Rumah Tanggaku Hancur Di Tangan Ibu Mertua

Rumah Tanggaku Hancur Di Tangan Ibu Mertua
Bab 55


__ADS_3

Melihat Tio dan Naya yang turun dengan berpegangan tangan membuat kedua orang tua mereka masing-masing saling menatap dengan senyuman penuh arti.


" Ternyata Om Dirga sama Tante Sari juga ada di sini." batin Naya mulai menyadari bahwa mereka semua sedang meledek dirinya dan juga Tio.


" Lepas Tio!" seru Naya ketika melihat Tio sama sekali tidak mau melepaskan genggaman tangan nya, padahal mereka berdua sudah menjadi tontonan gratis kedua orang tua nya dan sebentar lagi akan sampai di dekat mereka semua.


" Nanti Kamu kenapa-kenapa Nay,Aku hanya tidak ingin melihat Kamu jatuh,bukan kah sekarang ini sudah tidak ada lagi orang yang akan cemburu melihat kedekatan kita ini?" hardik Tio menarik turun kan alis nya menggoda Naya yang sudah lupa bahwa hari ini dia sudah resmi bercerai.


" Ish! Bukan Itu, tetapi.." ucapan Naya terpotong karena Tio sudah terlebih dahulu membawa dia berjalan menuju sofa yang di tempati oleh kedua orang tua nya.


" Malam Om, Tante." sapa Naya lalu mencium punggung tangan kedua pasangan paruh baya itu.


" Malam juga sayang, bagaimana kabar mu? Kenapa sudah turun dari kamar?" jawab Ibu Sari tersenyum manis.


" Naya sudah merasa baikan kok Tante." sahut Naya.


" Oh iya... Terimakasih ya Om untuk semua yang sudah Om lakukan untuk Naya." imbuh Naya ketika mengingat berkat bantuan Dirga lah proses perceraian dia dengan Bayu bisa terselesaikan dengan baik.


" Sama-sama Nak,tapi ini semua tidak gratis loh,ada harga yang harus Kamu bayar malam ini atau suatu hari nanti." celetuk Dirga yang mulia ingin memancing Naya agar mau menerima cinta putra nya.


Naya yang tidak paham apa maksud dari ucapan Dirga mengalihkan pandangan mata nya kepada kedua orang tua nya.seolah-olah sedang berkata ada apa ini?


" Jangan lupa Dirga! Aku sudah melunasi semua pembayaran jasa mu, tetapi Kamu malah mengembalikan semua nya dengan alasan Kamu ikhlas membantu Aku dan Naya.lalu harga apalagi yang Kamu minta kepada putri ku?"sahut Pak Ridwan mewakili pertanyaan yang ada di dalam benak Naya.


Hahaha.....


Pak Dirga tertawa lebar melihat wajah kesal dari sahabat nya.


" Papa! Kenapa pakai acara ketawa begitu sih?" Sergah Ibu Sari yang tidak habis pikir dengan tingkah suami nya.


Tio,Naya dan kedua orang tua Naya diam menunggu penjelasan yang akan keluar dari mulut Pak Dirgantara.


" Jangan salah paham dulu kawan! Aku sama sekali tidak pernah mengharapkan sepeserpun uang mu, karena uang ku juga sudah terlalu banyak dan tidak sanggup lagi untuk di habiskan." jawab Pak Dirga masih dengan wajah tanpa dosa nya.


" Seperti yang Aku bilang kemarin,Aku hanya ingin Naya menjadi menantu ku,cukup dengan itu maka semua nya Aku anggap lunas." imbuh nya menjelaskan dengan setenang mungkin meskipun mendapatkan sorot mata tajam dari semua yang ada di sana.

__ADS_1


" Papa!" seru Ibu Sari memperingati sang suami yang dia anggap tidak tepat sasaran, apalagi Naya baru saja menerima putusan cerai nya.


" Papa ngapain sih?" bisik Tio dengan penuh penekanan.


Naya membulat kan bola mata nya ketika mendengar ucapan Pak Dirga yang sama sekali di luar dugaan nya.


Sedangkan Pak Ridwan yang sudah mendengar kata-kata itu sejak beberapa hari yang lalu hanya bisa memijit pelipisnya ketika melihat aksi nekat dari sahabat nya yang memang selalu bicara apa adanya.


" Kenapa? Bukan kah kalian semua juga menginginkan mereka kembali bersatu bukan? Jangan munafik,apa yang Aku bilang ini pasti sangat kalian harapkan di dalam hati kalian masing-masing kan." Pak Dirga kembali membuka suara begitu melihat tidak ada satupun di antara manusia yang berada di samping nya mengeluarkan sepatah kata pun untuk sekedar menyanggah atau pun mendukung nya.


" Tapi bukan sekarang juga Dirga!!Bukan kah kita sudah membahas masalah ini kemarin? Terus kenapa Kamu begitu gegabah sekali?". sahut Pak Ridwan yang memang tidak habis pikir dengan ulah sahabat nya.


" Aku hanya tidak ingin melihat Tio menunggu terlalu lama, terus Naya kembali jatuh ke tangan orang lain." jawab Pak Dirga tanpa memikirkan bagaimana perasaan putra nya saat ini.


" Pa-pa!" seru Tio dengan wajah kesal.


" Papa hanya ingin menolong Kamu, selebihnya Kamu pikirkan sendiri bagaimana cara mendapatkan kembali hati Naya,yang terpenting Papa sudah membantu membukakan jalan untuk kalian kembali bersama." balas Pak Dirga atas apa yang di keluhkan oleh putra nya.


