
Pagi ini Naya sedang sarapan dengan kedua orang tua nya dengan begitu nikmat,tak sedikit pun mereka merasa terbebani dengan masalah perceraian Naya,karena ini sudah mereka kehendaki sejak lama.
" Papa langsung berangkat sekarang ya,soal nya buru-buru." ucap Pak Ridwan lalu berdiri dari kursi nya dan tidak lupa mengecup kedua kening wanita kesayangan nya.
" Hati-hati Pa." ucap Mama dan Naya secara bersamaan.
Pak Ridwan membalas dengan senyuman hangat nya lalu masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu kedatangan nya sejak tadi.
" Kita ke kantor nya Dirga dulu Tom." ucap Pak Ridwan begitu dia duduk di kursi nya.
" Baik Tuan." jawab sopir pribadi Pak Ridwan yang bernama Tomi.
Mobil Ferrari keluaran terbaru ini pun melenggang pergi dari pekarangan rumah mewah ini.
Pak Ridwan yang sudah tidak sabar melihat putri nya berpisah dengan lelaki seperti Bayu terpaksa harus turun tangan sendiri untuk memastikan proses perceraian ini cepat terlaksana kan.
Sebenarnya bukan karena Pak Ridwan tidak percaya kepada Naya ataupun anak buah nya,pria paruh baya ini ingin mengatur sendiri strategi yang di jamin langsung mematikan lawan nya.
Tiba di gedung tinggi milik pengacara terhebat dan terbaik saat ini,Pak Ridwan langsung di sambut oleh karyawan sahabat nya.
" Selamat pagi Tuan." sapa kedua wanita itu dengan ramah,mereka tentu sudah hapal betul dengan wajah dan ciri khas Pak Ridwan.
" Pagi! Apa Tuan Dirga ada di ruangan nya?" tanya Pak Ridwan to the point.
" Ada Tuan,Tuan Dirgantara baru saja naik ke ruangan nya." jawab salah satu di antara petugas receptionist itu.
" Baiklah." Pak Ridwan langsung melenggang menuju ruangan Dirgantara.kedua petugas receptionist itu sama sekali tidak berani mencegah dan membiarkan saja Pak Ridwan masuk.
Meskipun mereka sudah berteman cukup lama dan sangat dekat sekali,Pak Ridwan tetap menjunjung tinggi adab kesopanan dalam bertamu.
__ADS_1
Tok....Tok...Tok...
Pak Ridwan memilih mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum di minta masuk oleh pemilik ruangan ini.
" Masuk." suara milik Dirgantara menginterupsi dari dalam.
Ceklek.
" Kenapa tidak masuk saja sih Wan?" ucap Pak Dirga begitu melihat ternyata tamu nya adalah sahabat karib nya.
" Aku hanya ingin berjaga-jaga saja, mungkin saja Kamu sedang di temani oleh istri mu." seloroh Pak Ridwan dengan senyum tipis nya.
" Mia nggak akan suka datang ke kantor pagi-pagi begini,dia masih terlelap indah di dalam tidur nya." jawab Pak Dirga tanpa merasa malu membuka kebiasaan buruk istri nya.
Hahaha....Pak Ridwan menertawai nasib sahabat nya.
" Apa itu arti nya Kamu juga sarapan sendiri?" tanya Pak Ridwan memastikan.
Tio memang sengaja di minta untuk fokus dengan perusahaan mereka, sedang kan Dirgantara lebih memilih melanjutkan karir nya sebagai pengacara handal,meski kadang sekali -kali dia juga turut serta dalam menangani perusahaan cabang yang ada di daerah sana.
" Baiklah, setidaknya Kamu masih punya teman supaya tidak merasa bosan." sahut Pak Ridwan.
" Ya seperti itu lah, tetapi Tio sarapan nya juga hanya sebentar,karena dia selalu saja sibuk dengan urusan kantor nya.Aku saja sampai heran melihat dia yang nggak pernah merasa bosan untuk bekerja dan terus bekerja." tutur Pak Dirga menjelaskan.
" Lebih baik dia sibuk dengan urusan pekerjaan nya ketimbang dengan urusan yang lain.anak mu sangat hebat sekali,Aku saja sangat bangga melihat kegigihan nya membesar kan dan mengembangkan perusahaan kalian sampai sesukses ini." ujar Pak Ridwan yang memang sangat takjub melihat cara kerja Tio.
" Kenapa tidak Kamu ambil saja sebagai menantu mu! Toh sebentar lagi Naya akan berpisah dengan suami nya.Tio masih sangat mencintai Naya." jawab Pak Dirga begitu frontal tanpa mengenal takut.
Pak Dirga bisa melihat sendiri bagaimana ekspresi wajah gembira dari Tio begitu mengetahui Naya ingin menggugat cerai suami nya,Tio yang sudah tidak sanggup menahan rahasia yang dia simpan selama ini memutuskan untuk berbagi dengan Papa nya.dia juga menunjukkan bukti yang dia miliki selama ini.
__ADS_1
Pak Ridwan melotot kan mata nya mendengar ucapan sahabat nya.
" Jangan bercanda Dirga,ini masalah hati dan juga perasaan,sebaik nya kita tidak perlu ikut campur, untuk sekarang ini Aku hanya ingin Naya bisa terbebas dari lelaki pengecut itu." ucap Pak Ridwan memperingatkan.
" Aku tidak sedang melawak atau pun memberikan lelucon untuk mu Wan,kalau Kamu masih berminat ingin menjadi besan ku, suatu hari nanti Aku akan datang melamar putri mu untuk anak ku.Aku jamin Naya tidak akan mengalami kesedihan atau kesengsaraan jika sudah menikah dengan Tio,Aku sendiri yang akan memastikan itu." jawab Pak Dirga yang ingin sahabat nya mengetahui bahwa mereka sekeluarga masih berharap Naya mau kembali dengan Tio.
" Selama ini Aku selalu mendesak Tio agar segera menikah dan mencari pengganti Naya, tetapi hati nya terlalu keras menyakini bahwa Naya pasti akan kembali kepada dia suatu hari nanti.ternyata sugesti yang dia tanam kan benar-benar terjadi,tuhan ternyata menunjukkan kuasa nya untuk hubungan mereka.Aku sangat syok sekaligus bahagia mendengar kabar ini." imbuh nya begitu serius.
" Aku belum bisa memastikan Ga,Aku juga tidak ingin memaksa Naya,Aku takut kegagalan masa lalu nya membuat dia trauma." jawab Pak Ridwan yang sebenarnya juga masih berharap bisa berbesanan dengan sahabat nya.
" Serahkan semua nya kepada Tio,biar anak itu yang mencari cara untuk menyembuhkan luka Naya." ujar Pak Dirga begitu sangat percaya diri.
" Jadi apa langkah yang akan Kamu ambil untuk lelaki bajingan itu." imbuh nya mulai membuka pembicaraan.
" Seperti yang sudah Aku bilang kemarin malam,Aku ingin Naya segera berpisah dari lelaki itu tanpa membawa sepeserpun harta milik putri ku.dan yang pasti Aku akan membuat dia menyesal sudah berani menyakiti putri ku." ucap Pak Ridwan dengan tatapan mata elang nya.buku jari nya sudah menggumpal erat seolah ingin membuktikan bahwa ucapan nya ini bukan main-main.
" Dan pasti kan juga, proses perceraian ini berlangsung cepat dan mudah." imbuh nya karena tidak ingin menghabiskan waktu yang sangat berharga hanya untuk meladeni lelaki seperti Bayu.
" Aku akan mengurus semua nya dengan baik,tapi berjanji lah untuk memberikan anak ku kesempatan untuk mendapatkan kembali hati Naya.tolong bujuk Naya." pinta Pak Dirga yang tidak tega melihat Tio hanya hidup sendiri dengan cinta masa lalu nya.dia ingin membuka jalan agar hati putra nya kembali tertambat kepada cinta sejati nya.mereka sama sekali tidak pernah mempermasalahkan status Naya yang sudah pernah menikah,yang terpenting Tio bahagia dan tidak lagi menutup diri dari dunia.
" Aku tidak berjanji,tapi akan Aku usahakan.minta Tio untuk sering datang ke rumah kami, karena mulai dari kemarin Naya sudah kembali ke rumah dan tidak Aku izinkan lagi untuk tinggal sendirian." jawab Pak Ridwan yang juga menyukai kepribadian Tio.
" Baiklah besan, silahkan anda pulang dari sini,karena sebentar lagi Aku harus bertemu dengan klien ku.dan jangan lupa kirim semua berkas Naya agar nanti sore langsung bisa Aku proses."
" Kamu mengusir Aku?" tanya Pak Ridwan sambil menunjuk dirinya sendiri.
" Aku tidak mengusir,tapi kalau Kamu tidak bosan berada sendirian di sini ya ..silahkan saja,karena Aku harus segera berangkat." jawab Pak Dirga sambil membereskan semua barang-barang nya dan tidak lupa membawa tas kerja.
" Sudah lah, lebih baik Aku segera berangkat ke kantor ku,bicara dengan mu tidak akan pernah menemui ujung nya, nanti jangan lupa urus semua berkas itu,kalau tidak! Jangan harap Aku mau menerima anak mu sebagai menantu ku." celetuk Pak Ridwan berlalu pergi mengabaikan saja ekspresi wajah kaget dari sahabat nya.
__ADS_1
" Jangan jual mahal! Aku tahu Kamu juga mengharapkan anak ku yang menjadi menantu mu,hey!" teriak Pak Dirga meskipun sahabat nya sudah jauh pergi meninggalkan ruangan nya.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰😍🥰🥰