulan ini sudah berapa kali anda terlambat,sudah berapa kali juga anda absen tanpa ada izin dan surat pernyataan khusus? Hah? Bisa anda jelaskan semua itu?" hardik Herman begitu tegas nya,dia sangat senang sekali melihat wajah malu Bayu yang menunduk pasrah.
" Jelaskan!" seru Herman meminta penjelasan.
" Maaf ! Saya waktu itu sedang sakit." jawab Bayu berbohong.
" Naya kemarin juga demam tinggi Mas,Aku harus merawat dia,Mas kan tahu sendiri kalau Naya nggak akan mau minum obat atau makan tanpa ada Aku di sisinya." tutur Bayu sambil menatap intens wajah Riko yang sama sekali tidak pernah mau menatap dirinya.
Riko yang sudah mengetahui semua nya,hanya bisa mengumpat kesal di dalam hati nya.rasa nya ingin sekali dia memberikan Bayu pelajaran yang tidak bisa dia lupakan, tetapi dia masih sayang kepada tangan nya yang terlalu suci ini.
" Cih...Pintar sekali buaya keparat ini mencari kan alasan untuk menyelamatkan dirinya."umpat Riko dalam hati nya.
" Dia pikir Aku akan tertarik dan iba mendengar ucapan nya? Oh tidak sama sekali, manusia licik dan pemalas seperti Kamu ini!Harus segera Aku lenyap kan dari perusahaan ku ini." imbuh nya lebih memilih mengabaikan saja perkataan Bayu.
"Aku mohon Maaf,jangan lakukan ini kepada Aku dan juga Naya.kasihan kami yang tidak punya tempat lagi untuk mengadu." pinta Bayu yang sudah berani menyentuh tangan Riko.
" Jangan pernah memanggil Aku dengan sebutan itu jika sedang berada di kantor, hubungan kita tidak sedekat itu." ucap Riko begitu kasar nya.tangan nya sengaja melepas paksa pegangan tangan Bayu yang berada di tangan kiri nya.
" Surat itu tidak bisa di rubah lagi, keputusan Aku sudah bulat,dan Kamu! Tidak perlu mencemaskan keadaan Naya,karena dia masih punya keluarga yang utuh dan juga kaya raya untuk memenuhi semua kebutuhan hidup nya." sambung Riko menyindir pedas bajingan yang sudah menyakiti adik nya.
Deg..
Jantung Bayu kembali di uji saat ini,sikap tegas dan kasar dari Riko sukses membuat seluruh urat nya bersembunyi menahan rasa takut.
" Maaf Pak Riko, tetapi Saya Mohon! Tolong beri Saya satu kesempatan lagi." mohon Bayu dengan mengatup kan kedua tangan nya.saat ini dia memilih mengesampingkan rasa malu nya demi menyelamatkan kehidupan keluarga nya.
" Silahkan keluar dari ruangan ini,Aku sudah tidak sanggup berkata apapun untuk Kamu." ujar Riko dingin sambil menunjuk pintu keluar.
Bayu menggeleng kepala dengan penuh rasa kecewanya.di dalam dada nya terdapat banyak sekali kejanggalan yang dia rasakan.
" Mari silahkan keluar." pinta Herman menarik kasar tangan Bayu agar berdiri dari kursi nya.
" Saya bisa sendiri." ucap Bayu kasar sambil menepis tangan Herman.
" Oke." Herman langsung mengangkat kedua tangan nya dan membiarkan lelaki ini berdiri dan pergi meninggalkan ruangan Bos besar tanpa menoleh lagi ke arah belakang.
"Apa maksud semua ini? Kenapa mereka semua berubah drastis dan seperti ingin melenyapkan Aku dari kehidupan mereka?" batin Bayu mulai merasa aneh dengan apa yang dia alami hari ini.mulai dari Naya yang tumben- tumbenan tidak pulang ke rumah,mobil yang biasa dia pakai tiba-tiba saja di rampas paksa oleh Naya tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu.lalu di ikuti dengan semua pakaian nya yang tidak di izin kan berada di dalam kamar,rumah yang dalam keadaan kosong tanpa ada satu pun yang menghuni nya termasuk asisten rumah tangga.dan berakhir dengan pemecatan nya yang tidak masuk akal.
__ADS_1
" Jangan-jangan semua ini ada campur tangan Naya dan Papa nya ?" tebak Bayu dengan melotot kan kedua matanya.
Jangan lupa Like Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰😍