
" Tidak! Apa maksud anda barusan ? Apa yang sudah kalian rencanakan ? Hah? Lepas.... Lepasin Aku...Dan biarkan Aku pergi dari sini."teriak Clara begitu cerewet dan perlahan suara ini menghilang seiring dengan pintu yang sudah di tutup oleh Nita.
" Terimakasih atas bantuannya Rom! Tolong pasti kan tidak ada bukti yang akan menjerat kami,Aku tidak akan pernah melupakan kebaikan hati mu." ucap Nita kepada seorang lelaki yang merupakan pengurus hotel,berkat kenalan nya inilah mereka berdua bisa menembus masuk dan mempermalukan Butef dan Clara secara terang-terangan.
" Tidak perlu merasa sungkan seperti itu Nita!Kita sudah lama berteman dan Aku ikhlas melakukan nya untuk kebaikan rumah tangga kalian.lain kali hubungi saja Aku jika Kamu masih perlu bantuan." jawab Romi dan di balas senyuman manis oleh Nita.
Mayang dan Nita kemudian berlalu dan membiarkan saja Butef berjalan dengan sendirinya.
" Kamu terbiasa melayani lelaki dengan bayaran bukan?Maka kali ini layani kami sepuasnya,dan Kami jamin Nyonya akan membayar dua kali lipat dari upah yang biasa Kamu terima." ucap salah satu anak buah Nita .di dalam kamar ini ada 4 bodyguard yang bermain dengan Clara. Sedang kan yang lainnya di minta untuk berjaga di depan pintu masuk kamar ini.
" Jangan! Hentikan ke haluan kalian ini, bagaimana pun keadaan nya,Aku tidak akan pernah sudi tidur dengan orang miskin seperti kalian." tolak Clara semakin mengeratkan selimut untuk menutupi tubuh nya.
" Kami tidak meminta pendapat mu,mau atau tidak mau,Kamu harus bersiap melakukan nya." ucap Pria yang memiliki tato,dia bahkan sudah membuka baju serta celana panjang nya dan hanya menyisakan boxer pendek penutup pusaka sakti.
Ketakutan ini semakin terasa nyata dan membuat Clara tergugu.tidak ada lagi wajah sangar yang sempat dia perlihatkan tadi, Seluruh tubuh nya bergetar hebat membayangkan bagaimana nasib nya setelah ini,Clara tentu bisa menebak apa yang ada di kepala pria bertubuh besar ini.kepala Clara mendongak menatap takut kepada keempat pria berbadan kekar yang menyeringai nakal ke arah nya.ingin rasa nya dia berlari sekuat tenaga meskipun harus menahan malu dengan tubuh naked nya.namun kedua kaki Clara membeku tak punya tenaga lagi.
" Menjauh lah...." teriak Clara dengan suara serak nya.dua orang bodyguard bergerak maju tanpa memperdulikan Clara yang sudah kacau.kedua tangan Clara di ikat menggunakan ikat pinggang.selimut yang menutupi tubuh nya sudah di lempar jauh dan tidak bisa lagi di jangkau oleh pemilik nya.sentuhan kasar di ujung kaki nya membuat Clara refleks berteriak meskipun suara nya hanya akan terdengar di dalam kamar ini saja.
" Tolong Saya! Bantu Saya keluar dari sini, siapapun itu." teriak Clara dengan mata terpejam menahan takut.
Prok...Prok...Prok...
Bodyguard itu bertepuk tangan menyadarkan Clara dengan tersenyum sinis.
" Tidak perlu capek-capek membuang tenaga wanita kecil! Lebih baik simpan tenaga Kamu untuk bermain kuda-kudaan bersama kami ." ujar bodyguard dan di sambut gelak tawa dari rekan nya yang lain.
Hahahaha.....
" Kamu pikir akan ada manusia yang datang menyelamatkan Kamu? Begitu? Ini hotel cantik.bukan komplek perumahan mu yang bisa datang sesuka hati mereka." sahut bodyguard itu lagi.
Clara menangis putus asa,dia berusaha menolak saat bodyguard itu menyentuh tubuh nya.namun sungguh malang sekali nasib gadis belia ini.keempat bodyguard ini malah menyerang nya secara bersamaan dan tidak membiarkan dia melakukan pemberontakan.
" Assalamualaikum." ucap Tio begitu dia sudah berdiri di depan pintu rumah Naya.
" Wa alaikum salam." jawab Mama Meri dari dalam.Naya yang sudah selesai menghabiskan sarapannya juga ikut berdiri menyambut kedatangan calon suami nya.
Tio mencium punggung tangan calon Mama mertua nya dan tersenyum manis kepada sang Bidadari yang sangat cantik pagi ini.
" Masuk dulu Tio! Apa Kamu sudah sarapan Nak?" ajak Mama Meri menggandeng tangan Tio dan membiarkan Naya menutup pintu.
" Sudah Tante,tadi sudah sarapan sama Mama dan Papa." jawab Tio pelan karena tidak ingin di anggap sombong.
" Baiklah.apa kalian mau langsung berangkat sekarang juga?" tebak Mama Meri yang melihat kedua insan ini saling lirik-lirikan.
" Iya Ma,habis ini Tio mau lanjut meeting dengan rekan bisnis nya." sahut Naya agar sang Mama membiarkan mereka pergi.
" Ya sudah.hati-hati di jalan ya.untuk urusan dekor sama catering nya biar Mama sama Mama nya Tio yang urus."
" Iya Ma, terimakasih sudah mau membantu kami." Naya dan Tio pamit dan kembali mencium punggung tangan Mama Meri.
Tio mengendarai mobil nya sendiri tanpa bantuan sopir pribadi nya.dia tidak ingin waktu nya saat berduaan terganggu oleh kehadiran orang lain di sekitar mereka.
" Terimakasih." ucap Naya tersenyum manis.
" Sama-sama sayang." balas Tio menutup pintu secara perlahan.
Tio lalu berlari kecil menuju kursi nya dan mulai menyala kan mesin mobil.
" Sudah siap." goda Tio kepada calon istri.
__ADS_1
" Siap dong." balas Naya mengacungkan jempol.
Tio mengangguk kan kepala menggenggam tangan Naya dan perlahan meninggalkan pekarangan rumah ini.Naya merasa bahagia sekali dan merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia ini.Tio dan keluarga nya menerima masa lalu nya .mereka satu keluarga tidak pernah keberatan tentang Naya yang sudah pernah menikah dan berakhir menjadi janda muda.
Perjalanan menuju ke mall ini mereka hiasi dengan candaan yang begitu menggelitik perut.Tio sangat mampu mencairkan suasana dan membuat mood Naya bangkit.
Setelah menempuh perjalanan selama 25 menit, akhir nya mereka berdua sudah sampai di sebuah pusat perbelanjaan yang begitu terkenal seantero kota.kedua nya lalu turun dari mobil dan langsung berjalan menuju pintu masuk mall.tepat di pintu masuk itu seorang perempuan berbaju seksi dan rok sejengkal datang menghampiri mereka berdua.
Wanita berambut pirang ini tersenyum bahagia dan langsung bergelayut manja di tangan Tio.
Naya yang menyadari ada seseorang yang berjalan di samping mereka langsung menghentikan langkah kaki nya.Tio ikut menoleh kan Kepala dan menatap tajam sosok pengganggu yang sudah berani mengganggu ketenangan hidup nya.
" Kamu! Lepaskan." bentak Tio menghempas kasar tangan Wanita yang tersenyum menggoda kepada nya.Tio yang tidak ingin Naya salah paham kembali menyingkirkan ulat pengganggu sebelum kebahagiaan nya hancur.
