
Drtt...Drt...
Getaran panjang dari atas meja kerja nya mengalihkan atensi Pak Ridwan dari pekerjaan nya.tangan pria paruh baya ini terjulur meraih ponsel nya dan mendapati sang sahabat yang kembali menelpon nya padahal mereka baru saja bertemu satu jam yang lalu.
Pak Ridwan pun lantas menerima sambungan telepon itu.
" Ada apa lagi Kamu menghubungi ku,bukankah semua berkas Naya sudah di kirim kan oleh asisten ku?" ucap Pak Ridwan sinis.
" Jangan marah-marah terus Wan,nanti pembuluh darah mu bisa pecah karena tidak pernah bisa mengontrol emosi mu yang tidak terbatas itu,Aku hanya ingin meminta pendapat Kamu tentang beberapa Video yang sudah Aku kirim kan ke email mu,Aku rasa video yang di dapatkan oleh Tio semakin mempermudah rencana kita." jawab Pak Dirga panjang lebar.
" Video? Video apa? Aku sama sekali belum membuka nya." ujar Pak Ridwan merasa bingung.
" CK...Ya ampun Wan,sejak tadi Aku sudah menunggu pesan balasan dari Kamu, dan ternyata Kamu malah belum melihat nya sama sekali.dasar!" umpat Pak Dirga merasa geram dengan tingkah sahabat nya.
" Sekarang Kamu lihat dulu isi video itu, setelah ini jangan lupa kabari Aku tanggapan Kamu." ucap Pak Dirga lalu memutuskan sambungan telepon nya karena tidak suka dengan tingkah acuh sahabat nya yang lebih mementingkan pekerjaan nya.
Pak Ridwan yang merasa penasaran pun langsung membuka email yang di kirim kan oleh Sahabatnya.
Pak Ridwan menjengah kesal melihat isi video ini,mau tidak mau dia terpaksa harus melihat nya untuk memastikan bahwa pria yang berada di dalam rekaman video ini adalah menantu bajingan nya itu.
" Bajingan! Aku tidak akan membiarkan Kamu hidup tenang walaupun hanya satu detik." batin nya sambil meremas kuat tangan nya lalu meninju dengan keras meja kerja nya yang sudah sangat tahan banting.
" Kamu sudah Aku kasih kesempatan untuk hidup dan tinggal bersama dengan anak ku, ternyata malah Kamu balas dengan perbuatan keji mu ini, ternyata Kamu benar-benar sampah dan Aku telah salah menilai untuk orang seperti Kamu." imbuh nya lalu memanggil Asisten nya melalui sambungan telepon.
" Keruangan Aku sekarang juga." titah nya lalu mematikan sambungan telepon nya lagi.
Reza yang mendapatkan perintah tegas itu bergegas masuk ke dalam ruangan Tuan besar nya.
"Ada apa Tuan?" tanya Reza begitu dia sampai di dalam ruangan Tuan nya.
" Minta anak buah kita untuk menyelidiki tentang wanita yang bersama Bajingan itu,minta mereka untuk menghancurkan semua yang bersangkutan dengan mereka berdua." pinta Pak Ridwan dengan wajah sangar nya.
__ADS_1
" Ba- baik Tuan akan Saya laksanakan." jawab Reza sedikit gugup ketika melihat aura mematikan dari wajah Tuan nya.
Dulu Reza dan Naya juga sempat dekat sebentar, tetapi karena Naya harus melanjutkan pendidikan nya keluar negeri hubungan dekat itu kini semakin merenggang dan tidak ada kejelasan yang pasti.padahal Tuan Ridwan sudah memberikan lampu hijau untuk Reza, tetapi karena Naya sudah jatuh ke pelukan Tio, membuat Reza menyerah karena merasa tidak pantas untuk bersaing dengan pria kaya dan juga terkenal seperti Tio.
" Dasar buaya keparat! Sudah di kasih kesempatan malah di sia-sia kan." umpat Reza berjalan menuju ruangan untuk mengambil ponsel dan menghubungi anak buah nya.
Pak Ridwan tertawa sinis.
" Kita lihat saja! Sampai sejauh mana Kamu bisa bertahan dengan situasi panas ini." batin nya.
Kesabaran pria paruh baya ini benar-benar sudah habis dan tidak bisa lagi untuk di lakukan negosiasi.
Sedang kan di dalam rumah milik Naya,Bayu di buat syok dan sangat kaget sekali begitu mengetahui bahwa di dalam rumah ini tinggal lah dia seorang diri tanpa ada Naya ataupun Asisten rumah tangga yang membantu mereka.
Keadaan kamar mereka masih dalam keadaan terkunci, tetapi di depan pintu kamar itu terdapat 2 karung besar yang berisi baju milik nya.
Di saat Bayu tengah terlelap di dalam mimpi nya.Mbok Jum masuk ke dalam kamar Naya dengan kunci cadangan yang sengaja di minta oleh Naya untuk di simpan oleh Mbok Jum.
