
Tok...Tok...Tok..
" Masuk." sahut Naya dari dalam ruangan, setelah membantu pegawai nya melayani tamu cafe,Naya bergegas masuk ke dalam ruangan nya untuk mengistirahatkan kedua kaki nya yang terasa sangat lelah sekali.
Tio yang mendengar perintah masuk dari Naya bergegas menekan gagang pintu dengan kepala yang masuk terlebih dahulu.
" Tio!" seru Naya datar.
" Siang Nay.kenapa pesan dan panggilan telepon ku nggak Kamu jawab satu pun,Nay?" tanya Tio meminta Jawaban,pria ini terus uring-uringan di dalam ruangan kerja nya bahkan sampai harus melewatkan jam makan siang demi mencoba menghubungi nomer Naya.
" Maaf ,tadi Aku lagi sibuk." jawab Naya tanpa menatap ke arah Tio.
" Kamu kenapa? Ada masalah? Aku ada bikin salah sama Kamu?" tanya Tio lembut lalu berjongkok di hadapan Naya.
" Nggak papa kok.Aku lagi sibuk aja." jawab Naya judes karena masih kesal mendengar Tio pernah di dekati oleh wanita lain.
" Nay! Jangan kayak gini,kalau Aku punya salah ngomong dong.Aku bukan peramal yang bisa menebak isi hati Kamu." Tio menggenggam kedua tangan Naya dan sengaja menahan kursi Naya agar tetap menghadap ke arah nya.kedua alis nya menukik tajam menunggu Naya membuka suara.
" Aku ngga papa Tio! Sana lebih baik Kamu balik ke kantor aja." ketus Naya.
Huft...Tio mendesah gusar tidak bisa menebak kesalahan apa yang sudah dia perbuat sampai membuat Naya mengacuhkan nya seperti ini.
" Nay! Lihat Aku!" seru Tio sengaja menahan dagu Naya agar menatap wajah nya.
" Kamu marah gara-gara Aku ngaku Kamu calon istri ku?" tebak Tio yang mulai menyadari penyebab perubahan Naya setelah pertemuan yang tidak sengaja dengan sahabat sekaligus rekan bisnis.
" Bukan!" teriak Naya sambil memukul dada Tio.dan pria ini malah membiarkan saja Naya melampiaskan kekesalannya meskipun harus merasa panas di sekitar dada nya.
" Terus apa? Hah?" tanya Tio lembut dan masih sama seperti waktu mereka pacaran dulu.dia sama sekali tidak pernah bermain tangan atau pun membentak Naya dengan kasar dan juga suara keras.lebih tepat nya Tio selalu mengalah dan menerima apapun yang Naya ingin kan.
"Mmmm..." Naya menggigit bibir bawah nya tidak berani mengutarakan isi hati nya secara langsung.
" Ada apa Sayang?" Tio merapikan rambut Naya yang menutupi wajah cantik nya.
" Siapa Nia? Dan apa benar ada banyak wanita yang mendekati mu saat ini?" ucap Naya memberanikan diri.lalu terdiam dengan menunduk kan wajah malu nya.
Tio tersenyum bahagia menyadari kalau saat ini Naya sedang menaruh rasa cemburu kepada diri nya.
__ADS_1
" Dia memang sering mendekati Aku dan meminta Aku untuk menjadi kekasih nya, tetapi Aku selalu menolak karena Aku sangat mencintai Kamu ! Bukan kah kita sudah pacaran dan menjalin hubungan serius? Lantas untuk apa lagi Aku mengubris dia yang tidak ada apa-apa nya di banding dengan dirimu yang lebih segala nya dan selalu menjadi pemenang di hati ku." jawab Tio menjelaskan.
" Kamu cemburu?" imbuh Tio menggoda Naya yang kembali mengangkat wajah nya.
" Enggak!" pekik Naya melotot.kedua pipi Naya bahkan sudah berubah menjadi warna merah karena ketahuan oleh Tio.
" Jujur aja sayang? Aku bahkan sangat senang melihat Kamu posesif seperti ini." Tio lalu berdiri, mengecup tangan Naya dan memeluk tubuh Naya begitu mesra nya.
Naya menghela nafas menyadari Tio yang tidak memberikan celah untuk berbohong kepada dia.
" Ya sudah iya cemburu." ucap Naya lirih mengeratkan pelukan nya di tubuh Tio.
" Jangan khawatir,mau bagaimana pun penampilan mereka di luar sana,hati,cinta dan seluruh dunia ku sudah tertuju kepada Kamu, setelah masa Iddah mu berakhir nanti, kita harus segera menikah sebelum Aku kembali kehilangan cinta sejati ku." bisik Tio di samping telinga Naya lalu sengaja menjauh kan tubuh nya dengan kedua tangan yang sudah membingkai wajah ayu Naya.bibir tipis Tio sudah mendarat di bibir tipis Naya.dia perlahan ******* lembut bibir menggoda milik Naya.
