
Atas desakan dari kedua orang tua nya dan juga kedua orang tua Naya,Tio akhirnya memutuskan untuk naik ke kamar Naya demi bisa melihat bagaimana kondisi Naya saat ini.
Ceklek
Dengan perlahan Tio membuka pintu karena tidak ingin mengganggu kenyamanan tidur Naya.
" Aa...." Naya yang sedang berdiri di depan kaca berteriak ketika melihat Tio masuk ke dalam kamar nya.
Tio buru-buru masuk ke dalam kamar Naya dan tidak lupa menutup pintu nya dengan rapat.
" Jangan teriak-teriak Nay! Nanti kita bisa di tuduh ngapa-ngapain lagi." ucap Tio lembut dan membekap mulut Naya menggunakan telapak tangan nya.
Naya yang sudah berganti pakaian menggunakan baju tidur berbahan tipis merasa sangat kaget dengan kedatangan Tio yang secara mendadak.Naya berpikir bahwa kedua orang tua nya pasti sudah masuk ke kamar dan tidak akan masuk lagi ke kamar nya.namun siapa sangka tanpa Naya ketahui di lantai bawah kedua orang tua nya sedang kedatangan tamu penting.
" Jangan lihat -lihat!" seru Naya ketika melihat Tio tidak berhenti menatap ke arah nya.
" Galak amat sih Nay." ujar Tio tersenyum tipis, sejujur nya pria ini juga sudah tidak tahan melihat pemandangan indah seperti ini,tubuh seksi Naya terpampang nyata di balik kain tipis itu,bahkan Tio bisa melihat dengan jelas bagaimana bulat nya gunung kembar milik Naya yang semakin tercetak jelas menyembul dari kain tipis yang dia pakai.ingin rasa nya Tio memainkan 2 benda kenyal itu namun naluri nya masih cukup waras untuk bertindak lebih jauh.
Beruntung nya kamar Naya menggunakan peredam suara sehingga suara teriakan Naya tidak bisa terdengar oleh keluarga mereka yang berada di lantai bawah.
" Sana ganti baju Kamu dulu,kalau seperti ini terus Aku tidak akan bisa menjamin keselamatan Kamu lagi." bisik Tio di samping telinga Naya.Tio yang terpesona melihat kecantikan wajah wanita pujaan hati nya langsung mendarat kan ciuman hangat nya di bibir Naya.wanita ini cukup terhipnotis oleh apa yang di lakukan Tio kepada diri nya.
Naya menghela nafas ketika Tio menghentikan aksi nya.tapi kedua mata nya mengerjap saat menyadari tatapan mata nya beradu dengan Tio dan tangan Tio masih setia memeluk pinggang nya.merangkulnya dengan sangat mesra.
Naya merasa deru nafas yang memburu, seluruh tubuh nya kaku hilang kendali.di sekitar wajah nya terasa udara berhembus semakin hangat.satu detik kemudian dia merasakan sentuhan di bibir nya dan suara lenguhan yang membuat tubuh nya merinding seketika.Naya mengerjap kan mata nya saat menyadari bibir Tio sedang beradu dengan bibir nya.
Tangan Naya yang berada di dada Tio mendorong dengan sekuat tenaga membuat tubuh kedua nya memiliki jarak dan otomatis membuat ciuman mereka terlepas.
" Tio!" seru Naya dengan suara lirih.
__ADS_1
Tio sama sekali tidak menyahut,namun pria ini kembali menahan tengkuk Naya dan mencium kembali Naya dengan kesadaran penuh.
Naya dapat merasakan ketika Tio berusaha menerobos masuk menjelajahi setiap inci yang ada di dalam mulut nya.menyesap dengan waktu yang begitu lama. dan sungguh aneh nya lagi,Naya sama sekali tidak bisa menolak.seluruh tubuh nya sangat terbuai dengan apa yang Tio perbuat begitu juga dengan rasa nya yang dulu pernah padam kini semakin menampakkan jati diri nya kembali.
Beberapa menit berlalu Tio akhir nya menarik diri menyudahi aksi nya yang sudah lepas kontrol.nafas nya masih memburu cepat walaupun dia berusaha setenang mungkin untuk terlihat biasa saja.Tio nampak menghela nafas gusar nya menetralkan nafsu nya yang sempat membumbung tinggi dan dia sangat takut sekali tidak lagi bisa mengontrol diri.
Tio sengaja menyatukan kening nya dengan kening Naya yang juga sedang mengatur nafas nya.
" Aku minta maaf Nay, seharusnya Aku tidak melakukan ini kepada Kamu."ucap Tio setelah deru nafas nya kembali normal dengan tatapan mata memohon,Tio tidak ingin Naya salah paham kepada nya sebelum dia berhasil merebut kembali hati Naya yang sempat di miliki oleh Bayu.
" Kamu ngapain masuk ke sini Tio? A-ku juga bersalah dalam hal ini." sahut Naya judes.
Naya lalu menjaga jarak dari Tio dan berlari masuk ke dalam ruang ganti untuk mengambil baju tidur yang lebih sopan dari yang dia pakai sekarang.
Tio yang sedang sibuk menahan gairah nya memilih duduk di tepi ranjang Naya sambil menunggu Naya selesai berganti pakaian.
" Kita keluar aja ya." ajak Naya yang tidak yakin mereka akan baik-baik saja jika terus berduaan di dalam satu kamar.
" Memang nya Kamu sudah sembuh? Jangan terlalu di paksakan Nay, nanti sakit nya kambuh lagi." ujar Tio yang sebenarnya mengetahui bahwa Naya merasa tidak nyaman berada satu ruangan dengan nya apalagi setelah kejadian barusan.
" Aku nggak papa Tio.kita lebih baik turun aja." sahut Naya yang kembali merasa gelisah saat Tio terus menatap wajah nya.
Naya membuka pintu kamar agar Tio segera keluar dari kamar nya.
" Baiklah,tapi turun nya harus pegangan sama Aku." jawab Tio lalu menggandeng mesra tangan Naya mulai menuruni satu persatu anak tangga.
" Tio!" protes Naya tidak terima karena tidak ingin kedua orang tua nya salah mengartikan apa yang sedang mereka lakukan.
" Mau turun dengan jalan sendiri tetapi pegangan! Atau Kamu lebih memilih Aku gendong." tawar Tio yang langsung di balas gelengan kepala oleh Naya.
__ADS_1
Tanpa mengeluarkan kata-kata lagi,Naya menyeret tubuh Tio dengan tetap menggenggam tangan nya.
Di jalan raya sana, tepat nya di depan rumah makan yang sudah tidak berbentuk lagi,Rani menangis dengan berteriak histeris melihat bangunan yang ada di depan mata nya sudah rata dengan tanah.
" Mas! Rumah makan Aku." ucap Rani mengadu kepada Bayu yang setia mendampingi nya.
" Sudah ikhlas kan saja sayang! Bukan kah Kamu masih memiliki usaha roti yang masih bisa kita kembangkan menjadi lebih besar lagi." jawab Bayu mengambil jalan pintas dan tidak ingin di pusing kan oleh suara isakan tangis Rani yang membuat telinga nya merasa terganggu.
" Ini semua warisan dari Mas Tejo,Mas." desah Rani yang kecewa mendengar ucapan Bayu yang terkesan lepas tangan dan tidak memberikan dia dukungan dan support untuk merasa lebih tenang.
Bayu mengeram kesal di dalam hati nya.
" Sebaiknya kita pulang saja ya sayang! Nanti kita pikirkan lagi di rumah bagaimana solusinya." ujar Bayu berharap Rani mau mendengar kan ucapan nya.
" Nanti dulu Mas! Aku masih mau mendengar penjelasan dari pihak berwajib.nasib kedua karyawan ku juga belum jelas." tolak Rani dengan melepaskan paksa tangan Bayu dari pinggang nya.
Rani berjalan menjauh menemui pihak yang melakukan investigasi di dalam bangunan milik nya.
Belum sempat Rani mengeluarkan pertanyaan nya,dari arah dalam muncul lah beberapa orang yang membawa dua kantong jenazah yang sudah tertutup rapat.
" Pegawai yang terperangkap tadi sudah menghembuskan nafas terakhir Ndan." lapor anak buah yang memakai seragam kepada sang Komandan yang terus berdiri memberikan pengarahan.
" Siap! Bawa langsung ke rumah sakit biar bisa di otopsi." titah sang komandan.
Tubuh Rani semakin melemah dan jatuh tersungkur di tanah yang sedang becek terkena siraman air.dia benar-benar merasa hancur mengingat banyak nya kerugian yang akan dia tanggung setelah ini.
Bayu yang sejak tadi merasa kesal bercampur marah terpaksa menarik tubuh Rani ke dalam pelukan nya lalu membawa masuk ke dalam mobil.walaupun sebenar nya hati nya sangat malas meladeni kejadian ini tetapi Bayu terpaksa melakukan nya dari pada kehidupannya terancam punah.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍🥰
__ADS_1