Rumah Tanggaku Hancur Di Tangan Ibu Mertua

Rumah Tanggaku Hancur Di Tangan Ibu Mertua
Bab 57


__ADS_3

Ibu Romlah yang sedang duduk melamun di depan teras rumah nya di kaget kan dengan kedatangan seorang kurir yang membawa sebuah amplop tipis untuk putra nya.


" Tolong di tandatangani di sini ya Bu." titah sang kurir menunjukkan tempat yang harus di tandatangani oleh Ibu Romlah sebagai penerima paket ini.


" Baiklah." jawab Ibu Romlah pasrah tanpa melihat secara detail amplop apa yang sedang dia genggam saat ini.


" Terima kasih Bu." kurir itu langsung pergi setelah menyelesaikan tugas nya.


Ibu Romlah yang merasa penasaran ingin melihat apa isi amplop tipis itu di buat tercengang saat membalikkan amplop bagian depan yang terdapat logo sebuah instansi pemerintah.


" Kantor pengadilan agama?" mata Ibu Romlah membulat sempurna dengan jantung yang memompa begitu kuat.


" Untuk Bayu? Apa ini dari Naya?" batin Ibu Romlah menatap tidak percaya jika menantu nya yang dulu sabar sudah melayang kan gugatan perceraian untuk putra tercintanya.


Ibu Romlah terdengar menghela nafas panjang nya,dua hari ini benar-benar menjadi hari penuh kejutan untuk keluar mereka,semua penghuni rumah ini di buat kaget dengan skenario tuhan yang mulai bekerja.


" Kalau Bayu cerai! Berarti ada harta gono-gini yang jatuh ke tangan Bayu dong." mata Ibu Romlah kembali berbinar mengingat menantu nya itu memiliki harta pemberian orang tua nya yang begitu melimpah.


" Termasuk rumah bagus itu." imbuh Ibu Romlah tersenyum puas.


Bayu yang sudah bosan mendengar suara tangisan Rani yang tidak berhenti menangis sejak malam tadi memilih keluar dari rumah besar ini dengan alasan yang cukup masuk akal.


" Ran! Aku mau ke tempat ibu sebentar ya? Tadi ibu nelpon minta tolong di antar pergi ke pasar." ucap Bayu dengan sangat meyakinkan.entah kenapa pagi ini pria yang sudah resmi menyandang status sebagai duda merubah panggilan nya kepada wanita simpanan yang sedang terpuruk menelungkup kan wajah di atas ranjang tempat tidur.


" Emang nya Ibu nggak bisa pergi sendiri apa Mas? Aku lagi butuh Kamu untuk menemani Aku di sini Mas." Rani berbicara dengan mata sembab,pihak kepolisian sudah membubarkan semua orang yang berada di depan rumah makan nya.tidak ada lagi penyelidikan lebih lanjut karena ini murni kecelakaan bukan karena sengaja.


Menurut keterangan yang di sampaikan oleh pihak kepolisian tadi pagi, kebakaran itu terjadi begitu cepat akibat korsleting listrik yang terjadi di tempat penyimpanan bahan makanan.


Kepala Rani menjadi tambah pusing mengingat produksi roti rumahannya yang mengalami penurunan drastis selama beberapa hari ini.


Tidak ada lagi yang bisa dia andal kan saat ini kecuali rumah dan sisa tabungan yang tidak terlalu banyak.


" Aku pergi nya hanya sebentar saja sayang,Ibu nggak akan bisa membawa banyak barang belanjaannya, setelah pulang dari pasar,Aku janji akan segera kembali ke sini." ucap Bayu merapat kan tubuh mereka berdua lalu mencium punggung tangan Rani.


" Oh ....Iya! Jangan lupa uang untuk membeli bensin ya sayang." imbuh buaya buntung ini dengan nada suara mendayu-dayu.

__ADS_1


Rani yang semakin luluh dengan bujuk rayu tipuan yang di berikan oleh Bayu mengangguk setuju lalu menunjuk laci yang ada di bawah lemari baju nya.


" Ambil saja di bawah sana Mas, terserah Kamu mau mengambil berapa pun." Rani seolah kecintaan mati kepada Bayu sehingga dengan mudah nya mengabulkan semua permintaan lelaki ini.


Bayu menyeringai nakal melihat ada beberapa tumpukan uang yang berada di laci ini.


" Kalau tahu begini! Sudah sejak kemarin Aku menguras isi laci yang tidak di kunci ini." batin Bayu lalu mengambil beberapa lembar uang yang cukup membuat tebal dompet murahan nya.


" Bodoh nya Aku!" imbuh nya lalu menutup kembali laci yang berukuran kecil.


" Jangan lama-lama ya sayang." ucap Rani dengan tubuh yang melemah.


" Iya sayang ku." jawab Bayu lalu mengecup mesra bibir Rani di sertai dengan sesapan ganas yang membuat Rani enggan untuk menyudahi nya.


"Tahan sayang,nanti kita lanjut kan lagi,Aku harus segera menemui Ibu." pamit Bayu lalu keluar dari kamar meninggalkan Rani yang sudah terbakar gairah.


Bayu mengeluarkan mobil Rani dari bagasi depan dan melajukan nya menuju ke rumah sang Ibu.


" Ibu? Ada apa ya?" gumam Bayu saat melihat ada panggilan masuk yang datang dari nomer milik ibu nya .