" Hmmphmhphmhmmp."Naya terhipnotis oleh kehangatan Tio.kedua nya larut dalam ciuman yang begitu memabukkan jiwa.
" Tio! Aku sesak nafas." ucap Naya ketika melihat Tio tidak ingin melepaskan tautan bibir mereka berdua.
" Maaf! Aku kecanduan manis nya bibir ini." Tio terkekeh lalu mengelap bibir Naya yang masih basah oleh pertukaran saliva yang begitu memabukkan.
Tio kembali mengecup sekilas bibir Naya lalu kembali membawa tubuh Naya masuk kedalam pelukan nya.
Melati yang hendak menerobos masuk ke dalam ruangan Naya, terpaksa menghentikan secara mendadak langkah kaki nya ketika melihat sepasang kekasih sedang bercumbu mesra.
" Aish! Mata suci ku ternodai oleh kelakuan mereka berdua." batin Melati menutup pintu ruangan Naya dengan pelan-pelan agar tidak merusak suasana.
" Apa Kamu sudah makan sayang?" tanya Tio kembali mengunakan panggilan kesayangan nya.
" Sudah. memang nya kenapa?" tanya Naya balik.
" Temani Aku makan siang yok, perut ku terasa perih sekali loh sayang." Tio kembali bermanja-manja sambil memegang perut nya yang memang sudah terasa sangat lapar sekali.
Naya melirik jam tangan mewah di pergelangan tangan nya.
" Ini sudah jam setengah 3, dan Kamu belum makan siang juga?" Naya tidak percaya dengan Tio yang selalu suka mengabaikan kesehatan jika sudah menyangkut pekerjaan.
" Iya sayang,ini semua gara-gara Kamu yang nggak balas pesan Aku." jawab Tio apa adanya.
__ADS_1
" Kenapa bisa begitu?" Naya semakin mengernyit heran.
" Aku tidak bisa fokus dan selera makan ku menguap begitu saja saat Kamu mengabaikan pesan ku,padahal Nomer ponsel mu aktif tetapi Kamu malah sengaja mendiamkan nya." tutur Tio memasang wajah sedih nya.
" Ya maaf,Aku kelepasan." jawab Naya merasa bersalah.
" Mau makan dimana?" imbuh nya yang sudah bersiap-siap untuk pergi.
" Makan di sini saja,tolong pesan kan Aku makanan paling enak di cafe mu." pinta Tio yang sudah mengambil posisi duduk di sofa yang ada di sudut ruangan.
" Baiklah,tunggu sebentar ya." Naya pamit keluar ruangan menuju ke dapur cafe.
Sedang kan di dalam rumah besar Rani, baru saja mereka berdua hendak pergi membawa dua buah koper berisi pakaian,dari arah pintu terdengar sebuah ketukan.
" Siapa lagi yang datang di saat keadaan genting begini?" batin Rani melangkah cepat menyeret koper nya.sedangkan Bayu yang sejak tadi merasa kesal bercampur marah hanya diam dengan wajah yang masam.
" Tunggu." teriak Rani dari dalam.
Rani merasa terkejut melihat 4 orang polisi sedang berdiri di depan pintu nya.nafas janda bohay ini benar-benar tercekat dan seketika merasa oleng tidak berdaya.
Bayu juga merasa terkejut melihat kehadiran para polisi ini.pikiran Bayu sudah melanglang buana memikirkan nasib hidup nya yang harus mendekam di balik jeruji besi karena ketahuan berbuat zina.
" Selamat sore Bu Rani.silahkan ikut kami ke kantor." ucap polisi tersebut sambil menunjuk kan surat perintah penahanan kepada Rani.Bayu yang ikut melihat isi itu seketika bernafas lega merasa terselamatkan.
" Hanya Rani kan Pak?" tanya Bayu tidak merasa berdosa atau pun simpati kepada Rani.
" Benar Pak." jawab polisi lalu memborgol kedua tangan Rani.
Polisi ini lalu menjelaskan alasan dari penahanan Rani.janda ini hanya bisa pasrah dan membuang nafas kasar ketika menyadari kebusukan nya selama ini ternyata terungkap juga.
" Mas! Tolong Aku." teriak Rani ketika dia di paksa masuk ke dalam mobil yang mereka bawa.
Bayu sama sekali tidak menggubris permintaan Rani lalu melenggang pergi sambil bersiul-siul menyeret satu buah koper.
" Tega sekali Kamu, Mas!" batin Rani berurai air mata.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰
__ADS_1