Rumah Tanggaku Hancur Di Tangan Ibu Mertua

Rumah Tanggaku Hancur Di Tangan Ibu Mertua
Bab 73


__ADS_3

Pagi ini Rani di jatuhkan hukuman kurungan penjara selama 14 tahun dan denda 300 juta rupiah.Rani yang tidak bisa melakukan perlawanan memilih pasrah menerima kenyataan,toh walaupun dia bebas tidak ada lagi yang bisa dia harapkan selain hinaan dan cacian dari mulut tetangga julid nya.


" Mungkin ini salah satu cara nya Tuhan menyadarkan Aku! Aku ikhlas menerima nya dan berjanji akan berubah menjadi lebih baik." batin Rani menyeka air mata lalu masuk ke kamar mandi untuk melakukan wudhu.


Semenjak menginap di dalam hotel prodeo ini,Rani sudah rajin beribadah dan menjalankan ibadah puasa Senin kamis.wanita ini setiap hari menangis memohon ampun atas apa yang sudah dia lakukan kemarin.


" Terimakasih sudah menunjukkan kebenaran nya Ya Tuhan! Terimakasih juga sudah membuka mata ku kalau lelaki itu tidak layak untuk Aku cintai."untaian doa yang Rani selip kan setelah selesai mengerjakan sholat Sunnah nya.


Bayu yang sedang tertidur terperanjat kaget mendengar ponsel nya yang berbunyi.dengan rasa malas serta tubuh yang masih terasa sakit Bayu meraih ponsel itu lalu menggeser tombol hijau yang tertulis nama sang Ibu.


" Ada apa Bu? Kenapa pakai menelpon segala sih?" keluh Bayu merasa tidur nya terganggu dengan ulah sang Ibu.


" Ini gawat Bayu! Adek mu kritis di rumah sakit.dia mengalami pendarahan." ucap Bu Romlah dengan Isak tangis nya.


" Pendarahan? Kenapa Clara bisa mengalami itu? Dia hamil?" tebak Bayu dengan dada kembang kempis.


" Cerita nya panjang sekali,nanti Ibu jelas kan,pokok nya Kamu segera datang ke rumah sakit sekarang juga." titah Bu Romlah tidak ingin menunggu lama,saat ini beliau sangat butuh kehadiran Bayu sebagai teman untuk saling menguatkan.tidak pernah terbayang kan oleh Bu Romlah Clara si putri cantik nya harus mengalami nasib tragis seperti ini.


" Kenapa dia sampai jebol begini sih? Apa selama ini mereka bermain tidak pernah memakai pengaman atau penunda kehamilan lain nya?" gumam Bu Romlah merasa bersalah sudah lalai mengingat kan putri nya.hati nya kembali hancur mengetahui fakta baru ini.


Bayu yang tidak sabar lagi ingin mengetahui keadaan sang adik dengan secepat kilat menyelesaikan acara mandi nya dan segera berangkat ke rumah sakit menggunakan ojek online.


Begitu sampai di rumah sakit, Bayu berlari masuk ke dalam ruangan yang di beritahu oleh sang Ibu.


" Bu! Apa yang sudah terjadi? Clara kenapa Bu?" tanya Bayu ketika melihat sang dokter masih memeriksa Clara.


Bu Romlah hanya bisa bungkam menghindari kemurkaan dari anak sulungnya.mulu Bu Romlah terkunci rapat mendadak tidak bisa berbicara lagi.

__ADS_1


" Apa pasien baru selesai melakukan hubungan badan dengan suami nya?" tanya Dokter kepada Bu Romlah dan Bayu mendengar pertanyaan itu membuat Bayu kaget bukan kepalang,dia yang sudah mengetahui betul alasan di balik pendarahan sudah menebak ada yang tidak beres dengan ibu dan juga adik nya selama ini.


" Apa adik saya hamil Dok?" tanya Bayu semakin penasaran.


" Benar sekali Pak, pendarahan ini terjadi karena usia kehamilan nya yang masih muda, terlebih lagi mungkin mereka melakukan nya dengan cara kasar dan dalam jangka waktu yang begitu lama.ada luka robek di bagian intim nya sehingga membuat pendarahan ini sulit untuk di hentikan." ucap Dokter wanita ini menjelaskan.


Bayu menatap tajam ke arah sang Ibu yang tertunduk pasrah. Ternyata firasat nya benar dan mereka berdua terlalu rapi menyimpan rahasia ini sampai tidak terendus oleh diri nya.


" Dokter yakin kalau adik Saya sedang hamil?" tanya Bayu memastikan.


" Yakin sekali Pak,tapi sayang nya bayi tidak berdosa itu tidak bisa lagi terselamatkan dan rahim nya juga harus di angkat karena sudah terluka parah dan tidak lagi bisa berfungsi dengan baik." ucap Dokter agar bisa bertindak lebih lanjut lagi.


" Lakukan saja yang terbaik untuk adik Saya, Dok." pinta Bayu dengan kepala yang berdenyut nyeri.


Sedangkan Bu Romlah menutup mulut tidak tahu lagi harus berkata apa.hanya tangis yang terdengar sebagai rasa bersalah nya.


Hari ini Naya dan Tio di minta oleh kedua orang tua nya untuk datang ke sebuah butik ternama yang pemilik nya adalah teman arisan dari Mama Meri dan juga Mama Sari.Tio berangkat dari kantor dan menyempatkan diri menjemput Naya yang berada di cafe nya.


" Maaf Tante,tadi Tio ada meeting sebentar." jawab Tio merasa bersalah.


" Kamu ini kalau sudah mendekati hari pernikahan lebih baik cuti dulu,serahkan semua nya kepada Asisten pribadi mu dan juga sekretaris mu itu.Mama tidak mau mendengarkan lagi alasan sibuk bekerja menjadi penghalang pernikahan kalian." sahut Mama Sari kesal melihat sang putra yang merupakan workaholic.


" Tio hanya ingin menyelesaikan semua nya sebelum cuti panjang Ma.Tio tidak mungkin membiarkan mereka bekerja terlalu keras sedangkan Tio masih bisa melakukan nya.Tio janji akan mengatur waktu sebaik mungkin." jawab Tio yang memang sedang gencar nya menyelesaikan semua meeting penting mengingat pernikahan nya yang tinggal beberapa hari lagi.


" Terserah Kamu saja lah,Mama sudah lelah menasehati Kamu dan juga Papa mu itu,awas saja kalau sampai Kamu tidak bisa mengajak menantu Mama berbulan madu! Tanggung sendiri akibat nya." ancam Mama Sari lalu mendorong Tio masuk ke bilik ganti untuk mencoba jas pengantin nya.


" Siap Nyonya besar,jangan takut! Tio sudah mempersiapkan semua nya." Tio mengecup wajah sang Mama dan berlari mencoba jas yang berwarna abu-abu.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian dia keluar dari bilik ganti dan menatap tajam Naya yang berdiri di depan cermin.


" Sayang! Baju nya kenapa seperti ini sih?" keluh Tio tidak rela melihat Naya memakai gaun pengantin yang sangat terbuka dan menampilkan bahu polos dan juga paha seksi nya.


" Memangnya kenapa lagi sih Tio?" tanya Mama Sari heran, padahal gaun yang di kenakan oleh Naya merupakan gaun model terbaru dan belum ada yang memakai nya.


" Tio nggak suka Ma,ini terlalu terbuka." keluh Tio sengaja memeluk Naya saat ada seorang karyawan lelaki yang masuk ke dalam ruangan ini.


" Ih! Kamu ini sangat posesif sekali.Mama heran melihat Kamu yang sama persis seperti Papa mu."


" Aww...Sakit Ma,kenapa Mama memukul kepala Tio." keluh Tio memegang kepala nya yang terasa berdenyut nyeri.


" Kamu memang pantas di pukul supaya otak mu tidak melulu di penuhi oleh berkas dan sikap posesif yang berlebihan itu.Kamu pikir gampang apa merubah konsep baju yang sudah di rancang oleh teman Mama dari jauh-jauh hari? Hah? Pokok nya Mama tidak menerima penolakan,Naya akan tetap memakai gaun ini di resepsi pernikahan kalian nanti." ucap Sari menggebu-gebu dan sudah muak melihat tingkah sang putra.


Sedang kan Naya dan Mama Meri tertawa kecil dan sesekali meringis melihat Sari yang begitu brutal menyerang Tio.


" Maafkan Anak Tante yang sangat Posesif ini ya sayang,Kamu harus banyak bersabar menghadapi ujian ini.tapi ketahui lah dia memiliki hati yang begitu tulus." bisik Mama Sari yang masih bisa di dengar oleh sang besan dan juga putra nya.


" Iya Tante,Naya sudah tahu dan kami sudah kenal dalam waktu yang begitu lama." jawab Naya tersenyum manis.


" Sudah lah Ma! Tidak perlu menghasut calon istri ku,dia sudah mengenal Aku luar dalam." Tio melepas kasar jas yang sudah dia coba dan beralih menatap Naya sampai tidak bisa berkedip lagi.


" Tante! Bantu Tio bujuk Mama buat mengganti gaun nya." bisik Tio agar tidak terdengar oleh sang Mama yang sedang sibuk mengangkat telepon.


" Tante nggak bisa Tio! Gaun ini merupakan pilihan Tante dan juga Mama Kamu! Nggak masalah kan Naya memakai ini hanya beberapa jam saja, setelah itu terserah kalian berdua deh."


Huft...Tio menghela nafas berat nya dan terus menatap Naya sampai membuat Naya salah tingkah.

__ADS_1


" Baiklah,Aku menyerah ." jawab Tio pasrah karena tidak bisa lagi melakukan perlawanan.sedangkan Naya yang memang sudah jatuh cinta dengan gaun yang melekat di tubuh nya mengucapkan syukur saat melihat Tio menerima keputusan ini.


Jangan lupa Like Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰🥰


__ADS_2