
Naya melangkah masuk ke dalam cafe dengan hati yang berkecamuk.pikiran nya mulai tidak tenang memikirkan ucapan lelaki yang merupakan sahabat dari Tio.
" Nia? Wanita lain nya? Apa Tio sudah sering berkencan dengan banyak wanita?" ucap Naya dalam hati nya.
Naya berjalan dengan kondisi melamun dan sama sekali tidak tertarik melihat ke arah depan.
" Aww..." suara seseorang meringis menyadarkan Naya dari lamunan panjang nya.
" Aduh! Maaf." ucap Naya seraya mengatup kan kedua tangan nya di depan wajah.
" Kalau jalan lihat -lihat dong Mbak,fokus! Jangan melamun." balas wanita yang menjadi korban tabrakan Naya.
" Iya, maafkan Saya Mbak." pinta Naya menyadari kesalahannya.
Wanita ini langsung pergi begitu saja bersama seorang teman nya tanpa menggubris permintaan maaf dari orang yang berada di depan nya.Naya hanya bisa mendesah gusar dan kembali melanjutkan langkah kaki nya.
Naya semakin merasa terganggu dengan kehadiran wanita di sekitar Tio.ingin sekali rasa nya dia meminta penjelasan langsung kepada orang nya,namun sayang nya Naya tidak punya keberanian yang besar.
" Ada apa dengan ku?" gumam Naya sambil menekan kepala menggunakan tangan kiri.
Setelah itu dia lalu membuka pintu cafe dan masuk mencari keberadaan Melati.
" Wah! Ada yang baru ketemu camer nih!"ternyata Melati sudah berdiri di belakang nya dengan suara penuh ledekan.
" Apaan sih Mel?" Naya di buat salah tingkah dengan pipi dan telinga yang sudah berwarna merah.
" Gimana? Gimana Nay? Ceritain plis! Jangan malu-malu kucing dong!" seru Melati menyadarkan Naya.
" Gimana apa nya? Aku minta maaf ya udah ninggalin Kamu sendirian tadi. padahal Cafe dalam kondisi ramai banget." Naya yang merasa bersalah sepanjang kepergian nya langsung mengutarakan permintaan maaf nya kepada sang sahabat.
"Nggak perlu minta maaf begitu Nay! Santai aja, lagian di sini kan ada banyak karyawan yang bantuin Aku.jadi Kamu ngga mau cerita nih gimana acara makan siang nya?" Melati menggandeng tangan Naya masuk ke dalam ruangan nya.
" Ya makan siang seperti biasa nya,nggak ada gimana-gimana nya.Aku kan sudah sering ketemu Tante Sari." jawab Naya wajah tidak bersemangat.
" Terus wajah nya kenapa di tekuk seperti itu? Kamu nggak bahagia atau nggak suka?" tebak Melati yang menyadari perubahan raut wajah Naya.
" Tadi...Pas Aku sampai di cafe.kami nggak sengaja bertemu dengan teman Tio dan cowok itu mengatakan kalau Tio sering nolak cewek-cewek." jawab Naya berharap bisa membuat hati nya tenang.
" Lah terus apa salah nya? Bukan kah itu bagus untuk menjaga hati Kamu?" Melati mengernyit kan dahi nya melihat Naya yang mulai menunjukkan tanda cemburu.
" Iya bagus, tetapi Aku jadi curiga kalau selama ini dia sudah sering dekat-dekat sama cewek." jawab Naya pelan.
" Ya ampun Nay, mereka hanya dekat dan seperti nya Tio tidak terlalu menanggapi cewek -cewek itu, bukti nya dia menolak nya kan?" Jawaban yang keluar dari mulut Melati membuat Naya mengangguk kan kepala dan tersenyum tipis.
" Kamu seperti ABG yang baru mengenal cinta aja sih Nay, padahal kita adalah suhu nya." Ledek Melati tertawa terbahak-bahak.
Hahahaha...
" A-ku juga nggak tahu kenapa hati ku mendadak seperti ini Mel? Udah yok kita keluar." Naya berdiri meninggalkan Melati yang masih menertawai diri nya.
__ADS_1
Tanpa Bayu dan Rani sadari,sejak tadi sudah ada 3 orang pria berbaju hitam yang mengintai pergerakan mereka di dalam rumah.cctv kecil yang mereka terbang kan ke dalam rumah ini membuat ketiga pria itu mengetahui apapun yang sedang mereka bicarakan dan lakukan di dalam sana.
Di saat kedua pasangan mesum ini masuk ke dalam kamar dengan bibir yang masih bersentuhan.satu orang di antara mereka mulai menjalankan rencana memanggil tetangga sekitar untuk melihat aksi tidak senonoh yang sedang mereka lakukan.
"Lebih baik ibu-ibu segera ikut Saya untuk melihat ada lelaki yang di bawa oleh janda itu masuk ke dalam rumah nya." bujuk rayu di keluarkan oleh anak buah Pak Ridwan untuk menghasut para emak-emak penggosip yang sedang berkumpul di sebuah warung sembako.
" Lelaki? Siapa?" tanya mereka tidak percaya, Karena selama ini Rani terkenal pendiam dan mereka juga belum pernah melihat Rani bertindak di luar batas keamanan.
Emak-emak ini saling menatap dengan tangan yang saling menyikut satu sama lain.karena tingkat penasaran yang sudah melambung tinggi.emak- emak ini segera berdiri dan mengikuti langkah kaki pria misterius itu.
" Mampus kalian." ucap anak buah Pak Ridwan yang lain nya.
" Wah nggak beres nih Mbak Rani! Mentang -mentang janda,jadi sesuka hati nya saja mengundang lelaki masuk ke dalam rumah nya." ucap salah satu emak-emak itu dengan suara lirih.
" Jangan-jangan ini sudah sering terjadi lagi? Dan selama ini dia sudah menipu kita." sahut yang lain nya.
" Pantesan kita selalu ketiban sial nya, perekonomian kompleks perumahan kita semakin menurun terkena kutukan bejat yang di lakukan oleh janda gatal itu." para Emak-emak semakin menyambung kan berbagai kejadian aneh yang mereka alami selama ini setelah mengetahui kedok busuk yang di sembunyikan oleh Rani.pagar rumah yang sangat tinggi membuat mereka sulit untuk melihat keadaan di dalam rumah itu.
Di antara para emak-emak ini sudah ada yang menyiapkan kamera ponsel untuk merekam aksi memalukan itu.
" Silahkan ibu-ibu cek sendiri,di sini ada sendal Lelaki itu." ucap anak buah Pak Ridwan memberitahu.
Para emak-emak ini kompak mengangguk kan kepala dan sudah bersiap - siap melakukan ancang-ancang menerobos masuk ke dalam.
" Ayo kita masuk ke dalam!" Seru wanita paruh baya yang berada di barisan paling depan.
" Seperti nya mereka main nya di kamar atas." ucap salah satu di antara mereka.
Semua nya kompak naik ke lantai atas dengan langkah kaki yang sangat pelan sekali.
Sementara anak buah Pak Ridwan sudah kabur masuk ke dalam mobil dan membiarkan saja para emak-emak ini mempermalukan Bayu dan juga Rani.
Pintu kamar yang sedikit terbuka membuat mereka meringsek masuk ke dalam dan melihat Rani dan seorang pria yang sangat mereka kenal sedang tidak menggunakan sehelai benang pun tengah asyik bercumbu begitu buas nya.
Emak-emak ini kompak bertepuk tangan sehingga membuat Rani dan Bayu terkejut setengah mati dengan jantung yang berdegup kencang.
Semua mata menatap tajam dengan penampakan yang mereka lihat.sangat tidak pantas dan membuat komplek ini semakin tercemar.
Bayu langsung mendorong tubuh sintal Rani yang berada di atas perut nya sehingga membuat Rani terjatuh ke atas lantai.
" Sayang!" teriak Rani tidak terima dan sangat geram sekali.
Bayu dan Rani saling berebutan selimut untuk menutupi tubuh naked mereka berdua.
" Bagus ya kalian,berzina di komplek ini.dan melakukan hal yang tidak pantas." hardik emak-emak dengan suara nyaring nya.
" Bikin malu saja kalian berdua,bukan nya si Bayu ini sudah memiliki seorang istri? Terus apa maksud dari semua ini." Bayu dan Rani semakin di hakimi dengan mulut pedas emak-emak penggosip ini.
Salah satu di antara mereka terus merekam dan menyoroti tubuh polos kedua pasangan mesum yang berada di atas ranjang.
__ADS_1
" Ini salah paham Bu!" Rani membuka suara untuk menyelamatkan harga diri nya yang sudah hancur.
" Salah paham apa yang Kamu maksud Rani? Kami sudah melihat semua nya." bantahan keras yang mereka keluarkan membuat tubuh Rani menegang hebat.
Ketua perkumpulan para emak-emak ini bergegas mengeluarkan ponsel dan segera menghubungi pak RT dan warga lain nya.
Dalam hitungan menit seluruh warga komplek sudah berkumpul mengepung rumah Rani dengan teriakan cacian yang begitu menyakitkan.
Kedua nya di sidang massal di lantai satu rumah Rani, beruntung nya mereka berdua di berikan kesempatan untuk memakai pakaian terlebih dahulu sehingga tidak merusak pemandangan mata warga lain nya.
Tatapan mata jijik dari penghuni Kompleks ini tidak bisa di elakkan lagi.Bayu dan Rani hanya bisa menunduk pasrah tidak berani melakukan perlawanan.
" Sial! Kenapa bisa seperti ini sih? Padahal selama ini semua nya selalu berjalan lancar,mana barang ku belum sempat masuk ke lobang nya lagi?" batin Bayu semakin merasa pusing dengan kondisi yang ada.
"Apa ini juga ada campur tangan dari Papa nya Naya?" tebak Bayu tiba-tiba saja teringat dengan sosok mantan mertua nya yang memberikan ancaman sadis kepada dia beberapa hari yang lalu.mata Bayu terangkat dan menelisik setiap orang yang berdiri mengelilingi mereka berdua,namun demikian Bayu tidak bisa menemukan keberadaan penguntit itu.
Hubungan mereka berdua memang sangat tidak sehat dan di penuhi oleh nafsu.hanya kesenangan sesaat yang mereka kejar dan saling menguntungkan satu sama lainnya.
Semua warga sudah bisa melihat video bejat mereka berdua yang sedang booming di group perumahan.
" Di daerah sini ada aturan yang berlaku dan harus kalian taati.bayar denda atas perbuatan zina yang sudah kalian lakukan di rumah ini. kita masih punya adab dan norma yang di junjung tinggi."ucap Pak RT menasehati.
Pak RT lalu berdiskusi kepada para warga dan perangkat RT lain nya yang turut hadir menyidangkan perkara kedua manusia ini.
" Kami sudah memutuskan untuk mendenda kalian berdua sebesar 50 juta rupiah.dan segera tinggalkan rumah ini .Mbak Rani tidak boleh lagi tinggal di sini karena sudah membuat malu kompleks perumahan kita." imbuh Pak RT yang tanpa mereka sadari sudah bekerja sama dengan anak buah nya pak Ridwan.
Rani dan Bayu membelalakkan mata mendengar sanksi yang di jatuhkan kepada mereka berdua.tubuh nya semakin lirih ketika mendengar kata pengusiran yang di lontarkan oleh Pak RT.
" Kenapa kalian semua menghakimi kami berdua seperti ini? Kami melakukan nya karena suka sama suka." Rani akhirnya memberanikan mengeluarkan suara nya untuk membela harga diri nya yang sudah di injak-injak.
"Cih! Dasar janda murahan,yang tidur bersama Kamu itu adalah suami orang,apa Kamu tidak malu sudah ketahuan berbuat zina dan malah membela diri lagi." ucap salah satu Ibu-ibu yang berada di sana.
" Nggak nyangka ya! Selama ini dia kelihatan polos dan jujur.padahal ada bangkai busuk yang sedang dia tutupi di dalam rumah besar ini."
" Pelakor gatal."
" Berapa satu jam nya Mbak Rani bohay?"
Begitu lah cacian para emak-emak yang terdengar di dalam rumah ini.
" Jangan asal bicara kalian semua.Aku akan membayar denda itu,dan silahkan kalian pergi dari rumah ku ini." Rani menyombongkan diri nya dan melupakan kondisi keuangan nya yang sedang sulit.
Karena sedang tidak memiliki uang cash,Rani memutuskan menyerahkan beberapa berlian sebagai jaminan kepada Pak RT yang masih menunggu pembayaran denda itu.
Huft...
" Bagaimana mana ini?"batin Rani merasa kacau.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰
__ADS_1