" Tapi nggak gini juga dong Pa." Tio mendesah frustasi dengan ulah Papa nya.


" Apa mungkin mereka bisa menerima dengan hati yang ikhlas atas apa yang sudah terjadi kepada Aku?" batin Naya yang tidak percaya akan ada lelaki yang mau menerima dia yang sudah menyandang status janda muda.


" Apa benar Kamu masih menyukai Naya,Tio?" tanya Pak Ridwan yang ingin memastikan bahwa ucapan Dirga tempo hari benar adanya.


" Jawab Tio! Jangan diam saja jika Kamu tidak ingin kembali kehilangan Naya." bisik Pak Dirga yang gregetan melihat tingkah laku putra nya


yang terkesan lamban dan berubah menjadi pemalu.


" Be-benar Om,maka dari itu Aku memutuskan untuk menyelidiki dan mengirim anak buah ku untuk membuntuti kemana pun bajingan itu pergi." jawab Tio begitu lengkap.


" Termasuk ketika pria itu masuk ke dalam rumah selingkuhan nya?" tebak Pak Ridwan yang sudah mengetahui semua nya.


Tio pun mengangguk dengan cepat.


" Maksudnya apa? Memang nya siapa yang sedang kalian bahas?" tanya Naya yang memang belum mengetahui semua nya.

__ADS_1


" Jadi begini Nak, berkat rekaman video yang di dapatkan oleh Tio lah pengadilan agama mempermudah proses perceraian Kamu dengan lelaki yang bernama Bayu,bukti yang Om jadikan senjata untuk menjatuhkan Bayu bukan hanya satu tetapi ada puluhan video dan juga foto yang membuat Ketua hakim tanpa pikir panjang lagi mengetuk palu dan mengesahkan surat perceraian kalian ini." sahut Pak Dirga menjelaskan.


" Jadi Kamu sudah mengetahui semua nya?" tanya Naya menatap sengit kepada Tio yang juga sedang menatap kepada dia.


" Iya Nay,maafkan Aku yang terlalu ikut campur dalam urusan rumah tangga Kamu, tetapi Aku benar-benar tidak bisa tidur nyenyak setelah pertemuan kita untuk yang pertama kali nya waktu itu, apalagi Kamu datang dengan tangisan yang sama sekali tidak bisa Aku tebak." jawab Tio menatap penuh kasih sayang kepada wanita yang ada di hadapan nya.


" Kenapa Kamu nggak pernah kasih tahu Aku,kalau saja Aku tahu dari awal kalau dia sudah mendua , mungkin sudah lama Aku membulat kan tekad untuk mengakhiri rumah tangga itu."


" Aku tidak ingin ceroboh Nay,Aku takut Kamu tidak akan percaya dengan apa yang Aku katakan jika bukti yang Aku bawa hanya satu atau pun dua."


" Kamu mau kan mencoba merajut kembali hubungan kita yang kemarin sempat terputus?" sambung Tio yang tanpa pikir panjang lagi langsung menggenggam tangan Naya.dia bahkan tidak merasa malu jika kedua orang tua nya masih berada di samping mereka berdua.


Naya beralih menatap wajah sang Mama dan juga Papa nya secara bergantian.


" Ikuti kata hati mu sayang,Mama dan Papa tidak akan pernah memaksa Kamu." ucap Mama Meri tersenyum manis.


Sedang kan di depan Naya ada kedua orang tua Tio yang sedang harap cemas menanti keputusan yang akan Naya ambil.


" Aku belum bisa menjawab apapun untuk saat ini Tio,kita jalani saja seperti biasa nya.jika memang kita berdua di takdir kan untuk berjodoh,maka Aku yakin Tuhan pasti akan semakin mendekat kan kita berdua." jawab Naya setelah menemukan jawaban yang tepat agar Tio tidak merasa tersinggung.


" Baiklah,Aku akan menjalani nya,tapi Kamu harus janji untuk membuka hati mu untuk ku." ucap Tio yang tidak ingin kalah start dari laki-laki yang berusaha mendekati Naya.


" Aku selalu membuka hati ku untuk mu,saat ini saja Aku sudah mulai merasakan getaran aneh itu, meskipun Aku sangat sadar bahwa semua ini terlalu cepat dan sangat salah." ucap Naya dalam hati nya.


" Iya." jawab Naya santai.


Sedang kan di dalam rumah Ibu Romlah saat ini, wanita paruh baya itu sama sekali tidak bisa tidur nyenyak setelah kehilangan puluhan juta uang yang sudah susah payah dia kumpul kan.


" Bayu lagi pergi kemana sih? Kenapa dia belum datang kesini juga?" batin Ibu Romlah menatap langit- langit kamar nya dengan perasaan yang sangat gelisah sekali,bahkan air mata nya saja sudah tidak bisa di keluarkan lagi akibat terlalu banyak menangis.


Pun begitu dengan putri nya yang berada di dalam kamar nya saat ini.Clara yang tidak rela kehilangan ponsel canggih nya hanya bisa meratapi nasibnya karena sama sekali tidak bisa melunasi utang nya.


" Semoga saja pagi besok ponsel ku masih bisa di ambil." batin nya mulai memikirkan cara untuk mendapatkan uang yang banyak.


" Aku harus cari kerja sampingan yang bisa mendapatkan uang yang banyak dalam waktu singkat." ucap nya lirih karena sudah terlalu lelah berharap kepada orang lain yang sama sekali tidak pernah bisa memuaskan gaya hidup nya.

__ADS_1


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍🥰


__ADS_2