Rumah Tanggaku Hancur Di Tangan Ibu Mertua

Rumah Tanggaku Hancur Di Tangan Ibu Mertua
Bab 77


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu.saat ini Adnan sedang berdiri menyambut kedatangan Tuan muda nya yang akan segera mendarat setelah menempuh perjalanan jauh.


Tio turun dari pesawat pribadi nya dengan menggenggam erat tangan Naya. Adnan beserta anak buah lainnya membungkuk kan badan menyambut kedatangan Tuan dan nyonya muda Dirgantara.


" Silahkan Tuan,Nyonya." ucap Adnan membuka pintu mobil.


" Terimakasih." jawab Mereka secara bersamaan.wajah kedua insan ini nampak berseri-seri karena baru saja melakukan bulan madu yang begitu indah.selama berada di Maldives Tio tidak henti-henti nya memberikan kejutan terindah untuk Naya.semua nya terasa sangat spesial terlebih lagi mereka punya banyak waktu untuk memadu kasih agar sang penerus nya segera lahir ke dunia.


Setelah memastikan penumpang nya duduk dengan aman.Adnan melajukan mobil nya meninggalkan bandara internasional.sedangkan di belakang mereka ada beberapa anak buah yang menjaga dari jarak aman.


"Tidur lah,Kamu pasti Capek." ucap Tio penuh perhatian dan mencium sekilas bibir Naya yang sudah menjadi candu berat nya.


" Sayang! Ada Adnan di depan." tegur Naya yang merasa malu.mata nya kembali terpejam karena menahan rasa kantuk yang amat kentara.


Bagaimana tidak lelah,ketika mereka sedang berada di atas awan tadi, Tio kembali meminta jatah nya,alasan nya karena dia ingin berfantasi di tempat yang berbeda.suara erangan merdu memenuhi pesawat pribadi milik Dirgantara.pramugari dan pilot yang bertugas terpaksa menutup kuping sebelum di tendang dari perusahaan Dirgantara.


Tio terus membelai lembut rambut Naya yang tiduran di atas paha nya.dia membiarkan istri nya beristirahat meskipun pergerakan kepala Naya sempat membuat junior nya menegang, tetapi Tio berusaha menahan diri untuk dia menyerang sang istri.


Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam lama nya, mobil yang di kendarai oleh Adnan akhirnya sampai di sebuah rumah minimalis berlantai dua.rumah ini sudah Tio persiapkan dari jauh hari untuk mereka tempati berdua.


" Nan!Suruh Bibi membawakan semua koper Kami,dan Kamu tolong bantu Aku membawa barang-barang yang ketinggalan di kursi belakang." titah Tio lalu memutuskan untuk menggendong Naya menuju ke kamar mereka.


" Rupa nya Kamu benar-benar lelah sekali ya sayang.maafkan Aku yang tidak memberikan Kamu kesempatan untuk beristirahat dengan tenang." ucapan Tio lirih di sertai tawa geli nya.


Naya yang berada di gendongan Tio sama sekali tidak merasa terganggu dengan hentakan kaki Tio beserta suara bising lain nya.Nyonya Dirgantara ini tetap nyaman dalam mimpi nya meskipun saat ini Tio sudah meletakkan dia ke atas ranjang tempat tidur.


" Bi! Titip istri ku ya,nanti kalau dia mencari ku bilang saja Aku pergi ke kantor." Tio sengaja menitipkan pesan karena tidak ingin mengganggu waktu tidur sang istri yang sedang kelelahan.


" Baik Den, nanti Bibi sampai kan." jawab Bi Rini patuh.


" Baiklah,kalau ada apa-apa segera hubungi Aku." pamit Tio bergegas menuju ke mobil di mana ada sosok Adnan yang menunggu nya.


" Jalan!" titah Tio yang mulai fokus membuka tab kecil yang berisi dokumen penting.dia terpaksa langsung kembali bekerja hari ini juga karena tidak ingin mengecewakan client penting nya.pertemuan ini sudah lama di undur karena dari pihak sana ingin bertemu langsung dengan Prasetio Anugrah Dirgantara.


Sedang kan di dalam rumah besar ini,Bi Rini bergegas menutup pintu lalu kembali bergabung mengerjakan pekerjaan rumah bersama dua rekan nya yang lain.


Tio sengaja mempekerjakan 3 orang Art karena tidak ingin membuat Naya kerepotan mengurus rumah tangga mereka.sedangkan di bagian depan ada dua orang security yang berjaga demi keamanan Nyonya Dirgantara.


" Bi! Apa Den Tio sudah berangkat?" tanya Bi Siti yang memang rada-rada takut kalau harus berpapasan dengan wajah datar Tio.


" Sudah Ti! Memang nya ada apa?" tanya Bi Rini curiga.


" Nggak apa-apa,Aku mau menyelesaikan tugas ku yang tertunda.entah sampai kapan Aku terus menghindar jika Den Tio datang." gumam Bi Siti lirih meremas ujung baju yang dia kenakan.


" Hahahaha...


" Siti! Siti! Jadi Kamu masih menyimpan rasa takut mu itu? Padahal kita sudah cukup lama bekerja pada keluarga Dirgantara." Bi Rini beserta Bi Marlin geleng-geleng kepala sembari tertawa puas.


" Wajah Den Tio seperti singa yang sedang lapar,dan entah kenapa Aku merinding di buat nya." Bi Siti berlalu begitu saja meninggalkan kedua rekan nya yang masih menatap heran dengan tingkah nya ini.

__ADS_1


" Wajah Den Tio kan memang seperti itu,tapi perlahan memudar ketika mulai bersama Non Naya." teriak Bi Rini memberitahu agar teman nya tidak lagi bertingkah konyol.


Sedang kan Bi Siti melengos begitu saja berusaha menetralkan rasa ketakutan nya.


Tio tak henti-henti nya menebar kan senyum manis begitu sampai di kantor.hal itu sontak saja membuat para karyawan nya terheran-heran.bahkan sampai ada seorang karyawati yang kepedean jika senyum itu Tio berikan untuk dia.


Adnan yang mengetahui hal ini memilih membiarkan saja karena dia juga merasakan perubahan drastis pada diri Tuan nya.


" Tuan Tio sangat tampan sekali,tapi sayang sudah menjadi milik orang lain."


" Aku pikir senyuman langka nya itu dia persembahkan untuk ku? Ternyata memang Aku nya saja yang tidak tahu diri."


" Maka nya Kamu jangan kepedean jadi orang,Aku merasa sangat heran hari ini? Kenapa Tua Tio mendadak semanis ini ya? Padahal setiap hari kita selalu mendapat kan tatapan mata tajam dan wajah datar nya." imbuh yang lain ikut menimpali.


" Pengantin baru kan memang seperti guys,mungkin Tuan Tio baru saja mendapatkan service ternikmat dari Nona Naya, secara kan istri nya sangat cantik sekali.body nya mengalahkan kita yang masih single ini."


" Sudah-sudah jangan bergosip lagi,jika tidak ingin Samsul menyusul kita ke sini dan melempar surat PHK kepada kita semua." wanita ini bergidik ngeri sendiri dan berlalu begitu saja sebelum bukti rekaman Cctv mengubah nasib hidup nya.


Mendengar nama Samsul sang sekretaris Tuan Tio yang sama dingin nya dengan Adnan.kelima wanita penggosip ini memilih membubarkan diri lalu kembali ke bilik kerja masing-masing.


Tio dan Adnan akhirnya tiba di depan meja Samsul,mereka berhenti sebentar sambil membahas tentang meeting penting ini.setelah mengatur strategi jitu,Tio melangkah masuk ke dalam ruangan meeting dengan di ikuti oleh Samsul, sedangkan Adnan masuk ke dalam ruangan nya melanjutkan pekerjaan yang tertunda.


Naya yang baru terbangun dari tidur nya langsung merentangkan kedua tangan nya.Naya melirik ke arah kiri dan juga kanan,tapi sosok yang dia cari ternyata tidak berada di dalam kamar.


" Kemana dia?" batin Naya merasa kehilangan.


Naya perlahan turun dan mengikat asal rambut nya sampai menampilkan leher yang sangat putih bersih.


" Iya Non." Bi Siti mendongak kan kepala nya menatap sang majikan.tatapan mata mereka untuk yang pertama kali ini membuat Bi Siti terkagum- kagum dengan pemandangan yang dia lihat.


" Dimana suami ku Bi? Kenapa Aku tidak melihat nya sejak tadi?" tanya Naya sambil mengedarkan pandangannya.


" Oh...Itu Den Tio tadi sudah berangkat ke kantor Non,Aden berpesan kepada kami untuk menitipkan pesan karena tidak tega membangunkan Non yang sedang tidur." jawab Bi Siti sesuai dengan apa yang dia dengar dari mulut Bi Rini.


" Oh..." Naya mengangguk kan kepala lalu masuk ke dalam dapur hendak mengambil air putih.


" Nama Bibi siapa?" tanya Naya saat melihat Bi Siti terus mengikuti langkah kaki nya.


" Nama Saya Siti Non, sedangkan yang menjamur kain itu adalah Bi Rini .kalau yang menyapu di teras belakang itu nama nya Bi Marlin ." tutur Bi Siti menjelaskan agar Naya tidak salah panggil nama.


" Oh...Bibi sudah lama bekerja di sini ya?" tanya Naya penasaran.


" Lebih tepatnya bekerja di kediaman Dirgantara Non,kalau untuk di sini baru satu Minggu semenjak Non sama Den Tio menikah." jawab Bi Siti menebar senyum.


Naya mengangguk dan kembali meneguk minuman yang ada di gelas nya hingga tandas.


" Aku mau ke kamar dulu ya Bi.mau mandi dulu." pamit Naya sambil nyengir.


" Iya Non,apa Non Naya mau langsung makan setelah ini?" tanya Bi Siti cepat.

__ADS_1


" Boleh! Tapi nanti setelah Aku mandi ya Bi." Naya bergegas naik ke lantai atas masuk ke dalam kamar nya.


Sebelum mandi Naya memilih menghubungi kedua orang tua nya yang sudah satu Minggu ini tidak ada kabar berita.


" Papa,Mama bagaimana kabar kalian?" tanya Naya yang saat ini sedang melakukan panggilan video kepada sang Mama,dan beruntung nya saat ini sang Papa masih berada di rumah.


" Alhamdulillah kami sehat,Kamu apa kabar sayang? Apa bulan madu nya berjalan lancar? Dimana Tio?" sergah Mama Meri tersenyum mengejek.


" Satu-satu dong Ma nanya nya.Naya bingung mau jawab yang mana dulu." Naya mengerucutkan bibirnya.


Hahaha...Pak Ridwan tertawa melihat tingkah sang putri yang masih seperti dulu.


" Kamu itu sudah menikah Nak,jangan bersikap seperti tadi lagi." tegur Pak Ridwan lembut.


" Iya Pa." jawab Naya pelan.


" Sekarang jawab pertanyaan Mama.di mana suami tampan mu itu?Dan apa bulan madu kalian berjalan lancar?" Mama Meri kembali mengulang pertanyaan nya karena terlalu kepo dengan isi hati sang putri.


" Tio sudah langsung masuk kerja Ma,Untuk bulan madu nya tentu Mama sudah mengetahui betul seperti apa menantu Mama itu,apa di wajah ku tidak terlihat binar bahagia?"


" Alhamdulillah kalau berjalan lancar,Mama ikut bahagia, jangan lupa nasehat yang Mama bisikan kemarin." ucap Mama Meri mengedipkan mata nya.dia duduk berdampingan dengan sang suami.Naya yang melihat pemandangan indah ini hanya bisa berdoa dalam hati nya agar dia bisa seperti itu juga kelak.saling mencintai dan di cintai tanpa perduli berapa lama usia pernikahan mereka.


" Ma! Kenapa Mama tidak pernah menghubungi Naya selama Naya berada di luar negeri?" tanya Naya heran,biasa nya sang Mama akan selalu menanyakan kabar dan sedang berada di mana dia saat ini.dengan siapa dan pulang jam berapa.tetapi selama 1 Minggu berada di Maldives ponsel nya sepi pesan yang masuk dari sang Mama dan juga mertua nya.


" Memang nya kenapa sayang? Apa Kamu merindukan momen itu? Mama hanya tidak ingin mengganggu waktu bulan madu kalian.Mama juga pernah muda kok." Mama Meri dan Pak Ridwan tersenyum simpul saling melirik satu sama lain, sedang kan Naya yang merasa di jahili kembali mendengus sebal karena kehabisan kata-kata.


" Jangan kesal seperti itu sayang,nanti Mama sama Papa kesana menemani Kamu." Naya langsung bersorak gembira mendengar nya.wanita ini lantas berdiri mengulum senyum manis.


" Baiklah,Naya tunggu ya Ma,Pa,Naya tutup dulu telepon nya,Naya belum mandi."


" Astaga sayang! Ini sudah Jam 3 sore tapi Kamu belum mandi juga?" Mama Meri geleng-geleng kepala mendelik tajam.


" Tadi sampai nya jam 11 siang Ma,Naya langsung tidur karena kelelahan." tutur Naya menjelaskan lalu detik berikutnya sambungan telepon mereka terputus begitu saja. sudah pasti karena ulah sang Mama yang tidak mau mendengarkan alasan apapun.


Seketika Naya mengucapkan istighfar dan bergeming sesaat.karena perut yang sudah terasa perih.Naya bergegas membersihkan diri lalu memakai kembali pakaian yang bersih.


Di dalam kamar nya saat ini,Bayu tidak berhenti mengumpat kesal melihat media sosial yang tidak berhenti mengeluarkan berita bahagia dari pengusaha termuda dan paling kaya raya.


" Pewaris utama Dirgantara memilih berbulan madu di Maldives."


" Mereka akan menghabiskan waktu selama satu minggu di tempat romantis itu."


" Istri dari Tio Dirgantara sangat cantik sekali.dan ternyata mereka merupakan kekasih lama yang bertemu kembali dan berlanjut menjadi sepasang suami istri."


Masih banyak lagi artikel yang keluar dengan posisi Naya dan Tio yang sedang berpelukan.


" Tidak! Ini tidak boleh terjadi.Aku pasti bisa mengalahkan bajingan itu." hardik Bayu begitu tajam dengan urat tangan yang menonjol keluar.


Menyadari keuangan nya yang sudah tidak selancar dulu lagi membuat Bayu menghembuskan nafas gusar.tidak ada yang dapat dia lakukan saat ini kecuali merutuki nasib buruk nya yang setiap hari terasa semakin menyiksa.

__ADS_1


Tanpa di ketahui oleh Bayu, Asisten Pak Ridwan sudah mengblack list nama Bayu di tanah air.sehingga dia tidak bisa lagi mencari pekerjaan di mana pun dia berada.


Jangan lupa Like Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰🥰


__ADS_2