
Di saat Bu Romlah ingin kembali ke rumah nya untuk membersihkan tubuh dan sekalian ingin mengecek apakah anak-anak nya sudah pulang atau belum. tiba- tiba saja ponsel Bu Romlah yang di simpan di saku gamis nya berbunyi nyaring.
Drtttt....Drtttt...
Bu Romlah dengan cepat menggeser tombol hijau seraya menatap pintu rumah yang masih terkunci dengan gembok menempel di ujung tiang.
" Ternyata mereka belum pulang juga." Bu Romlah terlihat putus asa,padahal sebelum pergi mencari Clara Bu Romlah sudah menitipkan kunci cadangan kepada tetangga sebelah jika saja Bayu pulang dan ingin masuk ke dalam.nyata nya harapan nya tak sesuai dengan fakta yang ada.
Drtttt.... Drtttt...
Deringan ponsel untuk yang kedua kali nya kembali menyadarkan Bu Romlah setelah sempat mengabaikan begitu saja panggilan yang sudah dia terima tadi.
Huft...
Bu Romlah menghela nafas berat nya sebelum menerima panggilan telepon dari nomer yang tidak dia kenal.
" Assalamualaikum Bu." ucap Bayu dengan nada suara pelan dan nyaris tidak kedengaran.
Bu Romlah yang mengenal pemilik suara ini tersenyum senang dan dengan cepat membuka mulut nya.
" Wa alaikum salam,Bayu? Ini beneran Kamu,nak? Kenapa Kamu tidak pulang ke rumah? Dimana Kamu berada saat ini Nak?" Tanya Bu Romlah tidak mengenal titik atau pun koma.rasa cemas yang menghinggapi hati nya membuat dia lupa kalau anak-anak nya sudah besar dan bisa menjaga diri nya sendiri.
" Bayu?" panggil Bu Romlah ketika yang terdengar hanya lah isakan tangis.
" Maafkan Bayu Bu! Bayu belum bisa berkumpul lagi dengan Ibu dan juga Clara,Bayu di tahan di kantor polisi Bu." ucap Bayu sambil memejamkan kedua mata nya.rasa nya dia sudah tidak sanggup lagi untuk berkata jujur,tapi dia sangat yakin bahwa saat ini Ibu nya pasti kebingungan mencari keberadaan nya.
" Di tahan? Polisi? Bagaimana bisa?" tanya Bu Romlah tidak percaya dan dengan cepat membekap mulut nya.
" Iya Bu! Bayu melakukan sebuah kesalahan dan membuat Bayu harus mendekam selama beberapa waktu di sini." jawab Bayu dan belum ingin membuka rahasia yang dia tutupi.
" Kesalahan apa yang sudah Kamu perbuat sampai Kamu harus di tahan segala? Apa Kamu mencopet atau membunuh orang?" tebak Bu Romlah luruh ke atas lantai dengan tubuh lemas.
Hening tidak ada Jawaban yang bisa Bayu berikan kecuali helaan nafas gusar dengan tatapan mata sayu.
" Nanti Ibu akan menjenguk Kamu di sana,tapi sekarang Ibu harus mencari Clara dulu. Ibu harap Kamu bisa mengerti dan mulai merubah prinsip hidup mu. dan Ibu tunggu penjelasan mu nanti."
Sambungan telepon tiba-tiba saja terputus dan tidak ada lagi percakapan yang terdengar.
" Maaf Pak! Waktu anda sudah habis." ucap petugas lapas mengingat kan.
Bayu mengangguk patuh dan meletakkan kembali telepon ke tempat semula.
" Clara menghilang? Pergi kemana dia?" batin Bayu menyugar rambut dengan sangat kasar dan berjalan gontai masuk ke dalam bilik yang dia tempati.
Saat ini tidak ada yang bisa dia lakukan kecuali menerima hukuman yang telah menanti.ingin memberontak pun tidak ada uang banyak untuk meloloskan dia dari tuntutan hukuman keluarga Dirgantara.
Bu Romlah berusaha berdiri dengan berpegangan pada pagar sebagai penyangga tubuh lemas nya.
" Andai saja Aku tidak silau akan harta dan merusak rumah tangga anak ku, pasti ini semua tidak akan pernah terjadi, ingin menyesal tapi semua sudah terjadi dan Aku yakin Naya tidak akan pernah memaafkan kesalahan ku."gumam Bu Romlah dalam hati nya.
Ya seperti ini lah kehidupan, selalu ada fase di mana kita harus menyesali kecerobohan yang telah kita perbuat,sayang nya kita sudah tidak memiliki waktu untuk memperbaiki nya lagi.semua nya sudah terlambat dan roda kehidupan sudah dengan cepat berubah.
Ingin rasa nya Bu Romlah menyerah, karena sudah terlalu lelah.dia berpikir kenapa kehidupan nya semakin kacau setelah di tinggal pergi oleh menantu yang tidak dia ingin kan.silih berganti cobaan yang datang menghampiri sampai membuat dia jungkir balik dan tidak sanggup lagi untuk bangun.apakah ini timbal balik dari sikap zalim yang pernah di perbuat kepada mantan menantu nya?
__ADS_1
Bu Romlah perlahan membuka pintu rumah dan bergegas masuk ke kamar mandi dan mengambil wudhu.Adzan magrib yang berkumandang merdu membuat Bu Romlah merasa memiliki kesempatan untuk bersujud mengadu segala keluh kesah dan meminta petunjuk.
Sampai membuat dia tertidur dan lupa untuk bangun lagi.
Ketika sang Surya sudah menampakkan sinar nya yang begitu terang,Naya dengan perlahan turun dari ranjang sambil melepas dengan sangat hati-hati tangan sang suami yang selalu ingin memeluk pinggang nya.tubuh yang masih lelah dan dalam keadaan naked tidak membuat Naya bermalas-malasan untuk bangun kesiangan.padahal Tio baru membiarkan dia tidur nyenyak jam 03.00 dini hari setelah selesai mengulang kembali penyatuan cinta yang tiada habisnya.
Naya bergegas masuk kedalam kamar mandi membersihkan tubuh nya dengan air hangat.setelah itu dia memakai pakaian rumahan yang cukup modis dan turun ke lantai bawah menyiap kan sendiri sarapan untuk suami tercinta.
Naya yang sedang fokus mengaduk makanan hasil buatan tangan nya sendiri.sampai- sampai dia tidak menyadari kalau ada sosok pria tampan yang datang menghampiri nya dengan senyuman hangat saat melihat apa yang sedang dia lakukan saat ini.
Tio,pria yang resmi menyandang gelar suami bucin dari para sahabat nya dan tidak pernah mau lagi jika di ajak bergabung dengan mereka.Tio berjalan mendekati Naya yang kini sedang berdiri membelakanginya dan menatap lurus ke arah kompor.
Tio memeluk pinggang Naya dan melabuhkan ciuman mesra di pipi Naya.
" Sayang..." Tio semakin mengeratkan pelukan nya sampai membuat Naya bisa merasakan ada benda yang menusuk bagian intim nya.
Sontak saja aksi Tio membuat Naya terkejut bukan kepalang.Naya memicingkan mata menatap sang suami dan melihat ke sekeliling.untung saja tidak ada art yang berada di dekat mereka.Naya menghembuskan nafas lega ketika menyadari bahwa tidak ada yang melihat ulah suami nya.
" Sayang! Kenapa Kamu turun hanya memakai boxer pendek ini?"tanya Naya.
" Ini di dapur sayang,jangan ulangi lagi melakukan itu di depan para art." tegur Naya mematikan kompor dan beralih menatap suami nya.
Tio yang menyukai wajah kesal milik sang istri yang begitu menggemaskan hanya tertawa kecil.
" Maaf sayang." ucap Tio kembali mengendus leher dan rambut Naya yang sudah wangi.
" Sayang! Awas dulu.nanti kalau ada art yang melihat kita bagaimana? Sebaiknya Kamu mandi dulu." ucap Naya ketika Tio sudah berhasil mendaratkan ciuman hangat di bibir seksi yang belum memakai lipstik.
" Sudah selesai masak nya?" tanya Tio tanpa melepas pelukan tangan nya.
" Hmm.." Naya mengangguk sebagai jawaban iya.
" Kita pindah ke kamar yok,Kamu curang! Masa mandi nggak ngajak- ngajak sih,padahal Aku ingin mandi bersama sambil berpelukan di bawah air shower." bisik Tio sehingga membuat bulu kuduk Naya meremang menahan rasa geli.
" Sayang! Ayok kita ke kamar saja." Naya memukul lengan Tio yang sudah menjalar kemana-mana,jika sudah seperti ini Naya yakin bahwa sebentar lagi akan terjadi sesuatu yang begitu dahsyat dan tidak layak menjadi konsumsi publik.
" Baiklah,Kamu harus di hukum." Tio menggendong tubuh Naya menuju ke kamar mereka.
Naya yang ingin memekik langsung membungkam mulut dan mengalungkan kedua tangan nya di leher suami yang sangat mesum.
" Kenapa Aku di hukum?" tanya Naya tidak mengerti.
" Karena Kamu sudah pergi meninggalkan Aku sendirian di kamar kita,padahal Aku sengaja bermalas-malasan tidak pergi ke kantor untuk menghabiskan waktu bersama Kamu di kamar kita." kata Tio.
" Maksud nya Kamu hari ini nggak berangkat ke kantor?" tanya Naya memastikan.dia akan merasa sangat bahagia karena bisa menghabiskan waktu bersama suami yang super sibuk.
" Iya,apa Kamu suka?" tanya Tio mencium sekilas bibir Naya.
Naya mengangguk sambil tersenyum lebar.
" Buka kan pintu nya sayang." pinta Tio merasa kesusahan menekan tombol yang sudah dia rancang khusus untuk kamar pribadi nya ,jadi tidak sembarangan orang bisa masuk ke kamar ini kecuali atas izin dari mereka berdua.
" Tunggu dulu sayang,lepaskan Aku sebentar." Naya langsung melompat turun meninggalkan Tio yang masih tercengang.
__ADS_1
Naya sedikit berteriak memanggil salah satu art nya untuk meminta di lanjutkan masakan nya.setelah itu dia kembali meminta suami nya untuk menggendong dia meskipun mereka sudah hampir menyentuh lantai kamar.
" Kamu sangat manja sekali sayang,dan Aku sangat menyukainya." Tio menjatuhkan tubuh mereka berdua ke atas ranjang dengan Naya yang berada di posisi atas.
Tanpa permisi Tio mencium dan menyesap lembut bibir Naya yang terasa sangat manis.Tio yang sudah sempat mencuci muka dan menggosok gigi begitu percaya diri menjelajah masuk dan memainkan peran nya.
Naya yang sudah terbuai perlahan ikut membalas permainan lincah dari suami nya.Tio menekan tengkuk Naya sehingga membuat ciuman mereka semakin dalam dan sangat intens sekali.puas dengan bibir Naya kini bibir Tio merambat turun menuju leher.Tio hampir saja mengukir jejak di sana jika Naya tidak mengingat kan nya.
"Sayang! Jangan di merahin lagi,Aku malas menutupi nya." sergah Naya dengan mata terpejam menahan rasa nikmat.
Tio sama sekali tidak mengindahkan ucapan sang istri dan tetap saja mengukir tanda cinta sebanyak yang dia mau.
" Biar mereka tahu kalau Kamu adalah milik Prasetio Anugrah Dirgantara." bisik Tio begitu lembut dan sangat mesra sekali.
Naya yang sudah tahu bagaimana sepak terjang sang suami hanya bisa pasrah berada di dalam kurungan nya.Tio melepaskan semua pakaian mereka sehingga tidak menyisakan satu helai kain pun yang menutupi tubuh sang istri.
Tio melahap bukit kenyal yang begitu menggoda sekali.Naya terkekeh geli melihat tingkah Tio yang begitu bringas dan sangat handal.
" Sayang...." Naya meracau menggigit bibir bawah nya ketika Tio bermain dengan benda kecil yang begitu sensitif sekali.
Tio yang ikut terbakar mendengar erangan panjang milik Naya bergegas membuka celana boxer dan merangkak naik ke atas ranjang.
" Enghhh hhjh..." Naya mengerang saat merasakan milik nya terasa penuh oleh pusaka sang suami yang begitu besar.Tio bergerak perlahan semakin dalam.
Entah sudah berapa kali mereka berdua mencapai klimaksnya dan menghasilkan banyak benih di dalam rahim Naya.
" Enghh...." kedua nya kembali mengerang secara bersamaan ketika merasakan ada yang berkedut di dalam tubuh mereka.
Tio menggulirkan tubuh nya dari atas tubuh Naya,tangan Tio memeluk tubuh sang istri yang tampak sangat kelelahan dan bermandikan keringat.
" Kenapa Aku bisa tergila-gila kepada Kamu,ya sayang?" tanya Tio menatap dalam wajah yang sudah menemani tidur nya selama beberapa hari ini,wajah yang selalu berhasil membuat hati nya gelisah jika berada berjauhan,wajah yang mampu mengubah dunia kejam nya menjadi lembut dan sangat peka.
" Hahahaha...Aku tidak tahu, lebih baik Kamu tanyakan pada diri mu sendiri,atau Kamu bisa meminta tolong ke psikiater atau psikolog?" ledek Naya menyembunyikan wajah nya di dada Tio yang lembab tapi masih sangat wangi walaupun belum mandi.
" Hari ini Kamu mau kemana? " tanya Tio mengusap rambut Naya dengan pelan dan penuh kasih sayang.
" Kemana apa nya? " tanya Naya kebingungan.
" Aku sengaja cuti untuk menemani Kamu kemana pun Kamu ingin pergi,Aku akan meluangkan waktu ku untuk istri ku tercinta."
" Apa Kamu pikir Aku bisa berjalan dengan baik setelah Kamu gempur habis-habisan sejak tadi malam.semua tubuh ku terasa sangat lelah sekali, terlebih lagi bagian bawah yang sudah terasa ngilu dan perih." rengek Naya meminta pertanggung jawaban,percuma saja suami nya libur kalau kondisi nya seperti ini.
" Kalau begitu kita bercinta saja sepanjang hari dan kita berdua hanya akan menghabiskan waktu di kamar saja." ucap Tio tanpa mengalihkan pandangan mata nya.
" Sayang! Ihhh.... Ngeselin banget sih.Aku ngga mau lagi dan lebih baik Kamu kerja saja sana." Naya yang kesal lantas memukul dada Tio yang sudah membuat dia lelah.
" Bercanda sayang, sekarang kita istirahat dulu ya, nanti siang baru kita keluar jalan-jalan." Bisik Tio menenangkan Naya yang sedang ketakutan.
" Janji ya,jangan ulangi lagi,Aku benaran Capek." Naya semakin mengeratkan pelukan dan menarik selimut menutupi tubuh lelah nya.
" Baiklah Nyonya Tio Dirgantara.sesuai permintaan." Tio ikut memejam kan mata karena rasa kantuknya yang sudah datang.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰
__ADS_1