Bayu bergegas menggeser tombol hijau yang ada di layar ponsel nya.


" Baiklah,3 menit lagi Bayu akan sampai di sana." Bayu lalu mematikan sambungan telepon itu secara sepihak.


Sedang kan di dalam hotel berbintang lima yang ada di tengah kota-kota ini,Clara sedang menjual keperawanan nya demi meraup pundi-pundi rupiah.pagi ini Clara di bayar dengan harga 75 juta oleh seorang pengusaha sukses dan sudah beristri dengan umur sudah lebih tua dari ibu nya.


" Sakit Om." teriak Clara saat laki-laki tua itu berusaha menerobos masuk ke dalam gua nya.


" Sabar sayang,jangan tegang seperti itu,ini baru permulaan nya saja, setelah ini Kamu akan merasakan kenikmatan yang tiada tara nya " bisik lelaki ini langsung menyesap bibir Clara memberikan kenyamanan sebelum melanjutkan permainan.


Setelah beberapa kali berusaha menjebol gawang Clara , akhirnya lelaki tua ini tersenyum puas saat merasakan Pusaka nya sudah masuk dengan utuh ke dalam gua yang begitu terasa sempit dan sangat memabukkan jiwa renta nya.


" Kamu benar-benar nikmat sayang! Aku tidak akan pernah bosan jika terus seperti ini." umpat nya lalu semakin mempercepat tempo permainan dan berhasil membuat Clara mengeluarkan suara merdu nya.


Meskipun bermain dengan laki-laki yang lebih pantas dia panggil dengan sebutan ayah,Clara sama sekali tidak mempermasalahkan hal ini.uang sudah membuat kedua mata Clara buta untuk menilai sesuatu.

__ADS_1


" Engh....." mereka berdua mengerang panjang setelah berhasil mencapai puncak pelepasan.


Nafas Clara memburu di dalam dekapan pria ini,tidak sedikit pun Clara menolak atas apa yang di lakukan oleh pria ini kepada tubuh dan juga hidup nya.sebelum mereka melakukan ini semua,Clara sudah memegang terlebih dahulu 3 gepok uang ratusan dengan ketebalan yang sulit untuk di jelas kan.


" Aku langsung mandi saja ya Om." ucap Clara yang tidak tahan tidur dengan tubuh yang bermandikan keringat.


" Santai dulu sayang,jangan terburu-buru begitu,lagian Aku masih belum puas menikmati semua ini." ucap pria yang bernama Butef Joni.


" Tapi Om..."


Saat Clara ingin membantah ucapan Butef,pria ini langsung menyimpan jari telunjuk nya di depan bibir Clara.


" Jangan panggil Aku dengan sebutan Om terus,anggap saja kita adalah sepasang kekasih dan panggil lah Aku dengan sebutan seromantis mungkin." pinta nya mulai ngelunjak.


Clara membulat kan mata nya menahan rasa geli melihat pria yang berada di samping nya yang benar-benar tidak ingat umur.


" Memang nya Aku harus memanggilmu dengan sebutan apa?" tanya Clara yang sama sekali tidak menemukan panggilan yang cocok untuk Butef.


" Ya terserah Kamu saja,yang penting jangan panggil dengan sebutan Om lagi,Aku muak mendengar panggilan itu." Butef kembali menindih tubuh Clara mengungkung nya dengan begitu rapat.


" Kalau Daddy bagaimana?" tanya Clara sengaja memainkan jakun pria tua ini.


" Mmm..." Butef nampak berpikir sambil menikmati elusan hangat dari tangan Clara.


" Boleh,kayak nya romantis juga." Butef mengangguk setuju dengan tangan yang sudah merayap bebas di gunung kembar milik Clara. Meskipun masih sekolah dan belum genap berumur 20 tahun, tetapi Clara memiliki tubuh yang begitu ideal sebagai seorang wanita.


" O- Daddy benaran mau lagi?" tanya Clara meringis membayangkan bagian bawah nya masih terasa sangat perih karena ulah Butef yang bermain sangat kasar sekali.


" Iya cantik,Aku masih belum puas,kita tambah satu jam lagi ya." Butef menyeringai tidak perduli dengan Clara yang menggeleng kan kelapa nya.


" Mari kita bertempur lagi sayang ku." Butef kembali menerobos masuk dengan begitu susah payah karena milik Clara masih baru tersentuh.tanpa sepengetahuan Clara, Butef sudah mengkonsumsi obat kuat saat hendak menuju ke hotel ini.apalagi ketika dia mendengar jika teman kencan nya pagi ini masih muda dan bersegel rapi.Butef menambah dua kali lipat obat yang dia minum sebagai penunjang kenikmatan nya.


" Astaga!" Clara membulat kan mata nya tidak percaya laki-laki tua ini memiliki tenaga yang begitu besar.


" Aku pikir akan sangat gampang melayani tua bangka ini, ternyata dia begitu kuat sekali." batin Clara mulai menggelinjang menikmati goyangan yang di main kan oleh Butef.

__ADS_1


Kali ini Butef kembali melanggar ucapan nya tadi. karena sudah hampir 2 jam lebih baru lah Butef menyudahi permainan sengit ini setelah meracau memanggil nama Clara dengan begitu merdu nya.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰😍😍😍😍


__ADS_2