" Awww...Sakit Tio!" Wanita itu meringis terbentur tiang besar.Tio memilih acuh dan kembali melanjutkan perjalanan meskipun sang wanita pengganggu terus berteriak memanggil nama nya.
" Kamu ngga boleh memperlakukan Aku seperti ini Tio! Aku cinta sama Kamu." wanita ini semakin histeris lalu menegakkan tubuh nya dan kembali mengejar Tio yang berjalan menggenggam tangan wanita nya.
" Siapa dia Tio?" tanya Naya menatap Tio dengan wajah cemberutnya.melihat wanita itu memeluk tubuh Tio membuat Naya terbakar cemburu.baru kali ini dia menyaksikan langsung Tio di pegang oleh seorang wanita meskipun dia juga tahu Tio adalah pengusaha sukses dan memiliki banyak fans wanita.entah kenapa Naya tidak suka dan membuat mood nya seketika hancur berantakan.
Belum sempat Tio menjelaskan tentang wanita pengganggu itu, tiba-tiba saja dari arah belakang ada sebuah tangan yang menerobos memeluk tubuh kekar Tio.pemandangan ini sontak saja membuat darah Naya semakin mendidih dan mata nya melotot tajam.
" Sayang! Kenapa Kamu mengabaikan Aku seperti ini? Bukan kah Aku sudah berusaha berubah memenuhi permintaan Kamu,Aku sangat mencintai Kamu,Tio." Wanita ini menempelkan wajah nya di punggung tegak Tio.Naya yang tidak terima melihat calon suami nya di peluk oleh wanita lain melepas dengan kasar genggaman tangan Tio lalu berdiri melipat kedua tangannya.
" Tunggu sayang, dengerin dulu penjelasan Aku." bisik Tio begitu lembut nya.Naya hanya menghela nafas tidak menjawab apapun.
Tio lalu melepas paksa belitan tangan yang melilit di perut nya.
" Jangan kurang ajar Kamu,Nia! Aku tidak pernah mencintai Kamu." ucap Tio menatap penuh dendam kepada sosok wanita yang bernama Nia.
Naya kini mulai paham siapa yang berada di depan nya saat ini.nama ini sudah pernah mereka bahas sebelumnya.
" Aku sudah punya calon istri,jadi jangan pernah lagi datang mengganggu hidup ku dan menemui Aku.bila kita bertemu di jalan atau pun di suatu tempat.anggap saja kita berdua tidak pernah saling mengenal.paham." imbuh Tio dengan wajah dingin namun penuh makna.
" Tidak ada tapi-tapian,menjauh lah sebelum Aku buat hancur hidup mu dan perusahaan ayah mu." ancam Tio yang sukses membuat Nia membatu, tetapi dalam hati nya penuh umpatan kasar melihat Tio terus saja menggenggam tangan wanita yang tidak dia ketahui nama nya.
" Apa kelebihan wanita ini di bandingkan dengan Aku,tubuh ku jelas-jelas lebih seksi dari dia." mata Nia melirik sinis penampilan Naya yang menurut nya berada di level bawah.meskipun memakai baju mahal.tetap saja kemolekan tubuh nya lebih wah di banding kan Naya.
" Ikut Aku sekarang juga,jangan sampai kehadiran mu membuat nama ku tercoreng." Tio melangkah terlebih dahulu membawa Naya yang tetap berada di samping nya.suara Nia yang melengking membuat atensi pengunjung tertuju kepada mereka bertiga.Tio memilih berbicara di tempat yang sepi agar bisa menyelesaikan masalah rumit ini.
Nia yang merasa di beri kesempatan tersenyum sumringah dan berlari kecil mengikuti langkah kaki Tio.Nia yang kembali tersadar kalau Tio membawa serta wanita nya kembali menahan pergelangan tangan Tio.
" Aku hanya ingin kita berbicara berdua saja Tio,tanpa ada orang lain yang mendengar nya." tolak Nia yang punya niat terselubung.Nia menatap sinis Naya yang sedang memanasi nya bersandar manja di dada Tio.
Tio menggeleng cepat pertanda tidak setuju.
" Kita bicara bertiga saja,apapun yang Aku sampai kan dan apapun yang akan Kamu keluar kan dari mulut mu,calon istri ku berhak mengetahui nya."
Tio berjalan masuk ke dalam sebuah cafe yang sedang sepi pengunjung,dia sengaja memilih tempat paling ujung agar tidak menganggu pengunjung lain nya.
" Dia beneran calon istri Kamu?" tanya Nia menahan sesak di dalam dada nya.wanita ini sudah cukup lama mengejar cinta Tio,namun Tio sama sekali tidak pernah membalas perasaan nya.untuk sekedar melirik saja Tio merasa jijik karena dia sudah tahu bagaimana sepak terjang wanita yang mengejar nya selama ini.mau seperti apapun dia berusaha menggoda nya, sedikit pun Tio tidak pernah luluh dan tetap menjaga hati nya untuk Naya.
" Iya." jawab Tio menatap dalam kepada Naya yang sedang menunduk kan kepala.entah kenapa kepercayaan diri nya melemah begitu saja saat menyadari wanita itu jauh lebih cantik dari diri nya.
Nia menghembuskan nafas kecewa nya.di lirik nya Naya menggunakan ekor mata sembari mengeluarkan sumpah serapah secara lirih.
" Kami berdua akan segera menikah,jadi jangan pernah lagi mengharapkan cinta ku yang tidak akan pernah Aku balas.pergi lah menjauh sebelum Aku bertindak jauh kepada Kamu." Tio memperingati Nia begitu tegas.dia seolah sedang membangunkan benteng besar sebelum wanita ini bertindak lebih jauh.
" Lalu bagaimana dengan perasaan ku ini Tio? Tega sekali Kamu memperlakukan Aku seperti ini.Aku yakin Om Dirga akan marah melihat Kamu memperlakukan Aku seburuk ini." ancam Nia mulai melibatkan Dirga ayah dari Tio.
__ADS_1
" Aku yang menjalin hubungan ini,bukan kedua orang tua ku.dan Kamu tidak perlu capek-capek mengadu kepada mereka, hubungan kami berdua terjalin atas restu Mama dan juga Papa Ku." ucap Tio.
" Kamu mau pesan apa sayang?" tanya Tio dengan secepat kilat merubah raut muka nya.Tio mulai sadar karena sejak kedatangan mereka tadi belum ada satupun menu cafe yang mereka pesan.
" Aku pesan jus segar aja ya sayang." balas Naya yang sengaja menggunakan panggilan Sayang untuk memanasi wanita yang sedang ingin merebut kekasih hati nya.
Tio mengangguk dengan heran, sedetik kemudian dia mulai menyadari kenapa Naya mengubah panggilan nya.Tio tersenyum bahagia mengacak rambut Naya.
" Makan nya ngga sekalian sayang? Pesan saja yang Kamu suka." ucap Tio lagi.
" Aku belum lapar sayang.nanti saja makan nya." jawab Naya tersenyum manis sedangkan ekor mata nya melirik sengit kepada Nia.
" Ok..Apapun untuk mu." balas Tio lalu memanggil pelayan cafe dan menyebut pesanan dia dan juga Naya.sedangkan dia memilih acuh dengan kehadiran Nia.
" Kenapa harus wanita seperti ini sih yang mendapat kan Tio! Sikap Tio berubah drastis sama wanita murahan ini, sedang kan kepada ku dia selalu saja memasang wajah galak nya." batin Nia yang merasa sangat kecewa melihat Tio yang tidak menawarkan dia minum seperti yang dia lakukan kepada Naya.
" Kok Aku nggak di tawarin sih Tio?" seru Nia dengan ketus merasa cemburu dengan perhatian manis Tio kepada Naya.
" Silahkan kalau mau pesan juga,nggak akan ada yang melarang." jawab Tio ketus dan dingin.
Nia kembali berdecak kesal melihat sikap Tio yang tidak ada manis-manis nya kepada dia.
" Tidak perlu,Aku akan segera pergi." Nia segera beranjak meraih kasar tas branded yang tergeletak di atas meja.
" Aku harap Kamu tidak lupa atas apa yang Aku peringatkan tadi! Jangan sampai Aku bertindak lebih kejam dari yang kemarin." Ucap Tio sebelum Nia pergi menjauh dari mereka .
Nia menghentakkan kaki nya keluar dari cafe dengan mulut yang komat-kamit.hati nya benar-benar terasa perih dan luka begitu besar.
Dia tidak bisa lagi membayangkan pembalasan apa lagi yang akan di berikan oleh Tio nanti nya.dulu sewaktu dia mencoba menjebak Tio dengan Obat perangsang di sebuah pesta, Perusahaan kedua orang tua nya di buat oleng sampai ke jurang dasar oleh Tio, ekonomi keluarga nya menurun drastis.beruntung nya ada salah satu teman Tio yang melihat kejadian itu dan cepat melaporkan kepada Tio, sehingga Tio tidak sampai jatuh dalam perangkap rubah betina ini.kedua orang tua Nia bahkan sampai memohon ampun di kaki Tio atas apa yang sudah di perbuat oleh anak mereka.Nia mendapatkan hukuman kejam dari sang Papa atas keteledoran nya.membayangkan nya saja membuat Nia bergidik ngeri.namun hati nya sudah terlanjur sakit .entah apalagi yang akan dia perbuat nanti kepada lelaki yang sangat dia cintai itu.
Selepas kepergian Nia,Tio semakin merapatkan kursi nya kehadapan Naya.dia sangat yakin bahwa saat ini di dalam kepala Naya terbesit banyak pertanyaan tentang wanita liar itu.
Tio tersenyum menatap wajah Naya yang sedang kebingungan.
" Jangan khawatir,dia tidak akan lagi datang mengganggu hubungan kita." ucap Tio menenangkan Naya.
" Apa wanita itu yang di maksud oleh teman mu yang kemarin?" tanya Naya sambil menyesap jus segar yang dia pesan.
" Hm..." Tio mengangguk membenarkan.
" Aku sudah sering kali menolak nya,bahkan dulu sempat...." Tio menjelaskan semua nya secara rinci kepada Naya agar tidak terjadi kesalahpahaman di antara mereka.
Naya menutup mulut nya dengan tangan,dia begitu syok mendengar perkataan Tio tentang kegilaan wanita tadi.
" Sampai segitunya dia mencintai Kamu,Tio?" gumam Naya lirih tidak percaya.
Tio mengernyit kan dahi mendengar panggilan Naya yang kembali seperti semula.
" Kenapa manggil nama lagi sih sayang? Aku nggak mau dengar lagi ya Kamu panggil Aku hanya memakai nama saja."
" Lah! Bukan nya sudah biasa seperti itu ya?" tanya Naya tanpa merasa bersalah.
" Apa Kamu lupa? Tadi Kamu memanggil Aku dengan panggilan sayang, sekarang Aku hanya akan menjawab kalau Kamu memanggil seperti tadi lagi."
" Tapi...." belum sempat Naya menyelesaikan ucapan nya.Tio sudah terlebih dahulu membuka mulut.
" Aku tidak mau mendengarkan alasan apapun sayang,pokok nya wajib." putus Tio kekeuh dengan keputusan nya.
" Baiklah,tidak ada salah nya kan Aku patuh kepada calon imam." goda Naya agar Tio tidak cemberut lagi.
__ADS_1
" Nah gitu dong." Tio tersenyum lebar.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰🥰