
Tio dan Naya pulang ke rumah Naya ketika hari sudah sangat gelap sekali.Naya sengaja meninggalkan mobil nya di Cafe karena Tio menjemput nya langsung ke cafe dan tidak ingin pergi dan pulang nya secara terpisah.
" Terimakasih untuk hari ini Nay." ucap Tio begitu mereka sudah sampai di depan rumah Naya.
" Harus nya Aku yang mengucapkan kata itu kepada Kamu! Terimakasih sudah memberikan Aku kesempatan emas ini.Aku akan berusaha membuka diri sesuai dengan apa yang Kamu harapkan." Naya lalu bergegas membuka pintu mobil dan tidak lupa melepas sabuk pengaman nya.
Srek....
Tio menarik tangan Naya sehingga membuat Naya kembali duduk seperti semula.
Muach...Muach...Muach..
Tio mengecup seluruh wajah Naya tanpa ******* atau pun sesapan.
" Good night Nay." bisik Tio masih dengan wajah yang berdekatan.
Naya yang sedang salah tingkah hanya membalas dengan tersenyum manis di sertai dengan pipi yang sudah merah merona.
" Aku turun dulu ya." pamit Naya lalu membuka pintu mobil Tio lebar-lebar,berada di dalam satu tempat tertutup dengan pria masa lalu nya membuat Naya kelimpungan sendiri.
" Jangan lupa mimpi kan Aku ya Nay,titip salam untuk Tante Meri dan juga Om Ridwan ya! Maaf belum bisa mampir." Tio berbicara dengan lembut sekali, tatapan mata teduh nya tidak berhenti mengintimidasi Wajah ayu Naya.
" Apaan sih! Udah sana pulang.hati-hati ya." balas Naya tersenyum simpul.
Tio melambaikan tangan nya lalu secara perlahan menutup kaca mobil dan melajukan mobil mewah nya meninggalkan pekarangan rumah Naya.
Tanpa Naya sadari,di balik jendela rumah yang begitu tinggi,ada Mama Meri di temani Mbok Jum mengintip dengan penuh rasa penasaran.
" Semoga saja Naya bisa membuka hati nya kembali untuk Tio ya Mbok! Aku sangat berharap anak tunggal ku bisa bahagia dan tertawa lepas tanpa beban pikiran." Mama Meri berbicara dengan berurai air mata.sudah cukup selama ini dia melihat dan mendengar putri nya menderita dengan lelaki yang merupakan pilihan nya sendiri.
" Amin Nyonya,Mbok pun berharap yang sama.Non Naya orang baik,patuh dan tidak pernah merugikan orang lain.tidak selayaknya mereka memperlakukan Non Naya seperti itu." sambung Mbok Jum ikut prihatin.
__ADS_1
" Eh...Tapi! Ngomong -ngomong kenapa Mbok nggak pernah melaporkan semua peristiwa kejam itu kepada Saya Mbok? Apa Mbok mulia berkhianat dan tidak lagi percaya kepada Saya?" tanya Mama Yolan penuh selidik ketika baru ingat jika selama ini Mbok Jum tidak pernah sedikitpun membocorkan rahasia Naya kepada diri nya.
" Maaf kan Saya Nyonya! Semua ini terpaksa Saya lakukan karena permintaan Non Naya sendiri yang tidak ingin melihat Nyonya dan Tuan kecewa.sekali lagi Saya minta maaf Nyonya." Mbok Jum mengatupkan kedua tangan nya di dada.berharap sang Nyonya mau mengampuni atas ketidakjujuran nya selama ini.
Ketika Mama Meri dan Mbok Jum tengah berdebat dengan suara berbisik-bisik.Naya secara tidak sengaja memergoki aksi konyol yang sedang mereka lakukan.
"Ma! Mbok?" Naya mengernyit kan dahi merasa heran melihat keduanya.tangan Mama Meri masih menyingkap sedikit gorden jendela.
" Apa yang sedang Mama dan Mbok Jum lakukan di sana?" Naya mendekat lalu mengintip dari gorden yang terbuka itu.
Kedua wanita paruh baya ini gelagapan tidak menentu ketika melihat Naya sudah berdiri di depan mata mereka. niat hati ingin mengintip secara diam-diam malah berakhir kepergok seperti ini karena sikap pelupa yang sudah akut.
" Kita...Kita lagi itu..." Mama Meri terbata-bata sambil menggaruk kepala nya yang tidak terasa gatal.
Mama Meri lalu menyenggol lengan Mbok Jum untuk meminta bantuan karena otak nya terlanjur membeku dengan kehadiran Naya secara tiba-tiba.
" Lagi apa Ma? Jangan bilang kalau Mama sama Mbok Jum sengaja berdiri di sini untuk mengintip Naya yang baru pulang ya?" tebak Naya yang sukses membuat wajah kedua wanita paruh baya ini pucat menahan malu.
" Bu...Bukan kok Nay." jawab Mama Meri menggoyang kan tangan nya di hadapan Naya.
Sangat berbanding terbalik dengan Mbok Jum yang malah mengangguk kan kepala di sertai permintaan maaf.
" Iya Non,maaf kan kami." sahut Mbok Jum menunduk pasrah.
" Ya ampun Mbok Jum! Kenapa polos banget sih jadi manusia." geram Mama Meri dengan gigi yang sudah beradu hebat.
" Nah! Ketahuan kan."Naya menanggapi nya dengan tersenyum miring.
" Mama hanya mau memastikan dengan siapa Kamu pulang,soal nya bunyi mobil nya terdengar berbeda dari biasa nya." Mama Meri kembali berbohong menutupi kenyataan yang sebenarnya, sebelum Naya pulang ke rumah,Pak Ridwan sudah terlebih dahulu mengabari Mama Meri tentang kepergian Naya bersama Tio.kabar baik ini mereka dapat kan dari anak buah Pak Ridwan yang secara khusus di minta untuk menjaga dan melaporkan apapun yang terjadi kepada Naya selama berada di luar rumah.
" Memang nya berbeda bagaimana sih Ma? Ada-ada aja deh! Ya udahlah Naya mau mandi dulu." Naya lalu berlari masuk ke dalam kamar nya dengan hati yang sedang berbunga-bunga.
__ADS_1
Di dalam perusahaan raksasa itu,Pak Ridwan menahan amarah ketika mengetahui Bayu selaku mantan menantu nya datang ke rumah untuk menemui Naya.
" Untuk apa lagi bajingan itu datang menganggu putri ku?Harus nya dia berterima kasih kepada ku karena sudah aku buka akses jalan untuk bersama selingkuhan nya ." batin Pak Ridwan meremas kuat kertas yang bertebaran di ruangan nya.
" Akan Aku kirim balasan yang setimpal untuk Kamu manusia yang nggak bisa bersyukur." Pak Ridwan lalu bergegas keluar dari ruangan untuk menemui pemilik tanah yang sah atas bangunan rumah dan usaha roti milik Rani.selama ini mereka membiarkan saja Rani menguasai tanah mereka karena selalu mendapat kan ancaman dan juga teror yang begitu menakutkan.setelah mendapat kan kabar kelicikan Rani dari anak buah nya yang di tugas kan untuk menyelidiki kehidupan Rani.Pak Ridwan bermaksud untuk menolong pasangan renta ini dari aksi kejam Rani dan juga mantan suami nya terlebih dahulu.kali ini Pak Ridwan kembali melibatkan sahabat karib nya untuk menuntut dan mengambil hak mereka yang sedang tertindas.
" Sebentar lagi Kamu akan menyesal karena sudah berani bermain- main dengan Aku yang merupakan mantan preman dan penguasa wilayah Selatan." gumam Pak Ridwan berapi-api.
" Halo! Ada apa Kamu kembali menghubungi ku dengan secara terus menerus Wan?" tanya Pak Dirga protes.
" Tolong bantu Aku lagi, segera lah datang ke alamat yang sudah Aku kirim di pesan mu." ucap Pak Ridwan tanpa berbasa-basi.
" Untuk apa lagi?" tanya Pak Dirga tidak rela.
" Membalas dendam putri ku kepada wanita yang merupakan perusak rumah tangga orang."
" Baiklah,Aku segera meluncur ke TKP." Pak Dirga lalu menutup ganas sambungan telepon nya dan merampungkan berkas perkara Client nya.
" Hm." Pak Ridwan berdehem lalu memilih bergerak menuju mobil mewah nya.
" Akhh.... Daddy."Clara terus meracau hebat memanggil nama lelaki kesayangan yang sedang berada di atas nya.
" Panggil terus nama ku sayang,Aku sungguh sangat menyukai nya." balas Butef menyeringai nakal.
Entah sudah berapa kali Butef meminta tambahan waktu dan juga ronde, selama itu pula Clara tidak berhenti menggelinjang menikmati goyangan Butef yang semakin memabukkan jiwa dan juga raga nya.
Setelah jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi, baru lah Butef mencopot pusaka nya dan beralih mencumbui Clara dengan nafas yang masih tersengal-sengal.Butef tidak ingin rugi banyak membiarkan begitu saja Clara tertidur pulas setelah dia mengeluarkan uang yang sangat banyak sekali.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰
"
__ADS_1