
Selama ini Naya tidak pernah mempermasalahkan hinaan yang selalu mereka berikan,dia sanggup bertahan jika di minta mengerjakan semua pekerjaan rumah,Naya juga masih bisa bersabar jika mereka selalu meminta uang nya.tapi jika sudah menyangkut masalah perselingkuhan,Naya tidak bisa lagi memaafkan perbuatan itu.kepercayaan yang selama ini dia berikan sudah di rusak oleh suami nya sendiri.tidak adalagi rasa saling menghargai di antara mereka berdua.semua nya sudah sirna tak berbentuk lagi.
" Aku harus segera mengurus perceraian ini." gumam Naya berpikir keras mencari cara untuk mengambil langkah terbaik.
" Sebelum keputusan cerai itu keluar,Aku harus mengambil semua barang-barang milik ku yang terlanjur menjadi milik dia." imbuh nya menatap langit-langit kamar dengan satu tangan yang berada di kepala nya.
Naya menghela nafas berat nya,dia baru ingat bahwa semua yang bersangkutan dengan suami nya sudah pasti menyeret nama mertua nya juga.
Naya segera bangkit dari ranjang nya lalu mengumpulkan semua harta benda nya yang memiliki nilai jual tinggi termasuk juga surat-surat tanah,surat rumah dan dua BPKB mobil yang semua nya atas nama Kanaya Putri Hermansyah yang dia beli sebelum menikah dengan Bayu.
" Aku hanya perlu mengambil mobil nya saja! Semua surat-surat lengkap nya ada di sini." batin Naya menghembuskan nafas penuh kelegaan.entah bagaimana cara nya jika saja Bayu tidak lupa membawa surat mobil yang dia pakai.Naya merasa bersyukur saat suami nya bertindak ceroboh dalam hal ini.toh kunci cadangan yang satu nya lagi masih berada di tangan dia.sehingga akan mempermudah jalan dia untuk merebut kembali semua hak nya.
" Akan Aku cari bukti sebanyak mungkin untuk mempermudah proses perceraian kita.Aku sudah tidak sudi lagi hidup bersama dengan Kamu." gumam Naya tersenyum miring.
Siang bahkan sudah berganti menjadi sore,dan sore pun sudah berganti menjadi malam, lagi-lagi lelaki yang bernama Bayu itu masih belum mau pulang ke rumah mereka,Naya sama sekali tidak pernah tertarik lagi untuk sekedar bertanya atau pun menyapa suami nya itu.
" Kita masak apa ya Bi?" tanya Naya kepada Mbok Jum yang berada di samping dia.
"Mmmm terserah sama Non Naya saja,Mbok ikut selera Non Naya aja." jawab Mbok Jum sambil tersenyum hangat.
" Ihh Mbok! Aku lagi buntu nih, bantuin mikir dong." Naya merengek kepada Mbok Jum dengan mengusapkan wajah nya di lengan berisi milik Mbok Jum.
" Aha... Gimana kalau kita masak soto aja,sudah lama Naya nggak pernah cicip soto kampung buatan Mbok,boleh ya Mbok?" pinta Naya yang tiba-tiba teringat kalau dulu dia sering membawa bekal soto buatan tangan Mbok Jum jika berangkat ke kampus nya.
" Boleh,mari kita mulai memasak nya." jawab Mbok Jum terkekeh kecil.
Naya hanya membantu mengupas bawang dan bumbu lain nya, sedangkan yang bertugas meracik bumbu dan memasak soto nya adalah Mbok Jum,Naya tidak mau ikut campur dalam mengolah rasa soto,dia takut rasa nya akan berubah jika sudah menggunakan takaran tangan nya.
" Hmm...Wangi banget Mbok!" seru Naya saat mencium wangi kuah soto yang sudah menguap ke udara.
" Iya Non." jawab Mbok Jum mengangguk.
Ini adalah malam ketiga Naya makan tanpa di hantui oleh suami nya.rasa nya semua makanan yang dia makan terasa lebih nikmat dari biasa nya.tidak ada lagi orang yang mengajak dia berdebat hanya perkara uang dan uang.hidup nya menjadi lebih berwarna seperti indah nya warna pelangi yang muncul di atas langit.
__ADS_1
" Enak banget loh Mbok." puji Naya untuk soto yang sedang dia makan.
" Terimakasih Non, masakan Non Naya tidak kalah enak dari soto ini." balas Mbok Jum.
" Segar..." ucap Naya lagi saat kuah soto sudah masuk ke dalam mulut nya.
Tanpa terasa 2 mangkuk besar soto sudah masuk ke dalam perut Naya,malam ini Naya kalap melahap semua isi mangkok nya.
" Akhh...Kenyang." seru Naya sambil memegang perut nya.sedangkan Mbok Jum hanya tersenyum geli mendengar suara kekenyangan yang keluar dari mulut Naya.
Ibu Romlah tidak berhenti menggerutu kesal,niat hati ingin menguras habis isi dompet menantu nya malah dompet dia yang terkuras habis karena harus membayar ongkos ojek yang tidak murah itu.
" Dasar menantu nggak ada guna nya! Berani-beraninya dia menolak memberikan Aku uang,awas Kamu!"gerutu nya tiada henti, sedang kan di samping dia ada anak gadis kesayangan nya yang sedang asyik bermain tok-tok dengan telinga yang sengaja di tutup menggunakan headset.
Ibu Romlah terus gelisah berjalan mondar mandir sambil memegang pinggang nya yang sudah mulai encok.
" Memangnya yang punya uang di dunia ini hanya dia saja,lihat saja nanti,kalau Bayu sudah berhasil mendapatkan Rani! Kamu tidak berarti lagi untuk Aku,akan Aku tendang Kamu seperti sampah busuk." gumam nya dengan tatapan mata yang melotot.
" Kemana lagi pergi ini anak? Sibuk banget kayak nya." batin Ibu Romlah.
" Duh! Angkat dong Bayu." imbuh nya berharap banyak.
Bayu yang tengah sibuk menanam benih nya di buat kesal dengan ulah sang Ibu,ingin sekali dia mematikan ponsel nya,namun dia yakin Ibu nya pasti akan mengomel tiada henti setelah mendapatkan perlakuan ini.
" CK..." Bayu berdecak kesal terpaksa menghentikan ciuman panas nya.
" Sebentar ya sayang." ucap nya kepada wanita yang berada di atas pangkuan nya.
" Jangan lama-lama sayang." balas perempuan itu sengaja meremas kuat kedua biji salak milik kekasih nya.
Sambil menggigit bibir bawah nya, Bayu menggeser tombol hijau di layar ponsel nya.
" A-ada apa Bu?" tanya nya ketus.
__ADS_1
" Kamu sedang apa sih? Kenapa lama sekali mengangkat telepon nya, istri mu itu semakin berani saja menghina ibu,dia juga mengusir ibu dari rumah nya." rengek Ibu Romlah seperti anak kecil yang tidak mendapat kan uang jajan.
" Bayu hei! Kamu dengar Ibu tidak sih? Suara apa itu?" tanya Ibu Romlah yang sayup-sayup mendengar suara kicauan merdu milik seorang wanita.
" Dengar kok Bu! Bayu lagi sibuk kerja."jawab nya berbohong.
" Terus tadi itu suara siapa?" tanya Ibu Romlah penasaran.
" Itu...Suara teman kerja Bayu yang sedang menonton film di laptop nya." jawab nya berusaha menutupi apa yang sedang dia perbuat saat ini.dia sengaja tidak ingin mengatakan bahwa itu suara milik Rani,karena tidak ingin di marahi oleh sang Ibu.
" Oh..." Ibu Romlah mengangguk percaya.
" Pokok nya Ibu nggak mau tahu! Kamu harus memberikan pelajaran kepada si Naya itu,Ibu sakit hati sekali kepada dia." ucap nya masih ingat tujuan dia menelpon sang putra.
" Memang nya kenapa Naya menghina dan mengusir ibu lagi?" tanya Bayu.
" Tadi Ibu..." Ibu Romlah menceritakan semua yang terjadi kepada dia tanpa ada yang di tambah dan di kurangi.
Ibu Romlah sangat yakin dengan cerita yang dia berikan Bayu pasti akan langsung memarahi istri nya.Ibu Romlah tahu kalau Bayu tidak akan pernah suka melihat Ibu dan adik nya di perlakukan dengan tidak baik.
Rani yang sedang sibuk bermain di bawah sana memilih tidak mau ikut campur,dia lebih tertarik dengan apa yang berada di genggaman tangan nya saat ini.
" Sudah lah Bu! Kalau memang dia tidak suka Ibu datang ke sana,lebih baik jangan di ulangi lagi,lagian Ibu juga salah,kenapa Ibu menghina dia terus." bukan nya memarahi sang istri Bayu malah mengomeli ibu nya.
Seketika mata Ibu Romlah langsung melotot mendengar anak nya malah membela istri nya dari pada ibu nya sendiri.
" Bayu! Apa-apaan Kamu ini?" hardik Ibu Romlah tidak terima.
" Sudah lah Bu! Bayu lagi sibuk."ucap Bayu kemudian mematikan sambungan telepon nya tanpa mau mendengar lagi bantahan dari mulut sang Ibu.diri nya lebih tertarik membalas permainan sengit dari kekasih simpanan nya.
" Bayu!" geram Ibu Romlah melihat niat nya mengadu domba malah tidak tersampaikan.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰😍
__ADS_1