Rumah Tanggaku Hancur Di Tangan Ibu Mertua

Rumah Tanggaku Hancur Di Tangan Ibu Mertua
Bab 60


__ADS_3

Kening Rani mengernyit dalam begitu mengetahui nomer Bayu sudah tidak bisa di hubungi lagi.


" Pergi kemana lagi sih dia ini?" batin Rani di tengah rasa bersedih nya.


Baru saja Rani mendapatkan telepon dari pengacara pihak korban yang menuntut sejumlah ganti rugi yang harus di bayar Rani sebagai pemilik rumah makan itu.sebenarnya Rani sangat membutuhkan Bayu dalam keadaan banyak beban pikiran seperti ini,namun lelaki itu malah pergi meninggalkan dia sendiri tanpa berniat menghibur diri nya atau sekedar menemani dia.


" Aku bahkan rela berkorban untuk dia dan keluarga nya,tapi nyata nya semua pengorbanan ku selama ini tidak membuat dia lebih peka." ucap Rani lirih terus melirik kearah pintu kamar berharap Bayu segera datang menemui nya.


Rani lalu beranjak dari kasur yang sudah berantakan dan berjongkok mengambil semua uang yang ada di dalam laci kecil ini.


" Semoga saja uang ini cukup untuk membayar ganti rugi yang mereka minta." Rani lalu menyimpan uang yang berjumlah dua ratus juta ke dalam tas yang ada di dalam lemari nya dan tidak lupa mengunci pintu lemari itu setelah dia merasa rasa cukup aman.


" Mas ! Maaf kan Aku yang tidak bisa menjalankan bisnis mu,bahkan sebentar lagi usaha roti mu juga akan ikut gulung tikar karena terus mengalami kerugian." Rani lalu membaringkan tubuh nya kembali di atas kasur meskipun kedua mata nya tidak bisa lagi di pejam kan karena terlalu banyak beban pikiran.


Di dalam rumah Ibu Romlah,Bayu yang sedang menikmati tidur nya memilih mengurung diri di dalam kamar sampai malam semakin larut.suara Ibu Romlah yang memanggil dirinya pun dia abaikan begitu saja karena mata nya yang tidak bisa di ajak kompromi lagi.


" Si Bayu kenapa tidur terus sih kerjaan nya? Dia nggak mau keluar atau gimana sih? Mana Aku butuh uang lagi, dari tadi siang Aku belum makan sama sekali." Ibu Romlah sengaja mengetuk pintu kamar Bayu hanya karena ingin meminta uang membeli semua kebutuhan dapur yang sudah pada habis, kantong saku Ibu Romlah benar-benar sudah kering dan tidak punya simpanan sedikit pun.


" Si Clara pergi kemana lagi? Udah jam segini kenapa belum pulang juga sih?" Ibu Romlah mondar mandir sambil menahan rasa lapar yang menyerang perut nya.yang membuat dia lebih khawatir lagi ketika mengetahui tidak ada nomer ponsel Clara yang bisa dia hubungi saat ini.


" Aduh! Bagaimana lagi ini,kenapa Aku harus menghadapi masalah sebanyak ini? Kemana lagi Aku mencari uang sementara Bayu juga ikut mengabaikan Aku." Ibu Romlah lalu memutuskan masuk ke dalam kamar nya merebahkan tubuh lemah nya yang sudah tidak bertenaga lagi.


Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam lebih sedikit, setelah merasa puas menghabiskan waktu dan uang nya untuk berbelanja seluruh isi mall,Clara memutuskan untuk segera kembali ke hotel dan terlebih dahulu mengabari Butef agar segera di siapkan mobil.

__ADS_1


" Hidup ku sudah seperti tuan putri saja,mau apa saja tinggal telpon dan semua nya akan terwujud." batin Clara lalu menyimpan kembali ponsel nya sambil menunggu kedatangan sopir kiriman hot Daddy yang sudah menjadi kesayangan nya saat ini.


" Ternyata Daddy pilihan Santi benar-benar kaya raya,Aku yakin sewa hotel ini satu malam saja pasti sangat mahal sekali,Aku harus memastikan pria tua itu menjadi milik ku seutuhnya.Aku tidak perduli lagi dengan sekolah dan cemoohan orang lain,yang penting hidup ku tenang dengan punya uang banyak." batin Clara lalu turun dari mobil begitu mereka sudah sampai di depan lobby hotel.


Seluruh barang belanjaannya di bawakan oleh anak buah Butef.Clara hanya berjalan dengan melenggak-lenggok kan badan nya menuju kamar yang di tunjuk kan oleh anak buah Butef.


" Malam sayang!" Butef lalu merentangkan kedua tangan nya menyambut kedatangan Clara yang sudah sejak dari tadi dia tunggu -tunggu.


" Malam Daddy." balas Clara sengaja mengecup leher Butef memberikan sentuhan yang mampu membuat lelaki tua ini beraksi ganas.


" Kamu sungguh pintar sekali membangun kan pusaka ku sayang." Butef lalu menyerang secara brutal bibir Clara sampai nafas kedua nya tersengal-sengal.Butef lalu menghempaskan tubuh mereka berdua ke atas ranjang dengan Clara yang berada di posisi bawah.Butef terus mencumbui Clara sampai membuat gadis remaja ini meracau hebat dan dengan sigap melepaskan seluruh pakaian yang menempel di tubuh nya.Clara benar-benar di buat kecanduan dengan gaya permainan kasar yang di bawakan oleh Butef.


Malam ini Clara kembali menyerah kan seluruh tubuh nya hanya demi mendapatkan sebongkah berlian yang sudah di janjikan oleh Daddy kesayangan nya.


" Ah Naya! Apa yang sedang Kamu pikirkan." Naya sengaja memukul kepala nya sendiri sehingga membuat Tio mengernyit kan kening lantas tersenyum heran menatap wajah menggemaskan dari Naya.


" Kenapa malah di pukul kepala nya Nay?" tanya Tio penasaran.


" Nggak papa Tio! Aku hanya merasa kaget saja." jawab Naya berbohong sambil menghela nafas berat nya.


"Benarkah?" tanya Tio menyatukan dahi mereka sehingga membuat Naya reflek memundurkan wajah nya sebelum Tio melihat jelas wajah nya yang sedang bersemu merah.


" Benar loh." jawab Naya gelagapan dan membuang wajah nya ke arah lain.

__ADS_1


" Oke.habis ini kita mau kemana lagi?" tanya Tio lalu merapikan jas yang dia pakai dan mengeluarkan kartu sakti nya untuk membayar tagihan makanan mereka berdua.


" Bagaimana kalau kita nonton bioskop?" ajak Naya yang memang sudah tidak pernah lagi merasakan suasana gelap nya ruangan bioskop.


" Baiklah! Untuk mu apapun akan Aku lakukan." jawab Tio tersenyum manis dan berdiri dari kursi nya setelah menyelesaikan semua tagihan makanan.


Tio sengaja menggandeng tangan Naya dengan mesra walaupun wanita ini terus menolak dan berakhir pasrah dengan kegigihan yang Tio tunjukkan.


" Kita beli popcorn dulu ya." Tio lalu menarik tangan Naya menuju kearah ujung.Naya hanya mengangguk tanpa ada niat untuk membantah.


Setelah membeli semua cemilan dan minuman yang mereka butuhkan untuk menemani mereka di dalam bioskop nanti.Tio lalu mengajak Naya membeli tiket masuk dan mereka berdua sengaja memilih genre film romantis untuk membuat bunga-bunga di hati kedua nya kembali bermekaran indah.


Tio sengaja meluangkan waktu nya hari ini khusus untuk mendekatkan diri nya kepada Naya.Tio akan berusaha semampu nya untuk merebut kembali hati Naya.


Selama film ini di putar, pandangan mata Tio terus tertuju kepada Naya.tangan nya bahkan sengaja menggenggam tangan Naya tanpa mau terpisah kan lagi.


" Naya!" panggil Tio dengan suara serak nya.


Naya yang bergetar mendengar suara Tio lalu memalingkan wajah nya menatap lekat wajah Tio di tengah gelap nya ruangan bioskop ini.Tio dengan sengaja memajukan wajah nya dan menempelkan secara sadar bibir mereka berdua.beruntung nya tidak ada orang yang berada di sekitar kursi yang mereka berdua duduki.


Tio malah memejamkan mata nya lalu menggerakkan bibir nya dan mulai menyesap bibir Naya.karena terlampau kaget dan tidak menyangka.Naya juga ikut memejam kan mata sekuat tenaga nya dengan satu tangan yang memegang dada Tio.melihat Naya memberi lampu hijau membuat Tio semakin mempercepat gerakan bibir nya.melahap bibir Naya tanpa jeda sedikit pun.tidak bisa di pungkiri lagi getaran cinta itu masih sangat terasa di hati kedua pasangan ini.


Deru nafas kedua insan ini menyatu dalam keheningan malam ini.kedua nya berpagutan dengan lembut ,terbuai dan mulai terhanyut dengan perasaan masing - masing.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰


__ADS_2