Wanita renta ini dengan cekatan menyiapkan semua barang-barang sang Nona berikut dengan brangkas kecil yang menyimpan semua aset berharga.setelah memasukkan semua barang- barang Naya,Mbok Jum lalu memasukkan asal baju-baju Bayu kedalam karung berukuran besar dan menyeretnya keluar dari kamar.
Begitu mendengar bunyi mesin mobil yang masuk ke dalam pekarangan rumah klasik ini,Mbok Jum bergegas membuka pintu agar anak buah Pak Ridwan bisa membantu dia memindahkan semua barang-barang yang sudah di tumpukan berikut dengan pakaian pribadi milik nya.
" Sudah beres semua Mbok?" tanya Sopir pribadi Mama Meri.
" Sudah Pak." jawab Mbok Jum lalu menutup pintu rumah dan bergegas menyusul masuk ke dalam mobil.
Mereka langsung pergi tanpa meninggalkan pesan atau pun kata perpisahan kepada Bayu.mobil ini melaju menjauh dari rumah Naya menuju kediaman mewah milik Pak Ridwan.
" Kenapa baju-baju Aku ada di sini?" ucap Bayu lirih sambil melihat-lihat semua isi karung itu dan ternyata milik dia semua nya.mata yang masih terasa lengket langsung terbuka lebar melihat kenyataan aneh di pagi hari ini.
Darah Bayu berdesir hebat di sekujur tubuh nya.dengkul nya mulai terasa lemas dan tidak bertenaga lagi.
__ADS_1
" Apa tadi malam Naya sempat pulang kerumah? Kemana dia sekarang?" ucap nya lirih.
Tok..Tok..Tok..
" Sayang! Buka pintu nya,Aku mau mandi." teriak Bayu begitu lebay nya.
" Sayang!Ini Aku,bukain pintu nya dong,Aku sudah telat nih." pinta nya lagi tanpa menyadari bahwa kamar ini sudah kosong tanpa di huni oleh apapun itu.
Bayu bergegas berlari ke arah luar untuk mengintip teras rumah mereka mencari keberadaan mobil-mobil milik nya.
" Mobil nya nggak ada? Terus dimana Naya saat ini dan bagaimana dengan mobil ku." batin Bayu resah sambil mengacak kasar rambut nya menggunakan kedua tangan nya.
" Apa maksud semua ini?" imbuh nya tanpa menyadari bahwa sebentar lagi dia akan kehilangan semua nya.
" Mbok! Mbok!" teriak Bayu begitu kuat nya.namun mau sekeras apapun dia berteriak Mbok Jum tidak lagi bisa mendengar nya karena wanita paruh baya ini saat ini juga sudah sampai dan duduk santai bersama rekan-rekan kerja lain nya di dalam kediaman Ridwan Herman Syah.
" Kemana lagi pergi si tua peyot itu?" gerutu nya lalu kembali ke luar setelah mendapati kamar Mbok Jum pun dalam keadaan kosong.
Bayu lalu masuk ke kamar tamu sambil membawa pakaian kantor nya yang sudah terlanjur kusut.dua hari absen dari pekerjaan nya membuat dia takut untuk mendapatkan surat PHK dari Bos.
Bayu memilih mandi dengan sekejap mata karena setelah ini dia harus memesan kan ojek online untuk mengantarkan dia berangkat ke kantor.ingin sekali rasa nya dia menyusul Naya ke rumah orang tua nya, tetapi raga nya masih belum siap untuk bertemu dengan kedua mertua nya.entah kenapa dia merasa bahwa akan terjadi sesuatu kepada diri nya dan juga keluarga nya.
Setelah ojek online pesanan nya datang,Bayu bergegas keluar dan langsung naik karena sebentar lagi jam kantor akan segera datang.dua karung baju nya dia tinggalkan begitu saja karena tidak mungkin membawa dengan ojek yang hanya cukup di gunakan untuk dua orang.
Sementara itu Naya yang merasa hidup nya lebih tenang dari hari kemarin kembali menjalani hari-hari nya seperti biasa tanpa ada beban berat yang mengganggu pikiran nya.
" Hati-hati bawa mobil nya sayang, Kamu nggak mau pakai sopir Mama aja?" tawar Mama Meri yang takut terjadi sesuatu kepada putri nya.
" Aman Ma,Naya sudah biasa kok nyetir sendiri." jawab Naya lalu mencium punggung tangan Mama nya dan tidak lupa mengecup sekilas pipi wanita yang sudah melahirkan dan merawat dia dengan sepenuh hati meskipun dia sering melakukan kesalahan demi kesalahan dalam hidup nya.
Mama Meri tersenyum manis melepas kepergian putri nya sambil melambaikan tangan nya.
__ADS_1
" Semoga saja hidup mu setelah ini lebih baik lagi sayang." gumam Mama Meri dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰😍