
" Kalau memang itu sudah menjadi keputusan mu,dan berpisah adalah jalan terbaik untuk kehidupan mu, Papa tidak akan pernah melarang nya,Papa akan mendukung seratus persen langkah Kamu ini, memang ini yang sudah Papa tunggu sejak lama.Papa akan membantu Kamu Nak." ucap Pak Ridwan menatap dalam wajah sang putri yang terlihat begitu tegar.
" Apa sampai sedalam itu dia menyakiti mu Nak? Sampai air mata mu pun sudah tidak sudi lagi Kamu keluar kan untuk dia?" gumam Pak Ridwan dalam hati nya.
" Papa kok ngomong nya kayak gitu,apa Papa sudah lama mengetahui perkara perselingkuhan ini?" hardik Mama Meri merasa curiga.
" Baru, tetapi Papa sudah cukup lama curiga."
jawab Pak Ridwan santai lalu fokus mengetik sesuatu di layar ponsel nya.
Naya sama sekali tidak merasa kaget,dia begitu mengenal dekat bagaimana sosok Papa nya selama ini.
Naya sangat merasa bersyukur masih mendapatkan dukungan penuh dari keluarga nya yang meskipun sempat dia tentang dan dia abaikan karena terlalu bersemangat fokus dengan rumah tangga yang tiada akhir nya.
" Jadi apa yang akan Kamu lakukan setelah ini sayang?" tanya Mama Meri.
" Papa sudah menghubungi Om Dirga untuk mengurus semua masalah Kamu,mulai hari ini sebaiknya Kamu dan Mbok Jum kembali tinggal di sini,Papa takut lelaki itu bersama keluarga nya akan menyakiti Kamu karena tidak terima dengan keputusan Kamu ini." sahut Pak Ridwan sebelum Naya angkat suara.
Naya terdiam memikirkan rencana yang telah di susun oleh Papa nya, jujur saja sampai saat ini dia belum menentukan pengacara mana yang akan membantu nya dalam mengurus berkas-berkas perceraian nya.
" Bagaimana dengan mobil-mobil mu Nak?" tanya Pak Ridwan tiba-tiba saja teringat dengan mobil yang pernah dia beli untuk anak nya.
" Kemarin Naya sudah menjemput paksa mobil itu dari rumah orang tua Mas Bayu,Naya ingin sebelum perceraian itu terjadi semua milik Naya sudah kembali ke tangan Naya." ucap Naya mengatakan semua yang ada di dalam benak nya.
Pak Ridwan mengangguk kepalanya.
" Besok pagi Papa akan mengirim sopir untuk menjemput Mbok Jum dan semua barang-barang Kamu yang masih tertinggal di sana.biarkan saja rumah itu dalam keadaan kosong." tutur Pak Ridwan tegas.dia tidak ingin lagi memberikan kesempatan kepada lelaki yang sudah menyakiti putri nya.
" Iya Pa ." jawab Naya patuh, sebenar nya dia juga sudah malas bertemu dengan Bayu dan pada akhirnya pasti akan ribut dan ribut tidak ada habisnya.
__ADS_1
" Bayu tahu kalau Kamu akan menggugat cerai dirinya?" tanya Mama Meri menatap seksama wajah putri nya.
Naya menggeleng cepat.
" Belum Ma,Naya belum mengatakan apapun kepada dia.berkomunikasi saja hanya melalui ponsel karena dia terlalu sibuk dengan urusan wanita nya." jawab Naya masih ingat betul bagaimana sikap Bayu ketika bersama wanita selingkuhannya.
" Bagus! Sebaiknya memang seperti itu,biar dia kaget dan tidak banyak melakukan perlawanan.Papa yakin jika dia tahu masalah perceraian dari awal, pasti dia akan berusaha menggelap kan semua yang Kamu punya."
" Iya Pa,tapi semua barang-barang berharga milik Naya sudah Naya simpan di dalam brankas yang tertutup rapat,pintu kamar nya juga dalam keadaan terkunci."
"Kamu tenang saja,Papa yang akan mengurus semua nya,fokus saja kepada cafe yang sedang kamu rintis." ujar Pak Ridwan menyemangati putri nya.
" Iya Pa, makasih ya Ma,Pa,kalian sudah mau menerima Naya meskipun Naya sering melakukan kesalahan-kesalahan dan menyakiti perasaan Mama dan juga Papa." tutur Naya yang sudah berderai air mata mengingat bagaimana keras kepala nya dia demi memperjuangkan lelaki brengsek seperti Bayu.
" Kamu tetap anak kami,mau bagaimana pun dan seperti apapun keadaannya,darah yang ada di dalam tubuh Kamu tetap lah darah genetik dari kami berdua.Mama sama Papa akan selalu mensupport apapun yang Kamu lakukan,asal kan Kamu bisa bahagia." sahut Mama Meri sambil tersenyum hangat.
" Lebih baik kita istirahat saja,besok pagi biar Papa saja yang bertemu dengan Om Dirga."
" Baiklah Pa,Naya ikut rencana Papa saja." jawab Naya pasrah dan tidak ingin lagi membuat kecewa kedua orang tua nya.
Setelah selesai membahas tentang pernikahan Naya,mereka bertiga akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam kamar masing-masing mengingat malam juga semakin larut sedang kan besok pagi mereka masih harus beraktivitas kembali.
Sebelum dia masuk ke dalam mimpi nya.Naya terlebih dahulu membalas pesan yang entah sudah berapa puluh pesan yang di kirim kan oleh Bayu untuk dia.
" Untuk apa Kamu menanyakan barang yang jelas-jelas bukan milik Kamu !Itu mobil milik Aku yang di beli kan langsung oleh orang tua ku.dan untuk mobil yang Kamu pakai,sudah Aku jual karena Aku sedang butuh uang untuk menyambung hidup,toh Kamu juga sudah tidak membutuhkan nya lagi." sambil menuliskan pesan ini mulut Naya tidak berhenti tersenyum membayangkan tingkah mencak-mencak suami nya saat membaca pesan balasan yang dia kirim kan.
Setelah pesan nya terkirim dan terdapat garis dua di aplikasi pesan nya,Naya lalu sengaja mematikan ponsel nya agar tidur nyenyak nya tidak terganggu oleh manusia licik yang berusaha menghancurkan hidup nya.
Bayu yang kebetulan sedang terjaga dari tidur panjang nya sejak sore tadi lalu membuka pesan balasan yang di kirim oleh Naya.
__ADS_1
" Kurang ajar!" umpat nya begitu emosi.
Bayu lalu bergegas menghubungi nomer ponsel Naya yang ternyata sudah tidak aktif lagi.
" Sial! Ponsel nya pasti sengaja dia matikan." umpat nya lirih.
Karena sudah tidak sanggup lagi sampai menunggu hari besok, Bayu lalu mengetik pesan panjang untuk Naya.
" Kenapa Kamu jual,itu kan mobil Aku,mobil itu sudah lama Aku pakai dan selalu Aku service menggunakan uang ku sendiri,kenapa Kamu jadi jahat dan licik seperti ini sih? Pokok nya Aku nggak mau tahu,besok pagi mobil milik ku sudah ada di depan rumah.Aku nggak sudi pergi bekerja dengan mengunakan ojek online." Bayu langsung mengirim pesan itu untuk Naya, berharap ketika ponsel nya sudah menyala dan Naya langsung akan membaca nya.
Bayu yang merasa putus asa memilih kembali masuk ke dalam mimpi nya berharap apa yang di dengar nya malam ini hanya lah halusinasi nya semata.
" Semoga saja besok pagi Naya sudah mengembalikan mobil ku dengan model yang lebih bagus." gumam nya lalu menarik selimut untuk menutupi dada nya yang tidak memakai baju karena pintu kamar yang biasa dia tempati bersama Naya masih dalam keadaan terkunci.
Di dalam rumah nya yang tidak terlalu besar itu,sejak tadi Ibu Romlah terlihat gelisah dan sama sekali tidak bisa merasa ketenangan.sudah berjam-jam lama nya dia menunggu pesan balasan dari Bayu, tetapi nampak nya anak nya itu sama sekali tidak tertarik untuk mengabari nya.
" Kemana lagi pergi nya si Bayu ini,jangan bilang kalau dia sedang asyik bercocok tanam dengan Naya,belum puas juga apa?" sungut Ibu Romlah merasa kesal dengan tingkah Bayu yang dia anggap terlalu mesum.
" Sebaiknya Aku coba hubungi saja wanita mandul itu." imbuh nya lalu bergegas menghubungi nomer ponsel nya meskipun sebenarnya hati nya sangat tidak rela untuk melakukan itu.
Rasa geram Ibu Romlah menjadi bertambah dua kali lipat begitu mengetahui nomer Naya dalam keadaan tidak aktif dan sama sekali tidak bisa di hubungi.
" Aku lagi stress di sini,mereka berdua malah enak-enak di rumah sana." batin Ibu Romlah terlanjur salah sangka kepada Naya dan juga Bayu.
Saat ini Tio di buat terkejut dengan celetukan Papa nya.hati nya bersorak gembira mendengar kabar baik ini.
" Papa serius?" tanya Rangga memastikan.
" Sepuluh kali rius juga Papa ladeni,Om Ridwan sendiri yang meminta Papa untuk menangani kasus ini." jawab Pak Dirga santai.
__ADS_1
Meskipun hubungan Naya dan Tio sudah lama berakhir, tetapi hubungan persahabatan di antara kedua orang tua nya tetap terjalin dengan indah sangat damai sekali.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍😍