
Bayu pulang dengan wajah yang di tekuk masam dan juga tidak punya gairah hidup sama sekali.
Rasa malu Bayu di kantor ini di buat bertubi-tubi ketika harus mendapat ejekan demi ejekan dari rekan kerja nya yang tidak percaya jika dia adalah kerabat dari pemilik perusahaan ini.rasa malu itu semakin mencoreng wajah tampan nya yang penuh dusta kala semua rekan bisnis nya melihat dia pulang menggunakan ojek online.
Padahal selama ini Bayu terkenal kaya raya dan punya segala nya dari rekan kerja yang lain.
" Sial! Akan Aku balas kalian semua." batin Bayu berusaha menebalkan daun telinga nya dan mengabaikan semua cacian yang dia dapatkan hari ini.
Mata Bayu lagi-lagi di buat melotot tidak percaya melihat semua barang-barang nya sudah di letakkan di bahu jalan sedang kan pintu pagar rumah sudah terkunci rapat dengan dililit menggunakan rantai yang besar.
Huft..
Huft..
Bayu menghela nafas gusar nya meraup udara sebanyak mungkin untuk tetap menjaga kewarasan dan kesehatan jantung nya.
" Ada apa lagi ini?" ucap Bayu lirih berjongkok memungut pakaian yang tercecer ke atas aspal.
" Silahkan pergi dari rumah ini Tuan,rumah ini harus di kosong kan hari ini juga." suara tegas dari seseorang yang berada di belakang nya membuat Bayu tersadar dan menegakkan tubuh nya.
" Ini masih sah menjadi rumah Saya Pak,kenapa kalian keluar kan semua barang-barang Saya? Siapa yang menyuruh kalian melakukan ini semua?" tanya Bayu dengan tatapan mata tajam nya.
Ketiga security komplek itu terdiam tidak tahu harus menjawab apa.
" Aku lah yang menyuruh mereka melakukan semua ini,rumah ini beserta semua isi nya adalah milik ku.dan lelaki pengecut seperti Kamu tidak pantas lagi menumpang di rumah ku ini." sahut Pak Ridwan yang tiba-tiba saja turun dari mobil nya dengan wajah sangar nya.
" Pa-pa! " seru Bayu dengan wajah pucat pasi.
Keringat dingin mengucur deras dari dahi nya,Saliva nya tercekat mendengar setiap kata yang di ucapkan oleh ayah mertua nya.kehadiran Pak Ridwan yang secara mendadak seperti ini benar-benar membuat syok jantung Bayu.rasa nya hari ini benar-benar hari terburuk bagi Bayu dan penuh kutukan jahat.
" Ke-napa Pa-pa ada di sini? Naya lagi pergi Pa." imbuh nya lalu berjalan hendak meraih punggung tangan ayah mertua nya sebagai tanda bakti.
" Jangan pernah lagi Kamu berani menyentuh tangan ku,Aku tidak akan pernah sudi menerima Kamu sebagai anggota keluarga kami.Kamu pikir Aku tidak mengetahui rahasia apa yang Kamu sembunyikan selama ini? Hah? Detik ini juga Aku bersumpah akan membalas semua rasa sakit hati putri ku atas apa yang telah Kamu lakukan kepada dia." jawab Pak Ridwan kasar dan sengaja menunjuk wajah Bayu.
" Cepat angkat kaki mu dari sini,dan jangan pernah lagi datang mengganggu putri ku." imbuh nya lalu masuk kembali ke dalam mobil mewah nya meninggalkan Bayu yang sedang berdiri dengan rasa lemas.
__ADS_1
" Sial! Ternyata dugaan Aku selama ini benar,tua bangka itu ternyata sudah mengetahui semua nya." batin Bayu dalam hati nya.
" Kalian pikir Aku takut! Aku masih punya wanita kaya yang bisa Aku andalkan untuk hidup ku dan juga keluarga ku." imbuh nya lalu bergegas mengeluarkan ponsel dari saku celana nya dan segera menghubungi wanita simpanan nya.dalam deringan pertama saja Rani langsung mengangkat panggilan telepon dari Bayu.
"Halo sayang!Kamu lagi di mana?" tanya Bayu berbasa-basi.
" Lagi di rumah sayang,Aku lagi kesal banget tahu nggak sama Kamu! Kenapa telepon ku sejak semalam tidak Kamu balas dan Kamu tidak punya inisiatif sedikit pun untuk menghubungi ku terlebih dahulu." Rani terus saja menggerutu kesal terlebih lagi membayangkan Bayu yang sedang tidur berpelukan dengan istri sah nya.
" Jangan ngambek dulu dong sayang,Aku sejak semalam ketiduran dan ponsel nya juga dalam mode silent.Aku minta maaf ya sudah mengabaikan Kamu malam tadi." Bayu berusaha membujuk wanita nya agar tidak salah paham dan marah kepada dia.
" Jangan bilang kalau Kamu ketiduran karena habis olahraga dengan istri mandul mu itu! Aku sangat cemburu loh sayang." Rani merengek tidak terima dengan apa yang dia bayangkan sendiri.
Bayu tersenyum simpul mengetahui wanita yang ada di sebrang sana begitu mencintai nya dan sangat takut kehilangan nya.
" Aku tidak pernah bermain lagi dengan dia, sekarang Kamu tolong jemput Aku ya,nanti alamat nya akan Aku kirim kan di ponsel mu,Aku sama dia akan berpisah." tutur Bayu menjelaskan agar wanita nya merasa senang dan mau menuruti semua permintaan nya.
" Sungguh? Kamu tidak sedang berbohong kan Mas?" tanya Rani tidak percaya.
" Aku tidak sedang membual sayang, sekarang Kamu cepetan jemput Aku ya! Nanti kita bicarakan lagi di rumah Kamu." ucap Bayu yang sebenarnya sudah kepanasan berdiri di tepi jalan dan sangat malu menjadi bahan tontonan tetangga nya.
" Yes...Yes...Yes... Akhir nya Mas Bayu memilih Aku dan menendang wanita mandul itu dari hidup nya."
" Baiklah sayangku,Kamu tunggu sebentar ya,Aku akan segera datang karena Aku juga sangat kangen dengan Kamu sayang."jawab Rani lalu bergegas mematikan ponsel nya dan meraih kasar kunci mobil yang terdapat di meja ruang tamu.
Clara baru saja sampai di dalam rumah nya dan sangat kaget mendapati sang Ibu yang sedang histeris dengan terus meraung-raung meminta di kembalikan uang nya.
" Ada apa Bu?Kenapa ibu menangis seperti ini?" tanya Clara lalu membantu sang Ibu berdiri dari lantai.
" Uang Ibu Ra...Uang Ibu ..." teriak Ibu Romlah setengah sadar.sebelum Clara pulang ke rumah mereka,Ibu Romlah sudah satu jam lebih menangisi nasib hidup nya yang harus tertipu dengan jumlah yang sangat banyak.dada Ibu Romlah di buat berdebar kencang saat melihat siaran televisi yang sedang menyiarkan tentang investasi bodong yang sudah memakan banyak korban,wajah Ibu Romlah langsung pucat ketika melihat wajah yang muncul di televisi nya tadi adalah wajah seseorang yang beberapa bulan yang lalu pernah dia temui dan menyarankan dia untuk ikut berinvestasi.
Ibu Romlah lalu mengeluarkan ponsel nya dan mencoba menghubungi nomer teman nya itu, tetapi sungguh takdir sedang tidak berpihak kepada dia hari ini.nomer yang dia tuju sudah tidak bisa lagi di hubungi karena pemilik nya sudah di tangkap oleh pihak kepolisian.
" Memang nya kenapa dengan uang Ibu?" tanya Clara memastikan.
" Ternyata Kamu benar kalau dia itu adalah penipu! Dan semua uang Ibu sudah habis di makan oleh dia dan tidak ada yang tersisa lagi." sahut Ibu Romlah dengan suara parau nya.
__ADS_1
" Tadi ibu melihat sendiri wajah dia masuk ke dalam televisi dan sedang di tahan oleh pihak kepolisian.uang Ibu tidak bisa lagi di kembalikan karena semua hasil menipu sudah mereka gunakan untuk berfoya-foya." imbuh nya menjelaskan.
" Ibu kan sudah Clara ingat kan! Tetapi kenapa masih di lakukan lagi sih Bu? Terus sekarang bagaimana dong,Aku nggak jadi deh beli mobil baru." Clara menekuk wajah nya ketika harapan nya tidak akan pernah bisa di kabulkan oleh sang Ibu.
"Jangan mobil aja yang ada di kepala mu itu! Perhiasan sama uang Ibu lebih penting dari mobil itu." bentak Ibu Romlah yang sedang kacau saat menyadari bahwa saat ini dia tidak lagi memiliki harta benda apapun untuk menjadi simpanan nya.
" Kenapa Ibu jadi marahin Aku sih? Ini semua gara-gara Ibu, sekarang bagi aku uang Bu! Aku ingin menebus ponsel ku yang tertinggal di restoran karena lupa membawa uang." Clara langsung menyampaikan maksud kepulangan nya saat ini.dia sama sekali tidak merasa iba melihat ibu nya yang menjadi korban penipuan dari investasi yang sudah berbulan-bulan di lakoni oleh Ibu nya.
" Uang...Uang...Tidak ada lagi jatah uang untuk Kamu ! Ibu sudah tidak memiliki uang lagi,tadi pagi sudah Ibu kirim kepada penipu itu karena dia tidak berhenti membujuk ibu dengan segala imbalan dan hadiah yang sangat menarik." jawab Ibu Romlah merasa bodoh telah termakan oleh bujuk rayu penipu itu padahal mereka baru saja bertemu dan tidak pernah akrab sama sekali.
" Ibu..." Clara mengeram kesal melihat tingkah ceroboh dari ibu nya.
" Pokok nya Aku nggak mau tahu Bu!Aku harus mendapat kan uang 1 juta detik ini juga untuk menjemput ponsel ku yang di tahan oleh pegawai restoran itu." pinta Clara begitu cerewet nya.
" Kamu minta saja sama Mas mu atau sama kakak ipar mu itu." jawab Ibu Romlah asal lalu memilih masuk ke dalam kamar menenangkan kegalauan hatinya.
" Ponsel Mas Bayu lagi nggak bisa di hubungi Bu! Sudah berpuluh kali Aku mencoba tetapi tetap saja tidak di angkat.lagian ini semua juga gara-gara menantu mandul Ibu itu!"jawab Clara terus mengikuti Ibu nya kemana pun dia pergi.
" Apa maksud Kamu? Lagian Kamu ngapain makan di restoran segala kalau tidak punya uang untuk membayar nya." hardik Ibu Romlah yang semakin merasa pusing melihat tingkah putri nya.
" Tadi itu...." Clara mulai menjelaskan secara rinci bagaimana dia masuk ke restoran sampai bertemu dengan Naya dan meminta bantuan Naya lalu berakhir dengan penolakan keras yang dia dapat kan.
" Wanita mandul itu selingkuh?" tanya Ibu Romlah tidak percaya dan melupakan sejenak permasalahan hidup nya.
" Iya Bu! Lelaki yang bersama dia restoran itu sangat tampan dan seperti nya orang berada." ucap Clara memanas-manasi ibu nya agar menyerang Naya.
" Nanti akan Ibu laporkan semua ini kepada Mas mu.sebaiknya Kamu keluar dulu dari kamar Ibu karena Ibu mau istirahat dan menenangkan diri Ibu."
" Semoga saja dalam mimpi nanti ada petunjuk yang akan memberikan jalan agar uang Ibu bisa kembali dengan cepat." imbuh nya lalu mendorong paksa tubuh anak nya untuk keluar dari kamar nya.
" Tapi Bu!" protes Clara tidak terima namun dia pun tidak bisa berbuat banyak ketika melihat pintu kamar ibu nya sudah tertutup rapat.
" Sial! Bagaimana ini?" gumam Clara semakin gelisah dan tidak tahu lagi harus meminta uang kepada siapa, sedang kan ponsel nya dalam keadaan tertahan.
" Aduh Mas Bayu! Cepetan kesini dong." pinta Clara dalam hati nya dan sengaja berdiri di dekat pintu masuk rumah agar bisa melihat sendiri siapa yang lewat dan datang bertamu ke rumah nya.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰😍