Rumah Tanggaku Hancur Di Tangan Ibu Mertua

Rumah Tanggaku Hancur Di Tangan Ibu Mertua
Bab 74


__ADS_3

" Apa Ibu tahu siapa yang sudah menghamili Clara?" tanya Bayu di tengah rasa frustasi nya.pria ini tidak pernah menyangka bisa kecolongan separah ini.bahkan secara tidak sengaja dia juga ikut menikmati hasil uang haram itu.


Bu Romlah terduduk di sebuah kursi yang berada di samping ranjang Clara.wanita ini sengaja meremas jari nya menghilangkan rasa gundah.sejak tadi tangis nya tidak bisa berhenti mengingat tidak ada lagi yang bisa bekerja membantu perekonomian keluarga.miris sungguh? Tapi begini lah kenyataan nya.yang ada di kepala Bu Romlah hanya lah uang dan uang.bahkan kondisi Clara yang sudah memprihatinkan tidak membuat dia berubah menjadi lebih baik.


" Jawab Bu!" bentak Bayu semakin marah.


Bu Romlah yang kaget mendengar suara melengking dari Bayu sontak saja menggeleng kan kepalanya.dia memang mengetahui kalau Clara bermain dengan pria beristri tetapi dia tidak tahu siapa nama Lelaki itu dan seperti apa bentuk wajah nya.


Selama ini baik Bu Romlah atau pun Clara tidak ada yang mengetahui jika Clara sedang berbadan dua.Clara memilih abai dengan kondisi tubuh nya dan semakin acuh, gadis belia ini tidak merasa takut sama sekali.terlebih lagi dia melihat Butef begitu memanjakan diri nya dan sangat ketergantungan pada tubuh seksi nya.


" Jangan diam saja Bu! Kasih tahu sama Aku siapa lelaki itu?" Bayu kembali membentak sang Ibu yang semakin ketakutan.Bayu bahkan mencengkram lengan sang Ibu begitu kuat nya sehingga membuat wanita yang melahirkan nya meringis menahan rasa sakit.


"Awww..."


" Kenapa ibu diam saja melihat Clara bertindak bodoh seperti kemarin? Apa karena uang?Hah?"hardik Bayu yang sudah mengenal bagaimana jalan picik pikiran sang Ibu.


" Ibu terpaksa menerima usulan nya karena memang kita sedang kesusahan Yu.Ibu nggak nyangka bisa seperti ini." Bu Romlah akhirnya membuka suara sebelum Bayu bertindak lebih jauh.


Dua orang perawat yang kebetulan sedang ingin mengecek kondisi Clara saat ini mendorong pintu dengan cepat dan melerai pertengkaran hebat yang sedang terjadi di dalam ruangan ini.


" Jangan bikin keributan di rumah sakit Pak! Tahan diri,jangan berteriak lagi karena bisa menggangu pasien yang sedang beristirahat.jika anda tidak bisa mengontrol diri terpaksa pihak keamanan akan menyeret anda keluar dari sini." ucap seorang perawat wanita memperingati.


" Maaf ya Mbak." Bu Romlah terpaksa meminta maaf mewakili sang Putra yang sedang mengatur nafas nya.


" Jangan seperti ini Nak,Ibu minta maaf."pinta Bu Romlah bersujud di kaki Bayu karena merasa takut melihat wajah menyeramkan yang di perlihatkan oleh Bayu.

__ADS_1


Setelah melihat mengecek kondisi Clara dan suasana di dalam ruangan juga sudah hening,kedua perawat ini langsung pamit keluar dan kembali menitipkan sebuah pesan untuk tidak kembali menciptakan keributan.


" CK....Kenapa kalian begitu ceroboh sekali? Kenapa?" ucap Bayu lirih menghempas kan dengan kasar bokong nya ke atas sofa tunggu.


Nanti sore rencana nya Clara akan menjalani operasi pengangkatan rahim.sebelum itu Bayu memutuskan untuk pulang berganti pakaian yang sudah basah oleh keringat.


" Aku pamit pulang dulu Bu!Satu jam lagi Aku akan balik ke sini." ucap Bayu berlalu hendak membuka pintu.


" Baiklah,nanti jangan lupa bawa juga ganti baju Ibu dan Clara." jawab Bu Romlah pelan.kepulangan Bayu ke rumah mereka membuat Bu Romlah merasa tenang terselamatkan dari tatapan mata tajam Bayu.


" Hemm." Bayu berdehem mengiyakan ucapan sang Ibu lalu segera pergi meninggalkan ruangan sang adik.


Sedang kan Tio yang sudah sampai di dalam kantor nya setelah tadi sempat mengantar kan Naya terlebih dahulu ke cafe nya. Tio langsung masuk ke dalam ruangan meeting yang sudah di persiapkan oleh anak buah nya.


Butuh beberapa jam lama nya Tio menyelesaikan acara meeting penting ini,sampai rekan kerja nya mengangguk puas dan menerima tawaran kerja sama yang saling menguntungkan kedua belah pihak.


" Nan! Apa masih ada lagi berkas penting yang harus Aku tandatangani.kalau bisa maju kan meeting menjadi hari ini semua.mungkin besok Aku sudah tidak masuk ke kantor lagi." Ucap Tio tanpa mengalihkan tatapan mata nya kepada Adnan yang berdiri di hadapan nya.


" Akan Saya ambil kan berkas penting nya Tuan,dan untuk masalah meeting Saya juga akan segera menghubungi mereka untuk pemberitahuan kalau meeting nya kita maju kan." jawab Adnan lugas.


" Kamu boleh pergi,dan segera kabari Aku jika mereka sudah menyetujui nya." ucap Tio kembali fokus dengan layar laptop nya.hari ini merupakan hari tersibuk untuk Tio yang harus menyelesaikan segala bentuk pekerjaan sebelum cuti panjang pernikahan nya.


" Dan satu lagi Nan! Minta anak buah kita untuk terus mengawasi Nia agar tidak membuat kekacauan di hari pernikahan ku nanti " titah Tio sebelum Adnan benar-benar pergi dari ruangan nya.


" Baik Tuan. akan Saya laksanakan." jawab Adnan patuh.

__ADS_1


Pukul 00.20 malam Tio baru pulang dari kantor nya.dia terpaksa lembur demi menyelesaikan pekerjaan nya agar tidak semakin menumpuk nanti nya.Tio nampak semangat melewati lembur nya malam ini karena di temani oleh Naya dari sambungan telepon.pembicaraan mereka selesai di saat Naya sudah ketiduran dan tidak sanggup lagi membuka kedua mata nya.Tio langsung memutuskan sambungan telepon karena tidak ingin membuat calon istri nya terganggu.


" Nggak nyangka sebentar lagi kita akan bersatu dalam sebuah ikatan pernikahan.perpisahan pahit itu membuat kita kembali bersatu." batin Tio meregangkan otot -otot nya lalu berganti pakaian dan segera masuk ke alam mimpi.


Sedangkan di rumah sakit tempat Clara di rawat.Bayu dan Bu Romlah tengah menanti dengan harap cemas.mereka berdua mondar-mandir menunggu kabar baik dari ruangan operasi yang lampu nya masih menyala terang.


Ceklek.


Pinta ruangan operasi pun di buka lebar dan Dokter yang menangani Clara berjalan keluar dengan wajah lelah nya.


" Bagaimana keadaan adek Saya,Dok?" tanya Bayu berlari menghampiri seorang wanita yang memakai jas putih nya.


" Pendarahan nya sudah berhenti dan untuk operasi pengangkatan rahim nya berjalan dengan lancar.sekarang kita hanya tinggal menunggu pasien sadar dan setelah ini baru kita cek ulang lagi." ucap sang Dokter menjelas kan secara rinci agar tidak terjadi miss komunikasi.


Sejujur nya Bu Romlah dan Bayu saat ini tidak tahu harus bersyukur atau bersedih mendengar kabar yang di berikan oleh sang Dokter.luka di rahim yang sangat parah sehingga membuat mereka merasa kasihan melihat Clara yang sudah tidak bisa hamil lagi, tetapi mereka juga merasa kan kebahagiaan karena Clara kehilangan bayi yang tidak jelas siapa bapak nya.


Bayu dan Bu Romlah berjalan gontai menuju ruang tunggu.tidak ada pembicaraan yang terjadi di antara mereka berdua selain suasana hening dengan beban pikiran masing-masing.


" Bagaimana jika Clara tahu kalau dia sudah tidak sempurna lagi?" batin Bu Romlah menatap langit-langit rumah sakit.


" Tapi bukan nya bagus ya, sehingga nanti mempermudah pergerakan dia kedepannya." apalagi yang ada di pikiran Bu Romlah saat ini selain kerja dan mencari uang sebanyak mungkin.


Hari menjelang subuh,Bayu yang sudah tidak dapat lagi menahan rasa kantuknya memutuskan untuk tidur di kursi tunggu dengan kaki yang menjuntai di lantai.mereka terpaksa tetap berada di rumah sakit menunggu kabar Clara yang masih terlelap di bawah alam sadar nya.


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰😍

__ADS_1


__ADS_2